SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
PANJI BERTEMU ORANG ANEH DAN GUS GUGUN


__ADS_3

Jam 22:30,


Wilda keluar kamar kos menuju depan Hotel Atlanta. Setelah menjumpai Panji... Wilda duduk di sebelah Panji yang sedang duduk bersandar pohon.


"Hemmm, tidak ada kopi dan camilan, juga autan," kata Wilda dalam hati kemudian berdiri lalu menuju warung Pak Win yang berada di pojok depan hotel.


Setelah membeli secangkir kopi dan 2 botol coca - cola juga autan dan rokok marlboro, Wilda berkata,


"Ini Mas kopinya. Ini autan biar gak di gigit nyamuk."


"Alhamdulillah... Ada yang menyuguhkan kopi. Terimakasih ya Wilda," kata Panji kemudian memegang telapak tangan Wilda dan menciumnya.


"Ah, Mas Panji, di suguhkan kopi kok seneng banget sampai mencium telapak tangan Wilda segala," ujar Wilda.


"Kamu tidak tau arti sebuah secangkir kopi untuk ku malam ini, dari tadi aku kepinggin kopi. baru sekarang ada yang menyuguhkan, yaitu kamu," kata Panji,


"Sebagai tanda terimakasih ku... Makanya aku mencium telapak tangan mu."


"Kenapa Mas Panji gak beli saja di warung gerobak Pak Win itu..? Kan Mas Panji mampu beli 100 gelas sekaligus," ujar Wilda.


"Guruku melarang aku beli makanan atau minuman Wilda, dan aku harus patuh pada guru ku," kata Panji kemudian menyeruput kopi.


"Hemmm, ternyata Mas Panji ini sedang menjalani spiritual seperti tetangga ku dulu," kata Wilda dalam hati.


"Kalau begitu... Wilda akan sediakan keperluan Mas Panji selama duduk di sini, dan Wilda akan temani Mas Panji duduk disini setiap malam."


"Wilda... Lebaran kurang 2 hari lagi, besok pagi, kamu pulang ke Sukabumi ya?


Belikan adik - adik mu baju baru, juga belikan baju untuk Mama mu," ujar Panji,


"Beli juga kue untuk lebaran. Jangan lupa belikan beras yang cukup dan kasih uang yang banyak untuk Mama mu.


Cari tukang, untuk mengecat rumah, besok Pagi aku kasih kamu uang yang cukup."


"Mengapa Mas Panji sampai segitunya membantu beban pikiran ku, dengan membantu keluarga ku di kampung," ujar Wilda.


"Aku ingin dan berharap kamu bisa menjadi wanita yang baik dan sukses di masa datang," kata Panji,


"Agar kamu bisa mengangkat derajat adik - adik mu, juga memulyakan Mama mu.


Aku tidak berharap apa - apa dari mu. Hanya saja... Harapan ku, kamu rajin ibadah dan berbuat baik pada sesama."


Sambil meneteskan air mata... Wilda memeluk Panji erat - erat.


"Terimakasih ya Mas... Atas kebahagian yang kamu berikan kepada ku juga keluarga ku. Hanya doa yang bisa aku balas atas kebaikan mu. Aku janji akan menuruti semua kata - kata mu," ujar Wilda kemudian melepaskan pelukannya.


"Wilda sekarang istirahat saja di kos - kossan ku, kamu istirahat tidur, biar vit badanya. Kan besok Pagi pulang kampung ke Sukabumi," ujar Panji.


"Baiklah Mas, aku balik dulu ya," kata Wlida,


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Tak lama setelah Wilda pergi... Tiba - tiba ada seseorang berpakaian rapi dan tampan sekali yang berjalan mendekati Panji, kemudian duduk tak jauh dari Panji yang bersandar pohon, setelah menyulut rokok jie sam sue, orang itu berkata,


"Mas... Ini pisang goreng dan sukun goreng, silahkan di makan, mumpung masih hangat."


Di tawarin gorengan... Panji hanya diam saja sambil menikmati kepulan asap rokok.


"Orang yang wirid membaca beristiqfar itu... Bisa mendapatkan pahala dengan pengampunan dosa dari Allah," ujar orang tampan,


"Kadang... Orang yang beristiqfar itu, malah mendapatkan dosa."


Setelah berbicara... Orang tampan dan berpakaian rapi itu pergi meninggalkan Panji tanpa pamit.


"Siapa orang itu..? Yang tau kesukaan ku pisang goreng hangat dan sukun goreng hangat hanyalah 1 orang, yaitu Nenek Sa'adah," ujar Panji,


"Dan... Orang tampan itu juga tau makanan kesukaan ku.


Aneh...? Apa maksud dari perkataan orang tadi ya?"


"Assalamualaikum Mas ganteng," ucap Dewi.


"Waalaikumsalam," jawab Panji,


"Loh, Mbak Dewi, ada apa Mbak?"


"Alhamdulillah, ustadz Dani sudah sembuh, sekarang sedang berada di kontrakannya, lagi ngobrol sama teman - temannya, dan aku pamit pulang, lalu mampir ke sini," kata Dewi,


"Oh iya... Ustadz Dani rencananya besok siang mau pulang ke Tangerang, dan ustadz Dani mau mengajak ku.


Katanya... Mau di kenalkan sama orang tuanya.


Gimana menurut Mas ganteng?


"Ikut saja Mbak Dewi, itu tandanya, waktu ustadz Dani solat istiqoroh... Dia mendapat petunjuk yang baik tentang mbak Dewi, makanya ustadz Dani ingin mengenalkan Mbak Dewi sama orang tuanya.


Itu bukti keseriusan ustadz Dani pada Mbak Dewi," jawab Panji.


"Kata ustadz Dani... Kalau orang tuanya setuju, lebaran mau ke Bogor ke rumah ku, mau silahturahmi sekalian melamar ku," kata Dewi,


"Tetaapi... Ustadz Dani agak bingung, karena belum ada persiapan uang untuk acara lamaran dan acara pernikahan. Belum lagi... Setelah menikah ustadz Dani belum punya penghasilan tetap."


"Masalah uang itu gampang, Mbak Dewi jangan bingung," ujar Panji,


"Nanti Panji bantu Mbak Dewi sama ustadz Dani.


Yang penting Mbak Dewi jadi orang baik - baik dan rajin ibadah."


"Iya Mas ganteng... Dewi percaya sama Mas ganteng," kata Dewi,


"Oh iya! Teman - teman ustadz Dani tadi ingin bertemu dengan Mas ganteng.


Katanya... Ada yang mau di obrolin."


"Mbak Dewi istirahat saja di kos - kossan, kan besok mau bepergian," ujar Panji.


"Iya Mas, Dewi capek juga ngantuk.


Dewi balik dulu ya, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam salam."


Setelah Dewi pergi... Panji melihat orang tampan tadi berjalan mendekati nya sambil membawah kantong plastik.


"Mas... Silahkan di makan, tadi aku beli nasi krengsengan daging sapi," ujar orang aneh kemudian menyodorkan kantong plastik kepada Panji.


"Terimakasih Pak," ucap Panji sambil menerima kantong plastik.


Setelah memakan nasi bungkus, dan minum kopi... Panji bertanya,

__ADS_1


"Bagaimana bisa, orang yang wirid membaca istighfar malah bertambah dosa, kok tidak malah mendapatkan pahala dan pengampunan?"


"Pertanyaan bagus, tetapi juga pertanyaan orang bodoh," kata orang aneh tadi,


"Bukankah Allah itu maha pengampun... Maha pemurah dan welas asih?


Kalau kamu haqqul yakin... Percaya, kalau kamu beriman bener sama sifat Allah... Mengapa kamu masih beristiqfar meminta ampunan?


Sebelum kamu beristiqfar minta ampun kepada Allah... Allah itu sudah mengampuni mu! Lalu mengapa kamu memaksa Allah untuk mengampuni dosa - dosa mu?


Mengapa kamu menyuruh Allah untuk mengampuni dosa - dosa mu? Emang Allah itu pembantu mu, kok kamu paksa, kok kamu suruh?


Seandainya Allah itu tidak mengampuni dosa - dosa mu saat ini... Kamu tidak akan hidup Malam ini.


Seandainya kamu masih hidup... Kamu tidak akan sanggup menerima rasa sakit dan pedih akibat dosa - dosa mu.


Tidak mungkin kamu bisa duduk disini sambil ngopi dan makan enak."


Mendengar kata - kata orang tampan dan aneh... Panji sangat terkejut sambil mangut - mangut.


"Iya iya... Aku mulai memahami," kata Panji dalam hati.


Kalau beristiqfar itu malah mendapatkan dosa... Lalu, mengapa kanjeng Nabi Muhammad saw juga para kyai dan santri banyak yang beristiqfar," ujar Panji.


"Kalau kanjeng Nabi Muhammad dan para kyai khos beristiqfar, itu cocok dengan istiqfarnya.


Kata orang jawa... "SEMBODO"


Apa yang di ucapkan dengan perbuatannya sama. Ilmu dan kenyataannya sama," jawab orang aneh,


"Habis wirid istiqfar... Kanjeng Nabi dan para kyai khos tidak melakukan dosa. Sedangkan kamu dan kebanyakan orang... Habis wirid istiqfar, terus melakukan dosa.


Habis wiritan di masjid baca istiqfar... Terus melakukan dosa. Bahkan, habis wirid istiqfar, baru keluar dari masjid... Sudah berbuat dosa lagi.


Itu sama dengan melecehkan sifat Allah. Kalau orang jawa bilang... "ece - ece Allah" istiqfar nya tidak sungguh - sungguh, hanya untuk main - main.


Habis beristiqfar dan di ampuni oleh Allah... Terus berbuat dosa lagi. Terus beristiqfar lagi, lalu di ampuni oleh Allah, lalu berbuat dosa lagi.


Itu namanya mempermainkan Allah.


Allah bersungguh - sungguh memaafkan dan mengampuni dosa dosa mu... Sedangkan kamu mempermainkan kesungguhan Allah.


Itu perbuatan dosa besar. Mempermainkan cinta dan kasih sayang Allah.


Kalau kamu sudah beristiqfar... Berusahalah jangan berbuat dosa lagi, agar Allah mempercayai kesungguhan mu.


Jika Allah sudah percaya kepada mu... Maka, Allah akan memberi kepercayaan yang lebih besar kepada mu.


Dan lama - lama, Allah jatuh cinta sama dirimu.


Kamu tidak bagitu kan..?


Habis beristiqfar tidur sama perempuan cantik?


Peluk, cium sama perempuan cantik?


Walau tidak melakukan zina... itu juga dosa."


"Bagaimana bisa, orang aneh ini mengetahui kehidupan pribadi ku," ucap Panji dalam hati.


"Lalu... Bagaimana cara beristiqfar agar mendapatkan pahala dan ampunan," tanya Panji.


"Setiap kamu berbuat kebaikan... Allah akan menghapus 1 dosa mu dan memberi pahala atau kebaikan kepada mu.


Cukup berbuat kebaikan.


Itulah hakekat istiqfar. Tanpa membaca istighfar di lisan... Tanpa di ucap dalam hati.


Kalau istiqfarnya orang awam... Mereka membaca di lisannya kadang di hatinya, tetapi perbuatannya... Tidak beristiqfar.


Ingatlah..!


Ada Teori Istiqfar


Ada Trap Lelaku Istiqfar."


Setelah berkata... Oang aneh itu pergi berlalu tanpa pamit.


Setelah orang aneh itu pergi... Panji menghisap dalam - dalam rokok nya sambil menatap bintang di langit, lalu berkata lirih,


"Iya iya... Apa yang di katakan oleh orang aneh itu benar.


Gusti Allah itu Maha Pengampun.


Walau manusia itu tidak beristiqfar memohon ampunan... Gusti Allah sudah mengampuni-Nya.


Jadi... Percuma selama ini aku beristiqfar, lebih baik diam dan yakin seyakin - yakinnya kalau Gusti Allah telah mengampuni segala dosa ku.


Cukup berbuat kebaikan kepada sesama, sebagai gantinya wirid istiqfar.


Ternyata... Wirid istiqfar itu wajib hukumnya, dan harus di wirid setiap hari setiap waktu. Itulah yang di namakan Trap Lelaku Istiqfar.


Jadi... Semua itu ada Teori, ada praktek Teori."


Di saat Tafakur, memikirkan ilmu kaweruhan... Tiba - tiba ada mobil mewah berhenti di tepi jalan di depan hotel.


"Assalamualaikum," ucap seseorang yang baru turun dari mobil,


"Pak... Ini ada sedikit rejeki buat Lebaran, terimalah.


Dan Ini ada nasi bungkus dan kue juga minumannya."


"Terimakasih Pak," jawab panji sambil menerima bingkisan dan amplop berisi uang.


Adzan Subuh terdengar mengema dari masjid kampung, Panji pun beranjak pergi menuju kos - kossan.


Dengan mata ngantuk dan dan badan yang capek, Panji melangkah dengan gontai. Setelah berada di kamar kos, Panji menaruh bingkisan pemberian orang tak di kenal sambil berkata,


"Wilda masih tidur, lebih baik aku solat Subuh dulu, setelah itu tidur."


Waktu terus berlalu, siang mulai merambat.


"Mas Panji... Katanya suruh di bangunin jam 9," ujar Wilda sambil mengoyang - ngoyangkan pundak Panji.


"Iya Wilda," jawab Panji sambil mengeliat, kemudian bangun.


Setelah mandi dan memakai baju, Panji berkata,


"Ini uang untuk pulang ke Sukabumi, hati - hati di jalan ya? Salam buat Mama kamu.


Aku mau pergi dulu, motornya kamu parkir di terminal saja, biar kamu gak naik angkot."

__ADS_1


"Baiklah Mas, aku pergi dulu ya... Cium tangan dulu, cium pipi dulu," kata Wilda,


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam salam," jawab Panji kemudian melangkah pergi.


Setelah berada di rumah Mbah wali Dirjo... Panji menyapu halaman rumah dan halaman musolla.


Ketika panji menyapu... Beberapa santri Mbah wali Dirjo melihat Panji dan Panji menjadi bahan obrolan.


Ketika sedang menyapu halaman... Datang sebuah mobil mewah perlahan - lahan memasuki halaman rumah Mbah wali Dirjo.


Setelah parkir... Seorang pemuda bernama Gugun keluar dari mobil, lalu mendekati Panji,


"Assalamualaikum...


Assalamualaikum...


Assalamualaikum..."


Karena Panji tidak menjawab salam... Gugun membalikkan badan, lalu melangkah menuju rumah Mbah Dirjo,


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab Mbah Dirjo.


"Eeh, Gus Gugun, silahkan masuk."


Setelah duduk di kursi dan menikmati secangkir kopi dan kepulan asap rokok... Gus Gugun berkata,


"Mbah bisnis ku dalam beberapa bulan ini mengalami kerugian besar.


Semua kredit macet.


Kalau tidak ada suntikan dana yang lumayan besar, maka 2 minggu setelah lebaran, semua usaha ku akan bangkrut, karena hutang di bank tidak bisa kebayar.


Bagaimana ini Mbah..? Saya minta barokah doanya Mbah, agar usaha ku sukses dan kredit macet bisa jalan sesuai jadwal."


"Mintalah barokah doa dari pemuda yang menyapu halaman itu," ujar Mbah wali Dirjo,


"Dia yang pantas dan layak memberi barokah doa untuk mu."


Mendengar ucapan Mbah Dirjo... Gus Gugun tertawa pelan,


"Pemuda itu tuli Mbah?


Masak orang anak seperti orang gila bisa memberi barokah doa?


Uluk salam 3x saja gak di jawab.


Hemmm, emang siapa pemuda yang nyapu halaman itu?


Apa itu murid nya Mbah Dirjo?"


"Dia bernama Panji, dia bukan muridku," jawab Mbah Dirjo.


"Kalau bukan murid Mbah Dirjo... Ngapain dia nyapu halaman rumah Mbah Dirjo," ujar Gus Gugun.


"Panji itu anak agak gila... Dia menyapu halaman rumah ku, karena dia ingin mendapatkan makan dari ku," jawab Mbah Dirjo.


"Masak orang gila di mintai barokah doa..?


Untuk bisa makan saja, dia masih bersusah payah," kata Gus Gugun.


Setelah selesai mengerjakan tugasnya... Panji melangkah kan kaki hendak kembali ke kos - kossan.


Ketika berjalan melewati mobilnya Gus Gugun... Tiba - tiba Panji mengambil batu, lalu melemparkan ke cendala kaca samping mobil.


Setelah melempar kaca mobil... Panji dengan santai terus berjalan.


Melihat Panji melempar kaca mobil... Gus Gugun sangat terkejut dan marah. Tetapi Mbah Dirjo tertawa terbahak - bahak.


"Dasar anak gila," ujar Gus Gugun,


"Emang murah apa harga kaca mobil ku?


Mbah... kok malah tertawa!!!"


"Untung yang di lempar batu kaca mobil mu, coba kalau yang di lempar kepala mu, hahaha," kata Mbah Dirjo terbahak - bahak,


"Nanti jam 9 Malam... Temui Panji anak gila itu di depan Hotel Atlanta. Kamu minta maaf dan minta barokah doa."


"Gak mau Mbah, buat apa minta maaf dan minta barokah doa sama orang gila," kata Gus Gugun kesal.


"Ya sudah, aku mau tidur dulu, kamu istirahat di samping musolla," ujar Mbah Dirjo.


"Aku mau ke bengkel saja Mbah, ganti kaca baru," kata Gus Gugun.


***


Setelah sampai di kamar... Panji mengambil kitab terjemah lalu merebahkan bandan.


"Assalamualaikum Mas ganteng."


"Waalaikumsalam Mbak Dewi," jawab Panji.


"Mas ganteng, Dewi mau pergi ke tangerang dulu ya, sama ustadz Dani.


Uang yang ada di samping Tv aku ambil buat saku di jalan."


"Itukan uang Mbah Dewi... Ya pakai saja," kata Panji,


"Hati - hati di jalan, jangan lupa telfon Panji ya? Kasih kabar."


"Baiklah Mas ganteng, Dewi pamit dulu ya? Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Waktu terus berlalu.


Setelah solat Isak... Dan membaca kitab lagi.


Setelah melihat jam 20:30, Panji bergegas keluar kamar lalu berjalan menuju Hotel.


Ketika berada di depan gang... Panji berpapasan dengan Aini,


"Mas Panji, mau kemana? Kok bajunya sobek - sobek?


Ini aku mau ke tempat kos mu."


"Mau Axting di depan Hotel, ayoo kita santai di sana saja," kata Panji kemudian mengandeng tangan Aini.

__ADS_1


__ADS_2