SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
WEJANGAN RESI DHARMALA DAN SINYAL EROR


__ADS_3

Siang setelah peresmian organisasi The Bluss, Di teras taman belakang villa rumah kediaman Linda... Sekretaris Iwan sedang ngobrol dengan Anton Naga Selatan dan Joni Naga Barat.


"Naga Selatan..!


Ambillah tas ini, di dalamnya ada 26 senjata api peredam suara, untuk mu dan untuk anak buah mu yang tangguh," ujar Iwan,


"Naga Barat..!


Ambillah, tas ini juga untuk mu, di dalamnya juga ada 26 senjata jenis yang sama, semua ada peredam suaranya.


Mulai besok..! Berlatihlah menembak di lapangan tembak club Persatuan Tembak indonesia.


Ingatlah, saat kalian daftar dan latihan... Pura - puralah tidak kenal satu sama lainnya.


Semua biaya di tanggung organisasi."


"Baiklah sekretaris Iwan."


"Nona Ketua...


Besok ikutlah latihan menembak, siapa tau ilmu menembak berguna untuk mu suatu saat," ujar Iwan.


"Baiklah sekretaris.


Bisakah kamu atur agar aku bisa mengikuti ujian kelulusan sekolah..?


Aku butuh ijasah untuk kulia," kata Linda.


"Baiklah ketua, itu masalah mudah, biar Ririn orang ku yang mengurusnya.


Kita gunakan kekuatan uang semua akan beres," ujar Iwan.


Sementara...


Di kos - kossan belakang Hotel Atlanta,


Sepulang sekolah Maya memasak kemudian mandi lalu belajar melaksanakan solat duhur, juga belajar wirid.


Setelah itu Maya kembali membaca kitab milik Panji sambil mendengarkan lagu di radio.


Sementara...


Di dalam Alas Purwo Banyuwangi, setelah mendapat informasi dari seseorang... Panji berangkat ke pulau Bali dengan mengunakan kapal milik nelayan, agar Panji tidak berjalan memutar ke pelabuhan penyeberangan Ketapang Banyuwangi.


Dengan menumpang kapal nelayan, Panji bisa memotong jalan.


Belum sampai ke pesisir pantai... Senja pun datang sebentar lagi gelap akan datang.


Begitu hutan mulai gelap... Panji mengeluarkan senter kecil yang di belinya di supermarket.


Dengan di bantu ilmu penerawangan dan penerangan sorot lampu senter, Panji melanjutkan perjalanan menuju arah pantai.


Ketika sampai di tengah hutan... Panji melihat dua ekor harimau yang berlari melesat ke arah pantai. Tak lama kemudian Panji melihat dua ekor harimau itu duduk di tepi danau sambil minum.


"Hemmm... Rupanya dua harimau itu adalah jelmaan dari bangsa jin, lebih baik aku singgah di danau itu untuk minum, haus sekali," ujar Panji lirih kemudian melangkah mendekati danau,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab kedua harimau.


Setelah minum beberapa teguk air danau... Panji berkata,


"Siapakah kalian ini..?"


"Aku yang menjaga Alas Purwo ini.


Hendak kemana Gus ini," ujar salah satu harimau.


"Aku hendak pesisir pantai, aku hendak menyeberang ke pulau Bali," kata Panji.


"Sekarang sudah malam Gus...


Kapal nelayan tidak ada, kalau Gus tidak keberatan... Singgah lah istirahat di tempat kami," kata harimau,


"Besok pagi... Gus bisa melanjutkan perjalanan."


"Baik kalau begitu," ujar Panji kemudian berjalan mengikuti kedua harimau itu hingga berhenti di sebuah gubuk di samping mulut gua.


Panji juga melihat seorang lelaki tua duduk di gubuk dekat api unggun.


"Assalamualaikum," salam Panji.


"Waalaikumsalam Gus...


Silahkan duduk disini. Sudah dari kemarin aku menunggu mu, kamu masih bermain - main dengan wanita di Surabaya," kata lelaki tua.


Setelah Panji duduk bersila, si kakek berkata,


"Minumlah kopinya, ini rokok untuk mu."


"Terimakasih Kek," jawab Panji kemudian menyeruput kopi yang masih hangat,


"Kalau boleh tau...


Siapakah kakek ini, dan mengapa menunggu ku.


Apakah kakek mengenal ku..?"


"Siapa yang tidak kenal nama mu..? Nama mu sangat terkenal sekali.


Aku Resi Dharmala. Aku menunggu mu karena aku ingin doa dari mu Gus."


"Hehehe... Resi ini bisa saja, justru saya lah yang minta doa dari Resi," kata Panji.


"Resi... Ini santap malam nya sudah siap," ujar Mala dan Mali kemudian meletakan nasi tumpeng.


"Ayo Gus, kita makan bersama, kamu seharian kan belum makan, pasti lapar sekali," aja Resi Dharmala.


"Baiklah Resi," ujar Panji kemudian menikmati makan malam.


Setelah selesai makan malam, Resi berkata,


"Gus... Pijatkan badan ku, badan ku terasa capek semua."


"Baiklah Resi," ujar Panji kemudian memijit kaki Resi Dharmala.


"Gus... Orang solat menyembah Gusti Allah itu tidak harus wajib mengetahui wujud rupa Allah.


Yang terpenting adalah menjalankan perintah Nya," ujar Resi,


"Orang itu bisa melaksanakan solat saja... Itu sudah anugerah yang agung, walau solat nya tidak khusuk.


Allah itu mengetahui kadar ilmu dan kondisi hati kita, dan Allah akan memberi balasan menurut kadar iman kita.


Jadi... Kamu jangan mempunyai ke keinginan untuk menjadi orang Alim, berkeinginan untuk menjadi apapun, apalagi ingin menjadi Wali Allah.


Karena...


Keinginan adalah suatu penderitaan. Sesuatu hal jika kita kejar... Dia semakin jauh.


Yang terpenting itu menjalani hidup apa adanya, ibadah sebisa dan semampunya. Nanti Allah akan mengatur hidup kita, bukan kita yang mengatur Allah."


"Iya Resi," kata Panji.


"Kamu tidak pernah mengejar kekuasaan, harta dan wanita, tetapi justru kenyataannya kamu malah di kejar harta, wanita dan takhta," ujar Resi,


"Buktinya kamu punya perusahaan, rumah mewah dan uang puluhan Trilyun.


Kamu menjadi seorang Bos dan di kejar banyak wanita cantik.


Begitu kamu berada di puncak kejayaan... Diri mu malah hidup susah dan menderita.


Kamu tinggal kan semuanya hanya demi ilmu nya Allah, demi kesempurnaan ibadah.


Yaa orang seperti mu itulah yang di namakan hamba."


"Resi... Orang berdoa itu salah, tidak berdoa itu salah.


Bagaimana pendapat Resi," tanya Panji.


"Jika yang di atas itu sifatnya memberi... Maka kita yang di bawah sifatnya memohon atau meminta," ujar Resi,


"Jadi berdoa itu wajib, karena berdoa adalah sifat penghambaan dan pembedaan antara hamba dengan Tuhan nya.

__ADS_1


Di dalam kitab Al Hikam itu... Sebenarnya menerangkan berdoalah dengan adab, maksudnya memintalah sekedarnya saja, tidak minta berlebihan."


***


Setelah selesai memijit... Resi Dharmala berkata,


"Gus... Kamu telah memijit ku, hadiah apa yang kamu minta..?"


"Tidak Resi, aku tidak minta apapun dari Resi, saya bisa singgah dan bertemu Resi saja sudah sangat bersyukur sekali," jawab Panji.


"Baiklah Gus, karena kamu tidak minta apa - apa, maka kamu aku beri ilmu kunci Dunia," kata Resi.


"Bukalah mulut mu."


Ketika Panji membuka mulutnya... Dengan cepat Resi meludah ke mulut Panji, hingga ludah itu masuk ke dalam mulut nya.


"Telan ludah itu Gus," perintah sang Resi.


Setelah menelan, tubuh Panji merasakan panas dingin.


"Gus... Bacalah ayat Bismillahirrohmanirrohim sehabis solat 7x tahan nafas, lakukan secara istiqomah," pesan Resi,


"Jika kamu hendak melakukan apa saja... Maka bacalah Bismillahirrohmanirrohim."


"Baiklah Resi," jawab pranji.


"Sekarang kamu istirahatlah tidur, aku akan ke dalam dulu," ujar Resi Dharmala, kemudian masuk ke dalam gua di ikuti Mali dan Mala si harimau penjaga hutan Alas Purwo.


Tanpa sadar... Panji telah tidur selama 7 hari 7 malam di dalam hutan Alas Purwo yang terkenal paling angker di tanah jawa. Karena angkernya... Alas Purwo ini di juluki Jalmo Moro Jalmo Mati atau Orang datang masuk hutan Alas Purwo akan mati.


Setelah membuka kedua matanya, Panji telah tidur di bawah pohon yang sangat rindang,


"Mengapa aku tidur di atas akar pohon ya..?


Apa yang terjadi..?!!


Bukan kah aku semalam sedang berada di gubuk bersama Resi Dharmala..? Di mana gubuk itu, di mana Resi dan gua semalam..?


Aneh, semuanya tidak ada.


Coba aku terawang."


Setelah menerawang dengan seksama... Panji berkata lirih,


"Mengapa semua terlihat remang - remang ya..? Tidak bisa aku lihat dengan jelas.


Lebih baik aku melanjutkan perjalanan.


Hemmm perut ku rasanya lapar sekali, padahal semalam kan sudah makan dengan Resi."


Setelah memakan beberapa potong roti, dan menengak air aqua, Panji melangkahkan kaki menuju pantai.


Setelah berada di pantai... Panji bertemu seorang nelayan. Setelah memberi beberapa lembar uang... Nelayan itu mengantar Panji nyeberang ke pulau Bali.


Diatas perahu... Diam - diam Panji menghubungi Nenek Sa'adah istri kyai Jabat yang menurut Panji sebagai Nenek segala tau,


"Assalamualaikum Nek."


"Waalaikumsalam Gus."


"Nek... Sapakah Resi Dharmala yang ada di Alas Purwo Banyuwangi itu," tanya Panji.


"Beliau adalah wali Agung wilayah Timur pulau jawa Gus," jawab Nyai Sa'adah,


"Beliau adalah yang mengayomi wilayah Jawa Timur hingga ke pulau Bali, sebagai paku buminya Jawa Timur.


Resi Dharmala adalah wali dari aliran islam kejawen."


"Ada apa Gus menanyakan Resi Dharmala," goda Nyai Sa'adah,


"Kan Gus Panji sudah memiki ilmu Paninggal Jagad..?"


"Iya Nek, mengapa tadi aku menerawang Keberadaan Resi Dharmala kok terlihat remang - remang Nek," kata Panji.


"Karena Gus sering tidur dengan perempuan cantik yang bukan muhrimnya..! Gus sering bersenang - senang dengan banyak wanita cantik," ujar Nyai Sa'adah,


"Makanya ilmu Paninggal Jagad sinyalnya eror."


Bagamana Nek caranya menghindari perempuan cantik itu..?"


"Ternyata kamu sama kayak Mbah Suro kakekmu. Mbah Suro memiliki 17 istri," ujar Nyai Sa'adah,


"Gampang Gus, kamu nikahi saja perempuan itu, jika sudah menjadi istri mu kan syah, kamu tidak berdosa dan tidak berpengaruh pada ilmu Paninggal Jagad mu."


"Gitu ya Nek..!


Coba saran Nenek aku coba," kata Panji,


"Nek... Tadi aku lihat Resi Dharmala tidak ada, bahkan goanya juga tidak ada.


Kira - kira di mana Nek, Resi itu..?"


"Beliau sudah wafat 200 tahun yang lalu Gus, dan Makamnya ada di bawah pohon tertutup akar yang kamu tiduri," ujar Nyai Sa'adah.


"Gitu ya Nek..!


Lalu siapa sepasang harimau itu Nek," tanya Panji.


"Mereka adalah Mali dan Mala sepasang suami istri. Mereka berdua adalah murid kesayangan Resi Dharmala.


Mala dan Mali lah yang menjaga Hutan Alas Purwo," jawab Nyai Sa'adah.


"Baiklah Nek, terimakasih atas petunjuknya.


Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam salam."


***


Siang jam 10 kapal sudah bersandar di pantai Sanur, kemudian Panji melompat dari kapal dan berjalan menuju tepi pantai.


Sementara...


Di Surabaya, keluarga Han sangat marah mendengar beberapa anak buahnya di hajar hingga cacat seumur hidup.


Setelah mengetahui pelaku nya Jefri ketua organisasi KAISAR jakarta... Berfikir 2x untuk membalas dendam.


Namun... Walau begitu, dengan kekuatan uang dan hubungan baik... Keluarga Han mengandeng organisasi Mafia The Tiger yang bermarkas wilayah Surabaya, untuk melakukan balas dendam kepada kelompok Jefri.


Atas perintah Joker Bos The Tiger, tujuh anggota senior berangkat ke Jakarta.


Di Jakarta.


Setelah menjalani sidang anak - anak... Linda di kenai sangsi denda 50 juta kepada korban Asep dan menanggung biaya pengobatan, tanpa di tahan.


Linda juga mendapat hukuman di keluarkan dari sekolah.


"Ledy... Mari pergi, biar administrasi denda di bayar oleh wakil sekretarisku," ujar Iwan.


"Baiklah sekretaris Iwan.


Langsung saja ke perusahaan," kata Linda.


Setelah berada di perusahaan PT Hening... Wilda memeluk Linda kemudian menggandeng tangan Linda lalu berjalan menuju ruang rapat yang sudah ada beberapa direksi perusahaan.


Dalam rapat direksi perusahaan... Wilda mengumumkan bahwa Direktur baru PT Hening Elektronik yang baru adalah Linda.


Selesai rapat keberadaan Linda yang masih sangat muda menjadi perbincangan di kalangan staf perusahaan, bahkan banyak diantara mereka meragukan kemampuan Linda sebagai pemimpin perusahaan.


Sementara di ruang kantor Direktur... Linda duduk di sofa bersama Wilda dan sekretaris Iwan.


"Kak Wilda... Bagaimana bisa kamu memposisikan aku sebagai direktur perusahaan ini..?


Apakah aku mampu memimpin perusahaan sebesar ini," kata Linda.


"Linda tenang saja, anggap saja magang di perusahaan.


Kamu akan di bantu oleh dua staf ahli Menejemen Bisnis," ujar Wilda,


"Untuk sementara... Kamu akan di pandu, dan kamu juga harus belajar dengan mereka.


Lambat laun kamu akan biasa dan bisa memimpin perusahaan ini.

__ADS_1


Dulu aku juga sama kayak kamu.


Lama - lama aku terbiasa dan akhirnya aku bekerja tanpa di bantu staf ahli.


***


Setelah full mengecas Hp, Panji menghubungi Ledy alias Linda ketua organisasi The Bluss,


"Kring..!"


"Assalamualaikum, dengan siapa ini," tanya Linda.


"Aku Godfather,


Sebagai ketua organisasi The Bluss, kamu perintahkan sekretaris Dafa untuk memberi gaji kepada setiap anggota The Blus setiap bulan. Biayai sekolah anak - anak anggota hingga lulus kuliah, pengobatan gratis dan kasih mereka rumah satu persatu secara bertahap.


Itulah kunci dari kejayaan organisasi The Bluss.


Berikan pekerjaan kepada para anggota biar mereka tidak mengedarkan narkoba dan tidak membuat keonaran dan juga biar mereka tidak melanggar hukum pemerintah.


Jika orang itu kenyang, ekonomi baik, Keluarga nya tentram dan bahagia... Mereka akan menjadi orang yang baik.


Dirikan kerajaan bisnis, buka usaha di setiap daerah.


Masalah dana modal kamu bisa hubungi sekretaris Iwan.


Wajibkan mereka mengikuti latihan beladiri. Agar mereka siap menghadapi masalah kekerasan apapun."


Setelah mencatat pesan Godfather, Linda mengakhiri pembicaraan.


"Kakak Wilda... Setelah ini apa yang kakak kerjakan setelah menyerah kan PT Hening kepada ku," kata Linda.


"Kakak mau mengelola perusahaan ku sendiri, PT Citra Kosmetik, bergerak di bidang kecantikan juga perawatan tubuh," ujar Wilda,


"Kakak juga masih mempunyai dua perusahaan lagi, 1 di Bandung dan satunya lagi di Bogor."


"Kak Wilda, siapa Direktur nya, kan mereka orangnya kakak, kalau bisa ajak mereka gabung ke organisasi The Bluss," kata Linda,


"Mereka kan bisa untuk membantu keuanggan organisasi The Bluss."


"Baiklah Lady, habis ini kak Wilda mau ke Bogor dan Bandung, mau melihat kondisi keuangan perusahaan," ujar Wilda,


"Nanti akan aku bicarakan dengan mereka.


Mereka juga orang dekatnya Godfather."


"Baiklah kak," kata Linda,


"Sekretaris Twan...!


Tolong pihak keamanan perusahaan PT Hening pusat hingga cabang, semuanya di ganti dengan orang kita.


Aku ingin anggota organisasi The Bluss mengambil alih semua sistem keamanan lama di ganti dengan yang baru."


"Baik Direktur Lady, saat ini juga akan aku hubungi bos Jefri ketua organisasi KAISAR wilayah Jakarta. Jefri lah orang yang bertanggung jawab dengan sistem keamanan ini.


Saya mohon pamit dulu, selamat bekerja," jawab Iwan.


"Direktur Lady, aku juga permisi," kata Wilda,


"Oh iya, ada pesan dari gotdfather beberapa hari yang lalu. Godfather bilang... Di perusahaan pusat hingga cabang, harus di bangun musolla yang agak besar, dan karyawan muslim selama berada berada di perusahaan, wajib melaksanakan solat, kalau di luar perusahaan itu urusan masing - masing.


Jika mereka tidak menaati peraturan perusahaan... Pecat saja!


Assalamualaikum


Selamat bekerja."


"Baiklah kak, hati - hati di jalan."


Siang itu Ledy alias Linda jalan - jalan sendirian keliling perusahaan, Lady melihat - lihat kondisi bangunan juga melihat beberapa pegawai yang bekerja.


Begitu berada di bagian depan ruang perakitan... Seorang pemuda menggoda Lady,


"Mbak... Kariyawan baru ya?


Siapa namanya..?"


"Iya kariyawan baru. Panggil saja Lady.


Mengapa kamu gak kerja, malah merokok?"


"Nama yang bagus sesuai dengan kecantikan nya.


Baru saja duduk istirahat Mbak, capek," ujar pemuda,


"Kerja keras juga gajinya pas - passan, bahkan kurang."


"Berapa gaji kamu sebulan..? Dan mengapa kok bisa kurang, kan ini perusahaan Elit yang selalu memperhatikan karyawan nya," kata Linda.


"Gajinya sih cukup. Tetapi uang makan, uang transformasi dan uang kesehatan kurang Lady, sedikit sekali," kata pemuda,


"Jadi... Uang gaji bulanan terpaksa di pakai untuk tranportasi juga berobat. Masak uang makan 25 rupiah..? Satu piring saja 50 rupiah!


Coba nanti kalau kamu sudah gajian, hitung sendiri deh."


"Kalau gak cukup ngapain kamu masih kerja di sini," tanya Lady.


"Yaa cari pengalaman saja di Jakarta, sama cari pacar. Kalau sudah keluarga ya gak mau lah aku kerja di dini," ujar Pemuda.


Bel berbunyi jam istirahat terdengar.


Beberapa karyawan mendekati Ledy dan berebut salaman untuk berkenalan.


Setelah ngobrol beberapa saat... Lady kemudian berjalan ke arah kantin, kemudian duduk di antara karyawan lalu memesan makan.


Sambil menikmati makan siang, Ledy melihat beberapa karyawan yang sedang bercanda sambil bercerita tentang keluarganya.


Tiba - tiba... Salah satu staf terburu - buru berjalan mendekati Ledy kemudian membungkukkan badan,


"Selamat siang Direktur...


Ada beberapa tamu dari Jepang, Direktur harap segera kembali ke kantor."


"Ada perlu apa mereka," tanya Ledy.


"Mereka ingin menjalin kerjasama dan mau investasi," kata staf.


"Baiklah," cujar Ledy kemudian berjalan.


Ketika Direktur Lady berjalan... Semua karyawan yang berada di kantin membungkukkan badan untuk memberi hormat,


"Selamat siang Direktur Baru."


Kemunculan Ledy Direktur PT Hening di kantin juga di ruang bagian karyawan bawah telah menjadi perhatian dan harapan baru bagi para kariyawan.


Karena... Direktur Wilda tidak pernah ngobrol dengan karyawan nya. Bahkan banyak kariyawan tidak tau wajah Direktur Wilda.


Banyak kariyawan yang kagum juga tertawa melihat Lady direktur baru yang mau makan dengan menu nasi lodeh ikan pindang, berbaur dengan karyawan bawah di kantin.


Dua hari pasca menjadi Direktur PT Hening.


Gaji karyawan di naikkan, uang kesehatan uang makan dan uang tranportasi juga di naikkan dengan nilai yang sesuai.


Apalagi pembangunan musolla di perusahaan akan didirikan, membuat senang para karyawan.


***


Malam di sebuah Bar... Jefri sangat tersinggung dan marah setelah hubungan kerja sama jasa keamanan di hentikan sepihak oleh direktur baru PT Hening, membuat pemasukan uangnya berkurang.


Ketika sedang asik - asik minum bir... Tiba - tiba seorang pria setengah tua berjalan mendekati Jefri, lalu dengan cepat mengeluarkan pistol.


"Dor..! Dor..!"


Jefri yang memakai rompi anti peluru pura - pura jatuh tersungkur dan mati.


Tak setelah itu,


"Dor dor dor..!" penembak itu terkapar tertembus beberapa peluru anak buah Jefri.


Sementara dari luar bar, 4 orang menembak ke dalam, berkali - kali letusan terdengar.


Tak lama kemudian dengan kecepatan tinggi mobil keluar dari bar, namun beberapa orang terkapar sebelum masuk mobil.

__ADS_1


__ADS_2