
Kring..!
Jam 9 pagi hp Panji berdering,
Setelah tersambung,
"Kak... Ada di mana? Kok gak pulang semalam,"tanya Maya istrinya.
"Ada di Hotel Hening.
Ada apa..?"
"Pak Hadi mencari mu, ada yang perlu di tanyakan."
"Iya...
Kamu jemput aku ya?
Aku ada di kamar presidential suit lantai atas nomer 9, atau minta antar respsionis saja.
"Baiklah Kak, aku ganti baju dulu."
"Vina... Bangun, isteri ku mau kemari.
Kamu pergilah, biar tidak salah faham nanti."
"Baiklah Godfather," jawab Vina kemudian bangun, cuci muka dan ganti baju,
"Salim dulu, cium tangan..."
"Tumben kamu minta salim dan cium tangan," tanya Panji.
"Kan kamu Bos ku...
Aku juga ingin seperti yang lainnya, selalu salim cium tangan."
"Baiklah.
Jangan lupa beri aku informasi kalau ada apa - apa."
"Baiklah Godfather," ujar Vina kemudian mencium pipi Panji, lalu pergi.
Tak lama kemudian,
Tok tok tok..!
Setelah Panji membuka pintu... Maya langsung memeluk Panji erat - erat.
Setelah melepaskan pelukannya, Maya duduk di sofa, lalu berkata,
"Habis tidur sama cewek lain ya..?
Kok bau parfum cewek..?
"Iya...
Vina Agen Rahasia, dia numpang tidur."
"Iya gak apa - apa Kak, aku percaya sama suami ku," kata Maya tersenyum.
Maya menyadari dan tau, kalau Panji suaminya suka tidur di temani perempuan cantik.
Maya juga menyadari, kalau suaminya adalah ketua organisasi The Bluss yang selalu berhubungan dengan dunia malam dan kekerasan juga wanita.
"Sini... Pijitin Kakak dulu, habis ini kita makan siang."
"Baiklah Kak," jawab Maya kemudian mendekati tempat tidur,
"Di dinding kamar ini kok ada foto ku dan foto Kakak..?"
"Ini kamar ku.
Kamu bisa kapan saja tidur menginap di hotel ini."
"Emang punya siapa hotel Hening ini," tanya Maya.
"Punya suami mu."
"Yang bener kak..? Kok aku gak tau!"
Kring..!
Hp Panji berdering. Setelah tersambung,
"Selamat siang persiden Direktur..."
"Selamat siang juga," jawab Panji.
"Saya Kaila Tuan, Direktur Hotel Hening. Saya dengar semalam Tuan istirahat disini..?"
"Iya benar."
"Saya telah menyiapkan makan siang untuk Tuan, kalau Tuan berkenan, silahkan Tuan ke restoran lantai bawah."
"Baiklah, aku mandi dulu."
*
Restoran Hotel Hening.
"Selamat siang persiden Direktur," sapa Direktur Kaila dan Candra Manajer Hotel Hening
"Siang juga, silahkan duduk.
Kita makan bersama ya?"
"Baiklah Tuan."
"Kenalkan...
Ini Nona Maya, isteri ku."
"Salam kenal Nona Maya."
"Salam kenal kembali," ujar Maya.
Sambil menikmati makan siang, Panji berkata,
"Manajer Candra, bagaimana keadaan Hotel Hening di Surabaya ini..?"
"Alhamdulillah Tuan...
Sangat ramai pengunjung, dan omset hotel mengalami peningkatan," jawab Candra Manajer Hotel.
"Direktur Kaila...
Bagaimana dengan kedua Hotel Hening di pulau Bali..?"
"Sejak di akuisisi oleh PT Hening Group, semua Hotel mengalami peningkatan secara finansial. Kondisi keuangan terus membaik.
Khususnya kedua Hotel di pulau Bali. Karena... Pulau Bali adalah daerah wisata mancanegara."
"Bagaimana masalah hutang Hotel di bank central Hongkong dan bank Asia..?"
"Seminggu yang lalu... Saya mengadakan pertemuan dengan Nona Linda Direktur PT Hening Elektronik dan Sherly direktur Garment.
Kami sepakat untuk melunasi hutang Hotel ini dalam setahun Tuan.
Tetapi...
Untuk ke empat Hotel yang baru di bangun, kemungkinan dalam waktu 5 tahun akan lunas, karena sifat pinjamannya lunak jangka panjang."
"Jadi... Dalam setahun, Hotel Hening di Jawa dan Bali akan syah menjadi milik PT Hening Group..?"
"Iya Tuan."
"Tolong...
Kamu hubungi semua Manajer Hotel, untuk menjadi donatur tetap di yayasan kasih Ibu.
Jumlahnya sesuaikan dengan keuangan Hotel. Gak perlu banyak - banyak yang penting rutin kasih donatur."
"Baiklah Tuan."
"Maya... Berikan nomer rekening yayasan kepada direktur Kaila."
"Baiklah Kak."
"Kalau begitu...
aku permisi dulu, mau pulang.
Kalau ada waktu, mainlah ke yayasan istri ku."
"Baiklah Tuan."
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
Sambil nyetir mobil BMW... Panji berkata,
"Maya... Kamu cari sopir ya, biar kamu gak capek.
Punya sopir itu... Bagian dari ibadah, besar loh pahalanya, bisa menjadi amal ibadah yang bisa menerangi kita kelak di alam kubur, dan bisa menjadi penolong di alam akhirat nanti.
Karena... Mempunyai karyawan, itu sama dengan sedekah, atau bagi - bagi rejeki."
"Gitu ya Gus..?"
"Tumben kamu panggil aku Gus, biasanya juga Kakak..?"
"Hehehehe, tiba - tiba mulut ku bilang gitu sendiri.
Hemmm, apa alasannya punya sopir atau karyawan itu bisa menjadi pahala dan penerang di alam kubur dan bisa sebagai penolong kita kelak di alam akhirat..?"
"Alasannya adalah cinta dan kasih sayang."
Setelah membuka cendela pintu mobil... Panji menyulut rokok, lalu berkata,
"Contoh ni ya...
Dengan niat kerja... Seorang sopir pergi dari rumah pagi hari, pulang sore.
__ADS_1
Tujuannya, untuk mencari nafkah istri dan anaknya.
Jika si sopir kamu beri bayaran setiap bulan, maka si sopir ini akan menjadi kepala rumah tangga yang sempurna, atau seorang lelaki yang bertanggung jawab, di mata istri dan anak anaknya.
Bahkan tetangga dan saudaranya juga mengatakan si sopir itu lelaki yang bertanggung jawab. Sopir itu akan menjadi pahlawan bagi keluarganya.
Jadi...
Poin satu,
Kamu secara tidak langsung telah mengangkat harkat dan martabat seorang sopir.
Karena, kamu telah memberi pekerjaan dan gaji yang layak.
Poin kedua...
Secara tidak langsung, kamu telah memberi kemuliaan juga kebahagiaan.
Lantaran dirimu... Si sopir menerima bayaran tiap bulan. Dengan uang itu, si sopir sekeluarga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, bisa makan enak, bisa membiayai sekolah anak - anaknya, ibadah bisa tenang dll.
Sudah sampai rumah, aku parkir dulu."
Setelah parkir dan keluar dari mobil, Panji berkata,
"Itu kok banyak orang tua - tua di halaman Musholla..?
Siapa mereka..?"
"Mereka adalah orang - orang fakir miskin desa sini dan desa sekitar Gus.
Orang fakir miskin yang terdaftar anggota yayasan kasih ibu, mendapat jatah sembako.
Setiap akhir bulan, mereka mengambil sembako di yayasan ini.
Ada beras 10 kilo, gula kopi, minyak, uang lauk pauk dll."
"Emang yayasan punya uang untuk bagi - bagi sembako ke anggota fakir miskin setiap bulan..?"
"Kan dulu, kamu investasi uang 200 Milyar ke Bank Asia, atas nama ku.
Jadi... Hasil investasi tiap bulan itu aku belikan sembako untuk mereka."
"Oh, gitu...
Baguslah. Pinter kamu jadi istri, suka berbagi."
*
"Pak Hadi... Katanya mencari saya?"
"Iya Gus, mau tanya saja. Apa sekalian di bikin kan dapur umum untuk asrama laki - laki dan untuk asrama perempuan..?"
"Ya bikin sajalah Pak Hadi, barangkali mereka ingin masak - masak.
dapurnya di pisah ya pak..?"
"Baiklah Gus."
"Pak Hadi tidak usah ikut kerja, rpak Hadi jadi pengawas saja, yang ngatur pekerja.
Pak Hadi cari orang lagi ya..? Tanah yayasan ini di pagar tembok keliling saja.
Di pagar tembok yang agak tinggi."
"Tanah yayasan ini sangat luas loh Gus...
Membutuhkan banyak bahan dan pekerja banyak.
3 bulan itu belum tentu selesai."
"Jangan khawatir Pak Hadi.
Masalah bahan... Dan upah pekerja, nanti Pak Hadi berurusan langsung sama Mbak Rohma ya, sekretaris yayasan.
Oh iya...
Mushollah nya, di perlebar ya Pak, kalau perlu di bongkar juga gak apa - apa.
Untuk Mushollah nya... Prioritas kan, cari tukang yang banyak biar cepat selesai, kalau perlu kerja lembur."
"Baiklah Gus."
"Karena... Untuk solat anak yayasan dan untuk ngaji."
"Iya Gus.
Habis ini saya cari tukang."
"Kakak..!
Ada telpon dari Kak Wilda," kata Maya sambil menyodorkan Hp.
"Iya Wilda..."
"Mas lagi di mana..?"
"Lagi di Surabaya Wilda, ada apa..? Kangen ya..?"
"Hehehe.
Kalau kangen itu pasti lah Mas!
Ini ada pohon jambu gak bisa di tebang.
Sudah 2 orang yang menebang, orangnya mati semua.
Terus banyak pekerja yang kesurupan.
Aku minta tolong ya Mas, Mas tebang pohon itu. Kan mas orangnya sakti.."
"Iya...
Di bayar berapa nieh..?"
"Gampang...
Full servis hahahaha!"
"Besok jemput aku di bandara Halim ya?"
"Baiklah Mas, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Mau ke Jakarta Kak," tanya Maya yang berdiri di samping nya.
"Mau ke Tangerang, ada kerjaan sebentar di proyek.
Apa kamu mau ikut..?"
"Gak Kak, Kakak kerja saja cari uang, Maya di rumah saja nunggu Kakak, dan ngurusin pembangunan asrama anak - anak."
"Gitu saja ya Pak Hadi..."
"Iya Gus, saya permisi dulu."
*
Teras yayasan.
Setelah solat Isak... Panji dan Maya duduk di teras yayasan.
Sambil menikmati sukun dan pisang goreng, Maya berkata,
"Kak... Mengapa orang solat kok di awali ber-takbir, Allahu Akbar..?
Kok bukan baca Laailahaillah atau Subhanallah atau bacaan lainnnya.
Kok Allahu Akbar..?"
Sambil tersenyum Panji berkata,
"Enaknya tidur di kamar sambil cerita Nabi - Nabi."
"Hahahaha!
Bukan cerita Nabi - Nabi, tetapi mau minta pijat luar dalam..!
Jawab dulu, nanti aku pijitin."
"Hahahaha!"
"Orang solat di awali bertakbir itu... Karena,
Kalau orang awam, atau orang yang duduk di makom syari'at awal, atau orang yang duduk di makom Torekot, terutama salik yang belum wusul,
itu tujuannya hanya memuji kebesar Gusti Allah, dengan menyatakan bahwa Allah itu Maha Besar.
Sebuah pengakuan atau pernyataan lisan, bahwa gusti Allah itu Maha Besar.
Bagi orang + orang yang duduk di makom Hakekat dan Makrifat, atau orang yang duduk di makom syari'at Akhir,
Bertakbir di awal solat itu bukan lagi pujian atau pengakuan bahwa Allah itu Maha Besar.
Tetapi kepastian dalam penghambaan.
Begitu takbir sambil mengangkat kedua tangannya, Allah... HuAkbar, maka orang Ahli Hakekat atau Ahli Makrifat yang solat tersebut, langsung melihat wujud gusti Allah yang di sembah nya.
Allahu Akbar, Allah Maha Besar.
Karena Allah itu Maha Besar, walau pandangan mata ini di halangi gunung sekalipun, Allah itu tetap terlihat.
Walau pandangan mata ini di terhalang apa saja... Allah itu tetap terlihat.
Beda dengan orang awam, atau orang yang duduk di makom syari'at awal, atau orang torekot yang belum wusul.
Mereka bertakbir Allahu Akbar, tetapi tidak melihat wujud. Malah justru yang di lihat tembok rumah atau tembok masjid.
Padahal mereka menyatakan Allah Maha Besar. Tetapi... Mereka tidak melihat kebesaran Allah yang ada di depannya.
Itulah bedanya makom kepastian dan makom keyakinan."
__ADS_1
"Sayang dulu kalau begitu," kata Maya kemudian mencium pipi Panji.
"Kamu itu di ajak ke kamar sambil cerita Nabi - Nabi gak mau, nyosor saja!"
"Hahahaha!
Habis makan malam, kita tidur yang mesrah ya..?
Bibik masih masak stiek daging domba muda kesukaan mu, biar kamu perkasa! He he he.
Jadi...
Allah itu bisa di lihat ya Kak..?"
"Bisalah.
Allah wujud, qidam bakoq. Kan ada di sifat 20!
Kalau gak wujud... Para wali itu solat menyembah siapa..?
Makanya para wali - wali itu solatnya khusyuk, karena beliau - beliau itu melihat langsung sesembahannya.
Nikmat yang Agung tiada duanya adalah melihat wujud gusti Allah.
Makanya banyak para wali itu ketagihan solat, bahkan ada yang solat sunnah hingga 400 rokaat dalam semalam, ada yang solat duha dua rokaat, hingga Magrib baru salam. Itu saking Nikmatnya.'
"Kapan aku bisa melihat wujud Gusti Allah kaya wali - wali itu," ujar Maya,
"Mbah Wali Dirjo tidak mengajari ku. Malah di suruh wirid Gulo Kopi.
Gimana Kak caranya bisa melihat gusti Allah itu..?"
"Awaluddin Makrifatullah.
Kenalilah diri mu sendiri, baru kamu akan mengenal gusti Allah."
"Cara mengenal diri kita sendiri itu bagaimana kak..?"
"Yaaa seperti Mbah Dirjo kalau ngajari kamu menyapu halaman rumah nya, juga membersihkan mushollah, cuci piring.
Itu maksudnya....Kamu di suruh membersihkan Ruhania mu juga jasad jasmani mu.
Caranya ya... Robithoh.
Solat wajib dan solat sunnah
Istiqomah baca istiqfar
Istiqomah berdzikir
Ya suluk ya Riyadhoh. Ngaji ilmu kaweruhan ya tirakat."
"Haduuuuh... Beratnya...
Aku ikut suamiku saja lah, dunia akhirat apa kata suami."
"Iya gitu kan lebih enak, ikut apa kata suami. Gak ribet - ribet."
"Kak... Apa yang di maksud makom syari'at awal itu..?"
"Syari'at awal itu, orang yang ibadah nya belum sempurna.
Contohnya,
Ketika solat, dia masih ingat selain Allah.
Ingat kerjaan, ingat anak istri nya, ingat hartanya dan ingat lainnya.
Kalau dia tau hukum fikih... Tetapi dia melanggar nya.
Janjinya tidak tepat dll.
Intinya... Ibadahnya masih main - main.
Syari'at awal itu bisa di katakan syariat anak - anak."
"Kalau syari'at Akhir itu yang gimana kak..?"
"Syari'at Akhir itu syari'at dewasa. Ibadahnya sudah sempurna.
Orang yang duduk di makom syari'at Akhir Itu di namakan Insanul Kamil, orang - orang yang sempurna ibadahnya.
Karena...
Orang yang duduk di makom syari'at akhir itu, telah melewati 4 tahap, yaitu,,,
Makom syari'at Awal
Makom Tarekat
Makom Hakekat
Makom Makrifat
Lalu 5 Makom syari'at Akhir."
"Hemmm,
Kalau Tarekat itu apa Kak..?"
"Tarekat itu jalan.
Dalam ilmu tasawuf... Artinya, melebarkan jalan menuju keridhoan Allah.
Atau... Jalan orang - orang sufi mendekatkan diri kepada Allah.
Atau nama organisasi yang di isi dengan amal ibadah, dengan di pimpin oleh seorang guru Mursyid."
"Apakah wajib atau keharusan ikut ngaji Torekot itu..?"
"Wajib Hukum nya.
Karena...
Syari'at itu juga ada Tarekat nya. Kajian kitab itu teori, isi kitab suci Al qur'an itu juga teori.
Ketika kita menjalankan isi Al qur'an, itu nama nya Tarekat.
Seperti orang solat, dzikir atau mengerjakan mempraktekkan isi kitab kuning, itu namanya Tarekat.
Tarekat itu praktek nya.
Makanya...
Ada Teori dan Trap Teori."
Jadi...
Ada Tarekat nya syari'at
Ada Tarekat nya Tarekat
Ada Tarekat nya Hakekat juga Makrifat ya..?"
"Iya, betul.
💯 regu A."
"Hahahaha!
Jangan bercanda ah, serius ini kak.
Tetapi mengapa ya Kak, waktu aku di rumah mbah Wali Dirjo, kok banyak orang Tarekat yang bingung ya..?"
"Ya.. Torekot itu memang tempatnya orang bingung.
Kan masih mencari jalan, masih melebarkan jalan.
Apalagi kalau belum wusul, tambah bingung."
"Apa itu wusul..?"
"Wusul itu, orang yang sudah bisa melihat wujudnya Allah secara mata batin dan secara mata dohir."
"Jadi... Allah itu bisa di lihat secara kasad mata..?
Dengan kedua mata ini..?"
"Iya, bisa."
"Auw..!
Jadi penasaran diri ku, pingin lihat wujudnya Allah.
Kak... Kalau Robithoh itu apa..?
Tadi kan kakak bilang Robithoh."
"Sayang dulu, baru aku jawab."
"Hahahaha!
Iya iya..."
"Robithoh itu...
Dalam bahasa artinya bertali atau berhubungan.
Dalam istilah Tarekat... Menghubungkan Ruhania Murid dengan dengan Ruhania gurunya, dengan cara menghadirkan rupa wajah guru, ke dalam hati sanubari."
"Berarti... Secara tidak sadar, aku waktu dzikir sering ingat wajah Mbah Dirjo Kak.
Kadang... Mbah Wali Dirjo seakan akan ada di sekitar ku."
"Yaa, itu namanya sambungnya Roso atau Rasa, bertali antara ruh murid sama ruh gurunya. Ikatan batin antara salik dengan Mursyid.
Belum di katakan Robithoh.
Karna...
Robithoh itu pasti bukan angan - angan."
__ADS_1
"Nanti... Sambil tidur, ajari aku cara Robithoh ya Kak..?"
"Iya Bu Nyai."