
Tak lama setelah meminta tolong satpam untuk memesankan kopi hitam 1 cangkir dan roti keju... Seorang satpam datang membawa talam berisi 2 cangkir kopi dan se-kotak roti bakar keju, di letakkan di atas trotoar.
"Kok dua Mas kopinya," tanya Panji.
"Yang satu cangkir adalah surpraise hadia malam takbiran untuk semua satpam yang berjaga Gus, dan kami berikan untuk Gus saja," jawab satpam.
"Hemm gitu ya, terimakasih yaa... Ini ada 5 bingkisan dan ada 5 amplop uang pemberian orang barusan, isinya apa dan berapa aku tidak tau," ujar Panji,
"Mas nya ambil saja dan bagikan pada teman - teman yang berjaga."
"Terimakasih Gus," ucap satpam kemudian menerima bingkisan,
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Panji, kemudian menyodorkan secangkir kopi dan roti keju,
"Ini Pak Tua, kopi dan roti bakar keju."
Setelah mencicipi roti keju dan menyeruput kopi vietnam... Sambil mengambil rokok, orang aneh itu berkata,
"Orang yang tidak berdoa meminta sesuatu kepada Allah... Itu adalah orang yang sombong sekali, seakan - akan dia tidak butuh pertolongan Allah, seolah olah, dia tidak butuh apapun dari Allah, dia merasa kuat dan merasa mampu. Padahal Allah berfirman, "Berdoa lah kalian, aku akan mengabulkan permintaan mu."
Dan.. Doa itu adalah bagian dari ibadah. Makanya Allah memberikan tempat dan waktu khusus bernama solat Hajat.
Tujuan solat Hajat adalah tempat berkeluh kesah setiap manusia dalam menjalani ujian dan cobaan. Tempat berdialog atau curhat kepada Allah, atas kesedihan juga kebahagiaan.
"LAAHAUULA WALA KUUWATA'ILLAH" Tidak ada daya dan kekuatan kecuali Allah."
"Jadi... Solat Hajat itu sebenarnya wadah untuk curhat atau berdialog kepada Gusti Allah ya," ujar Panji.
"Iya, Solat hajat bukanlah wadah untuk meminta atau memohon sesuatu hajat kepada Allah," kata orang aneh,
"Kalau orang solat Hajat itu bertujuan meminta atau memohon sesuatu hajat... Maka itu keliru. Itu sama dengan meremehkan Allah, menghina Allah dan meragukan sifat welas asih Allah.
Allah adalah Dzat yang memberi tanpa di minta.
Orang - orang seperti itu adalah golongan orang awam atau orang yang imannya lemah karena ketidak tauannya tentang sifat Allah.
Walau manusia dan juga makhluk lainnya tidak pernah berdoa... Allah pasti memberi rejeki, memberi pertolongan dan juga Anugrah.
Dan Allah sudah pasti meridhoi semua makhluk-Nya, sekali pun orang itu sangat jahat dan selalu berbuat dosa, Allah tetap meridhoi-Nya.
Karena sesuai sifatNya... Dzat yang Maha Memberi Tanpa di Minta.
Setelah Solat hajat... Maka, berdialog lah melalui hatimu, jangan meminta sesuatu, karena... Permintaan mu itu akan merusak suasana hati Allah."
"Berarti Gusti Allah punya hati dong? Kayak mahluk-Nya!!!" kata Panji sambil tertawa.
"Yaa gini kalau ngaji gurunya setan, di kasih tau cengegesan," ujar orang aneh,
"Ya Basir, Allah Maha melihat, ya Sami'u Allah Maha Mendengar. Allah juga punya mata dan punya telinga blok goblok."
"Berarti Allah itu seperti Makhluk kalau gitu," tanya Panji.
"Walau Allah itu bisa melihat dan mendengar juga punya hati... Berarti Allah itu tidak sama seperti mahluk ciptaan-Nya. Tidak ada yang menyerupai Allah," kata orang aneh.
"Pak Tua... Tadi bilang ujian dan cobaan, apa bedanya ujian dan cobaan itu," tanya Panji.
"Ujian itu datangnya dari Allah tetapi lewat dalam diri kita sendiri.
Seperti sabar, berserah diri, iklas dll," jawab orang aneh,
"Kalau cobaan itu datangnya dari Allah tetapi lewat orang lain atau mahluk lainnya. Cobaan bisa datang lewat orang tua, anak istri, teman, orang tak di kenal dan kadang datang dari binatang dari setan dll.
Seperti teman mu marah - marah, itu adalah cobaan, ketika kamu sabar menghadapi teman mu yang lagi marah... Sabar itulah ujian.
Kalau kamu bisa sabar ya kamu berhasil dalam ujian itu, kalau kamu marah dan emosi... Kamu gagal dalam ujian."
"Iya iya... Baru tau aku bedanya ujian sama cobaan," ujar Panji lirih,
"Pak Tua... Yang aku masih bingung adalah... Jika berdoa itu di sebut orang yang tidak tau diri, tidak tau berterimakasih dan orang yang tidak bersyukur, karena, Gusti Allah itu telah memberi kita nikmat juga pertolongan dan berlimpah nya rejeki.
Tetapi... Kalau kita tidak berdoa, kita di sebut orang yang sombong dan merasa kuat juga merasa tidak butuh pertolongan Gusti Allah, tidak butuh apapun dari Gusti Allah. Doa adalah bagian dari ibadah.
Lalu... Bagaimana ini..?
Berdoa salah tidak berdoa juga salah?"
"Berdoa atau tidak berdoa itu urusan mu, bukan urusan ku. Terserah kamu," kata orang aneh.
Adzan Subuh terdengar mengema, namun, orang aneh dan Panji masih tetelap asik ngobrol.
Setelah Adzan Subuh... Orang aneh yang sebenarnya seorang wali Mastur yang juga lelaku Lawan Arus... Dengan kewalian nya, orang aneh itu mengajak sukma Panji untuk melaksanakan solat Subuh di masjid yang letaknya tak jauh dari Hotel.
Waktu terus berlalu, matahari telah meneranggi kota Jakarta. Orang - orang pada sibuk berlalulalang menuju masjid untuk menunaikan solat Idul Fitri. Namun... Panji dan orang aneh itu masih asik ngobrol di tepi jalan di depan Hotel Atlanta.
"Pak Tua... Ini sudah hampir jam 9 Pagi, aku harus pergi untuk menyapu halaman rumah Mbah Dirjo di seberang jalan itu," kata Panji,
"Nanti kita ngobrol lagi sambil ngopi."
"Dirjo orang gila itu..?
Gak usah nyapu halaman rumah Dirjo, kamu bukan muridnya kok mau di suruh nyapu halaman rumahnya," ujar orang aneh,
"Duduk di sini saja sama aku. Aku yang bilang sama Dirjo."
Sambil melempar kerikil ke arah rumah Mbah wali Dirjo... Orang aneh itu berteriak,
"Jo..! Dirjo bangun!"
"Pak Tua... Aku sudah terikat janji, setiap jam 9 Pagi aku harus menyapu halaman rumah Mbah Dirjo dan membersihkan musolla," ujar Panji,
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab orang aneh kemudian menyulut rokok,
__ADS_1
"Gus... Sebentar lagi kamu juga akan kembali kesini."
***
Setelah menyeberang jalan... Panji berjalan mendekati rumah Mbah wali Dirjo.
Begitu sampai di halaman depan rumah Mbah wali Dirjo... Panji heran melihat halaman rumah Mbah wali Dirjo sudah di sapu sangat bersih.
"Siapa yang menyapu halaman rumah Mbah wali Dirjo ini..? Sangat bersih dan masih ada bekas goretan sapu lidih,"
setelah berjalan mendekati musolla dan kamar mandi... Panji berkata lirih,
"Musolla sudah rapi dan bau harum cairan pel - pellan, kamar mandi sudah penuh air. Yaa sudah, lebih baik aku lebaran sebentar sama Mbah Dirjo."
Ketika keluar kamar mandi... Panji melihat Mamad murid Mbah Dirjo sedang membawa secangkir kopi berjalan menuju samping musolla.
"Assalamualaikum kang Mamad," sapa Panji.
lWaalaikumsalam kang Panji.
Minal aidzin wal faidzin ya kang Panji," jawab kang Mamad.
"Sama sama kangamad," jawab Panji sambil menjabat tangan,
"Mbah Dirjo apa ada di rumah?"
"Ada kang, lagi nemuin tamu. Barusan Mbah Dirjo ngomel - ngomel gak jelas, katanya rumahnya ada yang melempar batu," kata kang Mamad.
"Oh iya... Siapa kang yang barusan menyapu halaman ini, dan yang membersihkan musollah juga mengisi bak kamar mandi," tanya Panji.
"Loh, kamu ini gimana sih, apa sudah pikun ya," ujar kang Mamad,
"Kan kamu yang membersihkan musolla dan menyapu halaman rumah Mbah Dirjo. Itu kopi mu masih ada, aku tadi yang buatkan."
"Aku," ucap Panji heran.
"Iya kamu yang menyapu. Bener kata Mbah Dirjo, kalau kamu itu anak idiot, gila," ujar kang Mamad,
"Sana pergi sungkem lebaran sama Mbah Dirjo."
"Baiklah kang Mamad," kata Panji kemudian bergegas pergi menuju rumah Mbah Dirjo.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab para tamu Mbah Dirjo dengan rasa heran melihat kondisi Panji yang sangat kotor dengan pakaian robek - robek di saat lebaran.
"Masuuuk," ujar Mbah Dirjo,
"Duduk sini..! Duduk kursi di depan ku.
Uluk salam... Memangnya kamu sudah bisa menjamin keselamatan diri mu?
Belum bisa menjamin keselamatan untuk diri sendiri kok mendoakan orang lain selamat?
"Hahaha," Panji tertawa terbahak - bahak, lalu berkata,
"Gak usah salaman," ujar Mbah Dirjo, "Emang kamu punya dosa dan salah kepada ku, kok minta maaf lahir batin!!
Apa minta maaf harus di saat lebaran?"
"Perasaan sih gak punya Mbah," jawab Panji.
"Kalau merasa gak punya salah ngapain juga minta maaf," kata Mbah Dirjo.
"Kalau begitu... Aku mau pamit balik ke kos - kossan Mbah, lagian di sini juga ngapain," ujar Panji.
Setelah mengambil amplop tebal dari bawah meja... Mbah Dirjo berkata,
"Ini ambillah untuk mu."
"Terimakasih Mbah, aku sudah punya uang banyak," jawab Panji.
"Bawa saja, nanti kamu akan membutuhkan uang ini," ujar Mbah Dirjo.
"Baiklah," kata Panji menerima amplop berisi uang kemudian pergi keluar.
Ketika menyebrang jalan di depan Hotel... Panji melihat orang aneh itu duduk sambil menikmati kepulan asap rokok, lalu menghampirinya.
"Pak Tua... Kok masih di sini,".kata Panji kemudian duduk di sebelahnya.
"Terserah aku mau di sini di sana," jawab orang aneh.
"Bener kata mu Pak Tua, ternyata aku tak lama kembali lagi kesini," ujar Panji,
"Yang membuat ku heran... Ternyata halaman rumah Mbah Dirjo sudah ada yang menyapu dan musolla ada yang mengepelnya. Tetapi... Yang membuat ku lebih heran, katanya aku yang menyapu. Padahal aku duduk di sini dari semalam."
"Gak usah heran," kata orang aneh, "Orang yang heran itu karena hatinya terhijab, mata hatinya itu buta. Jadi... Dia tidak mengetahui kejadian yang sesungguhnya. Katanya kamu wali... Kok masih heran!!
Jadi... Kamu itu wali palsu. Hanya mengaku - ngaku wali saja."
Sebuah mobil berhenti persis di depan Panji, lalu seorang ibu muda keluar sambil membawah bingkisan mendekati Panji,
"Pak... Ini ada nasi kotak, silahkan di terima ya? Ini ada sedikit rejeki untuk Bapak berdua."
"Terimakasih bu," jawab Panji.
Setelah mobil berlalu... Panji berkata,
"Enak ya jadi orang pura - pura gila itu, banyak orang yang kasih makan dan uang, hahaha."
"Kamu belajar gila ini baru dasar, masih level satu. Kalau sudah level 2, 3, 4... Bisa mati kamu," ujar orang aneh.
"Jadi penasaran... Gimana rasanya jadi orang gila level 2,3,4," kata Panji.
"Pak Tua... Aku pergi dulu ya, mau ke kos - kossan," kata Panji kemudian berdiri lalu berjalan pergi.
__ADS_1
Sesampai di kamar kos, Panji mandi membersihkan badan, kemudian menyalahkan Ac, lalu merobohkan badannya di atas kasur busa dan tak lama kemudian tertidur pulas.
Waktu terus berlalu.
Setelah Asar, Wilda datang ke kos - kossan dengan mengendarai motornya.
Setelah membuka pintu Wilda berkata,
"Hemmm, Mas Panji tidur pulas, tidak pakai baju. Apa gak kedinginan kena Ac? Lebih baik aku cuci baju dulu dan masak nasi saja."
Setelah mencuci baju Panji dan masak nasi juga mandi, Wilda merebahkan bandanya di atas karpet tebal sambil menyalahkan Tv.
***
Adzan Magrib berkumandang terdengar mengema dari masjid sebrang jalan.
Panji mengeliat sambil membuka kedua matanya,
"Hemmm, Wilda sudah datang, lebih baik mandi dulu."
Setelah mandi, Panji melaksanakan solat Magrib. Tak lama kemudian Wilda pun bangun lalu mandi dan melaksanakan solat Magrib juga.
Setelah selesai solat, Wilda berkata,
"Minal Aidzin wal Faidzin Mas."
"Sama - sama Wilda," kata Panji sambil menjabat tangan Wilda,
"Mengapa lebaran belum sehari kok kamu sudah balik ke Jakarta? Kok gak kumpul dulu sama keluarga dua atau 3 hari?"
"Gak apa - apa Mas, aku hanya kepikiran Mas Panji di kos - kossan sendirian," ujar Wilda,
"Oh iya! Aku tadi bawa lauk pauk masakan ibu ku, ayoo Mas kita makan malam dulu, sambil aku buatkan kopi."
Setelah menikmati makan malam... Panji menikmati kopi hitam sambil membaca kitab terjemah, sementara Wilda sibuk dengan komputernya.
Sementara...
Di kota kembang Bandung, di sebuah rumah mewah di perumahan Elit... Aini berada di dapur untuk membuat oren juss dan mengoreng ayam. Setelah itu Aini duduk di meja makan dekat kolam renang sambil menikmati makan malam dan oren juss sendirian.
"Ma... Lihat Aini putri mu, tumben - tumben nya dia bikin minum sendiri, masak goreng ikan sendiri, ambil piring dan Nlnasi sendiri," kata Pak Hong Shi Papa nya Aini,
"Tidak seperti biasanya menyuruh pembantu."
"Iya Pa, padahal ada 4 pembantu tetapi Aini tidak menyuruh nya," ujar Mama nya Aini,
"Tidak seperti biasanya. Kata Pak Rudi pengawal pribadinya... Sejak berteman dengan pemuda aneh yang tinggal di kos - kossan belakang Hotel Atlanta, Aini jadi banyak berubah, pikirannya berubah dratis.
Yang mana....Biasanya manja dan suka marah - marah, sekarang jadi mandiri dan sabar.
Biasanya para pembantu membangunkan jam 6 pagi dan menyiapkan baju juga keperluan sekolah, sekarang sudah tidak usah susah payah membangunkannya, Aini bangun sendiri, menyiapkan baju juga keperluan sekolah sendiri.
Para pembantu juga bilang... Aini sekarang makannya juga tidak rewel.
Pak Rudi juga bilang... Aini kemarin terlibat keributan di depan Hotel Atlanta dengan seorang pemuda, dan memerintahkan Pak Rudi dan pengawal lainnya untuk memukuli pemuda itu.
Kan aneh..?
Biasanya juga dia penakut, kok jadi pemberani.
Direktur Pt Kontraktor pusat juga melapor ke Mama, kalau Aini memaksa para pegawai ahli untuk merenovasi kamar kos - kossan pemuda itu.
Katanya Pak Direktur... Untuk renovasi kamar kos - kossan itu, telah menghabiskan uang kurang lebih 25 juta dalam sehari.
Ada yang lebih gila lagi Pa..!
Sebelum lebaran Aini memerintahkan Menejer rumah tangga untuk membeli motor, komputer dan menarik uang tunai 100 juta. Dan semua itu di kirim ke pemuda aneh tersebut.
100 juta itu jumlah yang sangat besar loh Pa..!
Oh iya... Tadi waktu Mama dan Aini perjalanan ke Bandung... Aini mampir ke toko buku untuk membeli buku resep masakan dan buku cara memijat. Kayaknya otak Aini ada yang tidak beres Pa. Coba Papa cari tau, siapa pemuda itu..?
Aku takut Aini jatuh cinta sama pemuda gak jelas itu."
Mendengar kata - kata istrinya... Bos Hong Shi diam sambil menghisap rokok nya dalam - dalam, lalu berseru,
"Pak Rudi..! Kesini sebentar."
"Siap Bos,".ujar Pak Rudi bergegas mendekat.
"Silahkan duduk Pak Rudi, ada yang ingin aku obrolkan.
Ma... Suruh pelayan membuatkan dua cangkir kopi ya," ujar Bos Hong Shi,
"Pak Rudi... Selama aku berada di Singapura dan Thailand... Katanya Aini mempunyai teman baru, seorang pemuda yang tinggal di kos - kossan belakang Hotel Atlanta, apakah itu benar..?
Coba ceritakan!!"
"Benar Bos, Non Aini kenal dengan pemuda itu di dalam diskotik Rolex.
Pertemuan kedua itu tak sengaja di cafe SAS," kata Pak Rudi,
"Sejak itu Non Aini sering berkunjung di kos - kossan pemuda itu."
"Siapa nama pemuda itu," tanya Bos Hong Shi.
"Namanya Ahmad Panji Hening Bos," ujar Pak Rudi,
"Tetapi... Pemuda itu seperti pemuda yang idiot, tampangnya seperti orang gila. Setiap malam berada di depan Hotel Atlanta, duduk di atas trotoar di bawah pohon."
"Sebentar..!! Ahmad Panji Hening..?!!
Sepertinya aku mengenal nama itu, tetapi Panji yang aku kenal adalah pemuda penjaga makam kramat di kabupaten Serang Banten," kata Bos Hong Shi,
"Tetapi... Apa kebetulan saja namanya sama? Yang kukenal hanya Panji saja?
__ADS_1
Teruskan cerita mu Pak Rudi."