
Setelah berjalan cukup lama... Panji berhenti di sebuah warung kopi pinggir jalan.
Sambil menikmati secangkir kopi hitam dan kepulan asap rokok, Panji tersenyum sendiri melihat jalan hidupnya.
Setelah memencet no Hp, dan tersambung,
"Assalamualaikum Ruli."
"Waalaikumsalam Mas."
"Kamu di mana..?"
"Ada di hotel Atlanta Mas, nanti jam 11 aku balik ke kos - kossan.
Hemmm ada apa Mas, apa mas mau ke sini..?"
"Iya, aku ingin istirahat di kos - kossan sebentar."
"Baiklah Mas, kalau begitu aku siapkan makan malam untuk mu, sekarang juga aku kembali ke kos - kossan."
"Baiklah, aku ke sana sekarang," ujar Panji kemudian mematikan teleponnya.
Tak lama kemudian,
Taxi berhenti di sebelah hotel Atlanta.
Setelah membayar sang sopir, Panji berjalan menuju kos - kossan.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Ruli kemudian mencium tangan Panji suaminya, lalu memeluk erat - erat.
"Mas, mandi dulu, lalu makan malam ya..?
Ini aku bawah makanan dari hotel."
"Baiklah Ruli," jawab Panji kemudian mandi lalu menikmati makan malam bersama Ruli istrinya.
Sambil makan malam... Panji berkata,
"Bagaimana kondisi hotelnya?"
"Alhamdulillah, berkat bantuan asisten Jeje... Tamu hotel bertambah ramai."
"Apa kamu sudah bisa main saham..?"
"Belum Mas, ini juga lagi les privat Menejemen Bisnis.
Mungkin... Seminggu lagi sudah bisa. Karena setiap hari aku belajar 3 jam."
"Kalau sudah pintar... Kamu beli saham yang banyak ya..?
Biar kamu bisa mengembangkan Bisnis mu."
"Baiklah Mas."
"Kamu beli rumah baru untuk istirahat, bawa Ibu dan anak mu ke Jakarta.
Beli mobil juga untuk kamu kerja."
"Aku belum ada uang Mas, saat ini.
Nanti... Kalau ada rejeki, aku akan beli."
"Kamu telpon saja sekertaris Dafa, kamu bilang istrinya Godfather.
Nanti sekretaris Dafa akan mengurusnya.
Uang kas organisasi The Bluss sangat banyak sekali."
Setelah selesai makan malam, Panji merebahkan badannya di atas karpet di depan Tv, sambil menikmati sebatang rokok.l,
"Ruli... Biasa..."
"Iyaaa, aku sudah tau.
Minta pijit kan..?"
Sambil menikmati pijitan Ruli istrinya, Panji memencet no Hp.
Setelah tersambung,
"Assalamualaikum sekretaris Dafa."
"Waalaikumsalam Godfather."
"Aku butuh 1 rumah yang lengkap dengan perabotannya.
1 mobil juga 1 set komputer dan 1 motor.
Atas Nama Nyonya Ruli Widya Astuti istri ku.
Kalau bisa... Lokasinya jangan jauh jauh dari hotel Atlanta."
"Baiklah Godfather, besok akan saya kondisikan."
"Baiklah," ujar Panji kemudian menutup telponnya.
"Emang kamu itu ketua organisasi The Bluss Mas..?"
"Iya, sekarang aku ketuanya."
Waktu di kantor Hotel... Aku sering mendengar berita di Tv parabola.
Nama organisasi The Bluss indonesia sering di sebut terlibat perang antar mafia lintas Negara."
"Kejadian itu... Organisasi The Bluss masih di pimpin oleh Lady.
Sudah jam 12, aku mau solat malam dulu ya..?
Kamu istirahat tidur."
"Baiklah Mas."
*
Kediaman keluarga Hong Shi.
Jam 9 Pagi... Aini menyeret koper, lalu duduk di kursi makan,
"Papa... Mama...
Aku ingin mengundurkan diri dari jabatan presiden Direktur Hong Shi Group.
Aku ingin istirahat tinggal di rumah Nenek di Bandung.
Mama dan Papa saja yang mengurus perusahaan.
Aini ingin menenangkan pikiran."
Mendengar kata - kata Aini... Papa Mama nya diam saja, karena Papa Mamanya mengerti kalau suasana hati Aini tidak nyaman.
"Aini berangkat dulu ya Pa, Ma."
"Baiklah Aini, nanti Papa sama Mama akan menyusul."
Setelah Aini pergi bersama sopirnya... Pak Hong Shi duduk di teras rumah sambil menikmati sebatang rokok.
Setelah memencet no hp dan tersambung,
"Pak Rudi... Kamu di mana..?"
"Saya ada di apartemen Bos."
"Aku ingin Pak Rudy mengawal ku lagi."
"Yang benar bos, bukankah menantu Bos Hong Shi mempunyai organisasi di bidang keamanan juga pengawalan.
Bahkan... Banyak pengusaha indonesia yang perusahaan nya di bawah perlindungan menantu Bos.
Para pengusaha kaya dari luar negeri yang berkunjung di indonesia... Sering mengunakan jasa pengawalan dari menantu Bos."
Mendengar kata - kata Pak Rudi... Bos Hong Shi tidak percaya, karena Panji menantunya tidak bekerja apa - apa.
"Pak Rudi... Setahu ku, Panji menantu ku tidak pernah bekerja, dia sukanya mendalami ilmu agama dan spiritual.
Sekarang Panji bukanlah menantu ku lagi.
Besok kamu kesini ya!"
"Baiklah Bos.
Oh iya... Coba bos baca berita Bisnis Editor terbaru di Website indonesia Bisnis, nanti Bos akan mengetahui siapa menantu Bos yang sebenarnya."
"Baiklah, akan aku cek habis ini," ujar Bos Hong Shi, kemudian mematikan hp nya.
Setelah membuka laptop, dan membaca berita bisnis... Bos Hong Shi sangat terkejut sekali.
Sambil menghisap rokok, Bos Hong Shi membaca pelan.
"Ahmad Panji Hening presiden Direktur Hening Group, yang juga pengusaha muda pendatang baru di dunia bisnis perhotelan indonesia"
Ahmad Panji Hening telah mengambil alih 5 Hotel milik keluarga Aan.
Bahkan Hening Group akan mendirikan Hotel di pulau Batam, Mataram, Semarang dan Medan.
Di perkirakan pembangunan 4 hotel menelan biaya kurang lebih 6 Trilyun, bekerjasama dengan Bank Asia dan Bank Singapura sebagai pendana pinjaman jangka panjang"
__ADS_1
"Ternyata benar yang di katakan Pak Rudi.
Ternyata Panji menantu ku seorang konglomerat.
Tetapi dari mana dia memiliki banyak uang, hingga mampu membeli 5 hotel sekaligus.
Gawat...!!!
Kalau Panji dendam pada ku, gara - gara Aini... Bisa - bisa semua Hotel milik istri ku, bisa di ambil alih."
***
Kos - kossan.
"Mas gak bangun, sudah Dzuhur," ujar Ruli sambil mencium pipi Panji.
"Iya... Sebentar lagi."
"Dimana - mana punya istri, enak sekali suami ku ini," ujar Ruli,
"Kadang... Aku juga cemburu, walau aku memendam rasa itu di dalam hati ku.
Tetapi... Sudah resiko nya wanita itu sendiri, mengapa mau menikah dengan lelaki yang sudah beristri.
Begitu juga dengan diri ku, aku harus menanggung derita rasa rindu.
Salah ku sendiri mencintai orang yang sudah punya istri.
Berkat suami ku...
Aku dan keluarga ku hidup mulia dan berkecukupan.
Aku bisa di hormati banyak orang juga karena suami ku. Tetapi... Kenyataannya, suami ku seperti orang gelandangan. Dia tidak mau menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.
Dia tidak memperlihatkan kekayaannya.
Aneh suami ku ini.
Bisa membelikan aku hotel tetapi dia sendiri tidak punya rumah, hidup di jalanan.
Sementara Panji yang tertidur lelap mengalami mimpi aneh.
Dalam mimpi itu... Panji bertemu dengan malaikat dan di ajak ke alam Lauh Mahfuzh. Di alam Lauh Mahfudh Panji membaca banyak tulisan peristiwa kejadian - kejadian masa akan datang juga masa lalu dan masa sekarang.
Tak lama kemudian Panji pun bangun.
"Sudah bangun Mas..?
Ini, aku barusan membuat kopi untuk mu."
"Terimakasih Ruli," ujar Panji kemudian duduk dan menyeruput kopi hangat lalu menyulut sebatang rokok.
"Mau mandi dulu apa sarapan dulu..?"
"Sarapan saja dulu, setelah itu... Ikut aku ke bank Central Hongkong.
"Baiklah Mas, akan aku siapkan," ujar Ruli kemudian menyiapkan sarapan.
Sambil sarapan bersama istrinya... Panji mengingatn- ingat tentang mimpinya.
"Tertulis di dinding Lauh Mahfudh... Aku akan berpisah dengan Ruli istri ku. Aku juga akan memiliki anak dari hubungan ku dengan Ruli.
Jakarta akan terjadi kerusuhan dan banyak korban jiwa, akibat demo besar - besaran pelengseran Presiden Soeharto.
Dan... Aku baca, ada seorang wali dari kabupaten Sukabumi yang tertulis Ahli Neraka"
Aneh mimpi ku ini," ujar Panji dalam hati,
"Mosok bojo 3 pegatan kabeh, gari siji lak an bojo ku. Gusti Allah iki ngejak guyon e."
Setelah sarapan... Panji mandi lalu melaksanakan solat Dzuhur.
Setelah solat Dzuhur, Panji menghubungi gurunya, Syeh Abdul Jalil Al Qurtubi,
"Assalamualaikum Syeh."
"Waalaikumsalam Gus."
"Syeh... Apakah mimpi itu nyata..?"
"Mimpi itu adalah petunjuk Gus, petunjuk nyata dari sukma mu sendiri.
Sukma mu telah memberi tahu mu lewat alam mimpi."
"Bukankah mimpi itu petunjuk dari gusti Allah, Syeh..?"
"Bukan Gus, petunjuk Allah itu lewat para Nabi, para wali juga kitab suci, dan kejadian Alam semesta.
Jadi...
Ada petunjuk dari tulisan
Ada petunjuk dari hati sanubari
Ada petunjuk dari bangsa jin, manusia, malaikat dan mahluk lainnya seperti hewan dan tumbuhan juga benda mati.
Juga ada petunjuk goib dari sukma dan ruh.
Mimpi itu... Termasuk petunjuk dari sukma mu sendiri.
Allah hanya meridhoi setiap hal yang memberi petunjuk."
"Di manakah letak alam mimpi itu Syeh..?"
"Letak mimpi itu berada di alam sukma Gus.
Dimana... Para sukma itu berkumpul dan saling bertemu.
"Syeh... Apa itu alam Lauh Mahfudz..?"
"Alam Lauh Mahfudz adalah kitab tempat Allah menulis - menulis sekenario atau catatan peristiwa kejadian di Alam Jagad ini.
Itulah hakekat dari Kitab suci Al qur'an."
"Berarti... Al qur'an yang sekarang ini ada di dunia, palsu.
Atau hanya bagian dari kitab Lauh Mahfudz..?"
"Kitab suci Al qur'an yang ada dunia ini, bukannya palsu, tetapi... Adalah bagian kecil dari kitab di Lauh Mahfudz Gus.
Jika semua kitab di Lauh Mahfudz di tulis di kertas... Maka seluruh air laut yang di jadikan tinta tidak akan cukup.
Tetapi... Walau kitab Al qur'an itu hanya 30 jus, tetapi sudah cukup untuk membuktikan kebesaran Allah di alam lainnya.
Hanya saja... Al qur'an itu bersifat suci, dan orang yang mau mempelajari hakekat isi Al qur'an juga harus suci, maka orang itu akan bisa menyingkap rahasia - rahasia Allah yang ada di alam semesta ini.
Suci lahir batin, yang di maksud batin ada ruh dan sukma mu Gus, yang di maksud lahir adalah akhlak dan darah yang mengalir di tubuh mu."
"Lalu... Bagaimana Syeh, dengan orang awam, atau orang yang tidak suci ketika mempelajari atau membaca Al qur'an..?"
"Mereka akan mendapatkan keberkahan dari Al qur'an saja, mereka tidak akan bisa mengetahui rahasia Allah.
Seperti orang orang yang menghafalkan Al qur'an.
Padahal... Al qur'an tidak untuk di hafalkan atau di jadikan bacaan, tetapi untuk di pelajari lalu di praktekkan dalam kehidupan sehari - hari.
Karena, tidak wajib hukumnya untuk menghafal kan Al qur'an."
"Syeh... Dimanakah letak Alam Lauh Mahfudz itu..?"
"Secara syari'at nya... Awan dan mega itulah sebenarnya Lauh Mahfudz.
Lihatlah ke langit, maka akan banyak tulisan Allah yang tertera di awan dan mega.
Itulah petunjuk Allah untuk para hamba - hamba kekasih nya."
Secara hakekat... Alam Lauh Mahfudz itu ada di otak mu sendiri di kepala mu sendiri."
"Syeh... Di Lauh Mahfudz, saya membaca takdir seorang wali tetapi dia ahli Neraka.
Apa ini benar adanya..?"
"Benar Gus, Allah Lah yang berhak menentukan orang itu kelak tinggal di surga atau neraka.
Ingatlah...
Irang yang ahli ibadah, belum tentu dia ahli surga.
Orang yang ahli Maksiat, belum tentu dia ahli Neraka."
"Baiklah Syeh, trrimakasih atas petunjuknya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Gus."
Setelah berdialog dengan gurunya... Panji ganti baju.
Dengan celana jens warna biru dongker dan kaos putih, Panji berkata,
"Ruli... Aku mau ke Bank Central Hongkong dulu. Kamu pergilah ngantor ke hotel ya?"
"Baiklah Mas," jawab Ruli kemudian beranjak.
Setelah berada di depan gang sebelah hotel, Ruli salim mencium tangan Panji, lalu berkata,
"Assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam," jawab Panji.
"Nanti sore ke hotel ya Mas... Aku tunggu."
"Insyallah."
***
Bank Central Hongkong.
Setelah turun dari angkutan umum, Panji berjalan menuju kantor Bank.
"Selamat siang Pak," sapa seorang satpam yang berjaga di samping pintu masuk,
"Mau ngurus apa..?"
"Selamat siang juga, mau pinjam uang Pak.
"Kalau begitu, bapak masuk ke ruang no 2 ya..? Bapak ambil nomer antrian."
"Baiklah Pak, terimakasih," jawab Panji kemudian masuk ke ruang dua dan mengambil nomer antrian.
Setelah menunggu beberapa saat, nomer urut Panji pun di panggil.
Setelah duduk,
"Selamat siang Pak... Dengan bapak siapa..?"
"Dengan Pak Panji, Mbak."
"Bapak mau mengajukan pinjaman berapa..? Dan untuk usaha apa..?"
"Mau pinjam 8 Trilyun Mbak, untuk mendirikan Hotel."
Mendengar angka 8 Trilyun... Mbak Lusi Teller bank sangat terkejut dan tersenyum, di kira Panji hanya iseng saja.
Melihat pakaian Panji seperti orang biasa... Mbak Lusi berkata,
"Pak Panji... Di sini tidak bisa meminjamkan uang sebesar 8 Trilyun.
Paling banyak 1 Trilyun, itupun harus ada jaminan surat berharga dengan nilai 1 Trilyun lebih."
"Aku baca di website Bank ini... Bank Central Hongkong katanya bisa meminjamkan uang sebesar 10 Trilyun dalam jangka panjang dengan suku bunga rendah.
Mengapa sekarang berubah peraturan nya..?"
"Maaf ya Pak, bank Central Hongkong meminjamkan uang sebesar 10 Trilyun itu hanya untuk pengusaha saja, itupun harus dengan seleksi yang ketat."
"Aku ini juga seorang pengusaha Mbak, masak gak boleh pinjam uang..?"
"Apa bapak punya surat hak guna usaha, atau surat berharga dengan nilai lebih 8 Trilyun, sebagai jaminan?"
"Tidak punya Mbak. Aku punya identitas di kartu ATM KIB."
"Boleh saya lihat ATM KIB nya?"
"Boleh, ini, silahkan."
Setelah mengecek di komputer... Mbak Lusi berkata,
"Maaf ya Pak, kartu indonesia Bisnis bapak kosong.
Dan kartu ini tidak bisa menjadi acuan untuk pinjam di bank."
"Apa aku bisa bertemu dengan direktur bank ini..?"
"Maaf ya Pak, Direktur Gani sedang sibuk dengan klayen. Siang ini direktur keluar, sedang mengadakan jamuan makan siang bersama patner.
Silahkan bapak pergi, karena masih banyak nasabah yang antri," ujar Lusi kesal.
"Direktur nya ada di kantor di bilang pergi mengadakan jamuan makan siang.
Jadi orang janganlah suka membohongi nasabah.
Baiklah...!
Karena pihak bank mempersulit ku... Maka, aku akan persulit semua karyawan disini," ujar Panji kemudian keluar ruangan.
"Permisi Mas... mlMau buat nomer rekening baru."
"Baiklah Mas, tunggu sebentar.
Setelah membuat nomer rekening dan ATM... Panji antri untuk mencairkan cek pemberian Mama nya Aini.
Setelah nomer urut di panggil... Panji menyodorkan cek sebesar 2 Trilyun, dan berkata,
"Mbak... Mau mencairkan cek ini.
Saya minta uang cas ya?"
"Maksudnya... Bapak ingin mencairkan uang ini dengan uang tunai..?"
"Iya Mbak, saya butuh uang cas."
"Maaf Pak... Ini jumlah nya sangat besar sekali, bapak tidak bisa mengambil uang tunai sebesar 2 Trilyun."
"Terserah pihak bank bagaimana caranya aku bisa mengambil uang tunai 2 Trilyun hari ini.
Kan ini uang ku, yang aku titipkan di sini..!
Aku kesini tidak merampok."
Tetapi...
Baiklah Pak, akan aku bicarakan dengan menegernya dulu."
Setelah menemui menager... Mbak Teller berkata,
"Pak menager... Ada seorang pemuda mau mengambil uang tunai sebesar 2 Trilyun hari ini."
"Apa... Gila orang itu, di kira sedikit apa uang 2 Trilyun..!
Tidak bisa. Paling bayak mengambil uang tunai sebesar 20 Milyar!"
"Sudah saya katakan Pak, tetapi pemuda ngotot mau mengambil 2 Trilyun.
Dia malah bilang, mau mengambil uangnya sendiri kok di persulit."
"Katakan, paling banyak 20 milyar."
"Baiklah Pak," ujar Mbak Teler kemudian bergegas pergi.
"Maaf Mas... Di bank ini hanya bisa mengambil uang tunai sebesar 20 Milyar saja."
"Baiklah, aku ambil 20 Milyar, sisanya... Masukkan ke dalam no rekening ini," ujar Panji sambil menyodorkan buku tabungan Bank Central Hongkong yang baru di buatnya.
"Baiklah Pak, bapak silahkan tunggu."
Siang itu... Beberapa pegawai bank sibuk menyiapkan uang sebesar 20 Milyar.
Setelah lebih satu jam, beberapa satpam mengangkat 20 kardus dan di letakkan di lantai di depan teler.
"Pak Panji... Ini uangnya, silahkan di hitung dulu."
"Baiklah Mbak," ujar Panji kemudian membuka semua kardus. Setelah itu... Panji mengambil uang 5 lembar di setiap kardusnya, yang di jaga 2 satpam.
Setelah itu...
Panji mengambil nomer antrian lagi, dan duduk menunggu giliran di panggil.
Tak lama kemudian, nomer urut Panji di panggil.
Setelah berada di depan teller, Panji berkata,
"Mbak mau nabung, ini buku tabungannya. Nabung uang 21 Milyar."
"Baiklah Pak," ujar Mbak Teller terkejut karena melihat Panji yang menabung.
"Pak... Bukannya tadi bapak mengambil uang 20 Milyar..? Setelah di ambil kok di tabungkan lagi..?"
"Ya... Terserah saya Mbak, kan saya yang punya uang.
Kamu kan karyawan bank yang di bayar dari nasabah seperti saya.
Jadi... Mbak kerja saja yang baik."
"Bukannya begitu Pak, kami para pegawai yang capek dan sibuk hanya menghitung uang nya bapak.
Inikan sama dengan pekerjaan yang sia - sia."
"Kalau capaik apa mau saya pijitin," ujar Panji bercanda.
"Maaf Pak..! Jaga ucapan bapak, yang sopan kalau bicara.
Ini tempat publik, jadi harap di jaga ucapan nya.
Jangan mentang - mentang banyak uang, bapak bicara seenaknya," kata ketua keamanan Bank yang menjaga uang Panji.
"Emangnya aku gak sopan..?
Aku kan hanya menawari saja, kalau capek mau gak saya pijitin. Kalau gak mau juga gak apa - apa.
Dimana mana itu, kerja ya capek.
Justru pegawai bank itu yang tidak sopan, bilang capaik kepada nasabah.
Jangan mentang - mentang jadi keamanan di bank, seenaknya sendiri menyalahkan orang lain."
__ADS_1