SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
KEKERAMATAN KYAI HADI SANG WALI SUFI


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa Panji berada di dalam kamar Kholwat sudah enam hari.


Pada malam ke tujuh... Ketika Panji sedang mengeja bacaan Al qur'an... Tiba - tiba ada cahaya biru keputih - putihan dari atas genting masuk kedalam kepala Panji. Setelah kurang lebih 5 menit, cahaya itu perlahan - lahan menghilang.


Panji yang sedang membaca dengan cara mengeja... Tiba + tiba merasakan kantuk yang luar biasa, setelah itu Panji langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur.


Dalam tidurnya... Panji bermimpi sedang duduk di sebuah masjid sambil membaca Al qur'an di hadapan kyai Hadi.


Di dalam mimpi itu... Panji seakan duduk menghadap kyai Hadi sambil membaca Al quran selama satu tahun. Dalam mimpi itu juga, Panji melakukan puasa selama 40 hari dan setiap malam membaca amalan Ya Hayyu Ya Koyyum 15 ribu x selama 40 malam.


Tok tok tok! "Assalamualaikum."


Mendengar ketukan pintu dan suara uluk salam... Panji membuka kedua matanya dan berkata,


"Waalaikumsalam," setelah membuka pintu,


"Kyai... Silahkan duduk kyai.


Ada apa kyai?"


"Gus... Saatnya kamu melanjutkan perjalanan mu ke jagad timur pulau jawa," ujar Kyai Hadi,


"Kamu sudah bisa membaca Al quran dengan baik dan benar.


Ini ada celana dan kaos, gantilah kemudian pergilah, masih banyak orang - orang yang menunggu kedatangan mu."


"Baiklah kyai," kata Panji,


"Tetapi sejujurnya saya belum bisa membaca Al quran dengan baik dan benar, apalagi cepat seperti santri lainnya.


Kyai... Kalau boleh tau mengapa kita harus membaca Al qur'an..? Bukan kah yang penting adalah melaksanakan isi Al qur'an?"


"Gus... Amalan yang paling utama adalah membaca Al qur'an," ujar Kyai Hadi,


"Bagaimana kamu bisa mempraktekkan atau melaksanakan anjuran isi Al qur'an kalau kamu tidak bisa membacanya..?


Setelah kamu bisa membacanya... Kamu baru bisa mempelajari isi Al qur'an.


Isi Al qur'an itu adalah anjuran atau perintah Allah, lalu larangan Allah, cerita tentang kehidupan dan sejarah.


Siapa yang istiqomah membaca Al quran... Maka orang itu akan di cintai dan di sayanggi oleh Allah.


Gus...


Membaca Al quran dengan lisan dan akal....Itu adalah ibadah syariat.


Melaksanakan atau mempraktekkan anjuran atau larangan Al quran itu adalah ibadah Torekat.


Begitu kamu berjalan di atas makom Syariat dan makom Tarekat... Di situlah kamu sebenarnya sedang berjalan di makom Hakekat.


Jadi... Antara Syariat, Tarekat itu adalah satu kesatuan, satu paket.


Syariat itu adalah teori dan Tarekat adalah praktik nya.


Teori tanpa praktek itu akan sia - sia, hanya omong kosong.


Begitu juga praktek tanpa teori akan membawah kita celaka."


"Berarti... Selama ini saya salah ya kyai," kata Panji,

__ADS_1


"Selama ini saya tidak melaksanakan Tarekat, saya tidak pernah solat 5 waktu dan tidak pernah puasa."


"Gus... Ada pengecualian untuk beberapa orang saja," ujar Kyai Hadi,


"Mereka adalah orang - orang pilihan, Seperti dirimu... Kamu tidak solat dan tidak puasa romadhon, itu ada yang menanggung.


Ibarat anak bayi hingga akil baliq, segala dosanya di tanggung oleh kedua orang tuanya.


Seorang istri dosanya di tanggung oleh suaminya."


"Apakah kyai tau, siapa yang menanggung dosa ku," tanya Panji.


"Dia adalah Syeh Hamdani Al bantany, orang yang telah bertanggung jawab atas lelaku tirakat gendeng mu ini," ujar Kyai Hadi,


"Perbuatan orang - orang pilihan... Itu tidak bisa di tiru oleh orang umum.


Harimau tetaplah Harimau


Kucing tetaplah kucing


Walau kamu dalam penanggungan Syeh Hamdani... Kamu harus tetap belajar mandiri."


"Baiklah kyai, kalau begitu saya mohon pamit," kata Panji kemudian sungkem mencium tangan kyai Hadi.


"Gus... Jika kamu ingin berjalan dengan cepat... Bacalah Raja Asma'ul Husna Ya Hayyu Ya Koyyum," ujar Kyai Hadi,


"Ini ada sebungkus nasi dan sebungkus kopi untuk mu."


"Terimakasih kyai," kata Panji,


"saya pamit dulu


"Waalaikumsalam Gus."


Malam itu... Jam satu Dini hari, Panji berjalan keluar pesantren Dragon Ball menuju jalan raya, kemudian Panji berjalan di tepi jalan raya menuju kabupaten Kebumen.


***


Sementara... Siang itu, dalam satu bulan, saham Bos Hong Shi mengalami penurunan yang signifikan, harga saham anjlok beberapa perusahaan nya mulai bermasalah. Beberapa pabrik tutup karena mengalami pailit.


Sambil duduk di sebuah balkon Hotel mewah... Pak Hong shi berkata,


"Kalau caranya begini... Dalam waktu sebulan bisa bangkrut semua usaha ku dan bisa miskin.


Segala cara sudah aku lakukan tetap saja tidak berhasil."


Setelah mengeluarkan telpon dan melakukan panggilan... Terdengar suara pelan,


"Pak Rudi... Kemarilah, masuklah ke kamar ku."


"Baiklah Tuan ," sahut ptak Rudi pengawal atau orang kepercayaan Bos Hong Shi.


Tak lama kemudian,


Sambil membungkukkan badan,


"Siap Tuan..! Ada perintah apa untuk saya."


"Duduklah,

__ADS_1


Non Aini ke mana?"


"Nona besar sekarang berada di Negara ainggris Tuan," ujar Pak Rudi,


"Dalam dua minggu ini... Setelah bepergian ke beberapa Negara di Eropa... Sekarang Nona Besar berada di London."


"Apa yang di kerjakan putri ku di sana," tanya Pak Hong Shi.


"Nona besar sedang belajar seni, Nona besar juga ngamen di pinggir jalan, kadang juga melukis," jawab Pak Rudi.


"Apa..! Ngamen," seru Pak Hong Shi.


"Menurut informasi orang yang saya tugaskan... Besok pagi Nona besar akan terbang ke Beijing Cina, dan melakukan tour keliling Asia," ujar Pak Rudi.


"Apa dia tidak sekolah," tanya Pak Hong Shi.


"Menurut informasi orang saya... Nona besar sudah izin pihak sekolah untuk tidak masuk sekolah selama 2 bulan Tuan," jawab Pak Rudi.


"Kamu cari tau, mengapa Putri ku melakukan semua ini," perintah Pak Hong Shi.


"Tuan... Nona Besar jatuh cinta kepada seorang gelandangan, dia seorang pemuda bernama Panji," ujar Pak Rudi,


"Karena Panji menolak cintanya dan menganggap Nona besar sebagai teman saja.


Sejak itu Nona besar mengalami perubahan sikap. Hingga akhirnya Nona melakukan perjalanan ke Eropa hinga Asia untuk menghibur diri."


"Hahaha,"


Melihat Bis Hong Shi tertawa terbahak - bahak... Pak Rudi mengeryitkan kedua alisnya. Itu menandakan Bos Hong Shi bahagia tetapi penuh emosi.


"Panji lagi, Panji lagi," ujar Pak Hong Shi,


"Apa kamu tau di mana Panji sekarang..?


Cari mati saja dia."


"Kabar terakhir... Dia berada di Jakarta Tuan," kata Pak Rudi berbohong,


"Tetapi... Sekarang Panji hilang bagai di telan bumi."


"Mulai sekarang... Gerakkan orang - orang mu untuk menemukan keberadaan Panji," perintah Pak Hong Shi,


"Aku kasih waktu 2 hari.


Ingat...! 2 hari. Kalau tidak... Aku akan mencari penganti mu."


Kring...


Tiba - tiba suara telpon berdering.


"Halo..! Ada apa Ma," kata Pak Hong Shi.


"Papa... Pulang lah, ini gawat sekali, barusan aku di telpon pihak Bank, katanya, jika Papa tidak segera membayar kewajiban hutang piutang... Rumah akan di sita, juga beberapa perusahaan kita ikut di sita," ujar istri Pak Hong Shi.


"Apa..! Tidak mungkin, pasti ada pihak ketiga yang ikut bermaain," kata Pak Hong Shi.


Pak Rudi diam - diam teringat akan kata - kata Panji si anak sakti teman baik Non Aini.


Panji pernah berkata kalau Bos Hong Shi sebentar lagi bangkrut.

__ADS_1


__ADS_2