
Ruh Wilda tiba - tiba datang mendekati Panji, lalu berkata,
"Mas..?"
Panji hanya diam sambil menatap wajah Wilda yang sangat cantik.
"Mas...
Aku Wilda istri mu."
Panji tetap diam seribu bahasa. kemudian, Panji berjalan pelan - pelan menelusuri jalan.
Melihat Panji berjalan... Ruh Wilda mengikuti dari belakang, kadang mengikuti berjalan di samping.
*
Hotel Hening.
"Nyonya Maya... Silahkan istirahat di kamar Tuan Panji," ujar Gunawan Manajer Hotel,
"Ini kunci kamar lantai atas no 9."
"Baiklah Pak Gunawan, terimakasih," ujar Maya,
"Mila... Selama aku di Jawa Barat, kamu temani aku ya."
"Iya Nyonya."
"Nona Desi... Kamu urus semua bisnis suami ku ya.
Kalau ada masalah apa saja, kamu telpon aku."
"Baiklah Nyonya."
"Nona Leni...
Kamu urus semua bisnis Jialing Group milik Non Wilda.
Nanti kamu bicarakan dengan keluarga Wilda di Sukabumi."
"Baiklah Nyonya."
"Sekarang... Kalian istirahat lah, aku masih ingin ngobrol dengan Nona Mila."
"Baiklah Nyonya Maya."
"Ini Hp dan dompet Tuan Panji Nyonya, ini cincin nya.
Semua tertinggal saat Tuan Panji pergi menemui Nona Aini."
Setelah membuka dompet... Maya meneteskan air matanya begitu melihat foto dirinya berpelukan dengan Panji, kemudian berkata lirih,
"Ternyata suamiku masih menyimpan foto ini di dompetnya. Ini foto saat masih kelas 2 SMP.
Ternyata... Kakak Panji sangat mencintai ku.
Mila...
Apa yang di katakan suamiku sebelum hilang..?"
"Tuan Panji bilang... Saya di suruh ke Surabaya untuk menemui nytonya, untuk mengantar dokumen perusahaan.
Tuan Panji bilang... Nyonya di suruh menyimpannya baik - baik."
"Dimana dokumen itu..?"
"Ada di lemari di kamar Tuan Panji Nyonya.
Di apartemen Intan."
"Milik siapa apartemen itu..?"
"Milik Tuan Panji Nyonya, saya yang mengurus surat kepemilikan atas nama Tuan Panji."
"Aset apa saja milik suamiku di kota Bandung ini..?"
"Tuan Panji memiliki Moll Net Plaza Nyonya.
Juga memiliki Hotel Hening ini, memiliki 8 rumah mewah di perumahan Gading, yang belum terjual.
Mempunyai 1 mobil BMW anti peluru."
"Apa kamu tau...
Apa isi dokumen itu..?"
"Tau Nyonya.
Karena Tuan Panji mempercayai saya untuk mengurus beberapa pekerjaan."
"Dokumen apa saja..?"
"Ada dokumen kepemilikan 5 Hotel Hening, Net Plaza, PT Hening Elektronik berpusat di Jakarta, dengan memiliki cabang di kota - kota besar di indonesia.
Dokumen kepemilikan PT Garment jkt, dan beberapa saham perusahaan ternama."
"Apa kamu tau no pin 3 ATM ini..?"
"Tau Nyonya, karena saya di beri kepercayaan untuk mengurus keuangan Tuan Panji."
"Ada berapa jumlah uang milik suami ku di semua Bank ini..?"
"Di Bank Indonesia Bisnis ada 7, 8 Trilyun Nyonya.
Ini uang dari keuntungan perusahaan, dan selebihnya dari PT jatva Kontraktor.
2 trilyun 90 Milyar di Bank Central Hongkong.
Uang kompensasi dari keluarga Hong Shi dan 90 milyar pemberian dari pengusaha berlian.
Di Bank Asia ada uang sebesar 450 Milyar."
"Selamat malam Nyonya Maya," sapa Direktur Youri dan sekretaris Novi.
"Malam juga Mas Youri.
Bagaimana..?
Apa orang orang mu sudah menemukan suami ku..?"
"100 Anggota inti sudah mencari Godfather ke seluruh kota Bandung.
Tetapi tidak di temukan keberadaan nya."
"Youri... Kamu kan ahli komputer, ahli Hecker dan ahli ilmu menyadap telepon.
Coba kamu cari keberadaan terakhir suami ku di mana..?"
"Sudah aku telusuri semuanya Nyonya Maya.
Terakhir... Godfather bersama Wilda dan Eka satu mobil."
"Selamat malam direktur Youri...
Ini salinan hasil rekaman cctv terakhir Tuan Godfather saat berada di area parkiran diskotik Rolex."
"Baiklah Sas, terimakasih."
Setelah melihat dengan teliti rekaman cctv... Youri berkata,
"Apa kamu sudah mencari tau siapa siapa orang tua gondrong yang menampar Godfather..?"
"Sudah direktur,
Dia bernama Sony, salah satu anggota penting kelompok Han Jakarta.
Dia ke diskotik Rolex untuk menyuplai narkoba.
Dari sadapan no telponnya, 3 temannya itu anggota The Tiger yang mengawalnya.
Mereka berdomisili di Jakarta.
Kemungkinan besar... Hilangnya Godfather di culik oleh mereka. Tetapi ini hanya kemungkinan saja, karena dari hasil sadapan telpon, tidak di temukan pembicaraan tentang penculikan."
"Baiklah.
Aku butuh alamat ke 4 orang yang ada di rekaman ini.
Sekarang pergilah."
__ADS_1
"Baiklah Direktur."
"Mengapa anggota organisasi tidak ada yang mengawali suamiku, kan dia ketua organisasi," tanya Maya.
"Semua petinggi organisasi sedang sibuk kerja.
Dan Godfather tidak menghubungi untuk minta di kawal."
"Sekarang... Kalian istirahat, besok pagi kita pergi ke kota Sukabumi, untuk menghadiri pemakaman," ujar Maya,
"Aku mau tidur di apartemen Intan."
"Baiklah Nyonya."
***
Malam semakin larut
Hujan rintik - rintik menambah dinginnya kabupaten Bandung.
Sejak siang hingga malam... Panji terus berjalan tanpa henti.
Malam itu... Panji duduk di depan toko di tepi jalan raya.
Dengan wajah kotor dan kaos kumal, Panji menyandarkan punggung di tembok toko.
Di samping toko agak jauh dikit... Ada warung gerobak bertenda, banyak orang minum bajigur serta makan gorengan.
Salah satu anak geng motor yang melihat Panji duduk bersandar di tembok toko, berkata,
"Pak... Tambah bajigur 1 lagi ya?"
Setelah itu,
"Mas... Minum dulu, biar hangat badannya," kata anak geng motor sambil menaruh gelas di depan Panji,
"Ini gorengan combro dan bala bala."
Setelah anak geng motor pergi... Ruh Wilda berkata,
"Mas... Ayo di minum bajigur nya, setelah itu, makan gorengan nya.
Biar badan mu sehat."
Setelah melihat ruh Wilda, Panji memakan gorengan satu persatu. Setelah itu... Panji meminum bajigur yang hangat hingga setengah gelas.
"Silahkan minum," ujar Panji sambil menatap wajah ruh Wilda.
"Aku tidak haus, kamu habiskan saja.
Di saku celana pendek mu, ada rokok marlboro, kamu biasanya merokok."
Setelah meraba saku celana, Panji menemukan rokok dan korek zippo putih, juga lembaran uang kertas.
Ting..!
bunyi korek zippo, lalu menyala.
Setelah menyulut rokok, Panji menutup koreknya.
"Baguslah kalau insting mu masih berfungsi.
Walau kamu hilang ingatan, tetapi masih mampu mengingat gerakan menyulut rokok."
"Kamu siapa..?"
"Auuw..!
Kamu sudah mau bicara..!
Aku Wilda isteri mu," jawab ruh Wilda kemudian duduk disamping Panji, lalu memeluknya.
"Mas pulanglah, kembalilah ke apartemen itntan.
Maya sedang mencari mu sekarang."
Sambil memeganggi kepalanya... Panji hanya menatap wajah ruh Wilda.
Melihat Panji tertidur... Ruh Wilda pun pergi menghilang.
***
Tengah malam... Maya duduk di atas sajadah.
Sambil melantunkan dzikir, Maya meneteskan air matanya.
Sementara... Ruh Wilda duduk di depan Maya sambil memanggil manggil,
"Maya... Maya..!
Maya... Maya..?
Ternyata Maya tidak mendengar panggilan ku. Maya juga tidak bisa merasakan sentuhan ku.
Setelah aku berpisah dari jasad kasar ku... Aku kini tidak seperti di kehidupan manusia.
Aku hanyalah cahaya.
Hanya bisa memandang dan mendengar kan saja.
Tetapi...
Mengapa Mas Panji suamiku bisa melihatku..? Bahkan aku bisa menyentuhnya.
Lebih baik aku pulang menjenguk keluarga ku.
Pasti ibu dan adik - adikku sedih melihat kematian ku. Begitu juga dengan semua keluarga besar ku."
***
Kediaman keluarga Wilda.
Malam itu... Wilda sudah berada di dalam rumah nya sendiri di kabupaten Sukabumi.
Wilda menyaksikan jasadnya di dalam ruang tamu, yang tertutup kain putih.
Wilda juga melihat orang - orang membaca yasin dan kirim doa.
Wilda melihat banyak anggota organisasi The Bluss dan karyawan Jialing Group.
Wilda juga melihat ibunya menangis di tempat tidur.
"Ibuk... Ibuk..!
Jangan menangis. Wilda sangat bahagia Ibuk..."
***
Pagi jam 08, jasad Wilda telah di makam kan di pemakaman umum di desa tempat Wilda di lahirkan.
Melihat kebaikan Wilda, yang sering membantu kaum fakir miskin, juga banyak membantu pembangunan masjid dan kesejahteraan warga di desa nya... Banyak warga desa yang ikut mengantarkan kepergian Wilda untuk terakhir kalinya.
Banyak warga desa yang merasa kehilangan sosok orang yang baik.
Dan gema dzikir berkumandang menggema di sepanjang jalan. Isak tangis terdengar menyayat hati.
Ratusan anggota organisasi The Bluss dari berbagai kota memenuhi pemakaman umum. Begitu juga ratusan karyawan Jialing Group.
Hingga jalan desa itu terlihat seperti lautan manusia. ðŸ˜
Selesai pemakaman...
Maya pergi ke kota Bandung bersama Altar Mila dan beberapa anggota organisasi The Bluss.
Sementara pencarian Godfather masih terus dilakukan oleh anggota inti.
Berita kematian Wilda istri Godfather telah terdengar oleh keluarga Markus juga ketua kelompok Han dan organisasi The Tiger.
Di salah satu rumah mewah di Negara Singapura... Siang itu, Wen Lie ketua kelompok Han sangat marah sekali, setelah mendengar kabar kematian Wilda istri ketua organisasi The Bluss.
Lebih marah lagi mengetahui kalau Godfather hilang bagai di telan bumi.
Dalam pertemuan dengan petinggi kelompok Han... Ketua kelompok Han Wen Lie berkata,
"Aku sudah bilang..! Jangan berurusan sama kelompok organisasi The Bluss.
Mereka itu hanya organisasi bisnis dan sosial.
Mereka hanya bisnis pengawalan dan keamanan saja!
__ADS_1
Organisasi The Bluss tidak pernah terlibat dalam urusan bisnis narkotika, dan tidak pernah mengusik kita!
Memang Kelompok inti organisasi The Bluss telah banyak membunuh para mafia di beberapa negara.
Mengapa..?
Karena bandar - bandar narkoba internasional telah mengganggu bisnis organisasi The Bluss.
Kalian semua bodoh..!!!
Sekarang... Kalian harus siap siaga, sebentar lagi, akan banyak terjadi perang terbuka antara kelompok mafia Lintas Negara.
Kalian terlalu meremehkan kekuatan organisasi The Bluss!"
"Selamat siang ketua,x sapa sekretaris kelompok Han.
"Duduklah," sahut Wen Lie,
"Bagaimana keadaan saat ini menurut informan kita..?"
"Maaf ketua.
Nyonya Maya... Istri Godfather telah mengambil alih kepemimpinan organisasi The Bluss untuk sementara.
Menurut informan kita, Nyonya Maya telah melakukan pembicaraan melalui sambungan internasional."
"Siapa yang di hubungi oleh Nyonya Maya..?"
"Nyonya Maya menghubungi beberapa pembunuh bayaran di Negara Negara Eropa.
Kelihatannya... Nyonya Maya akan membalas dendam dan akan melakukan operasi terselubung."
"Apa yang di bicarakan antara Nyonya Maya dengan para pembunuh bayaran itu..!"
"Maaf ketua...
Nyonya Maya tidak membicarakan apa - apa, hanya akan mengadakan pertemuan jamuan santap makan saja."
"Kalau begitu...
Hubungi Joker, ketua organisasi The Tiger.
Aku ingin mengadakan pertemuan siang ini juga."
"Baiklah Ketua."
***
Kediaman keluarga Cahyadi.
Sore setelah solat Asar... Mobil BMW milik Panji memasuki halaman rumah mewah milik keluarga Cahyadi.
Setelah turun dari mobil, Altar Mila manyapa Kakek Sahyadi,
"Selamat sore Kakek..."
"Selamat sore juga Non Mila," sahut Kakek Cahyadi yang sedang memotong pohon bonsai di teras rumah,
"Tuan Panji nya mana..?"
"Maaf Kek...
Tuan Panji hilang dalam beberapa hari ini.
Saya kemari hanya mengantarkan Nyonya Maya ini, untuk menemui Nona Aini.
Katanya... Ada beberapa hal penting yang ingin di bicarakan."
Mendengar kata - kata Asisten Mila... Kakek Cahyadi mengerutkan alisnya, lalu berkata,
"Selamat sore Nyonya Maya...
Silahkan masuk."
"Baiklah Kek, terimakasih," jawab Maya kemudian duduk di ruang tamu.
"Assalamualaikum Maya..."
"Waalaikumsalam Aini," jawab Maya kemudian memeluk Aini erat - erat.
"Ceritakan kronologi atas hilangnya Tuan Panji," sahut Kakek Cahyadi.
Setelah mendengarkan menceritakan kronologi atas hilangnya Godfather dan kematian Wilda...
Aini meneteskan air mata kemudian memeluk Kakeknya.
kemudian Kakek Cahyadi memencet tombol no telponnya.
Setelah tersambung,
"Matrik..! Kemarilah sekarang juga."
"Baiklah Tuan."
Tak lama kemudian,
Seorang setengah baya berumur 40 tahun, dengan setelan jas dan berkacamata hitam, berdiri di depan pintu sambil membungkukkan badan,
"Selamat sore Tuan Cahyadi..."
"Selamat sore juga Matrik.
Ketua organisasi The Bluss telah hilang dalam beberapa hari, pelakunya adalah kelompok jaringan kartel narkoba.
Mulai hari ini.... Untuk sementara, kamu bantu Nyonya Maya.
Kamu tau kan, apa yang harus kamu lakukan..?"
"Baiklah Tuan Cahyadi, saya tau apa yang harus saya perbuat."
"Selamat sore Nyonya Maya...
Saya Matrik Asisten Tuan Cahyadi."
"Selamat sore juga Tuan Matrik," sapa Maya.
"Nona Maya...
Aini dan kamu adalah saudara. Anak anak mu kelak daan anak anak Aini adalah satu Ayah.
Jadi... Kesedihan mu juga kesedihan ku juga kesedihan Aini," kata Kakek Cahyadi,
"Tuan Matrik adalah salah satu orang terbaik yang aku miliki.
Maka... Biarkan Tuan Matrik membantu mu untuk menyelesaikan masalah ini.
Aku berharap, jangan melibatkan anggota organisasi The Bluss.
Karena saat ini, semua anggota organisasi The Bluss masih berduka cita.
Perintahkan kepada petinggi anggota organisasi The Bluss untuk diam, jangan melakukan balas dendam."
"Baiklah Kek."
"Nyonya Maya...
Mari ikuti saya," kata Tuan Matrik.
"Baiklah Tuan.
Kakek... Maya permisi dulu.
Aini...
Aku pergi dulu, Aini, jaga baik - baik kandungan mu.
Nanti kalau melahirkan, hubungi aku ya."
"Baiklah Maya.
Habis ini aku mau ke rumah sakit Harapan. Mau menjenguk Mbak Eka."
Setelah saling berpelukan... Maya pergi meninggalkan rumah kediaman Kakek Cahyadi.
"Nyonya Maya... Mobil Tuan Panji biarkan di sini saja.
Nyonya naik mobil ku saja."
"Baiklah Tuan Matrik."
__ADS_1