SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
PANJI PULANG KAMPUNG


__ADS_3

Adzan Magrib berkumandang, setelah wudhu... Panji melaksanakan solat berjamaah di sebuah masjid sebelah makam Mbah Wali Campur.


Ketika setelah solat Magrib dan wirid Dzikirullah... Panji melihat banyak darah berceceran sepanjang jalan.


Panji juga mendengar juga melihat hujan badai dengan di iringgi petir yang menggelegar.


Setelah selesai wirid, Panji sowan ziarah ke makam Mbah Wali Campur, tak lama kemudian Panji melanjutkan perjalanan ke arah Kabupaten Kediri.


Berjalan perlahan sambil menikmati kepulan asap rokok... Panji berkata dalam hati,


"Dalam Dzikir ku tadi, aku melihat darah berceceran sepanjang jalan, aku juga melihat hujan badai di iringgi petir yang menyambar menggelar.


Ada firasat apa ini..?


Sepertinya akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan.


Apakah ini petunjuk untuk diriku sendiri atau untuk alam semesta..?


Lebih baik aku terawang saja ke alam masa akan datang.


Setelah menerawang dengan seksama... Panji berkata lirih,


"Akan terjadi pertumpahan darah yang melibatkan diri ku.


Tetapi... Aku tidak bisa melihat dengan jelas, hanya terlihat samar - samar."


Sementara...


Di rumah sakit Harapan... Putri kemuning istri Gesang Madrid yang notabene sebagai Raja jin, tengah sibuk mengobati Linda yang masih belum sadar.


Setelah berusaha mengobati seharian penuh, akhirnya pengobatan itu berhasil.


Menjelang Subuh... Linda mulai mengerakkan jari - jarinya, setelah itu Linda membuka kedua matanya lalu melepaskan alat bantu pernafasan.


Melihat kejadian aneh di layar monitor... Dokter jaga sangat terkejut hingga mendatangi kamar Linda dengan buru - buru,


"Non Linda... Kamu sudah siuman..?


Apa yang kamu lakukan, kamu telah melepas alat bantu pernafasan!"


"Diam kamu," bentak Linda.


Seketika itu Dokter jaga langsung diam sambil menatap Linda yang aneh, dengan kedua mata memerah.


Tak lama kemudian team dokter berdatangan sambil memeriksa kondisi terakhir Linda. Semua dokter ahli tidak percaya dengan kejadian aneh yang menimpa Linda.


Karena... Menurut ilmu kedokteran, seharusnya Linda bisa sembuh dalam waktu 5 hingga 6 bulan.


Ini baru dua hari... Linda di nyatakan sembuh oleh team dokter.


"Kemuning..!


Rmuan apa yang kamu minumkan kepada Nona Linda, hingga dia bisa sembuh dalam 24 jam, dan dia tiba - tiba menjadi galak," tanya Gesang Madrid.


"Dia aku beri ramuan ajaib penyelamat jiwa, dan aku beri dia ramuan Galak," jawab Putri Kemuning,


"Biar Non Linda menjadi Galak untuk beberapa bulan."


"Apa..! Obat Ramuan Galak," terkejut Gesang Madrid.


"Kata kyai Panji, Dia harus belajar ilmu beladiri, agar kalau di buly orang lain bisa membalasnya," ujar Kemuning,


"Makanya aku beri obat ramuan Galak biar Non Linda mempunyai wibawa dan mempunyai keberanian."


"Gawaaat..!


Kyai Panji bisa marah kalau tau Linda minum ramuan Galak," kata Gesang Madrid,


"Apa kamu punya obat penawarnya?"


"Gak apa - apa, dalam waktu 6 bulan pengaruh obat Galak akan hilang dengan sendirinya," ujar Kemuning,


"Gak usah cemas."


Adzan Subuh terdengar berkumandang, Panji berhenti di musolla dan melaksanakan solat Subuh.


Setelah selesai... Panji meneruskan perjalanan kembali.


Pagi yang sangat indah, suara burung bersahutan di kaki bukit lereng Gunung Kelud.


Udara segar dan dingin membuat Panji berhenti untuk minum di sebuah bangku warung kecil yang masih tutup.


Setelah menegak air aqua... Panji merebahkan badan tak lama kemudian tertidur.


Baru tidur kurang lebih satu jam, pemilik warung datang untuk menyapu halaman, lalu membuka warung.


Melihat pranji seperti orang musafir... Ibu tua itu membuatkan secangkir kopi dan sebungkus ketan bubuk,


"Den... Bangun..!


Ini Nenek buatkan kopi dan ketan bubuk."


"Terimakasih Nek... Alhamdulillah.


Nenek baik sekali," ucap Panji kemudian sarapan ketan lalu menikmati secangkir kopi dan kepulan asap rokok.


"Aden hendak kemana," tanya si Nenek.


"Hendak jalan kaki ke Pulau Bali Nek," jawab Panji.


"Jika Nenek melihat mu... Nenek jadi ingat cucu Nenek, dulu dia juga Lelaku jalan kaki keliling pulau jawa.


Tetapi... Setelah pulang setahun yang lalu, dia mengalami gangguan jiwa.


Dia tidak ingat siapa orang tuanya, siapa dirinya," ujar si Nenek,


"Kasihan Den, dia masih muda, berumur 22 tahun. Kasihan juga orang tuanya, dan kami sekeluarga sudah mencarikan obat, tetapi hingga kini belum sembuh juga. Pernah


Di obati kyai.. Sembuh hanya dua, tiga hari saja."


"Sabar ya Nek... Karena Nenek baik kepada ku, aku akan menyembuhkan penyakit cucu Nenek, saya jamin sembuh Nek," kata Panji.


"Iya Den, semoga sembuh. Kami sekeluarga sudah putus asa, uang sudah habis untuk berobat. Bahkan sawah peninggalan sudah kami jual untuk biaya pengobatan cucu Nenek," ujar si Nenek.


Tak lama kemudian, Panji dan Nenek pergi ke rumah belakang warung.


Panji melihat seorang pemuda yang lagi duduk di ruang tamu sambil ketakutan melihat Panji.


Sambil menikmati kepulan asap rokok, Panji menerawang dengan seksama,


"Hemmm...!


"Ternyata pemuda ini terkena sihir oleh bangsa jin.


Sihir kunci yang sangat ampuh. Dia dulu, pernah menebang pohon di lereng Gunung Kelud ini, dan kebetulan pohon itu adalah istana tempat bermainnya keluarga kerajaan bangsa jin.


Sihir kunci, jadi... Pemilik ilmu sihir itulah yang bisa mengobati nya, lebih baik aku datangi saja istana Raja jin Gunung Kelud."


Setelah mengobati ala kadarnya... Panji kemudian pamit untuk pergi.


Dengan mengunakan ilmu Saipi Angin pemberian Kyai Wahab, dalam waktu yang singkat Panji sudah berada di kerajaan jin Gunung Kelud.


Setelah duduk di bawah pohon, Panji menghubungi kyai jabat,


"Assalamualaikum Kyai Jabat..."


"Waalaikumsalam Gus," jawab Kyai Jabatan.


"Kyai... Bagaimana cara menundukkan Raja jin itu..? Saya tidak tau caranya," tanya Panji.


"Bacalah Asmak ismudzat Allah Allah. Insallah semua bangsa jin akan tunduk Gus," jawab Kyai Jabat,


"Jika tidak tunduk... Gus harus menggunakan kekerasan, pakailah cincin Taji Kubro untuk senjata jika bertarung dengan bangsa jin."


"Baiklah kyai, terimakasih atas petunjuknya.


Assalamualaikum."


Dengan petunjuk dari Kyai Jabat... Panji membaca Dzikir ismudzat perlahan - lahan.


Baru membaca beberapa menit, Panji mendengar keributan di alam jin. Mata batinya melihat banyak bangsa Jin berdiri di depannya.


"Manusia ini yang membuat gempa di kerajaan kita," ujar salah satu punggawa.


Tiba - tiba salah satu jin dengan cepat memukul Panji. Namun... Pukulannya belum mengenai tubuh Panji, jin itu terlempar hingga tangannya patah.


Melihat kejadian itu... Beberapa bangsa jin mundur ketakutan melihat kesaktian Panji.


Dengan tiba - tiba beberapa jin langsung mengeroyok Panji, namun Panji tetap duduk bersila dengan tenang.


Suara jeritan juga rintihan kesakitan terdengar menyayat hati.


Ratusan bangsa jin berserakan di tanah dengan luka parah.


***


Dengan keris Nogo Lawu di tangan, Dimas Kirkit raja jin Gunung Kelud berdiri di depan Panji.


Tanpa banyak bicara... Dimas Kirkit langsung menghujam kan keris ke tubuh Panji yang duduk tenang di bawah pohon.


"Blum..!" suara keras terdengar, begitu keris itu menyentuh tubuh Panji... Panji bergeser mundur beberapa inci.


Dimas Kirkit tubuhnya terpelanting dan tersungkur di tanah dengan lengan terasa sakit seperti patah.


Melihat tubuh Panji di lindungi oleh kekuatan cahaya dari cincin Taji Kubro... Dimas Kirkit langsung sujud di hadapan Panji,


"Tuan..! Ampuni kami semua."

__ADS_1


Melihat Raja jin sujud di depannya, Panji lalu berdiri,


"Akan aku ampuni kalian semua, tetapi ada syaratnya.


Hilangkan sihir kunci yang ada di sukma cucu Nenek yang mempunyai warung di lereng kaki Gunung Kelud ini.


Setahun yang lalu, pemuda itu pernah menebang pohon yang kalian jadikan istana permainan anak - anak kalian."


"Baiklah Tuan, sekarang juga akan kami hilangkan sihir kuncinya," kata Raja Dimas Kirkit.


"Aku juga ingin kalian ganti rugi selama pemuda itu sakit, berilah hadiah berupa ilmu pengobatan, agar pemuda itu menjadi Tabib sebagai pekerjaan nya untuk menghasilkan uang," perintah Panji,


"Dan mulai saat ini juga, jangan sekali - kali menyakiti bangsa manusia, kecuali manusia itu sengaja menyakiti kalian."


"Baiklah Tuan, semua perintah Tuan akan kami laksanakan."


"Baiklah, aku pergi sekarang," ujar Panji,


"Tetapi ingat..!


Jika aku berada di kabupaten Kediri lagi mendengar kalian menyakiti bangsa manusia... Akan aku ratakan kerajaan kalian, dan akan aku musnah kan kalian semua.


Sekarang berdirilah."


"Baiklah Tuan, kami berjanji.


Jika Tuan membutuhkan bantuan ku... Tuan panggil saja nama ku."


"Baiklah, Assalamualaikum."


Mendengar ancaman Panji yang serius, buru - buru raja jin Gunung Kelud ketakutan, lalu memerintahkan panglima nya untuk membuka sihir kunci.


Waktu terus berlalu, Panji meneruskan perjalanannya.


Tiga hari kemudian, di perumahan Elit... Di halaman rumah mewah yang besar dan indah Linda sedang berlatih ilmu beladiri kepada seorang guru seni beladiri.


Sudah tiga hari guru seni beladiri itu melatih Linda.


Linda juga sibuk belajar mengemudi mobil dan les privat Bahasa inggris dan Bahasa Mandarin juga les privat menejemen Bisnis.


Rumah Linda juga di jaga oleh beberapa anggota organisasi Kaisar.


Sementara... Bos Rudi sedang sibuk mendampingi keluarga Hong Shi, dan sibuk mengamati kekuatan dan kegiatan organisasi kelompok The Dragon wilayah indonesia.


*Secara pribadi... Rudi yang notabene sebagai Bos Besar organisasi Kaisar, mempunyai dendam kepada ketua organisasi The Dragon Singapura. Dendam itu akibat perselisihan di sebuah club di Singapura, yang membuat dirinya masuk rumah sakit akibat tembakan yang bersarang di dada kirinya sebelah samping*


Sementara....


Siang itu... Panji berada di kota Surabaya di rumah Youri sahabat karibnya.


Dengan secangkir kopi dan sebatang rokok... Youri berkata,


"Panji... Aku dengar kabar, kalau Papa mu di pecat dari pekerjaan nya.


Kabarnya... Keluarga mu mengalami kesulitan ekonomi."


Mendengar ucapan sahabatnya... Panji sangat terkejut sekali, namun Panji diam saja,


"Bagaimana kabarnya Maya..?"


"Maya seperti biasanya, masih aktif mengikuti seni beladiri karate, les menyanyi, les piano.


Beberapa minggu yang lalu aku bertemu Maya di Moll, katanya habis les Kuliner masak - memasak hahaha," ujar Youri,


"Oh iya... Maya juga ngomong bulan depan dia mau pindah sekolah ke Jakarta, katanya sih... Papanya mendirikan perusahaan baru di Jakarta dan Maya ikut kesana.


Dia bilang Papa Mama nya menetap di Jakarta. Rumah yang di Surabaya di tempati kakak laki - lakinya.


Ngomong - ngomong... Apa hubungan mu dengan Maya masih berlanjut..?


"Masih, hanya saja lewat telpon.


Kamu ngapain gak sekolah," kata Panji.


"Malas aku sekolah, kegiatan ku sehari - hari ya... Main komputer saja, dan main Elektronik," ujar Youri.


"Kamu itu orangnya cerdas sekali, rugi gak sekolah," kata Panji.


"Menurut ku, aku malah rugi kalau sekolah. Mending aku mendalami ilmu Elektronik," ujar Youri,


"Masalah ijasah gampang kan, ada uang kita bisa ikut ujian dan dapat ijasah hahaha."


"Kalau begitu... Kamu kerja saja untuk ku, mau gak," tawar Panji.


"Hahahaha..! Bisa saja kamu itu, jangan bercanda, aku lagi pusing ini, mau beli komputer baru gak punya uang," ujar Youri.


"Kerja ikut aku saja, nanti aku sediakan komputer dan peralatan lainnya, termasuk Hp satelit," kata Panji.


"Ha..! Hp satelit..?


Mahal Panji, hp satellite harganya mencapai 2 juta, belum bayar bulannya," ujar Youri.


"Mau gak kerja untuk ku..?"


Melihat Hp satelit... Youri sangat terkejut,


"Baiklah baiklah aku mau kerja untuk mu. Tetapi kerja apaan..?"


"Kerja menjadi pengawas dan mencari informasi untuk ku.


Sekarang aku mau pulang dulu untuk menemui Papa Mama ku," ujar Panji,


"Kamu antar ya naik motor, nanti kamu jemput aku jam 7 malam."


Tak lama kemudian,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Mamanya Panji.


Melihat Panji pulang... Mama nya langsung memeluk Panji sambil menangis.


Setelah sungkem sama Papanya... Panji mandi ganti baju, kemudian duduk di ruang keluarga.


"Panji... Kamu makan dulu ya..? Makan seadanya," kata Mamanya Panji,


"Sekarang Papa lagi nganggur belum menemukan pekerjaan."


"Iya Ma," jawab Panji kemudian berjalan ke meja makan.


Melihat keadaan isi rumah nya... Panji meneteskan air mata.


"Kayaknya banyak perabotan rumah di jual, tidak ada Tv tidak ada kulkas, Ac juga tidak nyalah. Mobil gak ada motor gak ada," ujar Panji dalam hati,


"Makan lauk tahu tempe sambel dan krupuk.


Setia sekali Mama ini sama Papa."


Setelah makan... Panji duduk manja di samping Mama nya,


"Ma... Nanti sore pranji ingin makan sop iga sapi muda, dan Krengsengan daging sapi betina.


Mama masak ya... Panji rindu ingin makan bersama Papa mrama dan adik - adik."


"Panji... Dari mana Mama dapat uang untuk beli daging sapi..?


Mama dan Papa bisa makan ikan tahu tempe sudah Alhamdulillah."


"Sekarang Mama aku kasih uang 50 juta, besok Panji kasih uang lagi yang banyak untuk biaya adik - adik sekolah hingga kuliah."


"Dari mana Panji dapat uang sebanyak itu," tanya Mama Panji heran.


"Di kasih sama Tuhan Ma," setelah mengambil tas, Panji menyodorkan uang 50 juta ke Mamanya.


Melihat keanehan Panji sejak tadi... Papanya hanya diam saja, lalu berkata dalam hati,


"Apakah ilmu Mbah Wali Suro telah nitis ke diri Panji..?


Menurut pesan Leluhur... Generasi ke 5 akan ada keturunan yang mampu menerima ilmu dari Mbah Wali Suro."


"Pa... Panji minta no rekening Papa," ujar Panji sambil memijit telapak kaki Papanya.


"Hehehehe... Mau transfer uang ke Papa..? Banyak sekali uang mu.


Tadi kamu kasih uang Mama mu 50 juta. 50 juta itu gaji Ayah setahun loh."


"Banyak lah Pa, kan sekarang Panji jadi dukun, suka mengobati orang sakit, jadi Panji dapat uang di kasih orang - orang kaya," ujar Panji berbohong.


"Kata mama mu, kamu belajar di pesantren ya, di Daerah Banten jawa Barat," tanya Papanya Panji.


"Iya Pa, di pesantren itulah Panji belajar ilmu perdukunan.


Papa... Siapa Mbah Suro itu sebenarnya?"


"Kok kamu tau nama Mbah Suro," ujar Papanya Panji heran.


"Taulah Pa... Panji pernah bermimpi ketemu Mbah Suro, katanya aku cucunya."


"Mbah Suro itu leluhur mu...


Ayah adalah keturunan ke 4, dan kamu keturunan ke 5 dari Mbah Suro.


Beliau adalah seorang wali di jamannya."


"Mengapa Papa tidak seperti keluarga lainnya, rajin Solat dan rajin tirakat, rajin ngaji," tanya Panji,


"Papa kok lain dari saudara Papa..?

__ADS_1


Sampai - sampai, banyak suadara Papa yang tidak suka sama Papa.


Bahkan di saat sulit seperti ini... Mereka, saudara Papa tidak ada yang datang membantu.


Hanya saudara dari Mama saja yang sering membantu kesulitan ekonomi Mama.


Mama bilang, Papa banyak hutangnya."


"Iya Panji... Papa minta maaf. Semua ini kesalahan Papa mu.


Papa hanya mengurusi diri Papa sendiri dan keluarga kita saja.


Papa dulu tidak mau tau masalah keluarga.


Sekarang Papa telah merubah sikap Papa yang salah.


Papa sekarang sudah rajin solat dan ngaji lagi, seperti waktu muda dulu.


Semua ini gara - gara harta, setelah Ayah kaya... Ayah melupakan suadara."


Bukan hanya harta saja Pa..?


Tetapi juga karena wanita. Papa di pecat dari perusahaan kan karena korupsi demi wanita muda nan cantik, " ujar Panji.


Mendengar ucapan Panji putra sulungnya... Papa nya Panji sangat terkejut.


Apa maksudnya karena wanita..?


"Papa dulu waktu kaya banyak uang... Papa kan punya wanita simpanan," ujar Panji.


"Hussttt..!


Jangan keras keras, nanti terdengar oleh Mama mu yang sedang masak," kata Papanya Panji.


"Mama sudah tau kalau Papa mu dari dulu punya simpanan," kata Mama nya Panji yang berada di belakang lemari ketika hendak mengambil kain pel.


"Haaa..! Ada Mama," teriak Panji.


"Mama diam itu karena Mama tidak ingin ribut dan bercerai sama Papa mu, itu semua demi anak - anak.


Kalau bercerai kasihan anak - anak, siapa yang merawat nya..?


Kalau Papa pulang yaa jadi suami nya Mama, kalau tidak pulang yaa jadi suaminya perempuan lain," ujar Mamanya Panji,


"Mama tetap saja sayang sama Papa mu, walau Mama di sakiti dengan perselingkuhan. Untung saja Papa mu itu ganteng dan romantis, sama keluarga juga sayang dan bertanggung jawab.


Jadi... Hingga saat ini Mama mu masih setia dengan Papa mu."


"Wah wah wah..!


Romantis sekali Papa dan Mama, perlu di tiru nie kelakuan Papa," canda Panji.


"Diam kamu Panji," bentak Mama nya,


"Jangan sekali - kali kamu meniru kelakuan Papa mu, kasihan istri mu kelak.


Meniru yang baik - baiknya saja."


"Siap Ma..!


Panji mau ke Bank dulu Ma, mau transfer Papa uang, biar Papa bisa pergi jalan - jalan sama wanita simpanan nya."


"Panji..!" teriak Mama nya,


"Kalau Ayah mu berani main perempuan lagi... Akan Mama potong burung nya."


"Tu Pa..! Dengerin omongan Mama," ujar Panji.


"Ma... Panji pergi ke Bank dulu ya Ma."


"Mama titip ya, ini no rekening Mama."


Di dalam Bank... Panji berjalan menuju ruang VIP khusus untuk kalangan atas.


Ketika berada di depan pintu kaca, Panji di hadang oleh keamanan penjaga pintu,


"Mas..!


Silahkan antri di depan sana ya, di ruang ini hanya khusus melayani para pengusaha besar."


"Saya juga pengusaha besar, cepat buka pintunya," ujar Panji.


Melihat pakean yang menempel di tubuh Panji... Penjaga itu tertawa membuat Anita pegawai Bank penasaran,


"Baju dan celana mu saja harganya tidak lebih dari 25 ribu, yang di jual di kaki lima."


"Ada apa Pak, kok ribut - ribut di depan pintu," tanya Anita.


"Ini Non, pemuda ini mengaku pengusaha Besar, katanya mau transfer dengan jumlah Milyaran," ujar Penjaga.


"Melihat Panji anak kampung dengan sandal jepitnya... Anita berkata,


"Mas... Antri di depan sana ya..? Ini ruang khusus untuk para pengusaha."


"Lihat lah ini, coba cek saldonya," ujar Panji kemudian memberikan kartu ATM ke Anita pegawai Bank.


Setelah melihat kartu ATM warna Emas... Wajah Anita berubah merah, hatinya berdetak dan kakinya lemas.


"Bukankah ini KIB..?


Kartu Indonesia Bisnis..?!!


Gawat..!! Bisa - bisa di pecat aku."


"Silahkan masuk Tuan silahkan," ujar Anita sambil memegang lengan Panji.


Penjaga pintu keheranan melihat sikap Anita yang berusaha 90 drajat.


Melihat Panji mendapatkan pelayanan khusus... Yang pada antri meneriakkan protes, namun protes itu tidak di gubris oleh Anita.


Setelah melihat saldo 2 Trilyun, kepala Anita menjadi pusing tiba - tiba,


"Tuan Panji... Mau transfer apa bagaimana?"


"Mau ambil uang tunai 200 Milyar," goda Panji.


"Apa..! Ti tidak bisa sekarang Tuan, karena di bank kami tidak ada uang sebesar itu.


Sebentar aku panggil menejernya dulu," kata Anita.


Tak lama kemudian,


xSelamat siang Tuan Panji, silahkan masuk ke ruang pribadi saya."


"Baiklah," kata Panji kemudian mengikuti Kevin meneger Bank.


"Silahkan duduk Tuan...


Anita..! Pesan kan kopi spesial dan rokok Marlboro untuk Tuan Panji," ujar kevin kemudian membuka cendela.


Dengan secangkir kopi spesial dan sebungkus rokok, Kevin berharap Panji tidak marah, dan tidak jadi menarik uang dalam jumlah besar.


Kevin juga tau kalau KIB kartu indonesia Bisnis hanya di miliki oleh 100 orang saja di indonesia, kartu khusus untuk konglomerat.


"Silahkan Tuan, ini kopi dan rokok nya.


Tuan Panji... Saya mohon maaf atas kesalahan tadi, saya telah meremehkan Tuan, melihat dengan sebelah mata," kata Kevin lemah lembut.


"Sudahlah, kamu duduk di sini.


Pak Kevin... Aku hanya ingin menranfer ke dua no rekening ini.


1 rekening 50 Milyar," ujar Panji.


"Baiklah Tuan Panji, biar Anita yang menranfer ke dua no rekening ini.


Silahkan di minum kopinya, di sini juga bebas merokok," kata Kevin.


Sambil menikmati kepulan asap rokok, Panji berkata,


"Pak Kevin, aku akan investasi ke Bank ini 200 Milyar.


Bagaimana..?"


"Apa Tuan..! 200 Milyar..!!


Baik lah Tuan kami sangat tersanjung sekali," ujar Kevin kegirangan.


"Nanti... Biar orang ku yang mengurus semuanya, sekarang Pak Kevin bisa ambil uangnya dari saldo KIB ku," ujar Panji,


"Tolong rahasia kan identitas ku."


"Baiklah Tuan.


Surat - surat perjanjian investasi saya simpan di kotak Bank Tuan, ini kuncinya," kata Kevin.


"Baiklah, aku mau pergi dulu," ujar Panji,


"Anita... Kalau ada waktu, besok aku telpon untuk makan malam."


"Baiklah Tuan," jawab Anita,


"Kapan pun saya siap menemani Tuan Panji makan malam."


Sambil berjalan keluar bank... Panji berkata lirih,


"Yang benar saja, masak KIB yang di beri Wilda berisi uang 2 Trilyun..?!!

__ADS_1


Dari mana Wilda dapat uang sebesar itu..?


Coba aku telpon."


__ADS_2