
Jam 9 malam... Panji pergi dari rumah Aini untuk kembali menuju kos - kossan.
Setiba di kos - kossan... Suara Desi terdengar dari dalam kamar nya,
"Mas Panji... Dari mana saja beberapa hari gak pulang ke kos - kossan?"
"Dari kerja Desi, cari uang," jawab Panji,
"Desi... Aku numpang kompor ya, mau bikin kopi."
"Sini Mas, aku bikinin," kata Desi kemudian berdiri memasak air.
Tak lama kemudian,
"Ini Mas, kopinya," kata Desi kemudian meletakkan gelas di atas keramik di depan Panji.
"Leni..! Sini," teriak Desi di depan pintu kamar Panji.
"Ada apa sih, teriak - teriak," sahut Leni mendekat.
"Nieh aku buatkan kopi Capucino kesenagan mu. Mas Panji bawa banyak kopi dan camilan," ujar Desi.
"Ada apa nieh rame - rame," tanya Aldy penghuni kos tengah, juga mahasiswa LPKI.
"Eeeh Bang Aldy cowok paling cakep se kos - kossan," sahut Desi,
"Masuk sini bang, kebetulan aku bikin Capucino 4 cangkir."
"Alhamdulillah... Banyak makanan," sahut Aldy,
"Mas Panji... Makasih loh,
pas uang kiriman telat, banyak makanan."
"Iya Bang Aldy, sama - sama."
Malam itu... Kamar kos Panji sangat ramai, penuh canda tawa perantauan anak kampus.
"Mas Panji... Ini Bang Aldy, semester 2 sama kayak aku. Dia jago main komputer. Dia jua ahli Hecker," kata Desi.
"Bang Aldy dari daerah mana asalnya," tanya Panji.
"Cirebon Mas Panji. Kalau Mas Panji lewat Cirebon, mampir ya."
"Siap!"
"Desi..!" panggil ibu kosnya.
"Iya Buk."
"Ada telpon dari keluarga mu, penting katanya."
"Baiklah Buk," ujar Desi kemudian bergegas pergi.
Setelah menerima telepon... Desi kembali ke kos - kossan sambil meneteskan air mata menuju kamar.
Setelah ganti baju... Desi pamit sama Panji dan Leni.
"Ada apa kamu kok nangis," tanya Leni.
"Aku mau pulang ke Cianjur dulu, Mama dan kakak ku kecelakaan pas naik motor tadi sore.
Katanya harus operasi," jawab Desi sambil meneteskan air mata.
Mendengar jawaban Desi... Panji diam sejenak, lalu berkata,
"Aku temani pulang ya? Kan kamu cewek, malam - malam sendirian ke Cianjur."
"Gak apa - apa Mas, sendiri saja, bis 24 jam kok."
Sambil berdiri Panji mengambil tas eiger nya, lalu mendekati Desi,
"Ayoo aku antar."
"Aldy tinggal dulu ya!"
"Iya Mas, hati - hati."
Sambil berjalan... Desi berkata,
"Terimakasih ya Mas Panji...
Sory merepotkan mu."
"Iya gak apa - apa," jawab Panji kemudian mengeluarkan Hp, lalu menghubungi Deni si Naga Barat.
Setelah tersambung,
"Naga Barat..! Temui aku di depan kampus keong ya, ajak Lim Shauw juga."
"Baiklah Godfather."
Tak lama kemudian,
Sebuah mobil mewah berhenti di depan kampus.
"Desi... Ayoo naik sini."
"Baiklah Mas," jawab Desi yang keheranan.
"Naga Barat, ke kota Cianjur ya."
"Baiklah Godfather."
Setelah melakukan perjalanan 2 jam, mobil BMW milik Naga Barat memasuki kota Cianjur, dan langsung menuju rumah sakit daerah.
Begitu berada di kamar klas ekonomi... Panji berkata,
"Lim... Temui dokter yang menangani Mama nya Desi."
"Baiklah Godfather," jawab Lim kemudian berlalu.
Tak lama kemudian,
"Godfather... Kedua pasien ini harus di rujuk ke rumah sakit Harapan Bandung.
Karena, alat operasi di sini tidak memadai.
Kedua pasien ini harus di operasi, sebab mengalami pengumpulan darah di otak akibat benturan.
Pasien satunya... Operasi retak tulang belakang."
Mendengar ucapan Lim... Desi sangat terkejut sambil meneteskan air mata,
"Mas Panji... Uang dari mana, jika di operasi. Apalagi di rujuk di rumah sakit Harapan.
Apalagi rumah sakit Harapan rumah sakit elit dan sangat mahal."
"Tenanglah Desi, kamu tidak usah khawatir, biar Nona Lim yang mengurus semua nya, termasuk biaya operasi," ujar Panji,
"Lim... Sekarang juga kamu temui dokternya. Minta malam ini juga di rujuk ke rumah sakit Harapan Bandung. Sekalian kamu urus administrasi di RSUD sini. Ini ada uang cas, ambillah."
"Baiklah Godfather."
Tak lama kemudian... Dua Ambulance melaju ke rumah sakit Harapan Bandung. Begitu pun mobil BMW milik Naga Barat mengikuti dari belakang.
***
Jam 02 dini hari... Setelah berada di rumah sakit Harapan Bandung, Desi dan Lim sibuk mengurus Mama dan Kakaknya Desi.
Sementara... Panji pergi ke musollah yang berada di samping rumah sakit.
Setelah wudhu, Panji melaksanakan solat tobat, solat taqwa dan solat Al Fatihah.
Selesai solat... Panji melantunkan Dzikir Di Atas Tirai di tujukan kepada orang - orang yang menderita sakit di rumah sakit.
Setelah solat Subuh... Panji pun tertidur di dalam mushollah.
***
"Godfather... Bangun," ucap Lim Shauw asistennya,
"Sudah jam 8 pagi, apa Godfather tidak kuliah..?"
"Baiklah.
Antar aku ke kos - kossan."
Setiba di kos - kossan... Lim kembali ke hotel untuk istirahat.
Sementara... Setelah mandi dan ganti pakaian, Panji pergi kerja dengan naik angkutan umum.
__ADS_1
Setelah absen dan ganti seragam OB, Panji mulai bekerja bersama Didin temannya.
Begitu Panji membersihkan lantai depan ruang kantor direktur... Panji melihat direktur sedang duduk mesra dengan sekretaris nya.
"Hemmm, sekretaris cantik ini yang membuat direktur korupsi uang perusahaan. Lebih baik aku kerja' in saja," ujar Panji.
Tok tok tok!
"Masuk," sahut Direktur,
"Siapa..?"
"Panji Pak.
Mau ngepel lantai ruangan Pak."
"Biasanya pagi - pagi sudah di bersihkan, sekarang kok jam 10 baru di bersihkan.
Apa kamu pegawai baru..?"
"Iya Pak."
"Tidak usah di bersihkan, besok pagi saja.
Pergi sana..!!! Menganggu saja."
"Enak ya Pak, jadi direktur disini. Bisa mesra - mesrah an sama wanita cantik."
"Jaga mulut mu, siapa kamu berani bicara lancang.
Aku pecat sekarang juga kamu!"
"Gara - gara sekretaris cantik... Uang perusahaan bisa habis nieh," ujar Panji.
"Keluar dan sekarang juga kamu aku pecat!"
"Baiklah Pak direktur, selamat menempuh hidup baru.
Selamat siang Mbak sekretaris cantik," kata Panji kemudian keluar sambil tersenyum.
Kring..!
Telpon di meja kantor Pak Edi berdering. Setelah tersambung,
"Pak Edi, sekarang juga kamu pecat pegawai OB yang baru, bernama Panji.
Kalau tidak..! Kamu yang aku pecat."
"Ba baik lah direktur," jawab Pak Edi kaget lalu menutup telponnya,
"Hemmm, bikin masalah apa lagi si Panji ini. Sampai membuat direktur marah..!!!
Baru kerja selalu bikin masalah saja.
Lebih baik aku ke gudang menanyakan pada teman kerjanya."
Begitu berada di gudang OB... Tiba - tiba suara Hp Panji berbunyi.
"Hemmm... Hp siapa di dalam loker ini..? Siapa yang punya Hp ya?"
"Din..! Sini," teriak Pak Edi.
"Iya Pak."
"Mana Panji?"
"Panji sedang berada di depan Moll Pak."
"Hp siapa yang berbunyi terus ini?"
"Karyawan OB tidak ada yang punya Hp Pak."
"Kalau begitu... Ambilkan kunci cadangan di kantor."
"Baiklah Pak," jawab Didin kemudian bergegas pergi.
Tak lama kemudian,
"Ini Pak."
"Pergilah, lanjutkan pekerjaan mu."
"Baiklah Pak."
"Ternyata ini Hp satelit milik Panji. Sebagai OB, tidak mungkin dia memiliki Hp satelit yang harganya jutaan.
Aku saja seorang meneger tidak sanggup membelinya.
Direktur Youri..?
Yang menelpon Panji seorang Direktur. Jangan - jangan... Panji adalah intel polisi..!!
Ini ada kertas tebal terbungkus map coklat. Apa ya isinya..? Coba aku baca,
Hak Alih kepemilikan PT Net Plaza jalan diponegoro Bandung.
Bahwa bapak Cahyadi pemilik hak pertama PT Net Plaza, telah melimpahkan hak kepemilikan kepada saudara Ahmad Panji Hening."
Setelah selesai membaca dokumen 7 lembar... Kaki Pak Edi gemetar, badannya lemas, lalu duduk bersandar pada dinding gudang."
Jam 12 siang waktu istirahat. Panji pergi ke gudang untuk mengambil uang hendak membeli makan siang.
Begitu Panji masuk gudang... Tiba - tiba Pak Edi langsung sujud di kaki Panji, seraya berkata,
"Tuan Muda...
Maafkan saya, maafkan saya. Saya jangan di pecat Tuan...
Anak - anak saya masih sekolah dan butuh biaya banyak.
Kalau di pecat... Bagaimana nasib anak - anak saya dan istri saya..?
Saya tidak tau kalau Tuan adalah pemilik Net Plaza ini."
"Pak Edi... Bagunlah, duduklah dengan tenang," ujar Panji sambil mengangkat pundaknya.
Melihat lokernya terbuka... Panji menyadari, kalau Pak Edi lah yang membukanya. Pak Edi juga mengetahui kalau dirinya pemilik Net Plaza ini dari membaca dokumen yang ada di loker.
"Pak Edi tidak akan saya pecat, asal... Pak Edi tidak membocorkan pada karyawan sini, kalau aku pemilik Net Plaza ini."
"Baiklah Tuan, saya tidak akan memberi tau karyawan sini.
Tetapi... Tadi direktur menyuruh saya memecat Tuan.x
"Pak Edi kembali bekerja ya...
Aku mau makan siang dulu.
Masalah direktur, biar aku yang mengurusnya."
"Baiklah Tuan."
Jam istirahat... Panji menikmati makan siang di warung seorang diri.
Kring..!
Hp Panji berdering. Setelah terhubung,
"Selamat siang Godfather."
"Selamat siang.
Siapa ini..?"
"Saya Novi Ernas, wakil sekretaris Organisasi The Bluss.
Ini saya mau mengantar dokumen pesanan dari direktur Youri.
Tuan posisinya di mana..?"
"Temui aku di cafe London Net Plaza jam 4 sore."
"Baiklah Godfather."
Jam 1 siang... Panji mulai bekerja lagi bersama Didin rekan kerjanya.
Sambil mengepel lantai, Didin berkata,
"Panji... Apa kamu gak dengar gosip siang ini..?"
"Gosip apa Din..?"
__ADS_1
Direktur tadi, pas jam istirahat, memarahi Pak Edi. Kabarnya Pak Edi di pecat.
Katanya sih... Pak Edi gak mau memecat kamu.
Emang salah apa kamu kok sampai di pecat oleh direktur..?"
"Tadi aku iseng mengoda sekretaris nya."
"Hahahaha..! Kamu itu ada - ada saja. Karyawan baru kok berani iseng godain sekretaris nya pak direktur."
"Din... Kamu kan sudah hampir 4 tahun kerja disini, bagaimana sikap orang kantor, terutama direktur Net Plaza ini..?"
"Menurut ku sih, orang kantor banyak melakukan korupsi Panji. Kalau aku kalkulasi gaji perbulan mereka, dengan gaya hidup nya, tidak sesuai.
Mereka kaya raya, padahal bayaran mereka ituloh berapa..?"
"Kok kamu tau..?"
"Walau aku kerja sebagai office boy, aku juga kuliah jam malam jurusan akuntansi.
Jadi... Melihat sekilas saja aku sudah tau. Apalagi kesejahteraan karyawan di abaikan oleh direktur Net Plaza ini."
"Begitu ya."
"Orang kantor yang baik itu... Sepengetahuan ku, hanya Pak Edi saja. Orangnya juga sederhana. Berangkat kerja saja pakai motor butut, padahal... Kalau mau korupsi pengadaan barang, Pak Edi bisa beli mobil. Pak Edi juga rajin solat.
Yang mengenaskan itu... Tunjangan karyawan, sedikit sekali. Tidak cocok sama kerjanya. Untung aku bujang, kalau punya anak istri, gak bakal aku kerja di sini."
***
Jam 2 siang, di lantai 2, seorang cewek cantik dan seorang pemuda berambut sebahu, berjalan sambil mengandeng tangan pacarnya.
Dengan tidak sengaja, ujung alat pel Panji mengenai ujung sandal cewek itu, dan cewek itu hampir saja terjatuh.
Lalu Panji berkata,
"Maaf Non, maaf tidak sengaja."
Melihat kejadian itu... Cowok nya marah sekali,
"Heee mata mu buta ya!"
"Gak buta sih Mas, buktinya aku bisa melihat mu," jawab Panji sambil tersenyum.
"Kerja yang bener..! Apa kamu sengaja mengoda pacar ku..?
Apa perlu aku laporkan sama atasan mu?"
"Kalau cewek model kayak pacar mu, aku sih punya banyak, sampai aku taruh di kulkas biar awet.
Kalau mau melapor ke atasan... Laporin saja, gratis kok," ujar Panji.
Tiba - tiba... Pemuda itu menampar pipi Panji.
"Sudah sudah," ujar cewek itu kemudian mendekat, untuk melerai.
"Jadi office boy saja sok belagu!"
"Maaf Mas, jangan sombong - sombong ya..! Jangan menghina pekerjaan office boy, kalau kamu makan saja masih minta orang tua," ujar Panji kemudian melepaskan topinya.
"Mas Panji..?"
"Kamu Bela..?"
"Iya, aku Bela."
Tiba - tiba Bela memeluk Panji tanpa menghiraukan pacar barunya.
"Bela..! Ngapain kamu peluk dia ha!"
"Gren..! Dia adalah teman baik ku, dia lah malaikat hidup ku,"sahut Bela,
"Tanpa dia, office boy ini, aku gak bakal bisa kuliah di Bandung."
"Omong kosong!" sahut Gren.
"Bela... Kamu telah memilih pacar yang salah. Dia bukan manusia tetapi ikan Lele," ujar Panji.
Mendengar kata - kata Panji... Didin rekan kerjanya menahan tawa.
Sementara Bela tertawa sambil berkata,
"Kamu itu Mas, dari dulu suka bercanda, bikin aku geli."
"Aku tinggal dulu ya Mas..!
Besok aku kesini lagi untuk menemui mu. Pacar baru ku cemburu dan kesal kayak nya."
"Cium tangan dulu."
"Sudah hafal," ujar Bela kemudian salim dan mencium tangan Panji,
"Assalamualaikum Mas..."
"Waalaikumsalam Bela, hati - hati.
Kalau kamu sudah gak cocok... Buang saja pacar mu ke tong sampah."
Mendengar ejekkan Panji... Gren sangat marah sekali,
"Awas kamu ya, kamu akan membayar mahal atas ejekkan ini."
***
Cafe London.
Jam 4 sore, masih memakai seragam office boy warna biru... Panji berjalan turun ke lantai 1, menuju cafe London sambil membawa dokumen.
Begitu baru saja masuk cafe... Direktur Net Plaza menyapa dengan nada kasar,
"Panji..! Bukannya kamu sudah aku pecat, mengapa kamu masih kerja dan memakai seragam kerja.
Tidak tau malu ya!"
"Selamat sore Non sekretaris...
Ya Allah, cantik sekali. Aku juga mau jadi pacar mu," goda Panji.
"Jaga ucapan mu, karyawan gak tau diri, gak tau di untung," bentak sekretaris,
"Kerja office boy saja banyak tingkahnya."
Mendengar ucapan Panji... Pak direktur sangat marah,
"Akan aku panggil keamanan untuk mengusir mu dari sini."
Mendengar ucapan direktur Net Plaza... Panji kemudian pergi berlalu untuk menemui Novie dan Naga Barat.
"Selamat sore Godfather," sapa wakil sekretaris Novi Ernas sambil membungkukkan bandannya.
"Duduklah.
Naga Barat... Kok disini..?"
"Iya Godfather, tadi Non Novi wakil sekretaris telpon, aku di suruh mengantar kesini."
"Lihat dokumen nya."
"Ini Godfather," ujar Novi kemudian menyerahkan amplop coklat.
Setelah membaca dengan teliti... Panji berkata,
"Naga Barat... Aku ingin uang ku sebesar 40 Milyar kembali malam ini juga. Uang ku ada di direktur Net Plaza, dan sekretaris nya, juga di meneger keuangan.
Kalau gak mau mengembalikan... Sita saja rumah mereka dan aset - aset penting. Terserah kamu bagaimana caranya, yang penting... Jangan di bunuh. Ini dokumen bukti - bukti penggelap uang perusahaan."
"Baiklah Godfather," jawab Naga Barat lalu menelpon anak buahnya.
"Tuan Godfather... Ini ada undangan dari sekretaris Iwan.
Dua minggu lagi, sekretaris Iwan akan melangsungkan pernikahan dengan gadis Cianjur. Acara pernikahan, akan di langsungkan di kota Cianjur, setelah itu, di kota Surabaya."
"Baiklah Novi. Insallah aku akan datang.
Sekarang... Kamu istirahat di hotel Hening. Aku masih ada acara.
Apa kamu ikut aku..?"
"Terserah Godfather saja."
"Kalau begitu... Ikut aku saja ya.x
__ADS_1
"Baiklah Godfather."