
"Mas... Bangun, gak kuliah," kata Leni,
"Ini sudah jam 7 pagi."
"Iya... Masih ngantuk aku."
"Ini aku buatkan kopi panas."
"Iya," jawab Panji kemudian bangun lalu mandi dan ganti baju.
Setelah menyeruput kopi, Panji pergi kuliah bersama Leni.
*
Sepulang kuliah... Panji nongkrong di warung makan depan kampus.
Sambil menikmati sarapan... Panji membaca iklan di koran Bandung Post yang telah di sediakan oleh pihak warung.
Lowongan pekerjaan.
Di butuhkan sopir pribadi.
Alamat perumahan Permata indah.
"Lebih baik aku melamar saja jadi sopir pribadi."
Tak lama kemudian...
Panji naik ojek ke perumahan Permata.
Setelah sampai dan membayar ongkos ojek, Panji menemui satpam yang menjaga rumah.
"Selamat siang Pak..."
"Selamat siang juga Mas.
Mencari siapa Mas..?"
"Mau melamar kerja sopir Pak, apa masih ada..?"
"Masih Pak, belum ada yang melamar kok Mas.
Silahkan masuk, saya panggilkan Tuan Praja."
Tak lama kemudian,
"Sini Mas," panggil Tuan praja,
"Mau melamar sopir ya?
Siapa namanya?"
"Iya Tuan.
Panji."
"Mau sekarang juga kerjanya..?"
"Mau Tuan."
"Punya sim..?"
"Punya Tuan.
Ini foto copy ktp dan simnya."
"Tinggal di mana..?"
"Kos di jalan Dago Tuan."
"Baiklah, sekarang antarkan saya ke kantor ya."
"Baiklah Tuan."
Dalam perjalanan... Tuan projo berkata,
"Panji... Bisa mengemudikan mobil BMW..?"
"Bisa Tuan."
"Tunggu sebentar aku ganti baju dulu. Mesin mobil kamu panasin dulu," kata Tuan Projo kemudian masuk kedalam rumah.
Tak lama kemudian,
Mobil memasuki halaman parkir PT Belawan.
Sambil menunggu Tuan Projo... Panji duduk di bangku parkiran sambil menikmati rokok.
"Sopir baru Mas," tanya seorang satpam yang sedang keliling.
"Iya Pak."
"Sopir nya siapa Mas..?"
"Tuan Projo."
"Ooh... Tuan Projo..."
"Jabatannya apa ya Pak di sini," tanya Panji.
"Pak Projo adalah direktur PT Belawan ini Mas."
"Ini pabrik apa Pak..?"
__ADS_1
"Pabrik saos dan kecap Mas.
Saya permisi dulu ya Mas... Mau keliling."
"Iya Pak."
"Hemmm, gak enak kerja jadi sopir pribadi ini.
Jemu, jenuh menunggu berjam - jam. Kesabaran bener - bener di uji disini."
"Panji....
Mari kita jalan," ujar Tuan Projo,
"Kita ke Hotel Hening."
"Baiklah Tuan."
Dalam perjalanan... Adzan Magrib terdengar berkumandang, Panji berkata pelan,
"Tuan Projo... Sudah Adzan Magrib, kalau di perbolehkan, saya izin solat sebentar."
"Buat apa solat..!
Jalan saja, aku sudah di tunggu seseorang."
"Baiklah Pak," ujar Panji.
Sesampainya di Hotel Hening... Tuan Projo masuk restoran untuk menemui seorang wanita muda yang cantik.
Diam - diam... Panji menerawang dari luar hotelnya sendiri,
"Hemmm, ternyata Pak Projo bersama seorang pelacur kelas atas."
*
Jam 9 malam... Tuan Prono keluar hotel menuju parkiran,
"Panji... Mari pulang."
"Baiklah Tuan," jawab Panji lalu menghidupkan mesin mobilnya.
Sesampai di rumah mewah... Panji memarkirkan mobil di garasi.
Tiba - tiba seorang cewek cantik keluar dari pintu sambil berkata,
"Pak sopir..! Antara aku keluar."
"Maaf Non... Ini jam pulang kerja lembur. Saya sudah lelah dan ingin istirahat."
"Papa..! Pecat saja sopir nya, dia tidak mau mengantar ku keluar sebentar."
"Panji... Kamu antar sebentar ya?"
"Baiklah Tuan."
*
Sambil menyetir... Panji berkata,
"Mau kemana ini Non..?"
"Ke diskotik Rolex," jawab Indri ketus.
"Jangan galak - galak Non, nanti jadi jelek loh."
"Diam..!!! fokus ke depan kalau nyetir. Jangan bicara kalau gak di tanya.
Kamu sopir baru ya!"
"Iya Non."
"Mau Dugem ya Non kok ke diskotik..?"
"Diam..!! Bawel banget sih kamu jadi sopir!"
Kring..!
Hp panrji berbunyi.
Sambil nyetir mobil... Panji mengangkat telpon,
"Mas... Kamu di mana..?"
"Lagi ke diskotik Rolex Aini, ngantar penumpang gelap."
"Emang Mas kerja jadi sopir apa!"
"Iya, sopirnya Pak direktur PT Belawan.
Ini lagi ngantar anaknya yang bawel dan sok kaya seperti putri kerajaan Majapahit."
"Hahahahaha..!
Di dengerin anak Bos mu loh Mas."
"Biarin..! Biar dia tambah marah."
"PT Belawan itu pabrik saus dan kecap bukan," tanya Aini.
"Benar.
Kamu kok tau..?"
__ADS_1
"Ya taulah, kan itu pabrik milik Makek ku. Dulu aku pernah kesana 2x di ajak Kakek.
Hemmm baiklah.
Besok antar aku kontrol ya, ke rumah sakit Harapan. Di dalam perut anak mu gerak - gerak terus kayak Lapa nya."
"Baiklah Aini, jaga diri baik - baik ya."
"Iya Mas, kamu juga.
Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
"Sopir ini punya Hp satelit..?
Aku saja tidak punya Hp, padahal Papa ku seorang Direktur.
Duit dari mana sopir ini beli Hp yang pajaknya mahal," gumam Indri dalam hati.
"Panji... Kamu tadi bilang apa ha!
Awas kamu, bilang bawel dan sok kaya seperti putri kerajaan Majapahit, nanti aku suruh Papa ku memecat mu."
"Sudahlah Non...
Jangan mengancam memecat ku.
Sekarang juga, aku di pecat sangat senang.
Makanya sopir di rumah mu pada keluar, gak mau kerja, gak betah. Karena kelakuan keluarga mu sangat buruk terhadap sopir.
Papa mu itu orang miskin tetapi sok kaya.
Buktinya... Kamu tidak punya Hp.
Kuliah yang rajin dan bener, jangan sering keluyuran ke diskotik."
"Diam kamu, jangan bawel jadi sopir! Jangan mengatur hidup ku.
Sopir saja sok ngatur. Emangnya siapa kamu..!"
Bruaaak..!
Tiba - tiba... Di perempatan lampu merah, dengan sengaja Panji menabrak kan mobil nya ke mobil mewah di yang ada di depannya, hingga mobil yang di tabrak rusak parah.
Begitupun mobil BMW milik Tuan Projo rusak parah, kaca depannya pecah berantakan.
Indri yang tubuh nya terbentur jok tidak terluka, hanya kaget saja.
"Panji..!!!!
Gimana sih kalau nyopir..!"
"Kamu urus sendiri," ujar Panji kesal kemudian pergi meninggalkan indri.
*
Setelah berada di Apartemen Intan... Panji mandi air hangat kemudian solat sunah malam.
Selesai solat, Panji membangunkan Bela yang tidur di kamar.
"Bela... Bela..?"
"Eh, Mas Panji, kapan datang nya..?"
"Siapkan makan malam ya, sama orenge jus."
"Baiklah Mas."
Tak lama kemudian,
"Silahkan makan Mas, aku temani duduk saja ya, aku malas makan."
"Terimakasih Bela."
"Mas dari mana jam 03 dini hari baru pulang ke Apartemen..?"
"Dari kerja."
Selesai makan... Panji mengambil kotak perhiasan, lalu duduk di ruang keluarga sambil nonton tv untuk menunggu adzan Subuh.
"Bela...
Ini hadiah untuk mu, pakailah biar kamu tambah cantik."
"Hadiah apa ini Mas..?"
"Perhiasan berlian."
"Auuw..!
Terimakasih ya Mas," kata Bela kemudian mencium pipi Panji.
"Iya sama - sama, pakailah sekarang juga.
Setelah itu... Pijitin kaki ku, capek sekali."
"Baiklah Bos."
Tak lama kemudian,
Bersambung.
__ADS_1