SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
RAJA GESANG MADRID MASUK ISLAM


__ADS_3

Setelah membaca mantra dari kyai Jabat, telapak tangan Panji menyentuh pintu dinding gua.


Begitu telapak tangannya menyentuh dinding pintu gua... Getaran hebat terjadi dan tiba - tiba sinar cahaya biru mengeluarkan asap lalu hilang.


Melihat pintu gua terbuka... Raja jin Gesang Madrid langsung melompat keluar gua dan langsung sujud di hadapan Panji. Begitu juga dengan Panglima Selo Karang dan beberapa pasukan nya langsung sujud di hadapan Panji, lalu mereka menyatakan sumpah setia kepada Panji.


"Berdirilah kalian semua, gak boleh sujud di hadapan manusia dan mahluk lainnya, kalian boleh sujud kepada Gusti Allah Dzat yang memiliki Alam Jagad ini," ujar Panji.


"Sendiko dawuh Tuan Panji."


"Istirahat lah kalian, makan dan minumlah, aku mau solat subuh dulu," ujar Panji.


Gesang Madrid sangat senang dirinya bebas, di samping api unggun... Para bangsa jin itu melakukan perjamuan makan untuk merayakan kebebasan sang Raja.


Sementara, setelah melaksanakan solat Subuh, Panji masih duduk bersila sambil membaca istighfar.


Setelah itu Panji mendekati Gesang Madrid si Raja jin Gunung Lawu,


"Gesang Madrid... Aku ingin kembali ke alam manusia, alam nyata, karena aku harus meneruskan perjalanan spiritual ku."


"Tuan... Sebelum pergi, silahkan Tuan menikmati makan dan minum dulu," ujar Gesang Madrid.


"Baiklah kalau begitu," kata Panji kemudian menikmati makan daging Rusa muda.


Sambil menikmati makan, Panji mendengar pembicaraan panglima Selo Karang dengan Gesang Madrid.


"Paduka Raja...


Kita harus menyusun kekuatan untuk merebut kembali kerajaan yang telah di kuasai oleh Darajala.


Dia adalah putra dari raja penguasa Gunung Kidul Jogja.


Darajala sekarang telah menjadi Raja di kerajaan kita paduka.


Permaisuri istri paduka telah di siksa dan di kurung di pantai selatan, karena Permaisuri menolak untuk di nikahi oleh Darajala.


Pasukan kerjaaan kita juga banyak yang tewas oleh kekejaman Darajala.


Kini yang tersisa kurang lebih 100 pasukan yang masih setia," ujar Panglima Selo Karang.


Mendengar pemberitahuan panglima Selo Karang... Tiba - tiba Gesang Madrid berdiri dengan muka yang sangat marah.


*Gesang Madrid adalah salah satu Raja jin yang sangat sakti, bahkan Gesang Madrid banyak menundukkan beberapa Raja - Raja jin di pulau jawa*


"Panglima... Pagi ini kita serang Darajala, biar aku sendiri yang akan membunuhnya," ujar Gesang Madrid.


"Paduka... Tenanglah, kesaktian paduka belum sepenuhnya kembali, paduka akan sia - sia jika bertarung dengan Darajala yang memiliki kesaktian luar biasa," kata Panglima Selo Karang.


"Diam kalian semua, apa kalian gak melihat aku sedang makan...?


Berisik sekali," ujar Panji kemudian meletakkan sepotong daging Rusa.


"Maaf Tuan, kami salah," ujar Gesang Madrisld, seketika itu suasana menjadi hening.


Setelah menyeruput kopi dan menyulut rokok marlboro... Panji berkata,


"Aku akan bantu kalian untuk merebut kembali kerajaan Lawawu milik kalian.


Setelah itu aku pergi ke alam nyata."


Mendengar ucapan Panji... Semua bangsa jin yang ada tersentak kaget, dan langsung berdiri lalu membungkuk badan untuk memberi hormat.


"Tuan... Menurut perhitungan dan taktik perang... Kami akan kalah.


Kalah jumlah juga kalah ilmu Tuan," kata Panglima Selo Karang,


"Walau Tuan Panji membantu kami... Kemungkinan besar akan kalah dan kita akan mati sia - sia."


"Apakah kamu meragukan kemampuan ku," ujar Panji.


"Tidak Tuan, bukan begitu maksud ku, kami mohon maaf bila salah kata kata," kata Panglima Selo Karang membungkuk badan 90 derajat karena merasa takut dengan Panji,


"200 tahun lebih kami selalu melakukan perang gerilya, tetapi pihak kami banyak yang mati Tuan."


"Berdirilah," kata Panji kemudian kaki kirinya menjejak tanah 3x.


Tak lama kemudian Aryo Jagad muncul di depannya.


"Assalamualaikum


Sendikoh Dawuh Gus... Apa ada yang saja kerjakan hingga pagi - pagi sekali Gus memanggil ku," ujar Aryo Jagad.


"Waalaikumsalam


Aryo Jagad," kata Panji,


"Apakah kamu kenal dengan mereka?"


"Mereka adalah sisa pasukan kerajaan Lawawu Gus," ujar Aryo Jagad,


"Setelah Gesang Madrid terkurung di dalam gua... Kerajaan Lawawu di kuasai oleh Darajala pangeran dari Gunung Kidul Jogja.


Di gunung lrawu ini... Hampir setiap hari terjadi pertikaian antar kelompok jin."


"Bagaimana kamu bisa tau," tanya Panji.


"Semua Rajac- Raja jin di Tanah jawa pasti mengetahui kabar ini, karena setiap ada kejadian yang besar di alam jin... Dalam sekejap saja beritanya sudah tersebar," jawab Aryo Jagad.


"Kayak acara Gosip di Tv saja," ujar Panji,


"Gesang Madrid... Kemarilah, kenalkan ini Aryo Jagad Raja jin penguasa Hutan Blandong Jawa Barat."


Mendengar Panji menyebutkan Aryo Jagad Raja jin penguasa Hutan Blandong... Gesang Madrid tersenyum sambil membungkukkan badan kepada Aryo Jagad.


Kemudian mereka berpelukan.


"Apakah kalian saling kenal hingga berpelukan," heran Panji.


"Iya Tuan," jawab Gesang Madrid,


"Dulu... 200 tahun yang lalu, di pantai Anyer kami pernah bertarung selama tujuh hari tujuh malam.


Dan

__ADS_1


Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang.


Dulu kami saling bermusuhan untuk sebuah pengakuan siapa Raja jin yang paling sakti di Tanah Jawa."


"Dewi Anjani...


Hadirlah di Alam jin Kali Brantas," seru Panji.


"Baiklah Gus," ujar Dewi Anjani yang langsung berada di samping Panji,


"Ada apa Gus memanggil ku, dan ada acara apa kok ada Aryo Jagad dan Gesang Madrid di sini?"


"Dewi Anjani... Apa kamu kenal sama kedua pengikut ku," tanya Panji.


"Pengikut mu?" Dewi Anjani terbelalak kaget,


"Pantesan kamu masih muda sangat pemberani.


Gus... Aku tau kedua pengikut mu itu, 200 tahun yang lalu... Mereka berdua pernah mengegerkan Alam jin di Tanah Jawa.


mereka sering bertarung dan membuat keributan di beberapa wilayah di Tanah Jawa.


Untungnya mereka tidak berurusan dengan kelompok ku."


"Aryo Jagad... Aku ingin kamu dan ribuan pasukan mu menyerang Raja Darajala.


Bantulah Gesang Madrid untuk merebut kerajaannya kembali," perintah Panji.


"Sendikoh dawuh Gus."


"Hahaha..! Masak Raja Penguasa gunung Lawu yang terkenal sakti minta bantuan," ujar Dewi Anjani sambil tertawa.


"Dewi Anjani... Sekarang kesaktian Gesang Madrid telah hilang, jadi dia tidak mampu untuk mengalahkan Darajala sendirian," kata Panji,


"Aku juga meminta mu untuk membantu Gesang Madrid."


"Baiklah Gus, demi perteman kita... Aku akan memanggil separuh pasukan ku," ujar Dewi Anjani.


Pagi itu... Itu alam jin, suasana di lereng timur Gunung Lawu ribuan pasukan Aryo Jagad dan Dewi Anjani bergerak menuju kerajaan.


Tak lama kemudian... Pertempuran pun berlangsung sangat ramai.


Sementara Panji duduk di lempengan batu sambil menikmati kepulan asap rokok,


"Assalamualaikum Nyai Sa'adah."


"Waalaikumsalam Gus."


"Nenek... Nenek kan tau segalanya di alam Jagad ini.


Apakah Nenek tau bagaimana cara mengembalikan kesaktian jin yang hilang," tanya Panji.


"Kesaktian jin siapa Gus," ujar Nyai Sa'adah.


"Gesang Madrid, Raja Jin penguasa Gunung Lawu Nek," jawab Panji.


"Bukankah dia sedang di kurung oleh Kyai Jabat?" ujar Nyai Sa'adah.


"Baiklah Gus," ujar Nyai Sa'ada,


"Gesang Madrid itu mempunyai tongkat bernama Puser Bumi.


Akibat Rajah Asmak Kyai Jabat yang di buat oleh kyai Jabat, maka kesaktian Gesang Madrid itu telah di sedot oleh tongkat Puser Bumi miliknya sendiri."


"Jadi kesaktian Gesang Madrid itu tidak hilang atau musnah ya Nek," tanya Panji.


"Tidak Gus," ujar Nyai Sa'adah,


"Sebelum ilmu itu musnah akibat pancaran rajag asmak... Tongkat Puser Bumi itu menyedot semua ilmu kesaktian Gesang Madrid, lalu menyimpan nya di dalam kayu tongkat itu."


"Nek... Mengapa ilmu di dalam tongkat itu tidak hancur musnah, padahal tongkat itu terkena pancaran rajah asmak 200 tahun," tanya Panji.


"Karena tongkat Puser Bumi itu terbuat dari kayu setigi laut," jawab Nyai Sa'adah,


"Kayu setigi laut itu tumbuh di dasar laut dan menyerap 7 intisari bumi.


Maka... Setiap kayu setigi laut itu akan memancarkan kekuatan alami untuk mencegah segala tolak balak.


Dan banyak lagi keistimewaan tongkat Puser bumi."


"Lalu... Bagaimana Nek, untuk mengembalikan kesaktian Gesang Madrid," tanya Panji.


"Untuk memindahkan ilmu kesaktian dari dalam tongkat itu... Gesang Madrid harus berendam duduk di dasar laut, kemudian tongkat Puser Bumi itu di tancapkan persis di depannya, salah satu kakinya harus menyentuh tongkat itu," ujar Nyai Sa'adah.


"Berapa lama nek waktunya," tanya Panji.


"Ketika tongkat Puser Bumi itu roboh, itu tandanya semua ilmu kesaktian nya telah kembali," jawab Nyai Sa'adah.


"Terimakasih Nek atas petunjuknya.


Assalamualaikum salam sejahtera," ucap Panji.


***


Siang itu Panji sedang duduk diatas lempengan batu. Sambil menikmati kepulan asap rokok Panji berkata,


"Gesang Madrid...


Aku ingin kamu dan rakyat kerajaan Lawawu memeluk agama islam.


Aku ingin Bumi di Gunung Lawu ini menjadi tempat sujud dan bergema suara dzikir juga puji - pujian kepada Gusti Allah."


"Sendiko dawuh Tuan," jawab Gesang Madrid,


"Setelah kerajaan Lawawu dapat di rebut kembali, akan saya perintahkan semua rakyat saya untuk memeluk agama islam.


Kalau saya pribadi siap kapan saja Tuan."


"Baiklah, sekarang kamu membaca dua kalimat syahadat sebagai tanda bahwa kamu telah memeluk agama islam.


Ikuti kata - kata ku, pelan - pelan ya," ujar Panji.


Setelah selesai membaca dua kalimat syahadat, Panji mengajari Gesang Madrid untuk membaca dan menghafal surat Al fatiha. Tiba - tiba... Dewi Anjani sudah berdiri di samping Panji, kemudian di susul Aryo Jagad dan Panglima Selo Karang,

__ADS_1


"Assalamualaikum Gus."


"Waalaikumsalam."


"Gus... Kami telah memenangkan pertempuran dan telah merebut kembali kerajaan Lawawu.


Kami juga telah berhasil membunuh Raja Darajala," ucap Aryo Jagad kemudian meletakkan kepala Darajala di depan Panji.


"Singkirkan kepala ini," ujar Panji,


"Aryo Jagad..!


Sekarang pergilah ke kerajaan Gunung Kidul.


Kabarkan atas kematian pangeran mereka, dan katakan jangan lagi mengganggu kerajaan Lawawu.


Kalau mereka tidak mau dan bersikeras... Habisi mereka sekalian."


"Sendiko dawuh Gus," jawab Aryo Jagad dengan kaget,


"Gus... Raja gunung kidul juga terkenal sangat sakti.


Ibaratnya... Kami masuk kandang Harimau."


"Hahaha..! Ternyata kamu punya takut juga ya," ujar Panji,


"Dewi Anjani... Maukah kamu menemani Aryo Jagad ke gunung kidul..?


Nama mu kan di segani di kalangan raja - raja jin tanah jawa.


Dengan keberadaan mu di sana... Raja gunung kidul akan berfikir 7x jika melihat keberadaan mu."


"Kamu itu Gus, merepotkan sekali.


Secara tidak langsung kamu telah menjual nama ku," kata Dewi Anjani,


"Cerdas juga dirimu, tetapi baiklah, demi diri mu aku akan menemani Aryo Jagad.


Kalau begitu aku pergi dulu


Rahayu."


Setelah semua pergi, Gesang Madrid berkata,


"Panglima Selo Karang..!


Aku akan pergi menemani Tuan Panji dulu, aku titipkan kerajaan Lawawu kepada mu."


"Baiklah paduka."


"Panglima..! Nanti kamu pergi temui seorang kyai Waskito, ajak rakyak Lawawu untuk memeluk agama islam kepada kyai itu," perintah Gesang Madrid,


"Dan belajar tata cara ibadah kepada Gusti Allah.


Tuan Panji ingin Bumi gunung Lawu ini sebagai tempat sujud dan bergema suara dzikir dan puja - puji kepada Gusti Allah.


Sekarang pergilah."


"Sendiko dawuh paduka."


"Tuan... Mari kita pergi ke alam nyata," ajak Gesang Madrid.


Setelah berjalan beberapa langkah... Panji sudah berada di tepi jalan raya.


"Tuan... Hendak kemana tujuan Tuan," tanya Gesang Madrid.


"Aku ingin ke pulau Bali jalan kaki, tetapi aku ingin lewat pesisir Pantai selatan," jawab Panji.


"Kalau begitu kita lewat Kabupaten Wonogiri Tuan, terus lewat Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Telungagung, di Telungagung itulah presisi Laut pantai selatan," ujar Gesang Madrid.


"Baiklah, mari kita jalan."


Sambil berjalan menikmati kepulan asap rokok... Panji mengajari Gesang Madrid untuk menghafal surat Al fatihah juga mengajari bacaan tatacara solat.


Sementara...


Devi sedang sibuk melihat pembangunan cafe Dodo di jalan Legian Denpasar Bali.


Setelah mendapat bantuan kucuran dana yang besar dari Panji lewat Wilda, dengan cepat Devi melakukan gebrakan dengan membangun bisnis cafe secara bersamaan di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan kuta Bali.


*Devi adalah seorang pelayan cafe. Setelah kenal dekat dan mempunyai hubungan khusus dengan Panji... Akhirnya Panji membantu Devi hingga sukses


Begitu juga dengan Eka.


Eka di percaya oleh Wilda untuk mengurus perusahaan yang di belinya, perusahaan yang bergerak di bidang Fashion di kota Bandung.


itu semua berkat rekomendasi dari Panji. Eka pun menjalin pertemanan denga Panji, dan memiliki hubungan dekat.


Eka adalah mantan wanita penghibur kelas atas, setelah mengenal Panji... Kehidupan Eka berubah.


Teman teman Panji yang dulu miskin dan di pandang sebelah mata... Kini hampir semua menjadi orang - orang sukses dan masuk dalam golongan orang - orang kaya tingkat dua*


"Gesang Madrid..!


Itu ada perempatan, sekarang sudah jam 12 malam, aku ingin istirahat, capek sekali," setelah berkata Panji berjalan menuju teras toko yang sudah tutup, kemudian merebahkan badannya.


"Tuan..! Apakah Tuan ingin makan malam dan minum kopi," tanya Gesang Madrid.


"Sebenarnya kepingin, aku juga lapar, tetapi aku tidak boleh membeli makanan dan minuman," ujar Panji.


"Baiklah Tuan, kalau begitu saya akan mencari makan malam untuk Tuan," kata Gesang Madrid.


"Tidak usah, ini aku masih punya roti dan air putih.


Sekarang kamu pijitin aku ya," ujar Panji.


"Baiklah Tuan," kata Gesang Madrid kemudian memijit kaki Panji.


Baru saja di pijit... Panji tertidur pulas.


Waktu terus berlalu, adzan Subuh terdengar berkumandang.


Setelah melaksanakan solat subuh,,, Panji merebahkan badannya kembali di teras musollah.

__ADS_1


__ADS_2