SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
RUJUK KEMBALI


__ADS_3

Setelah berada di kantor polisi... Panji di interogasi selama 1 jam.


Karena tidak adanya bukti kuat... Maka, siang itu Panji di lepaskan.


☺☺☺


Di ruang rapat intelijen.


Komisaris Handoko berkata,


"Ternyata ketua organisasi The Bluss masih anak remaja berumur 19 tahun. Aku kira umur 45 atau 50 tahun.


Kurang ajar...!


Kita tidak mempunyai bukti kuat untuk menahannya.


Sangat sulit sekali memenjarakan ketua organisasi The Bluss


Vina..!


Aku ingin laporan dari pusat, karena kamu yang telah lama menyelidiki keberadaan organisasi The Bluss."


"Oraganisasi The Bluss adalah organisasi sosial bisnis.


Organisasi The Bluss banyak melakukan kegiatan amal bakti sosial. Dan banyak membantu ekonomi masyarakat kalangan bawah," jawab Vina,


"Ketuanya bernama Godfather. Godfather memerintahkan semua anggota nya berbuat kebaikan dan harus rajin ibadah kepada Tuhan.


Organisasi The Bluss bukanlah organisasi mafia atau organisasi kartel narkoba."


"Dari mana organisasi The Bluss mendapatkan dana keuangan," tanya Komisaris Handoko.


"Organisasi The Bluss melakukan bisnis keamanan dan pengawalan.


Juga memiliki perusahaan.


Sumber keuangnya dari iuran anggota papan atas.


Organisasi The Bluss memiliki uang kas sebesar 4 Trilyun saat ini.


Mempunyai rental pesawat terbang, rental kapal pesiar juga rental mobil mewah.


Dan mempunyai Saham di beberapa perusahaan besar," jawab Vina,


"Jadi... Yang harus kita buru adalah organisasi kelompok Han dan organisasi The Tiger.


Mereka adalah kartel narkoba menguasai Asia, juga sering membuat masalah di Indonesia."


"Bukankah organisasi The Bluss juga terlibat dalam pembunuhan para mafia di beberapa Negara..?


Walau belum terbukti secara akurat, namun bukti lapangan mengarah pada Lady dan Godfather ketua organisasi The Bluss..."


"Maaf Komisaris...


Godfather ketua organisasi The Bluss sengaja di biarkan oleh pusat, karena tidak pernah melanggar hukum bersekala besar di wilayah kita.


Keberadaan nya tidak menganggu stabilitas keamanan Negara. Malah membantu ekonomi dan keamanan Negara secara tidak langsung."


"Berarti... Kesannya, Godfather di anak emaskan, di pelihara kalau begitu..?"


"Benar Komisaris...


Jika kita memenjarakan Godfather, resikonya akan besar sekali dan berdampak pada ekonomi dan keamanan Negara.


Di jawa saja... Organisasi The Bluss mempunyai anggota kurang lebih 7 juta.


Belum yang ada di Sumatra, Bali dan Mataram, juga di beberapa Negara di Asia.


Keberadaan organisasi The Bluss sangat menguntungkan kepolisian.


Karena... Tanpa susah payah, buronan yang ada di luar negeri mati akibat perang terselubung antar kelompok mafia Lintas Negara, dan Anggota khusus organisasi The Bluss telah terlibat di dalamnya.


Organisasi The Bluss banyak membantai mafia kelas atas yang menjadi buronan kita.


Kita cukup memantau saja, tidak usah susah payah melakukan operasi.


Pernah ada kejadian,


Seorang polisi yang menjaga Bank Hongkong menangkap Godfather.


Apa yang terjadi..?


Dalam beberapa jam langsung di lepaskan, karena istri dan anak - anaknya polisi itu diancam akan di bikin lumpuh seumur hidup.


Kejadian itu bisa menimpah kita.


Bahkan saya pun pernah di ancam secara langsung oleh Godfather.


Godfather anaknya baik dan pendiam, dia rajin ibadah.


Tetapi... Anggota khusus nya yang galak - galak dan berani mati.


Karena Godfather telah memberi kehidupan yang layak dan mapan kepada anggota organisasi The Bluss.


Ibarat anjing di beri makan enak... Dia akan setia pada majikannya, dan rela mati untuk majikannya.

__ADS_1


Jadi... Kita lakukan pendekatan pada Godfather dengan baik, jangan dengan kekerasan."


***


Siang itu... Panji dan Maya membeli beberapa baju dan celana di Tunjungan Plaza.


Selesai belanja... Panji melajukan mobil Maya ke arah perumahan Darmo Satelit.


"Kak... Mau kemana, kok ke arah Darmo Satelit.


Apa mau menjenguk Papa dan Mama ku..?"


"Iya, aku ingin melamar mu sore ini."


Mendengar ucapan Panji... Maya terkejut dan senang sekali, lalu berkata,


"Beneran Kak..?"


"Iya...


Biar aku bisa tidur bareng dengan mu."


"Hahahaha..!"


"Sudah sampai, aku parkir dulu."


"Selamat sore Pa, Ma," ucap Maya.


"Sore Maya...


Tumben kamu kesini, lama sekali kamu gak kemari."


"Iya Ma, ngantarin Kak Panji."


"Apa," sahut Pak Dedik Lapanya Maya.


Panji..?"


"Iya Pa...


Emang kenapa Pa...


Kok terlihat bingung?"


"Gak apa - apa...


Mau apa dia kesini..?"


"Papa tanya saja sendiri," kata Maya


"Pak Dedik... Dan ibu...


Kalau di izinkan... Besok saya akan melangsungkan pernikahan."


"Baiklah Nak Panji, aku terima.


Masalah pernikahan, kami tidak bisa membantu.


Kamu urus sendiri saja sama Maya.


Kalian sekarang sudah dewasa dan sukses."


"Kedengarannya kok tidak enak ya Pak.


Kesannya bapak tidak setuju saya menikahi Maya.


Tetapi...


Baiklah, yang penting Pak Dedik merestui dan mengizini.


Besok sore saya akan melangsungkan pernikahan di Pondok Candra Sidoarjo.


Bapak dan ibu hadir silahkan... Tidak hadir ya silahkan.


Kalau begitu, saya permisi dulu.


Maya... Mari kita balik."


"Baiklah Kak.


Pa, Ma... Maya pulang dulu ya."


"Iya Maya, hati - hati ya," jawab Mama nya.


"Papa... Jangan marah + marah lagi sama Mas Panji.


Takutnya Kak Panji marah... Pabrik Papa bisa di bikin bangkrut lagi kayak dulu."


"Jaga ucapan mu. Papa sebenarnya tidak setuju saja kamu menikah sama Panji si sampah itu.


Hanya saja... Kalau Papa tidak setuju, bisa - bisa bisnis Papa di bikin bangkrut lagi."


"Makanya Pa... Yang sayang sama anak mantu, siapa tau Kak Panji menantu Papa kasih modal besar buat Papa. Jangan pernah menyebutkan nya sampah lagi, dia itu Berlian Pa...


Maya pulang dulu Pa..."

__ADS_1


"Iya Maya, hati - hati..."


***


Sore itu Panji melajukan mobilnya Maya dengan santai.


"Maya...


Ke rumah Mama ku ya..?"


"Iya Kak.


Tak lama kemudian,


Setelah memarkir mobil di halaman rumah, Panji teriak uluk salam dari halaman


"Assalamualaikum Ma..."


"Waalaikumsalam...


Tak kira siapa, ternyata kamu Panji. Ngapain sih pake teriak - teriak salamnya."


"Assalamualaikum Ma..."


"Waalaikumsalam Maya...


Ayo masuk."


Setelah solat Magrib... Panji makan malam bersama keluarga.


Sambil makan, Panji berkata,


"Ma... Besok Panji mau menikah lagi sama Maya, di Pondok Candra, di rumah Maya.


Mama dan Papa hadir ya...


Besok pagi jam 9 aku akad nikahnya.


Hanan, Siska... Kamu besok hadir sebagai saksi."


"Iya Kak," jawab Siska,


"Kak... Siska belikan motor baru buat sekolah."


"Mengapa gak minta Papa Mama saja..?"


"Sudah minta, tetapi gak di belikan.


Katanya suruh pake motor bekas Mas Hanan saja.


Motornya jelek, aku gak mau."


"Besok kakak Maya belikan ya..?


Setelah selesai acara pernikahan, Kak Maya dengan Kak Panji, aku kasih uang, Siska beli sendiri, pilih motor mana yang Siska senanggin."


"Kak Maya... Aku juga ya..?


Belikan komputer keluaran terbaru," sahut Hanan.


"Boleh, besok aku kasih uangnya."


"Maya...


Jangan di manja mereka," sahut Mama nya Panji.


"Sekali kali gak apa kan Ma..."


"Baiklah, lain kali gak boleh minta kakak Maya."


*


Jam 9 malam... Maya sudah kembali ke yayasan Kasih Ibu.


Sementara...


Sekretaris Novi dan Youri direktur informasi sudah berada di hotel Diamond di Negara Singapura.


Begitupun kim dan 8 anggota inti sedang istirahat di kamar hotel yang berbeda.


"Selamat malam skretaris Novi," sapa informan The Bluss.


"Malam juga.


Apa sudah ada kabar..?"


"Rumah ketua kelompok Han lagi kosong, hanya ada beberapa penjaga dan pembantunya saja.


Kabar yang saya terima... Tadi sore bepergian ke kota Bangkok Thailand.


Menurut informasi, ketua Han sedang menghadiri pertemuan organisasi."


"Baiklah.


Hubungi orang kita di Bangkok.

__ADS_1


Pastikan keberadaan istirahat terakhir nya."


"Baiklah sekretaris."


__ADS_2