
Begitu polisi datang... Kondisi Bar berantakan, delapan mayat tergeletak berserakan.
Malam itu pun polisi melakukan penyelidikan dan identifikasi.
Di perumahan Elit, Villa Bukit Mas kediaman Direktur Lady yang juga ketua organisasi The Bluss,
Malam itu Naga Selatan juga Naga Barat dan sekretaris Iwan dan beberapa petinggi organisasi duduk menikmati kopi di teras belakang.
"Ketua..!
Saya sudah membeli sebuah rumah di perumahan villa Abadi.
Rumah paling mahal dengan halaman depan yang luas, tempat parkir untuk 100 mobil, halaman belakang bisa untuk mengadakan pesta juga taman dengan bunga yang indah.
Ada 15 kamar utama dan 4 kamar pembantu serta 4 ruang tamu.
Ada dua ruang bawah tanah yang cukup luas," ujar sekretaris Iwan.
"Untuk apa beli rumah sebesar itu, harga rumah itu pasti mahal," ujar Lady alias Linda.
"Harganya hanya 6 Milyar ketua," jawab Iwan.
"Apa...? Mahal sekali..!
Dari mana uang sebanyak itu," tanya Lady.
"Ketua..!
Rumah itu akan kita jadikan markas, untuk pertemuan penting organisasi The Bluss.
Saya berharap rumah ketua tidak di jadikan tempat berkumpul.
Uang pembelian rumah itu dari ketua Besar Tuan Godfather," ujar Iwan,
"Tuan Youri..!
Aku sudah belikan rumah untuk mu, pembuatan ruang bawah tanah dalam dua hari ini akan selesai, dan kamu bisa menempatinya untuk bekerja."
"Terimakasih sekretaris," jawab Youri.
"Kring..!"
Hp Youri berdering,
"Iya, ada apa?"
"Tuan Youri, telah terjadi penembakan di Bar, delapan orang tewas," ujar anak buah informan Youri.
"Siapa mereka..?"
"Dari hasil penyadapan... Mereka adalah organisasi Kaisar dan organisasi The Tiger Surabaya. Masalah ini ada hubungan nya dengan Direktur Wilda dan Tuan Godfather."
"Bukankah Direktur Wilda sudah mentransfer uang 100 juta sebagai bayaran dan masalah itu clear?" kata Youri.
"Iya Tuan Youri, itu benar. Tetapi ada indikasi organisasi The Tiger akan memburu Godfather dan Direktur Wilda," ujar informan Youri,
"Kelompok The Tiger telah memulai perang terbuka, kemungkinan masalah ini akan merembet ke Bisnis organisasi The Bluss."
"Baiklah terimakasih."
"Barusan Kelompok Kaisar telah di bantai oleh kelompok Tiger Surabaya, ada delapan korban jiwa.
Menurut orang ku barusan... Masalah ini ada indikasi akan akan merembet ke Bisnis The Bluss yang baru kita rintis," ujar Youri,
"Naga Barat..!
Kamu lindungi kak Wilda ya, suruh anak buah mu untuk mengawal nya."
"Baiklah ketua," kata Naga Barat.
***
Siang di kota Surabaya,
Suara letusan terdengar berkali - kali di perumahan Elit.
seorang laki - laki satu, perempuan dua, anak - anak dan dua pembantu tewas terkapar bersimbah darah.
Setelah itu senyap, dan sebuah mobil melintas keluar perumahan.
Pembantai salah satu keluarga petinggi organisasi The Tiger membuat keadaan bertambah panas, membuat sebagian keluarga Han pergi mengungsi ke sringapura dan Malaysia.
Seluruh anggota organisasi Mafia berduka cita.
Di Markas kepolisian.
"Ipda Wina, ada informasi dari interpol Thailand, beberapa minggu yang lalu ada penyelundupan senjata api peredam suara Glock 17 buatan Australia ke indonesia, lewat jalur Tahilan singapura lalu terakhir di batam. Intelijen kita mendapat kabar dari pasar gelap mengatakan bahwa barang itu sudah ada di Jakarta.
300 pucuk senja Clock 17 dengan harga satuan 150 rb. 30 ribu aminisi, peredam suara 330 buah, rompi anti peluru 1000 biji, sarung pistol 1000 biji," ujar komandan,
"Menurut informasi, kemungkinan... Ada 1000 granat juga.
Ini tugas mu untuk menyelidiki siapa pembelinya."
"Baiklah komandan.
Sebenarnya kami telah menyelidiki, tetapi tiba - tiba semua petunjuk dan nomer Hp tim kami jadi acak, dan akhirnya kami ke hilangan jejak di Jakarta," ujar Ipda Wina,
"Sepertinya... Kelompok ini bekerja sama dengan seorang Hacker."
"Selamat siang komandan."
"Ada apa kapten Tony."
"Di kota Surabaya ada pembantaian satu keluarga, mereka mati dengan luka penuh tembakan.
Mereka adalah keluarga petinggi organisasi The Tiger.
Jadi... Kejadian di Surabaya ada hungannya dengan pembunuhan di Jakarta semalam," ujar Tony.
"Baiklah, perintahkan anggota untuk mengawasi manifes penerbangan menuju Jakarta, dan pergerakan masa menuju Jakarta," perintah Komandan.
Di pulau Bali.
"Kring..!"
Setelah mengangkat Hp,
"Assalamualaikum..."
"Salam..!!"
Kak, kemana saja sih, seminggu lebih tidak ada kabar, tidak telpon tidak sms.
Apa kamu punya wanita simpanan," kata Maya.
"Crewet sekali kamu itu," ujar Panji,
"Seminggu apanya, ini HP kehabisan baterai dan baru aku cas.
Ada apa..?"
"Apanya - apanya bagaimana..? Seminggu gak ada kabar kok masih mengelak.
Dimana kakak sekarang," kata Maya.
"Di pulau Bali," jawab Panji.
"Sudah makan belum, lagi ngapain dan sama siapa," tanya Maya.
"Dasar crewet.
Belum makan, lagi di pinggir jalan, sendirian," ujar Panji.
"Mengapa kakak gak makan, buruan makan..!
Jaga kesehatan.
Jangan sampai kamu sakit dan mati loh ya," perhatian Maya.
"Iya iya,
Kalau aku mati kamu kan bisa cari cowok lain yang lebih dari aku," ujar Panji.
"Gak mau, aku hanya mau sama kamu.
Ya sudah..! Maya mau solat dulu ya."
"Tut, tur, tur, halo halo..!
Hemm di matikan Hp nya," ujar Panji,
"Belum jadi istri crewetnya minta ampun, apalagi kalau jadi istri, bisa mati muda diriku."
Setelah memasukkan Hp kedalam tas... Panji melangkahkan kaki di area jalan pantai Sanur.
Setelah turun dari pesawat, Aini meluncur menuju sebuah hotel,
"Pak cari Restoran, aku ingin makan siang."
"Baiklah presiden Direktur," jawab sopir pribadi Aini, kemudian mobil berhenti di halaman parkir restoran mewah di area dekat pantai Sanur.
Begitu turun dari mobil, Aini diam tertegun melihat Panji yang duduk sambil merokok di bawah pohon depan restoran.
__ADS_1
Dengan rasa haru dan meneteskan air mata, Aini berteriak.
"Panji..!" teriak Aini sambil berlari kecil mendekati Panji.
Melihat Aini... Panji langsung berdiri dan Aini langsung memeluk erat tubuh Panji.
Setelah puas memeluk Panji,
"Mas... Mari kita makan siang dulu," ajak Aini lalu berjalan mengandeng Panji.
Melihat Aini mengandeng pemuda gelandangan yang kotor dan bau... Jeje Asisten Aini sangat terkejut dan tidak percaya, kemudian mendekat meja makan,
"Presiden Direktur, makan siang dengan menu apa siang ini?"
"Daging kelinci bakar dan belut goreng sambel terasi," sahut Panji.
"Pesan kan stiek daging sapi muda dan udang bakar," ujar Aini.
"Baiklah presdir," ucap Jeje kemudian memesan.
Sambil menikmati santap makan siang... Panji berkata,
"Aini... Apa kamu liburan di bali ini..?"
"Mulai bulan kemarin, aku ada jadwal ke Bali sebulan sekali," ujar Aini,
"Karena aku harus mengurus 70 perusahaan dan 100 hotel yang ada di indonesia dan di kota - kota Besar di Asia, salah satunya di Bali ini ada 4 hotel milik ku."
"Milik mu..?!!
Kaya benar diri mu, mempunyai 70 perusahaan dan 100 hotel.
Wah pasti sibuk ngurusi harta dan uang," ucap Panji.
"Hehehe yaaa sibuk sih Mas, tetapi tidak sibuk - sibuk amat," kata Aini,
"Sebenarnya 70 perusahaan itu milik Papa ku, dan 100 hotel itu milik Mama ku.
Berhubungan mereka itu sudah mulai tua... Maka perusahaan dan hotel itu di limpahkan kepada ku.
Papa dan Mama sekarang sering santai di rumah.
Mau gak mau, sebagai anak tunggal aku terpaksa harus mengurus kerajaan bisnis orang tua ku."
"Emang kamu gak sekolah," tanya Panji.
"Gak Mas, kemungkinan aku lansung ikut ujian kelulusan saja," jawab Aini.
"Aini... Terimakasih ya atas hadiah istimewa nya... Aku kamu kasih perusahaan PT Hening," kata Panji.
"Iya Mas, sama - sama," ujar Aini,
"Itu perusahaan aku beli dari hasil kerja ku main saham.
Terus... Bagaimana kondisi perusahaan itu..?"
"Kata Wilda sih, banyak mendapatkan keuntungan.
Enak ya punya hotel di bali ini," kata Panji.
"Mas Panji mau..? Ingin punya hotel..?
Mau satu, atau dua atau tiga atau empat, hehehe nanti Aini kasih.x
"Ya mau lah, hahaha..!
Tetapi aku tidak ada waktu untuk bisnis apalagi mengurus hotel," ujar Panji.
"Gampang ngurus hotel itu," kata Aini.
"Presiden Direktur...
Sedang di tunggu rapat bulanan oleh patner dan direksi perusahaan," ujar Asistennya sambil membungkukkan badan.
"Bilang rapat di tunda besok jam 11. Aku lagi sibuk menemani Bos Besar.
Atau kamu katakan Ban pesawat Garuda bocor, sedang di tambal," jawab Aini.
"Baiklah presdir."
"Mas... Ayo ikut sebentar, aku ingin membelikan jas buat kamu juga pakean," ajak Aini kemudian berdiri mengandeng tangan Panji,
"Kita mampir dulu ke salon ya..? Mas potong rambut yang rapi.
Karena Mas Panji akan bertemu beberapa pengusaha papan atas."
"Baiklah, sekali - kali aku berpose ganteng Hahahaha," kata Panji.
Setelah memangkas rambut di salon, Panji dan Aini belanja di sebuah butik.
Setelah tersambung
"Sekretaris..."
"Siap Tuan godfather."
"Sekarang juga kamu terbang ke Bali. Ajak Dafa sekretaris The Bluss dan ajak Lady ketua organisasi, juga Naga Selatan," perintah Panji,
"Nanti sore aku ingin bertemu kalian."
"Baiklah Godfather, sekitar jam 5 sore kami sudah berada di Bali," kata Iwan.
Setelah mematikan Hp,
"Mas telpon siapa," tanya Aini.
"Aku telpon ketua organisasi The Bluss dan beberapa anggota nya. Aku ingin ngopi sambil ngobrol dengan mereka," jawab Panji.
"Oh gitu... Biar asisten ku nanti yang menjemput mereka.
Mari Mas kita istirahat di hotel milik ku," ujar Aini.
Di dalam kamar room presiden hotel Hk kamar khusus untuk Aini... Panji merebahkan badannya di kasur springbad yang empuk.
"Yaa gitu kan ganteng sekali, habis potong rambut, mandi pakai kaos baru," ujar Aini kemudian merebahkan tubuhnya di samping Panji, lalu Aini mencium pipi Panji.
Melihat Aini memakai setelan rok mini dengan kaos tipis... Kepala Panji jadi cenut - cenut.
"Mas, gak pinggin meniduri aku," goda Aini walau Aini tau Panji tidak akan mau, karena dulu waktu masih di kos - kossan... Walau tidur berdua Panji tidak pernah menyentuhnya.
"Meniduri mu..? hahaha..! Kamu itu dari dulu sering mengoda ku," ujar Panji,
"Bukanya aku tidak mau bercinta dengan mu, tetapi aku memiliki pantangan dan janji, aku tidak boleh berhubungan badan dengan wanita manapun, kecuali istri ku."
"Kalau begitu... Aku jadikan istri mu," ujar Aini.
"Aku sudah punya istri," jawab Panji berbohong.
"Gak apa - apa, walau aku jadi istri simpanan, asal nikah sama kamu," kata Aini.
"Baiklah, besok saja kita menikah siri," ujar Panji bercanda.
"Tok tok tok..!"
"Ada apa," tanya Aini.
"Tamu presdir sudah ada di cafe Hotel," ujar Asisten Aini.
"Baiklah.
Mas... Ketua organisasi The Bluss sudah ada di cafe hotel.
Mari kita temui," ajak Aini.
"Baiklah, aku ganti celana dulu," jawab Panji.
Di cafe Hotel Hk,
"Selamat sore Tuan Godfather."
"Selamat sore, silahkan duduk kembali," ujar panji.
"Mas Panji..? Bukan kah," terkejud Ledy.
"Iya Lady, Godfather adalah aku," kata Panji,
"Setelah masalah ini selesai... Kita ngobrol berdua.
Kenalkan ini Nona Aini, presiden Direktur Hong shi Group.
Saya harap organisasi The Bluss bisa bekerja sama dengan beberapa perusahaan milik Hong Shi Group. Dengan kerja sama... Semoga kedua bela pihak sama - sama mendapatkan keuntungan."
Aini yang agak bingung... Lama - lama faham apa yang di katakan Panji. Dan Aini mengerti mengapa kelompok organisasi The Bluss membungkuk dan memanggil nya Godfather.
"Aini... Aku ingin sistem keamanan bisnis mu di Bali di pegang oleh organisasi The Bluss," saran Panji,
"Dan suplay kebutuhan hotel juga akan di penuhi oleh organisasi The Bluss.
Apa kamu kamu setuju..?"
"Godfather... Kebetulan sistem keamanan semua hotel ku kurang baik. Aku setuju kalau di pegang sama organisasi The Bluss," ujar Aini,
"Tetapi... Repotnya sistem keamanan selama ini di pegang oleh organisasi Kaisar, dan pembayaran nya terlalu mahal."
__ADS_1
Setelah ngobrol hingga larut malam... Akhirnya Lady dan Aini setuju.
Mereka pun bersenang - senang menikmati makan malam dan minum beberapa botol bir.
Malam itu, Panji dan Aini juga anggota kelompok The Bluss pergi ke Diskotik sotil.
"Lady... Ini pertama kali kamu ke Diskotik ya," tanya Panji.
"Iya Mas. Mas, ternyata Godfather itu kamu..?!! Tak kira siapa," ujar Lady.
"Iya aku.
Kelihatannya kamu tambah nakal saja," kata Panji,
"Aku dengar kabar kamu sering berantem ya di sekolah, hingga kamu di keluarkan dari sekolah."
"Iya, mereka yang bikin gara - gara duluan," ujar Lady.
"Ya sudah gak apa - apa, yang penting kamu ikut ujian kelulusan," kata Panji,
"Kamu urus perusahaan ku saja ya, dan kamu pimpin organisasi The Bluss."
"Baiklah Mas."
Malam semakin larut.
Kehadiran Anton Naga Selatan di diskotek Sotil di ketahui oleh anak buah Jessy.
*Jessy adalah seorang wanita ketua kartel jaringan Narkoba wilayah Timur.
Seorang pemuda kurus mendekati Naga Selatan,
"Anton..! Apa benar kamu Anton Naga Selatan?"
"Iya benar
Siapa kamu..?!!"
"Aku Boby, orangnya Jessy.
Kabar yang beredar... Kamu telah mati di tembak oleh kelompok Han.
Mari kita duduk dulu."
"Iya, aku telah di serang oleh kelompok Han, tetapi aku di selamatkan oleh Godfather, kalau tidak... Aku sudah mati," ujar Naga Selatan,
"Kelompok Han ingin menguasai jaringan se Indonesia."
"Siapa Godfather itu..? Dia pasti sangat hebat telah menyelamatkan diri mu," tanya Boby.
"Godfather ada di sini, tetapi identitas nya tidak mau di ketahui oleh banyak orang," ujar Naga Selatan.
"Baiklah aku mengerti.
Anton... Sekarang Jessy ketua kami telah di jebak, dan sekarang Jessy ada di penjara seminggu yang lalu.
Kelompok Han lah yang menjebaknya, " ujar Boby,
"Kelompok Han juga banyak menculik anggota kami, hingga kini anggota yang di culik tidak ada kabarnya.
Apakah Godfather mau membantu masalah kelompok kami dan membebaskan Jessy..?"
"Baiklah, akan aku bicarakan dengan Godfather.
Kemungkinan besar Godfather mau membantu, karena organisasi The Bluss ingin menambah anggota untuk di taruh di wilayah Timur," kata Naga Selatan.
"Organisasi The Bluss..?!!"
"Bruak bruak..!"
Seorang pemuda terjatuh dengan hidung berdarah.
Lady yang lagi Flay akibat terpengaruh Narkoba jenis inex A-1 memukul jatuh pemuda yang merabah tubuh nya.
Melihat ribut - ribut... Naga Selatan mendekati Lady.
Ketika seorang pemuda hendak memukul wajah Lady... Tiba - tiba Boby dengan cepat memukuli pemuda itu hingga wajahnya bengkak penuh darah.
Panji yang dalam terpengaruh inex, tertawa terbahak - bahak melihat Lady memukul jatuh seorang pemuda.
Melihat Boby orang kepercayaan Jessy... Beberapa pemuda membungkuk kan badan kemudian membubarkan diri.
"Maafkan kelompok kami Nona... Yang mana membuat Nona tidak Nyaman," kata Boby.
"Boby..! Ini adalah Lady ketua organisasi The Bluss, dia bisa menghabisi jaringan mu dalam waktu singkat," ujar Naga Selatan,
"Kalau ketua kami berada di pulau Bali lagi... Jangan sampai kejadian ini terulang lagi."
"Baiklah, atas nama jaringan Timur, saya mohon maaf yang sebesar besarnya," kata Boby.
***
Siang di penjara,
"Siapa kalian..!"
"Aku sekretaris Iwan.
Ketua kami ingin membebaskan mu dengan syarat."
"Katakan apa syaratnya," ujar Jessy setengah membentak.
"Bicaralah dengan sopan, jangan membentak, atau mulut mu aku robek," sahut Lady.
"Siapa kamu, berani memerintah ku.!!
Dasar jalang," ujar Jessy.
"Plak..!
Bruak..!"
Dengan gerakan cepat Lady menampar pipi Jessy hingga merah, kemudian menendang perut Jessy hingga terpelanting,
"Sudah aku bilang bicara baik - baik, yang pelan dan sopan..!"
"Jessy... Syarat nya kamu dan semua anggota mu harus bergabung dengan organisasi The Bluss dan setia kepada ketua kami dan juga mematuhi peraturan organisasi," kata sekretaris Iwan.
"Aku tidak sudih dengan syarat itu, lebih baik aku di penjara, paling lama juga setahun," ujar Jessy.
"Kasus mu belum di limpahkan ke pengadilan, masih dalam tahap proses penyelidikan. Jadi aku punya kesempatan untuk membebaskan mu.
Ini adalah kesempatan emas," ujar Sekretaris Iwan,
"Menurut keterangan pihak kepolisian... Ancaman hukuman mu 5 tahun hingga 6 tahun.
Dengan kekuatan uang yang kami miliki... Aku bisa menyuap jaksa untuk menambah hukuman mu menjadi 20 tahun. Dan kamu akan membusuk di penjara sampai mati.
Sementara Boby dan anak buah mu bersenang - senang dengan kami di luar sana. Bagaimana..?"
Mendengar kata - kata sekretaris Iwan, Jessy sangat terkejut dan gemetar badannya karena takut.
Jessy membayangkan bagaimana hidup di penjara selama 20 tahun, sedangkan dirinya sudah berusia 21 tahun.
"Bagaimana dengan tawaran ku," tanya Sekretaris Iwan.
"Di tanya diam saja, ayo kita pergi, usahakan dia di penjara seumur hidup, berapapun biayanya kita bayar.
Dan kirimkan orang untuk membuat dia buta selamanya," sahut Lady.
"Baiklah ketua," ujar Sekretaris Iwan kemudian berdiri lalu melangkah kaki.
"Berhenti..!" teriak Jessy yang ketakutan membayangkan kedua matanya buta dan di penjara seumur hidup gara - gara kasus narkoba.
"Baiklah, aku setuju dengan syarat kalian," ujar Jessy.
"Ucapkan rasa terimakasih kepada ketua kami, Lady The Bluss," perintah Iwan.
"Terimakasih ketua, salam hormat saya," ujar Lady sambil membungkukkan badan.
"Berkemaslah, hari ini juga aku akan urus masalah mu.
Nanti malam, kamu dan Boby ikut aku ke Jakarta," ujar Lady.
Di kamar Hotel.
Godfather... Katanya kamu mau menikahi ku," goda Aini.
"Kamu mau jadi istri simpanan ku," balas goda Panji.
"Iya aku mau."
"Jika kamu menjadi istri ku... Mungkin aku jarang bersama mu, dan kamu tidak boleh menuntut apa pun dari ku," ujar Panji berbohong.
"Baiklah, tidak apa - apa, yang terpenting aku mempunyai status istri mu dan aku bisa mempunyai anak keturunan dari mu," jawab Ainim
"Baiklah, setelah ini kita menikah siri di hadapan ustad, dan kamu harus memeluk agama islam," ujar Panji.
"Baiklah Mas."
Siang menjelang sore, Panji menikah siri dengan Aini di hadapan ustad.
Setelah sah menjadi suami istri, Panji dan Aini kembali ke hotel Hk.
__ADS_1
Sore menjelang malam, Lady ketua organisasi The Bluss dan Jessy juga anggota lainnya terbang ke Jakarta.