
Di dalam halaman penjara ramai suara berteriak ketika melihat 3 wanita cantik dan dua orang pria duduk di ruang tunggu tak jauh dari pintu besi penjara.
"Aku mendapat kabar dari asisten Jeje kalau Godfather masuk penjara, makanya aku kesini mengirim pengawal untuk menjaga Godfather," kata Lady.
"Tidak usah pengawal, aku bisa mengatasi masalah di dalam Lapas," ujar Godfather.
"Baiklah, ini ada satu kantong plastik minuman dan ini satu kantong makanan dan roti untuk di dalam.
Besok akan ada yang mengirim untuk sarapan pagi makan siang dan makan malam," ujar Lady tersenyum,
"Nanti sore aku terbang ke Jakarta."
"Baiklah Lady, terimakasih atas kunjungannya," kata Godfather.
"Ini tas kamu," kata Devi kemudian menyodorkan tas merk Eiger.
"Bagaimana pencuri itu," tanya Godfather.
"Dia sudah kerja di cafe ku, dan sudah aku kasih uang istri nya," jawab Devi.
"Baiklah aku kedalam dulu," kata Godfather.
Setelah salim dan mencium tangan Godfather, Lady dan Devi pergi keluar.
Sementara Jessy berdiri di pagar pintu besi sedang ngobrol dengan Kim kepala sel.
"Aku pergi dulu, ingat pesanku..!
Jika sampai tubuh Godfather tergores sedikit saja... Aku pastikan istri dan 2 anak mu jadi mayat, dan kedua kaki mu lumpuh selamanya."
"Baiklah Madam Jessy, akan saya lindungi Godfather di dalam penjara," ujar kim dengan ketakutan.
Paman Domba melihat tamu yang menjenguk Godfather dari tempat duduknya, dalam hati domba berkata,
"Bukankah itu Jessy..?
Ketua kartel Narkoba wilayah Timur..?!!
Mengapa dia hormat membungkuk sama Godfather anak ingusan itu..!
Lalu siapa dua perempuan cantik dan dua laki - laki yang memakai jas dan kacamata hitam..?
Mereka semua sangat hormat pada Godfather.
Siapakah sebenarnya Godfather itu..?"
"Paman Domba," seru Godfather kemudian duduk,
"Ini ada minuman dingin dan rokok, ambillah untuk Paman."
"Terimakasih Godfather, kamu adalah pemuda yang baik yang aku temui di penjara kuta ini," ujar Paman Domba.
Sambil menikmati sebatang rokok... Panji diam - diam menerawang Paman Domba yang ada di depannya.
Setelah menerawang... Panji berkata dalam hati,
"Ternyata dugaan ku benar. Paman Domba ini seorang pembunuh bayaran Internasional.
Makanya Paman Domba ini pendiam dan tidak suka bergaul dengan para tahanan.
Paman Domba selalu memikirkan biaya sekolah anak - anaknya, juga biaya sehari - hari istri nya. Apalagi keluarga Paman Domba ini ngontrak."
"Paman Domba... Sudah sore, waktunya istirahat. Aku masuk kamar sel dulu ya," kata Panji.
"Iya Godfather, mari kita pergi. Terimakasih atas minuman dan rokok nya," ujar Paman Domba.
"Sama - sama Paman Domba."
Ketika Panji masuk kamar sel,
"Selamat sore Godfather, kami siap melayani Tuan.
Silahkan istirahat."
Melihat ke 6 Napi senior... Panji heran sambil menatap ke 6 napi yang tertunduk,
"Kalian kenapa kok hormat membungkukkan badan kepada ku..?"
Semua Napi diam saja.
"Ini ada minuman kaleng dan ada roti juga rokok, ayo silahkan di makan," ujar Panji kemudian menaruh 2 kantong plastik.
"Terimakasih Godfather."
"Aku ingin kopi panas, apa ada kantin di sini," tanya Panji.
"Ada Godfather, biasanya sipir penjaga yang membelikannya, tetapi harganya 3x lipat dan ada uang tips nya," jawab salah satu napi.
"Paman siapa namanya," basa - basi Panji.
"Nama saya Kim Sai'in."
"Paman Kim, pergilah, temui sipir penjaga. Belilah 15 bungkus nasi dan 15 kopi serta air aqua 15 botol .
Aku kopi hitam, pakai gelas ya.
Ini uangnya," ujar Panji.
"Baiklah Godfather," jawab Kim menerima uang lalu pergi.
kemudian Panji membuka tas kemudian mengeluarkan Hp Satelit.
Melihat Panji memegang Hp satelit... Para tahanan satu sel sangat terkejut, tetapi mereka diam dan hanya melihat saja.
"Youri... Neri aku informasi pembunuh bayaran bernama Domba, yang sekarang berada di penjara Kuta Bali, aku butuh informasi tentang latar belakang nya. Aku tunggu 1 jam,"
tulis Panji lewat pesan SMS.
"Kim... Ini pesanan mu," ujar sipir penjara kemudian menyodorkan tas kantong plastik.
"Terimakasih Pak," kata Kim,
"Pak Sipir..!!"
"Iya Mas, mau beli apa lagi?"
"Setiap sore belikan 7 bungkus rokok 7 bungkus nasi dan 7 bungkus kopi dan air mineral.
Aku yang bayar," ujar Kim.
"Baiklah Mas, saya akan kemari setiap jam 6 sore," kata sipir kemudian pergi dengan senang karena mendapat keuntungan banyak.
Sambil ngopi dan menikmati kepulan asap rokok, Panji membaca pesan SMS dari Youri.
"Nama Asli Abdul Rozak, nama panggilan Domba. Bekerja sebagai tukang Las, lewat temannya dia bergabung dengan kelompok pembunuh bayaran Internasional. 10 tahun melakukan perjalanan keliling, Asia, Eropa, Benua Amerika dan Timur Tengah.
Di penjara dengan kasus penikaman di sebuah diskotik dalam rangkah mengawal kelompok Han di Bali.
Di penjara selama 3,5 tahun.
Mempunyai 1 istri dan 4 anak di kota Surabaya"
*
Di Markas organisasi The Bluss Jakarta,
"Pembunuhan di Bali di lakukan oleh kartel Narkoba yang di bantu oleh organisasi The Tiger," ujar Youri,
"Penyerangan Godfather dan kematian Rendy di Diskotik Rolex di lakukan oleh organisasi The Dragon yang di dukung oleh keluarga Konglomerat Markus.
Misi itu di pimpin oleh Alex ketua The Dragon yang baru di pilih untuk kawasan indonesia."
"Baiklah, Sekretaris Iwan... Apa kamu tau apa yang harus kamu perbuat dengan masalah ini," kata Lady.
"Baiklah ketua, aku mengerti," sahut sekretaris Iwan,
"Ketua...
__ADS_1
Asisten Jeje telah mengirim mobil BMW anti peluru dan ati granat.
Tadi sore 4 mobil telah ada di Markas, tempat parkir bawah tanah."
"Suruh sopir untuk mengirim 1 mobil itu ke Bali biar di pakai operasional di wilayah Timur.
1 lagi kirim di Semarang untuk operasional di wilayah utara. Yang dua biarkan di sini," ujar Lady,
"Apakah kamu yang membeli nya?"
"Tidak ketua, uang kas organisasi tidak cukup untuk membeli 4 mobil anti peluru," jawab sekretaris Dafa,
"Asisten Jeje yang membelinya.
Katanya dari Godfather untuk ketua organisasi dan petinggi organisasi."
"Ketua...
Ketua harus mengangkat seorang wakil ketua, agar ada yang mengambil keputusan jika ketua bepergian," saran sekretaris Iwan.
"Baiklah, nanti aku pikirkan."
*
Di Dalam kamar sel tahanan.
"Kim terimakasih ya nasi dan kopinya," teriak napi dari kamar sebelah.
Waktu terus berlalu, jam 12 Panji wudhu, lalu melaksanakan solat Tobat dan solat hajat, setelah itu Panji duduk bersilah melantunkan istiqfar kurang lebih 1 jam.
Pagi di penjara kuta Bali.
Setelah mandi... Panji solat Dhuha, kemudian Panji membaca Al qur'an pelan - pelan di dalam masjid lapas.
Beberapa napi muslim duduk tak jauh mendengar kan Panji membaca Al qur'an.
"Teng teng teng!"
Jam makan siang.
Banyak para tahanan yang memperhatikan Panji ketika berjalan keluar masjid. Keberadaan Panji yang di lindungi oleh Jessy si Naga Barat membuat para napi berfikir 10x jika mengusik Panji.
"Selamat siang Paman Domba, sapa Panji kemudian duduk di samping.
"Siang juga Godfather.
Apa kamu sudah makan siang," ujar Paman Domba.
"Belum Paman, aku makan di kamar sel saja," jawab Panji.
"Terimakasih ya atas pemberian makan dan kopi juga rokok tadi malam," kata Paman Domba.
"Sama - sama Paman, aku sudah pesan, setiap sore akan ada penjaga sipir yang akan mengantar makanan dan kopi untuk Paman Domba," ujar Panji.
"Terimakasih Godfather.
Kamu bukan siapa - siapa dan baru kenal, tetapi baik kepada ku," kata Paman Domba,
"Orang yang aku bela mati - matian hingga aku masuk penjara ini... Tidak pernah memberi ku apa - apa walau segelas air putih.
Aku sengsara di penjara, mereka bersenang - senang bergelimang harta di luar sana.
Menjenguk sekali saja tidak pernah.
Kini baru aku sadari, tidak ada yang namanya teman sejati."
"Paman... Teman sejati adalah amal ibadah yang baik," ujar Panji,
"Jika Paman kelak mati dan di kubur... Anak istri, tetangga saudara tidak akan menemani Paman di alam kubur, tetapi amal ibadah Paman lah yang menemani paman."
"Godfather... Walau dirimu sangat muda, kamu mempunyai pemikiran dewasa. Aku kagum kepada mu," kata Paman Domba.
"Paman Domba... Berapa tahun Paman di penjara disini," tanya Panji.
"3 tahun 7 bulan.
Semua hancur, kasihan istri ku pontang - panting mencari nafkah untuk menghidupi ke 4 anakku.
Paman sering kepikiran bagaimana sekolah dan kuliah anak - anakku.
Bos yang aku bela mati - matian tidak membantu keluarga ku sama sekali," ujar Paman Domba.
"Apakah Paman ingin bertemu dengan istri dan putra - putri Paman," tanya Panji.
"Yah kepingin, tetapi uang dari mana istri ku untuk menjenguk ku..?
Perjalanan ke Denpasar ini membutuhkan uang banyak. Bisa makan saja sudah untung," ujar Paman Domba.
"Paman berikan alamat rumah di Surabaya, biar nanti aku suruh orang untuk mengantar istri dan anak - anak Paman ke sini," kata Panji.
Mendengar kata - kata Godfather, Paman Domba tidak percaya.
Sambil menatap wajah Godfather, Paman Domba berkata,
"Apa kamu punya kekuatan mendatangkan istri dan anak - anakku kemari..?"
"Bukan hanya mendatangkan istri dan anak - anak Paman kemari saja, teyapi aku juga punya kekuatan untuk mengeluarkan Paman dari penjara ini," ujar Panji.
Dengan terkejut Paman Domba berkata,
"Baiklah ini alamatnya."
"Akan aku kirim pesan kepada seseorang supaya pergi ke rumah Paman Domba.
Sebentar lagi Paman bisa ngobrol dengan istri Paman," ujar Panji.
Tak lama kemudian,
"Kring..!"
Hp Panji berdering, setelah terhubung,
"Selamat siang Godfather, ini aku sedang di rumah kontrakan ibu Yani, ini aku bersama ibu Yani istri Paman Domba."
"Berikan uang 5 juta untuk istri Paman Domba.
Sekarang berikan Hp mu kepada ibu Yani istri Paman Domba," ujar Panji,
"Paman... Bicaralah dengan istri Paman."
Setelah berbicara via telpon... Paman Domba percaya pada kekuatan Godfather.
"Istri Paman tidak usah ke sini, paman saja yang pulang ke Surabaya.
Aku akan menyuruh asisten ku untuk membebaskan mu.
Besok akan ada orang yang datang kesini," kata Panji.
"Tetapi dengan syarat."
"Apa syaratnya?"
"Syaratnya Paman harus bergabung dengan organisasi The Bluss dan masuk dalam devisi serbu.
Paman harus setia kepada ketua organisasi dan Paman harus mematuhi peraturan organisasi," ujar Panji,
"Jika paman bersedia...
Ketua organisasi akan memberi bayaran 100 juta pertahun. Ketua juga akan memberi mu rumah tempat tinggal dan membiayai sekolah anak - anak Paman hingga kuliah.
Bagaimana?"
"Mengapa Godfather memberi pilihan yang sulit kepada ku," jawab Paman Domba.
"Karena aku membutuhkan tenaga dan ke ahli an Paman.
Bukankah Paman dulu anggota kelompok pembunuh bayaran," ujar Panji.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa tau kalau aku mantan pembunuh bayaran..?
Sedangkan kamu masih remaja," kata Paman Domba heran.
"Walau usia ku 17 tahun 4 bulan... Aku mempunyai kekuatan besar, aku bisa mengetahui apa saja dengan sekali telpon.
Aku bisa berbuat apa saja dengan sekali telpon.
Paman barusan sudah membuktikan sendiri kan, paman bisa ngobrol dengan istri Paman dalam waktu singkat," ujar Panji.
"Baiklah baiklah, aku percaya.
Apa tugasku jika aku bergabung dengan oraganisasi The Bluss," kata Paman Domba.
"Sekarang organisasi The Bluss sedang melakukan perang tertutup dan perang terbuka dengan organisasi Mafia The Dragon, The Tiger, organisasi Kaisar, keluarga Markus konglomerat kotor dan kelompok Han kartel jaringan Narkoba," ujar Panji,
"Mereka adalah orangc- orang jahat dan kejam, mereka harus di hilangkan dari bumi ini."
"Aku faham.
Kalau begitu aku butuh senjata serbu laras panjang AR buatan America.
Dan senjata Laras panjang FR-12 MM buatan Prancis serta 2 pistol peredam suara.
Siapkan senjata itu di mana saja ketika aku melakukan operasi," kata Paman Domba.
"Baiklah Paman, segera aku hubungi Asisten ku.
Jika paman berkhianat... Paman taukan resikonya," ujar Panji.
"Faham Godfather, aku akan setia kepada ketua dan akan loyal kepada organisasi," jawab Paman Domba.
"Apakah Paman mengenal lembunuh bayaran bernama Willy Naga Utara," tanya Panji.
"Dia pembunuh bayaran tingkat Asia saja, dia belum sampai Eropa apalagi Benua Amerika.
Aku kenal tetapi tidak akrab, Willy itu orang sremarang.
Tetapi entah di mana dia sekarang," jawab Paman Domba.
"Dia adalah anggota organisasi The Bluss berada di Devisi Serbu dan mempunyai pasukan inti 25 orang, semua bersenjata," ujar Panji,
"Baiklah Paman, aku mau makan siang dulu, hari mulai sore.
Besok saya pastikan Paman akan bebas.
Setelah bebas, Paman pulang dulu temu kangen sama istri ya, he he he, biar di servis dulu. Terus Paman pergi ke Jakarta.
Paman... Tolong rahasia kan identitas ku."
"Baiklah Godfather, terimakasih banyak atas bantuannya.
Paman akan membalas kebaikan Godfather," kata Paman Domba.
Malam di dalam kamar sel,
"Paman Kim..! Apa ada yang bisa memijat," tanya Panji.
"Biar saya yang memijiti Godfather," ujar josep, kemudian mendekat lalu memijit kaki Panji.
"Mas josep umur berapa," basa - basi Panji.
"Umur 25 tahun Godfather."
"Apa sudah punya istri?"
"Sudah Godfather, punya anak perempuan 1."
"Asli dari mana?"
"Asli dari kabupaten Jember Godfather."
"Kasus apa kamu masuk penjara?"
"Kasus perampokan bersama Kim Godfather."
"Benar kim," tanya Panji.
"Benar Godfather," jawab Kim.
"Josep... Kamu mau kerja ikut aku.
Tetapi menjadi pembunuh," ujar Panji,
"Jadi orang nakal jangan tanggung - tanggung, sekalian jadi mafia besar, uang banyak hidup mewah, di takuti oleh kalangan preman.
Dan kalau jadi orang alim, jangan tanggung - tanggung, sekalian jadi kyai besar.
Banyak uang, hidup mulia di hormati banyak orang."
"Mau Godfather, tetapi kurang setahun saya keluar dari penjara ini," jawab Josep.
"Kalau mau, besok kamu aku bebaskan.
Syaratnya harus patuh dan setia.
Setahun kamu menerima bayaran 100 juta," ujar Panji.
"Baiklah Godfather."
Di Kota Surabaya.
Youri ketua Divisi informasion berdiri melihat MM yang duduk dengan kedua tangan terikat di sebuah kursi di Markas The Bluss.
"Ambil semua aset yang telah organisasi berikan kepada dia, aku ingin kedua mata penghianat ini buta selamanya, lalu buang di tong sampah," ujar Youri lalu pergi meninggalkan ruang bawah tanah.
Tanpa banyak bicara... Salah satu anggota The Bluss langsung menusuk kedua mata MM dengan ujung obeng, kemudian di bawah keluar ke dalam mobil dan di buang ke penampungan sampah.
Di enpasar Bali.
Setelah pesawat lending... Sekretaris Iwan langsung menuju penjara Kuta, dan melobi pejabat nakal bermata duitan.
Dengan kekuatan uang... Sekretaris Iwan dengan mudah menyelesaikan urusannya.
"Godfather...
Ketiga orang yang Godfather katakan... Siang ini sudah bisa keluar dari penjara," ujar sekretaris Iwan,
"Sudah saya siapkan orang penganti untuk menjalani sisa tahanan ke 3 orang tersebut.
Saya juga sudah siapkan 3 ATM dan keperluan lainnya."
"Baiklah," kata Panji,
"Paman Domba... Siang ini paman bebas. Paman bisa terbang ke Surabaya siang ini.
Paman... Aku minta ajari Josep ini agar menjadi penembak jitu, jadikan dia patner mu."
"Baiklah Godfather."
"Kim..! Kamu ikutlah dengan sekretaris Iwan," perintah Panji.
"Baiklah Godfather.
Terimakasih banyak atas kebaikan dan bantuan Godfather," ujar Kim.
"Godfather...
Ada pesan dari ketua. Ketua ingin mempunyai seorang wakil, ketua menyerahkan pilihan pada Godfather," kata sekretaris Iwan.
"Pergilah ke kota Medan, temui seseorang bernama Billy, nanti aku SMS alamatnya.
Jadikan dia wakil ketua," ujar Panji.
"Baiklah Godfather, siang ini saya langsung ke kota Medan.
Kalau begitu... Saya permisi dulu."
__ADS_1