SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
OFFICE BOY JADI BOS


__ADS_3

Jam 09 pagi... Panji pergi melamar perkerjaan di Net plaza.


Setelah bertemu dengan Pak Edi... Panji langsung di terima kerja.


"Mas Panji... Hari ini juga kamu langsung kerja ya."


"Iya Pak Edi."


"Din... Ajak Panji gudang ya, ambilkan peralatan kerja. Tolong bilang sama ketua regu, untuk mengajari Panji bekerja.


Karena, dia anak baru."


"Baiklah Pak."


Setelah mengenakan seragam OB, Panji di ajari cara bekerja membersihkan lantai 1 bersama Didin OB yang lama.


*


"Panji... Sudah jam 12, waktu nya istirahat,“ kata Didin teman kerjanya,


"Mari kita makan siang."


Jam 02 siang... Aini berjalan menuju kantor ruangan meneger keuangan Net Plaza.


Kemudian Aini duduk di depan komputer sambil melihat neraca keuangan perusahaan PT Net Plaza.


Aini memeriksa pembukaan dari mulai tahun 1989.


"Non Aini... Ada kejanggalan neraca keuangan di tahun 1990 hingga tahun 1993," ujar team audit pemeriksaan yang di bawah Aini,


"Sepertinya... Ada sejumlah uang dalam jumlah yang hilang.


Walau jumlahnya tidak seberapa besar, tetapi kalau di total dari tahun 1990 hingga tahun 1993 maka, uang itu akan berjumlah besar."


"Kamu hitung semua, berapa uang perusahaan yang hilang.


Aku akan keluar sebentar untuk makan siang."


"Baiklah Non."


Ketika Aini melangkah dari tangga eskalator... Aini tertegun melihat Panji yang sedang mengepel lantai 2.


Antara percaya dan tidak... Aini mengamati Panji dengan cermat untuk meyakinkan bahwa itu Panji.


Setelah yakin office boy tampan itu adalah Panji... Aini bergegas mendekatinya,


"Mas Panji..!"


Setelah menoleh... Panji sangat terkejut melihat wajah cantik Aini.


"Aini... Kamu..?"


Tanpa banyak bicara... Aini langsung memeluk Panji erat - erat sambil meneteskan air mata.


Setelah melepaskan pelukan nya, Aini berkata,


"Mengapa Mas kerja disini jadi office boy..?"


"Dua jam lagi, aku istirahat. Nanti aku jelaskan ya.


Kamu mau kemana?"


"Aku mau lihat baju hamil di lantai 2.


Oh iya...


Sekarang saja Mas kita ke cafe London di lantai satu."


"Aini... Aku ini karyawan baru di sini, baru hari ini aku kerja.


Aku tidak ingin membuat masalah. Jadi... Tunggu jam 5 aku pulang kerja.'


"Mas... Net plaza ini milik ku, nanti aku yang bertanggung jawab jika kamu di pecat sama menajer OB."


"Baiklah, baiklah," sahut Panji,


"Mas Didin... Aku pergi ke cafe dulu ya."


"Baiklah Panji, tetapi jangan lama - lama ya! Karena pak Edi sering mengontrol saat jam mau pulang kerja."


"Baiklah Mas Didin."


*


Cafe London.


Sambil menikmati orange jus dan kepulan asap rokok marlboro... Panji berkata,


A"pa bener Net plaza ini milik mu..?"


"Milik Kakek ku Mas, kemarin Kakek bilang, aku di suruh menjualnya.


Karena... Net Plaza ini tidak ada yang ngurus, dan Kakek sudah tidak bisa mengelola nya.


Jadi... Kakek ku menyuruh aku menjualnya."


"Di jual berapa," tanya Panji tersenyum.


"Di jual 2,4 Trilyun.


Emang kamu mau beli..?"


"Boleh, biar Jeje asisten ku yang mengurusnya."


"Emang kamu punya uang sebanyak itu Mas..?"


"Punya.


Gampang masalah uang."


"Kalau kamu yang beli... Ya 4 Trilyun saja, Hahahaha!


Mas... Kakek ku ingin bertemu dengan mu. Apa kamu mau menemui Kakek ku..?


Tetapi, Kakek ku tidak tau kalau kita sudah bercerai. Aku bilang kamu ke Amerika."


"Ya... Sepulang kerja ini saja, kita temui Kakek mu."


"Baiklah Mas.


Mas... Apa kamu gak mau menemani ku di saat aku hamil..?


Inikan anak mu juga."


"Baiklah Aini, aku akan sering mengunjungi mu.


Kamu telpon saja bila ada masalah ya."


"Mas... Mari beli jas dan baju untuk mu, juga dasi dan sepatu.


Karena... Kakek ku orang pembisnis. Jadi, biar kamu terlihat seperti pembisnis juga.


Dan... Kamu tidak di pandang rendah oleh orang lain."


"Panji..!"


"Iya Pak Edi," jawab Panji kemudian mendekat.


"Belum jam pulang kerja kok berada di cafe London..?"


"Ini Pak, di mintak i tolong sama ibu hamil.


Di suruh menemani belanja dan membawahkan barang belanjaan nya."


"Oh gitu...


Baiklah kalau begitu."


***


Kediaman Kakek Aini.


Dengan setelan jas dan dasi merah garis - garis putih... Jam 7 malam Panji bertemu dengan Kakek dan Nenek nya Aini.


"Panji...


Kamu tidak usah tinggal di Jakarta. Tinggal disini saja sama Aini. Biar Kakek dan Nenek ada yang menemani.


Kamu tidak usah kerja ngurusi bisnis saja. Kalau mau kerja, Di Bandung...


Kakek punya banyak perusahaan. Kamu bisa menjadi Direktur utama."


"Kek... Mas Panji tadi bilang, tadi mau beli Net plaza katanya," sahut Aini.


"Hahahaha..!


Ngapain juga beli Net Plaza, toh kelak jadi milik anak kalian.


Kalau Panji suami mu mau mengelolanya, biar di kelola suami mu."


"Tidak Kek...


Biar atas nama saya, dan tidak terjadi perselisihan di kemudian hari,


Biar Panji beli saja."


"Terserah kamu dan Aini sajalah, kalian atur berdua.


Karena, semua harta Kakek, sudah aku wariskan dan aku balik nama hak, atas nama Aini."


"Enak sekali kamu Aini, dapat warisan dari Kakek mu, juga dapat warisan dari Papa Mama mu," ujar tpanji sambil tersenyum.


"Buat apa Mas, hidup kaya raya bergelimang harta, tetapi hati menderita.


***


Jam 10 malam... Panji kembali ke kos - kosan, di antar sama sopir,


"Pak, apa bapak tau Hotel Hening?"


"Tau Tuan."


"Antar saya ke Hotel Hening ya Pak."


"Baiklah Tuan Muda."

__ADS_1


Tak lama kemudian,


Mobil sedan Mercedes Benz 300CE Tahun 1990 milik Kakek nya Aini, memasuki halaman Hotel Hening.


"Terimakasih Pak," ujar Panji sambil keluar dari mobil, lalu menuju pintu hotel


"Selamat malam Tuan," ujar seorang gadis cantik di bagian penyambutan tamu.


"Malam juga."


"Apa Tuan hendak memesan kamar..?


Atau Tuan hanya ingin makan malam atau rilex menikmati minuman?"


"Di mana letak cafe Dodo..?


Aku hanya ingin rilex saja disini."


"Baiklah Tuan, mari ikuti saya.


Itu cafe Dodo terletak di samping Hotel Tuan."


"Terimakasih Nona, ini tips untuk mu."


"Terimakasih Tuan," ujar gadis cantik sambil membungkukkan badannya.


Setelah duduk di kursi cafe... Seorang waitress mendatangi Panji, lalu berkata,


"Selamat malam Tuan...


Tuan hendak memesan apa..?"


"Aku ingin anggur Prancis yang terbaik."


"Anggur Prancis merk apa yang Tuan inginkan..?


Ada Anggur merk Haut Brion, Mauton Rothschild dan Petrus."


"Pilihkan yang paling enak, yang bisa membuat tidur nyenyak."


"Baiklah Tuan.


Anggur Petrus saja, anggur yang di sukai para pengusaha kalangan atas.


Anggur ini di produk di perusahaan ternama di kota pelabuhan Bordeaux Prancis pada tahun 1956."


"Baiklah."


"Apa Tuan ingin satu botol atau satu gelas..?


Perbotol di bandrol dengan harga 24 juta Tuan.


Pergelas di bandrol dengan harga 1,2 juta."


"Ambilkan satu botol, jangan lupa sama es batu."


"Baiklah Tuan."


Tak lama kemudian, seorang waitress meletakkan anggur Petrus di meja, lalu menuangkan di dalam gelas.


Sambil mendengarkan alunan musik... Panji menikmati rasa anggur Prancis merk Petrus.


Sambil menikmati kepulan asap rokok marlboro, Panji berkata lirih,


"Bagaimana ini..?


Aku kasihan melihat Aini hamil, hanya di temani Kakek, Nenek nya saja.


Bagaimana pun... Yang di kandung Aini adalah anak ku.


Sebenarnya... Aku mau saja menemani Aini tinggal di rumah kakek nya


Tetapi... Aku sudah terlanjur menandatangani surat perjanjian perceraian dengan orang tuanya Aini."


Di halaman parkir Hotel... Devi keluar dari mobil, lalu pergi memasuki hotel dan menuju ke cafe Dodo miliknya.


"Selamat malam bos Devi," sapa beberapa karyawan cafe.


"Malam juga...


Buatkan aku es kopi Vietnam," ujar Devi kemudian duduk di kursi, sambil mengeluarkan laptop, lalu melihat neraca keuangan cafe Dodo yang tersebar di beberapa kota - kota besar di Indonesia.


Kring...!


Hp Gunawan menager Hotel Hening berdering.


Setelah terhubung,


"Selamat malam Presiden Direktur..."


"Kamu di mana," tanya Panji.


"Saya ada di rumah Tuan. Ada yang bisa saya bantu..?"


"Datanglah ke cafe Dodo Hotel Hening."


"Baiklah Tuan, saya akan segera sampai."


20 menit kemudian,


Melihat Pak Gunawan menager Hotel Hening... Devi menghentikan sejenak pekerjaan nya,


"Dengan siapa tu meneger Gunawan...?


Sandy..!


Datangi meneger Gunawan itu, tanya minum apa.


Tumben dia ke cafe malam - malam."


"Baiklah Bos," ujar Sandy kemudian mendekati Gunawan.


Selamat malam meneger Gunawan...


Mau pesan apa Pak..?"


"Pesan gelas di kasih es batu saja," sahut Panji,


"Sama rokok marlboro 2 bungkus."


"Baiklah Tuan."


"Sandy... Pesan apa tu meneger Gunawan," tanya Devi.


"Pesan gelas kosong di kasih es batu Bos."


"Hahahaha..!


Emang mau minum apa?"


"Tadi... Temannya pesan satu botol anggur merah Prancis merk Petrus Bos."


"Apa..! Merk Petrus..?


Pasti orang itu konglomerat, karena memesan anggur seharga 24 juta.


Jadi penasaran... Siapa pemesan anggur merah itu, sayang yang terlihat hanya punggungnya saja.


Aku harus pura - pura keluar cafe dan melihatnya dari kaca luar.


Tetapi... Sebentar, meyelesaikan pekerjaan ini dulu."


"Pak Gunawan...


Bagaimana keadaan Hotel ini," tanya Panji.


"Alhamdulillah Tuan, perlahan - lahan, Hotel Hening mulai banyak pengunjung.


Itu karena promosi dan iklan yang di lakukan oleh Direktur Kaila, secara besar - besaran.


Omset perlahan - lahan mulai naik Tuan."


"Silahkan di minum," ujar Panji sambil menuangkan anggur merah.


Kring..!


Hp Lim Shauw berdering.


Setelah tersambung,


"Selamat malam Godfather..."


"Kamu jemput aku ya, di cafe Dodo di Hotel Hening."


"Baiklah Godfather."


Tak lama kemudian,


"Selamat malam Godfather," sapa Lim kemudian salim dan mencium tangan Panji.


"Antar aku ke diskotik ya, aku ingin senang - senang malam ini," ujar Panji,


"Pak Gunawan, aku tinggal dulu ya.


Tolong... Tagihan minum ku ini, kamu bayar."


"Baiklah Tuan, semoga sukses selalu."


Setelah Panji pergi bersama asisten Lim... Pak Gunawan melangkah menuju kasir.


"Berapa Mbak, minuman itu..?"


"24 juta Pak."


"Apa..! 24 juta..?


Mahal sekali."


"Iya Pak, yang di pesan oleh teman Bapak adalah anggur impor dari Perancis."


"Baiklah, besok saja biar di bayar meneger keuangan hotel."


"Pak Gunawan..."


"Eeeh, bos Devi, tambah cantik saja."

__ADS_1


"Siapa tu Pak, temen bapak yang memesan anggur Petrus gak mau bayar..?"


"Dia Presiden Direktur Hening Group Devi, Tuan panji."


"Apa..! Tuan Panji..?


Lalu, di mana dia sekarang?"


"Tuan Panji pergi ke diskotik bersama asistennya.


Sepertinya... Tuan Panji sedang mabuk bos."


"Meneger Gunawan, aku beri gratis kalau untuk Tuan Panji. Gak usah bayar."


"Baiklah bos Devi, kalau begitu aku permisi dulu."


"Sandy... Simpan dengan baik sisa minuman Tuan pranji, kalau kesini lagi... Suguhkan."


***


Diskotik EM EM.


Setelah keluar dari mobil, akibat pengaruh alkohol anggur Prancis... Panji berjalan sambil merangkul Lim, menuju pintu loket diskotik.


"Lim... Apa pantas aku memakai stelan jas dan dasi ini," tanya Panji sambil tersenyum


"Lebih ganteng pake jas. Godfather terlihat ganteng dan berwibawa, daripada memakai pakean mirip ala orang miskin."


Ketika masih berada di area tempat parkir... Tiba - tiba dua mobil parkir, lalu 6 pemuda dan 2 cewek cantik keluar dari mobil.


Salah satu dari pemuda itu berkata,


"Rusdy..! Bukan kah itu Panji, pacaranya Leny..?


Ngapain si miskin itu di sini..?'


"Panji..! Berhenti," teriak Rusdy lalu mendekati Panji dan Lim.


Melihat gelagat tidak baik... Lim bersiap - siap melindungi Panji yang dalam keadaan setengah mabuk.


"Hahahaha..!


Berlagak pakai jas lagi, pake dasi, kaya pengusaha saja.


Kemarin sama Leni, sekarang sama siapa lagi, dasar cowok matre lu."


"Jaga mulut kalian, aku tidak kenal kalian, dan jangan ganggu kami, atau kalian akan menyesal," bentak Lim.


"Hahahaha..! Menyesal..?


Cantik - cantik galak banget.


Deden..! Hajar saja dia, biar dia tidak mendekati Leni lagi."


Tanpa banyak bicara... Deden dan Rusdy juga teman - temannya... Tiba - tiba memukuli Panji.


Lim yang melindungi Panji, jatuh tersungkur terkena tamparan juga pukulan.


Walau Panji di keroyok... Panji hanya diam saja.


Melihat ribut - ribut di area parkirran... Beberapa keamanan berlarian lalu melerainya, namun, wajah Panji dan Lim sudah babak belur.


"Bubarlah kalian," kata salah satu keamanan.


Rusdy dan teman - temannya pun masuk ke dalam diskotik.


Sementara... Panji dan Lim kembali ke mobil.


Melihat Panji yang tertidur di jok mobil akibat pengaruh alkohol... Lim membersihkan luka memar yang berdarah di mulutnya.


Kemudian Lim memencet nomer telpon Deny si Naga Barat.


Setelah tersambung,


"Naga Barat..!


Datanglah ke diskotik Em Em, Godfather habis di pukuli sekelompok pemuda."


"Baiklah Nona Lim, aku segera kesana."


Tak seberapa lama, tiga mobil memasuki area parkir diskotik Em Em.


"Selamat malam Nona Lim," sapa Naga Barat.


"Malam juga."


"Kita ke rumah sakit dulu saja, kita obati luka memar mu juga luka Godfather.


Masalah ini... Besok saja."


"Baiklah."


Lim dan Panji juga Naga Barat pergi ke rumah sakit.


***


Hotel Hening.


Jam 9 pagi... Panji terbangun, dan melihat Lim yang lagi tidur di sampingnya.


"Lim... Bangun, sudah jam 9."


Mendengar suara Panji...Lim berkata lirih,


"Iya Bos."


Setelah mandi dan ganti baju... Panji dan Lim sarapan di restoran hotel.


"Minum dua gelas anggur merah saja mabuk aku," kata panji.


Masih sakit gak mulut mu..?"


"Hehehe, ya sakitlah Godfather, tetapi sekarang sudah mendingan setelah di beri obat dokter."


"Selamat pagi Godfather," sapa Deny si Naga Barat.


"Eehh kamu Dany, ayoo sarapan dulu sini," ucap Panji.


Sambil sarapan... Dany berkata,


"Godfather... Apakah Godfather mengenal siapa pelaku pengeroyokan tadi malam..?"


"Dia bernama Rusdy, mahasiswa universitas keong, putra seorang pengusaha pipa di Jakarta.


Tetapi...


Lupakan lah masalah itu. Aku tidak ingin menambah masalah dengan mereka.


Kecuali kalau mereka melakukan lagi."


"Baiklah Godfather."


"Godfather... Mengapa wajah mu tidak ada luka sama sekali, padahal kamu di pukuli 6 orang," tanya Lim heran.


"Aku di lindungi oleh kekuatan cincin Kubro Taji di jari manis ku.


Setiap aku di sakiti... Cincin ini mengeluarkan kekuatannya untuk melindungi ku.


Lim... Antar aku kerja ya, sudah telat satu jam aku.


Naga Barat... Kamu bayar sarapan ku."


"Baiklah Godfather."


Tak lama kemudian,


Mobil BMW milik Lim memasuki area parkir Net plaza.


Begitu Panji berjalan masuk gudang hendak ganti baju... Didin berkata,


"Panji... Kamu di suruh menghadap pak Edi ke kantor."


"Baiklah."


"Selamat siang ptak Edi..."


"Duduklah.


Mengapa kamu telat kerja..?"


"Ke tiduran Pak."


"Baiklah, besok besok... Jangan di ulangi lagi."


"Baiklah Pak, terimakasih atas kebaikan Bapak."


Jam 02 siang... Aini menemui Panji yang sedang membersihkan lantai di lantai dua,


"Mas..."


"Eh, kamu Aini. Ada apa..?"


"Gak apa - apa... Aku mau minta di temani beli baju hamil. Kan kemarin aku gak jadi beli baju."


"Tetapi aku masih kerja, tadi saja saya sudah di panggil ke kantor, karena telat satu jam."


"Lihatlah ini... Tadi pagi Kakek ke kantor notaris, untuk mengurus kepemilikan Net plaza.


Net Plaza ini, sekarang atas nama mu. Sudah sah menjadi milik mu.


ini hadiah dari Kakek untuk mu.


Kakek bilang... Terimakasih kamu telah memberikan cicit katanya."


Setelah menerima dokumen... Panji membukanya dan membaca pelan - pelan.


Betapa terkejutnya Panji setelah membaca namanya sebagai hak kepemilikan Net Plaza yang megah ini.


"Ini hadiah dari Kakek, karena Kakek senang akan memiliki cicit," ujar Panji.


"Iya Mas, Kakek senang aku hamil, dan akan mempunyai anak."


"Kapan - kapan kamu aku buatkan anak lagi, biar aku dapat hadiah lagi," kata Panji sambil tersenyum.


"Ayoo Mas, temani aku."

__ADS_1


"Baiklah."


__ADS_2