
Di Bandara Heathrow London Inggris sangat sibuk sekali. Bandara Heatrhow adalah salah satu bandara tersibuk di Eropa yang mengangkut ribuan turis manca negara pertiap harinya. Apalagi ketika ada penyelenggaraan pertandingan bola Liga Inggris.
Kring...!
Bunyi telpon terdengar dari dalam saku Aini yang duduk di cafe bandara sambil menunggu jadwal jam keberangkatan, setelah melihat layar Hp satelit... Aini berkata,
"Ada apa Pak Rudi menelpon ku...?Kalau tidak ada urusan yang sangat penting sekali Pak Rudi tidak akan menelpon ku."
"Halo..? Ada apa Pak Rudi," tanya Aini.
"Maaf Nona Besar, aku menganggu sebentar," ujar Pak Rudi,
"Nona besar harus segera pulang ke Jakarta, karena keadaan keluarga di Jakarta saat ini memprihatinkan sekali."
"Apa..!!!
Yang benar kalau bicara," bentak Non Aini,
"Apa maksudnya memprihatinkan..! "
"Maaf Nona...
Keuangan keluarga Hong Shi sedang mengalami keterpurukan, beberapa perusahaan akan di ambil alih oleh pihak ketiga, karena mengalami pailit," ujar Pak Rudi,
"Nilai saham di semua sektor anjlok dan rumah kediaman dalam pengawasan Bank. Katanya... Besok akan di lakukan penyitaan."
Mendengar kata - kata Pak Rudi... Hp Aini terjatuh di lantai, membuat beberapa mata pengunjung cafe tertuju pada Aini.
Setelah mengambil hp nya kembali... Aini berkata,
"Baiklah Pak Rudi, setelah dari Beijing... Aku akan pulang ke Jakarta.
Pak Rudi ingat kan sama Wilda yang tinggal di kos - kossan belakang hotel Atlanta?"
"Ingat Non," jawab Pak Rudi.
"Pak Rudi temui Non Wilda," perintah Aini,
"Suruh Non Wilda mengatasi masalah rumah kediamaan dengan pihak Bank. Habis ini aku akan telpon Wilda."
"Baiklah Non," Pak Rudi langsung menutup telponnya.
"Apakah bisa Non Wilda mengatasi masalah pihak bank dengan rumah kediaman Hong Shi..? Apalagi menyangkut uang 400 milyar.
Apa Nona Besar Aini sedang bercanda," ujar Pak Rudi dalam hati.
***
Pagi - pagi Pak Rudi memarkirkan mobil mewah nya di depan Hotel Atlanta. Setelah keluar dari mobil dan hendak berjalan menuju kos - kossan Wilda... Pak Rudi terkejut melihat seorang wanita cantik dengan tubuh sexi dengan rambut sebahu terurai berwarna agak merah berjalan mendekati mobil Mazda warna biru dongker.
"Selamat pagi Non," sapa Pak Rudi sambil membungkukkan badan.
__ADS_1
"Selamat pagi Pak.
Hemm, dengan siapa ya," ujar Wilda.
"Saya Pak Rudi, orang kepercayaan keluarga Hong Shi.
Apakah anda adalah Non Wilda? Teman Nona besar Aini?"
"Benar Pak Rudi.
Oh iya iya... Aku ingat, Bapak kan dulu sering mengawal Nona Aini," ujar Wilda
"Iya Pak Rudi, tadi malam Non Aini sudah menelpon ku dan menjelaskan semua masalah keluarga besar Hong Shi.
Baiklah Pak, mari kita ke pihak Bank sekarang juga, aku ikut mobil Pak Rudi saja."
"Baiklah Non, mari."
Tak lama kemudian mobil pun melaju ke sebuah Bank swasta Bank Salmon.
Tak lama kemudian setelah berada di dalam bank Salmon... Seorang direktur muda berparas tampan menyambut kedatangan Wilda,
"Selamat pagi Direktur PT Hening, silahkan masuk ke kantor saya, kita bicarakan kerja sama kita di kantor ku saja."
"Baiklah Mas Yudi.
Pak Rudi... Mari," ajak Wilda.
Setelah duduk... Wilda berkata,
Berapa hutang - hutang keluarga Hong Shi di bank ini?"
Dengan rasa terkejut... Pak Yudi berkata dalam hati,
"Siapakah sebenarnya Wilda ini..?Hingga dia berani dan mau melunasi hutang Pak Hong sebesar 400 milyar?
Sok kaya sekali gadis ini!"
"Baiklah," ujar Pak Yudi,
"Direktur Wilda... Hutang yang harus di bayar saat ini sebesar 400 milyar, dan hari ini adalah ambang batas pembayaran, jika tidak di lunasi hari ini... Maka rumah kediaman Hong Shi dan beberapa perusahaan akan aku sita.
Apa kamu punya uang sebesar itu? Hehehe... Kalau tidak punya uang gak apa - apa di tunda, asal Direktur Wilda mau menemani ku di hotel untuk beberapa hari."
"Tutup mulut mu," bentak Wilda. "Memangnya aku wanita murahan?"
Yudi yang dari sejak pertama naksir sama Wilda sangat terkejut melihat sikap Wilda yang berani membentaknya di kantor nya sendiri.
"Hari ini aku bayar lunas semua hutang keluarga Hong Shi, ini ATM ku," ujar Wilda kemudian melempar ATM ke wajah Pak Yudi Direktur juga pemilik Bank Salmon.
Setelah mentransfer uang sebesar 400 milyar... Pak Yudi terkejut dengan saldo ATM Wilda tersisa 8 trilyun lebih.
__ADS_1
Sambil membungkukkan badan... Pak Yudi berkata,
"Maaf Direktur Wilda, aku salah, aku telah meremehkan mu, sekali lagi aku minta maaf.
Setelah menerima surat pembayaran lunas hutang piutang... Wilda berkata,
"Pak Yudi... Kerjasama di antara perusahaan kita, aku akhiri di sini.
Pak Rudi... Tau kan apa yang harus Pak Rudi lakukan atas penghinaan ini?"
"Baiklah Non," kata Pak Rudi kemudian mendekati Pak Yudi dan langsung menghadiahkan bogem beberapa kali hingga hidung Pak Yudi patah dan beberapa giginya rontok berdarah.
Ketika hendak keluar dari kantor... Pak Rudi dengan keras menendang perut Pak Yudi dengan keras hingga jatuh tersungkur ke lantai.
Setelah itu Pak Rudi mengantarkan Wilda ke Hotel Atlanta, lalu kembali ke kediaman keluarga Hong Shi untuk menyerahkan surat tanda pelunasan hutang piutang dari pihak Bank.
***
Sementara...
Panji berjalan menelusuri jalan raya dengan cepat sekali, seakan - akan seperti terbang
Perjalanan jalan kaki dari Cilacap ke kabupaten Kebumen yang seharusnya di tempuh 16 jam... Menjadi 4 jam. Itu karena Panji telah di beri ilmu Saipi Angin oleh kyai Hadi.
Ketika berada di kecamatan Prembun kabupaten Kebumen... Panji mendengar uluk salam dari Syeh Hamdani,
"Assalamualaikum Gus."
"Waalaikumsalam Syeh."
$Dalam melakukan perjalanan ke Jagad Timur ujung pulau jawa, Gus Panji tidak boleh mengunakan ilmu ajian Saipi Angin," ujar Syeh Hamdani, "Gus Panji harus murni jalan kaki seperti sebelumnya.
Jika Gus parnji mengunakan ilmu Saipi Angin... Maka lelaku Topo Gendeng akan batal.
Assalamualaikum."
"Sendiko dawuh Syeh, Waalikumssalam," jawab Panji.
"Huuuf... Tau saja Syeh Hamdani ini, banyak sekali peraturan nya," ujar Panji lirih.
Ketika hendak istirahat samping warung... Panji melihat sebuah mobil Taff berhenti di tepi jalan.
Setelah itu Panji duduk di teras toko yang tutup dekat dengan warung kopi.
Di dalam mobil, Jefri berkata kepada Gito si supir,
"Gito... Pemuda yang duduk di emper toko itu ciri, -cirinya persis seperti yang di katakan bos Rudi,
"Mari kita dekati, tetapi ingat..! Kita tidak boleh memakai kekerasan.
Bos Rudi hanya ingin memastikan keberadaan nya saja."
__ADS_1
"Baiklah," jawab Gito.
Kemudian dua preman utusan Pak Rudi turun dari mobil, lalu mendekati Panji yang istirahat di emper toko.