SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
DIMANA KAKI BERPIJAK DI SITULAH KEBERKAHAN ADA


__ADS_3

"Linda... Di mana rumah mu," tanya Panji sambil berjalan.


"Rumah ku di depan sana, 4 desa dari sini. Kalau jalan kaki yaa lumayan jauh, kurang lebih 1 jam


Siapa nama mu," ujar Linda.


"Panggil saja Panji.


Kebetulan kalau satu arah, kalau mau jalan kaki aku temani, kalau kamu mau naik angkutan umum silahkan."


"Jalan kaki saja Mas Panji. Jam segini sudah jarang ada angkutan umum," ujar Linda,


"Hari menjelang sore, lebih baik Mas Panji nginap di rumah ku saja, di wilayah ini kalau malam gelap dan banyak begal nya."


"Baiklah, apa kata nanti," jawab Panji.


"Mas Panji... Aku mau beli belanja dulu ya? Buat makan malam. Itu warung langganan belanja masih buka," ujar Linda.


"Baiklah Linda," kata Panji kemudian mengeluarkan uang 5 lembar pecahan 10 ribuan,


"Ini pake uangku saja. Masak yang enak, beli daging sapi, aku ingin makan sop daging sapi."


"Pakai uang ku saja," sahut Linda.


"Terimalah, kalau gak mau... Aku gak akan mampir ke rumah mu," kata Panji.


"Baiklah, baiklah," kata Linda kemudian menerima uang Panji.


Setelah belanja... Tak lama kemudian sampailah di halaman rumah Linda.


"Bapak kepala Desa Seruni," ucap Panji lirih sambil membaca papan tulisan di halaman rumah Linda.


"Mas Panji..! Ayoo masuk," ajak Linda sambil menarik lengan Panji.


"Ayah mu kepala Desa ya," tanya Panji.


"Iya, emangnya kenapa..? Ayo masuk," ujar Linda,


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, jawab Pak Wibi Ayah Linda.


"Ayah... Kenalkan ini Mas Panji, dia tadi yang menolong ku," ujar Linda.


Setelah mendengarkan cerita Linda putrinya... Pak Widi langsung marah,


"Nak Panji... Ayo duduk, biar di buatkan kopi sama Linda.


"Baiklah Pak Lurah," jawab Panji.


"Kamu nginap sini saja, karena hari sudah gelap," ujar Pak Wibi,


"Kebetulan sekali, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepada mu."


"Baiklah Pak Lurah," kata Panji,


"Kalau boleh tau... Ada masalah apa Pak?"


"Mas Panji, ini kopinya," ujar Linda kemudian meletakkan dua cangkir kopi hitam,

__ADS_1


"Aku tinggal masak dulu ya."


"Baiklah."


Setelah menyeruput kopi dan menyulut rokok... Pak Lurah berkata,


"Nak Panji... Kalau melihat penampilan mu, kamu adalah seorang pemuda yang sedang lelaku, dan... Sedikit banyak Nak Panji pasti mempunyai kelebihan atau mengerti banyak tentang ilmu goib."


"Katakan saja Pak Lurah, gak apa - apa, mungkin saya bisa membantu Pak Lurah," kata Panji.


$Begini Nak Panji...


Sudah hampir dua bulan ini, penduduk desa tiba - tiba banyak yang sakit, bahkan istri saya juga sakit," ujar Pak Lurah,


"Setelah di bawah ke rumah sakit, kata dokter tidak ada penyakitnya.


Sudah 4 warga desa ini yang meninggal dunia.


Ini saya barusan dari pemakaman kuburan karena ada warga yang meninggal dunia.


Saya sudah minta tolong sama beberapa kyai dan dukun, tetapi hasilnya nihil, tidak ada."


"Baiklah lah Pak lurah, tunggu sebentar," kata Panji kemudian menerawang.


Setelah menerawang dengan seksama... Panji berkata,


"Penyakit ini sengaja di kirim untuk membuat warga desa cemas, khawatir.


Tujuannya agar warga tidak betah di desanya sendiri.


Bahkan penyakit ini bisa membunuh semua warga desa."


"Siapa pelakunya, dan apa tujuannya menyakiti warga desa," tanya Pak Lurah terkejut.


"Iya nakal Panji," kata Pak Lurah,


"3 bulan yang lalu ada seorang pengusaha mau membeli tanah untuk mendirikan pabrik. Tetapi... Setelah saya bicara dengan warga yang memiliki tanah, mereka tidak mau, mereka tidak mau menjual sawahnya."


"Dialah pelakunya," ujar Panji,


"Pengusaha itu marah dan membayar dukun - dukun jahat untuk membuat seluruh warga desa ini sakit dan mati satu persatu.


Memang kalau di dirikan pabrik di kecamatan ini... Sangat menguntungkan pengusaha itu, karena prospek 10 tahun kedepan daerah ini akan rame.


Tanah murah, bayar kariyawan juga murah, dan limbah nya warga desa yang menanggung."


"Lalu bagaimana cara mengatasi masalah ini Nak Panji," tanya Pak Lurah.


"Gampang Pak Lurah," ujar Panji,


"Pak Lurah carikan saya pohon kelapa yang jatuh dari pohonnya.


Carikan sebanyak 9 buah.


Setelah terkumpul, lalu di kupas dan di parut.


Saya butuh air nya Pak."


"Baik lah Nak Panji, sekarang juga aku akan pergi ke penduduk desa, biasanya mereka punya simpanan di rumah," kata Pak Lurah.

__ADS_1


"Mas Panji, ayo mandi dulu, setelah itu kita solat lalu makan malam," ujar Linda,


"Ayoo ikuti aku, kamar mandinya di belakang.


Ganti sarung sama bajunya, nanti biar aku cuci bajumu."


Setelah melaksanakan solat Magrib berjamaah dengan Linda... apanji menikmati makan malam berdua dengan Linda.


Sambil menikmati santap makan malam... Panji berkata,


"Linda, ternyata kamu cantik sekali!!


Tidak di poles cantiknya kayak gini, apalagi kalau di dandani di salon dan di poles dikit, hemmm bisa - bisa aku jatuh cinta."


"Bener diri ku cantik...? Hehehe," ujar Linda,


"Pinter sekali kamu merayu wanita.


Mas Panji... Habis makan kita jalan - jalan ya..? Di kampung sebelah ada pasar malam."


"Boleh, emang mau naik apa," kata Panji.


"Kita naik motor punya Ayah ku, Bentar lagi Ayah juga pulang," ujar Linda.


Tak lama kemudian Pak Wibi Ayah Linda datang dengan beberapa penduduk desa sambil membawa buah kelapa pesanan Panji.


Setelah makan malam... Linda meminjam motor Ayahnya kemudian pergi dengan Panji.


Motor melaju pelanc- pelan, dengan rasa senang dan bahagia Linda memeluk perut Panji dari belakang.


Walau baru mengenal Panji... Linda sangat percaya kalau Panji adalah pemuda baik, bahkan pada pandangan pertama Linda langsung jatuh hati kepada Panji.


Setelah berada di pasar malam, Panji duduk di atas motor bersama Linda sambil melihat keramaian pasar malam hiburan desa untuk rakyat kecil.


"Linda... Kamu pindah sekolah saja ke Jakarta, sepulang sekolah kamu bantu temanku kerja di perusahaan," ujar Panji,


"Malamnya kamu bisa les Ilmu menejemen Bisnis, les Bahasa inggris les mengemudi mobil dan lainnya.


Sepertinya temen ku butuh orang kepercayaan.


Dalam satu tahun setelah kamu lulus sekolah, kamu pasti pintar.


Setelah lulus kamu bisa kuliah di malam hari, siang kerja di perusahaan."


Mendengar ucapan Panji... Linda sangat terkejut sekali, karena dari sejak SMP Linda ingin sekali merantau ke Jakarta untuk bekerja seperti teman - temannya.


"Mas Panji... Dari mana aku dapat uang untuk pindah sekolah di Jakarta. Lebih baik kerja saja," ujar Linda.


"Linda mau enggak sekolah di Jakarta," tanya Panji.


"Mau sih, tetapi...?"


"Ya sudah kalau mau, nanti aku yang atur.


Besok siang kamu siap - siap ke Jakarta ya," ujar Panji.


"Besok siang..? Ah gak masuk akal mas Panji ini," jawab Linda.


"Pokoknya kamu nurut saja, nanti aku yang bilang sama Ayah mu," ujar Panji,

__ADS_1


"Ayo kita pulang, sudah jam 8 malam."


"Baiklah Mas," jawab Linda yang masih bingung dengan ucapan Panji.


__ADS_2