
Kediaman Wilda di sukabumi.
Siang itu... Setelah melakukan perjalanan 2 jam lebih, sampailah Panji dan Wilda di halaman parkir rumah mewah di kampung pinggiran kota.
Setelah turun dari mobil,
"Assalamualaikum Ma," sapa Panji kemudian sungkem mencium tangan mertuanya.
"Ayo masuk Nak Panji."
"Iya Ma."
Setelah duduk sambil menikmati secangkir kopi dan pisang goreng, Panji berkata,
"Ma... Kok gak beli rumah di perumahan saja sih?"
"Gak Nak, Mama lahir di desa ini, besar di sini.
Jadi... Mama betah di sini, tinggal bersama saudara - saudara Mama.
Mama ucapkan terimakasih pada Nak Panji.
Karena Nak Panji... Wilda jadi wanita baik - baik dan sukses.
Wilda menceritakan semua pada Mama."
"Sama - sama Ma.
Tetapi... Panji hanya perantara saja Ma, semua itu dari Gusti Allah."
Sambil meneteskan air mata... Mamanya Wilda berkata,
"Kalau ingat - ingat masa lalu... Saat Wilda masih remaja, Mama dan anak - anak hidup sengsara Nak, hidup susah dan terhina.
Bisa makan sehari 2x saja sudah Alhamdulillah.
Keluarga Mama ini orang paling miskin di kampung ini."
"Kayaknya bagus deh Ma, kalau di buat sinetron cerita hidup Nama," sahut Panji.
Hahahaha,
Kamu itu Mas, asal saja kalau ngomong.
Ya gitu Ma, menantu Mama kalau bicara, sering bercanda," sahut Wilda.
"Sekarang gimana Ma..? Lanjutin Ma ceritanya, kok terdengar asik," kata Panji.
"Sekarang... Yaa Alhamdulillah.
Wilda jadi orang terkaya di kampung ini. Rumahnya kayak istana, adik - adiknya sekarang bisa makan enak, tidur pake Ac. Kemana - mana naik motor, dan di pandang orang.
Di hormati.
Dulu... Ke tetangga, pinjam beras sekilo saja di bilang gak ada, padahal orang kaya.
Sekarang... Bapak nya kemari minta pekerjaan untuk anak - anaknya."
"Sudahlah Ma, jangan ngomongin orang lain, gak baik.
Yang penting... Mama sekarang bahagia.
Jangan lupa Ma... Solatnya 5 waktu."
"Iya Nak Panji.
Hemmm, Nak Panji gak ingin nikah secara resmi sama Wilda.
Biar punya surat nikah, dan di akui Negara..?"
"Boleh,
Besok pagi juga gak apa - apa Ma.
Mama atur saja sama orang KUA."
"Baiklah Nak Panji, Mama sekarang akan menemui orang KUA. Dan memesan makanan untuk besok siang."
"Iya Ma, terserah Mama, yang penting Mama senang."
**********
Besoknya.
Siang jam 11, Panji mengucapkan ijab kobul di depan penghulu, di kediaman rumah Wilda.
Setelah mendapatkan buku surat nikah... Keluarga besar Wilda menikmati hidangan makan bersama.
"Wilda... Aku ada keperluan di kota Bandung.
Aku ada tugas dari guru ku."
"Baiklah Mas, Wilda kemungkinan, besok ke Samarinda Kalimantan.
Mau peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan kayu. Mas aku antar ke kota Bandung ya?"
"Gak usah Wilda, aku naik bis saja. Kamu istirahat saja."
"Nanti... Kalau sudah di Bandung, kamu hubungi Mbak Eka atau Mbak Dewi.
Dia sekarang menjadi menager ku.
Ini no telponnya."
"Iya,
Kan aku punya hotel di kota Bandung."
"Oh iya ya, sampai lupa aku," ujar Wilda tersenyum kemudian salim mencium tangan Panji lalu memeluk erat.
Setelah pamit sama mertuanya, Panji uluk salam.
"Assalamualaikum."
*
Setelah berada di terminal... Panji naik bis menuju kota Bandung.
Di dalam bis... Panji duduk bersebelahan dengan seorang pemuda yang lumayan rapi dan tampan.
Tiba - tiba... Pemuda itu bertanya,
"Mas mau ke mana..?"
"Mau ke kota Bandung Mas.
Kalau Mas mau kemana..?"
"Saya juga mau ke kota Bandung.
Asli dari mana Mas..?"
"Dari Surabaya Mas."
"Jauh banget ya berada di Sukabumi.
Dari mana tadi..?
Emang Mas kuliah apa kerja di Bandung?"
"Dari rumah istri Mas, ini mau cari kerjaan di kota Bandung.
Mas asli mana..?"
"Saya asli orang sini Mas, orang Sukabumi.
Siapa namanya Mas ini..?"
"Panji."
"Saya Beni.
Mas mau cari kerja apa di kota Bandung..?"
"Apa saja Mas, yang penting halal, bisa untuk menafkahi istri," jawab Panji.
Bagaimana kalau kerja ikut saya..?
Mau gak, tetapi kerjanya di proyek Mas, kuli bangunan.
Kebetulan, saya lagi kekurangan tenaga kuli."
"Boleh,, gak apa - apa."
"Nanti Mas Panji ikut saya ya, langsung ke proyek."
__ADS_1
"Iya Mas Beni.
Memangnya Mas Beni sedang membangun apa..?"
"Saya ini hanya pemborong kecil Mas Panji.
Pt Java Kontraktor sedang membangun perumahan, saya mborong sebagian pasang batu batanya.
Cuma punya 20 anak buah saja."
"Pt Java Kontraktor..?
Kayak pernah dengar PT itu."
"Pt Java Kontraktor memang terkenal Mas Panji.
Banyak perumahan elit di Bandung memakai jasa PT Java. Bahkan beberapa apartemen di jtakarta dan Bandung juga di sub sama PT Java.
Tetapi... Ya gitu, sulit bergabung dengan PT Java.
Saya saja... Baru dua kali di percaya gabung, itu pun masih tahap percobaan.
Pemilik nya orang Sukabumi mtas, Namanya ibu Wilda."
"Apa ibu Wilda pemilik tpt Java sering ke lapangan Mas? Ya... Surve lihat - lihat proyek gitu?"
"Selama saya gabung di PT Java, baru sekali lihat bu Wilda, itupun di kasih tau sama atasan saya.
Waktu itu... Ibu Wilda cuma sebentar saja.
Ya... Namanya Bos Mas, pasti sangat sibuk sekali."
"Ibu Wilda itu sudah tua apa gimana mas," tanya Panji pura - pura tidak tahu.
"Sangat muda sekali Mas, cantik lagi, body nya juga sip. Paling juga... Umurnya sekitar 19-20 tahun."
"Sudah sampai Mas Panji, mari kita pergi."
***
Malam itu... Panji istirahat di sebuah rumah yang masih tahap pembangunan, bersama 20 orang pekerja proyek.
Setelah ngobrol dengan teman - teman barunya, Panji istirahat tidur beralaskan kardus.
Di hari pertama kerja... Panji belajar mengaduk luluh, campuran pasir dengan semen, lalu mengantarkan nya pada para tukang.
Setelah 5 hari kerja... Sore itu, setelah istirahat kerja, Mas Beni berkata,
"Mas Panji... Ini bayaran mu selama 5 hari."
"Kok sudah gajian Mas Beni..?"
"Setiap hari sabtu bayaran Mas Panji.
Apa betah kerja di proyek..?"
"Hehehe, betah Mas Beni.
Tetapi... Aku minta izin berhenti ya Mas, aku ingin mencoba kerja lainnya."
"Oh gitu, iya gak apa - apa Mas Panji.
Kalau begitu... Ini aku kasih uang buat beli rokok."
"Terimakasih Mas Beni."
Setelah mandi dan ganti baju... Panji pamit kepada teman - temannya untuk pergi.
Sambil berjalan keluar perumahan... Panji berkata lirih,
"Berat sekali kerja jadi kuli bangunan.
Bukannya aku gak kuat atau gak betah, hanya saja... Kalau malam capek sekali.
Mau solat malam pun sudah gak kuat rasanya badan ini.
Bayaran 5 ribu, selama 5 hari, hehehehe,
Kalau seminggu bayaran 6 ribu.
Uang 6 ribu sangat berarti bagi kuli bangunan. Bisa buat makan anak istrinya.
Kadang... Aku sekali makan di restoran bisa 20 ribu, hingga 30 ribu.
Orang fakir dan miskin mengumpulkan uang 6 ribu setiap minggu, pas sebulan... Mereka pulang ke rumah untuk memberikan uang hasil kerjanya sama istri.
Walau buat ku uang segitu sangat sedikit, tetapi bagi mereka sangat banyak sekali.
Subhanallah...
Pelajaran dari guru ku sangat sepele, tetapi, kajian nya sangat dalam sekali.
Bab bersyukur ingatase peparingge pengeran.
Alhamdulillah...
Terimakasih ya Allah, Engkau takdirkan saya menjadi orang kaya, yang memiliki banyak uang.
Terimakasih ya Allah... Atas segala Nikmat Nya."
Setelah berjalan cukup jauh... Panji melihat Moll di sebelah kirinya, sambil membaca tulisan di atas,
Bandung Indah Plaza.
"Hemmm, malam minggu ramai sekali.
Pesan guru ku... Makan minum dan beli apa saja, harus dari uang hasil kerja, kecuali di kasih orang.
Di dalam tas ku ada uang 60 juta, tetapi tidak bisa di pakai beli.
Sebenarnya... Aku ingin makan di KFC dan minum es coca - cola.
Tetapi yang hasil kerja ku hanya 5 ribu.
Bagini rasanya jadi orang miskin, sangat menderita. Kepingin makan enak saja... Masih mikir.
Padahal KFC satu paket hanya 2500 rupiah."
Setelah berada di jalan Dago... Panji bertanya pada seseorang,
"Pak... Du mana ya ada kos - kossan?"
"Di depan kampus Keong Mas, Mas masuk ke gang itu... Nanti banyak kos - kossan.
Mas tanya sana saja."
"Terimakasih Pak," ujar Panji kemudian melangkah.
Setelah menemukan kos tak jauh dari jalan raya, Panji berkata,
"Buk... Berapa bayar kossnya sebulan..?"
"5 ribu Mas, tetapi hanya ada tikar saja."
"Boleh gak Bu, saya bayar separuh dulu?"
"Boleh Mas...
Mas kuliah di mana..?"
"Di universitas Keong Buk, tetapi sambil kerja," jawab Panji berbohong.
"Oh gitu...
Ya sudah, itu kamar kosnya paling pojok yang tersisa.
Semua penghuni kos ini juga mahasiswa dan mahasiswi kok Mas, sama kayak kamu.
Siapa namanya..?
Nanti foto kopi ktp ya, sama kartu Mahasiswa sekalian."
"Panji Buk.
Iya Buk, besok ya."
"Iya Mas Panji."
Setelah berada di dalam kamar... Panji merebahkan badannya dan berkata,
"Aduh... Mati aku..!
Di minta i kartu Mahasiswa lagi."
Sambil tiduran... Panji memencet tombol telepon nya.
__ADS_1
Setelah tersambung,
"Sekretaris Iwan... Besok siang kamu pergi ke kota Bandung.
Ajak Direktur Youri.
Jam 12 siang harus ada di kota Bandung."
"Baiklah Godfather."
"Di kota Bandung... Apa ada anggota organisasi The Bluss..?"
"Banyak Godfather.
Apa Godfather dalam masalah..?"
"Iya," ujar Panji kemudian menutup telponnya.
"Hemmm, perut ku lapar lagi, kopi gak ada.
Lebih baik beli nasi bungkus saja," ujar Panji kemudian keluar kamar.
Ketika berjalan melewati beberapa kamar... Tiba - tiba suara seorang wanita menyapa,
"Mas... Penghuni baru ya?"
"Iya Mbak, sore tadi."
"Sini Mas, masuk sini, kenalan dulu.
Mas mau kemana?"
"Mau beli nasi, di mana ya ada warung nasi?"
"Gak usah beli Mas, ini ada teman kos ulang tahun.
Ayoo masuk sini," paksa Desi mahasiswa LPKI.
Karena di paksa penghuni kos lama... Panji akhirnya duduk di depan pintu kos - kossan, dan ikut merayakan ulang tahun.
Sambil menahan lapar dan rasa capek, Panji terpaksa tersenyum ikut bahagia.
"Mas ganteng sekali... Hehehe.
Kenalin, nama ku Desi," sambil menjulur kan tangannya.
"Aku Panji."
"Huuuu, lihat cowok ganteng, langsung nempel," sorak teman lainnya.
"Gak boleh iri ya..? Kan hanya aku yang jomblo.
Ayo Mas Panji, di makan nasi kotaknya, jangan malu - malu.
Acaranya sudah selesai kok.
Apa aku suapin..?"
"Huuuu," sorak teman lainnya mendengar rayuan Desi.
Setelah makan bersama... Panji pamit kembali ke kamar kosnya.
Baru saja merebahkan badan... Desi tetangga kos datang menyusul Panji.
"Mas Panji... Boleh masuk?"
"Boleh, silahkan Desi."
Setelah duduk di dekat Panji... Desi melihat keadaan kamar, lalu berkata,
"Mas, aku ambilkan bantal dulu ya?"
"Emang kamu ada berapa?"
"Aku punya bantal 3," jawab Desi kemudian keluar kamar.
tak lama kemudian,
"Ini Mas bantalnya. Ini kipas angin nya, biar dingin kamarnya."
"Desi baik baget sama aku, padahal baru saja kenal."
"Ya... Sesama perantauan pelajar Mas, kita harus saling menolong. Apalagi tetangga kos
Kalau Mas Panji belum dapat kiriman uang dari rumah... Mas Panji bilang saja sama Desi ya, nanti aku pinjamin duit."
"Apa Desi punya banyak uang, kok nawarin pinjaman uang..?"
"Gak banyak si Mas, tetapi, kalau buat makan sih ada."
"Yaa... Besok saja kalau aku kehabisan uang, aku pinjam sama kamu."
"Boleh."
"Desi... Aku tak tidur dulu ya, capek baget.
Kalau Desi mau tidur sini... Ya silahkan gak apa - apa."
"Iya Mas, tidur saja, aku mau keluar dulu jalan - jalan sama teman - teman.
Nanti aku bawain makan dan Air Aqua.
Jangan di kunci ya kamarnya."
"Iya Desi."
Setelah Desi pergi... Panji berkata lirih,
"Aduh, Desi senang sama aku. Bisa kacau acara ku nanti."
***
Jam 12 malam... Sepulang dari nongkrong malam mingguan, Desi langsung menuju kamar Panji.
"Desi..!
Mau kemana kamu..? Gak salah masuk kamar," sahut Neni teman kossnya.
"Mau ke kamar Mas Panji, penghuni baru, kasihan dia, di kamarnya tidak ada makanan, air minum pun juga gak ada."
"Alasan saja, paling - paling kamu naksir sama si ganteng itu."
"Jangan berisik, kalau kamu mau ikut gabung ayo sini."
Setelah membuka pintu kamar Panji... Desi berkata,
"Mas... Bangun.
Ini aku bawakan nasi padang sama kopi."
"Iya Desi, makasih banyak.
Baik baget kamu."
"Ayo Mas, di makan, lalu tidur lagi."
Selesai makan... Panji melihat Desi tertidur di lantai.
Lalu pranji mandi dan melaksanakan solat Isak dan solat sunnah malam.
Setelah solat, Panji melantunkan Dzikir ismudzat 11 ribu x pelan - pelan.
Dalam Dzikirnya... Mata batin Panji melihat beberapa kejadian - kejadian aneh, termasuk melihat kerusuhan juga ratusan mayat bergelimpangan di jalan - jalan, akibat Demonstrasi menuntut lengsernya Presiden Soeharto.
Panji juga melihat rusaknya generasi bangsa pasca lengsernya Presiden Soeharto.
Panji juga melihat carut marutnya Negeri Indonesia.
Yang membuat Panji meneteskan air mata... Panji melihat banyak bencana alam di mana - mana, yang menelan banyak korban jiwa.
Karena penasaran dengan apa yang di lihatnya... Panji akhirnya menghubungi Syeh Hamdani, sang Wali Majedub paku buminya jawa Barat,
"Assalamualaikum Syeh..."
"Waalaikumsalam Gus..."
"Syeh... Apa yang aku lihat dalam dzikir ku barusan ini benar adanya, dan apa benar - benar akan terjadi di masa akan datang?x
"Benar Gus, pada suatu saat... Pemimpin Negri ini akan lengser, dengan korban jiwa yang sangat banyak.
Tetapi sayang... Masyarakat Negeri ini tidak siap dengan kehidupan selanjutnya.
Sehingga... Negri ini akan menuju kehancuran perlahan - lahan."
"Apa yang di maksud dengan kehidupan selanjutnya Syeh?"
__ADS_1