
Cafe London.
Setelah turun dari angkutan umum, Leni mengandeng lengan Panji menuju cafe Londo.
Begitu berada di dalam cafe, Panji melihat Altar Mila duduk bersama Direktur Lim dan Novi wakil sekretaris.
"Selamat siang Godfather," sapa Asisten Altar Mila dan lainnya, sambil membungkukkan badan.
"Duduklah kalian."
"Godfather mau pesan apa," tanya Mila
"Kita makan siang bersama saja, aku pesankan minum air putih dingin dan kopi hitam."
"Baiklah," jawab Mila kemudian berlalu untuk memesan makan siang.
"Direktur Lim... Apa Altar sudah kamu beritahu kebiasaan ku?"
"Sudah Godfather."
"Ini Tuan pesanannya," kata seorang pelayan cafe sambil menaruh beberapa piring di meja.
Sambil menikmati makan siang, Panji berkata,
"Mila... Kamu benar mau kerja jadi Asisten kedua ku?"
"Mau Godfather, dari pada saya di penjara."
"Tau syarat nya?"
"Tau Godfather, tadi... Direktur Lim telah memberi tau banyak tentang kebiasaan Tuan."
"Baiklah.
Sekretaris Novi... Hubungi sekretaris Dava untuk menranfer uang 100 juta ke rekening Mila, biar untuk biaya operasional di lapangan."
"Baiklah Godfather."
"Apa ada Mobil BMW anti peluru di Jakarta..?"
"Ada Godfather."
"Tolong sekarang juga suruh orang kirim ke Bandung."
"Baiklah Godfather," jawab sekretaris Novi kemudian mengambil telepon.
Leni yang menikmati makan siang di samping Panji, terkejut mendengar obrolan Panji dengan teman - temannya yang sering memanggil Tuan.
"Mila... Besok kamu belajar nyetir mobil BMW.
Belajar menembak juga.
Kamu belajar di Perbakin, persatuan Menembak Indonesia. Lalu kamu urus surat izin memegang senjata api."
"Baiklah Godfather."
"Sekarang kamu hubungi Deni si Naga Barat, suruh ke sini."
"Baiklah Godfather."
"Direktur Lim... Kamu tidak usah beli rumah.
Rumah hasil sitaan dari direktur lama, itu kamu tempati saja.
Sertifikatnya kamu tanya Naga Barat."
"Baiklah Godfather, terimakasih banyak."
Selesai makan siang, Panji menikmati secangkir kopi hitam dan kepulan asap rokok.
"Direktur Lim,
Sekarang... Kamu lanjutkan pekerjaan mu.
Oh iya... Aku pesan tempat 2 ya, untuk cafe dan restoran, untuk teman baik ku."
"Baiklah Godfather," jawab Direktur Lim kemudian pamit.
"Selamat siang Godfather," sapa Naga Barat.
"Siang juga, duduk lah."
"Apa ada Markas organisasi The Bluss di Bandung ini..?"
"Ada Godfather, di perumahan Elit Kahuripan.
Aset milik organisasi."
"Aku kasih kerjaan untuk mu hari ini.
Kamu culik mahasiswa Keong bernama Rusdy dan 4 temannya.
Dia kos di gang sebelah gedung Telkomsel.
Pergilah bersama sekretaris Novi."
"Baiklah Godfather," jawab Naga Barat kemudian pergi bersama Novi.
"Mila... Mari kita pergi, kita cari Hp satelit dulu untuk mu.
Ayoo Leni," ajak Panji.
Sambil berjalan melihat - lihat pertokoan, Leni berkata,
"Mas... Ngapain kamu mau menculik Rusdy," tanya Leni.
"Aku ingin mengasih dia pelajaran, biar dia tidak membuly lagi ke para mahasiswa yang lemah."
Setelah membeli Hp satelit untuk Mila, Panji berkata,
"Mila... Kamu istirahat lah di apartemen Intan.
Nanti, kalau aku butuh kamu, aku telpon."
"Baiklah Godfather."
"Leni... Mari kita ke kos kossan,x ajak Panji.
***
Kos kossan Dago.
Setiba di kos - kossan, Leni berkata,
"Mas... Terimakasih ya, di belikan baju dan celana. Banyak banget..! Bisa di pakai buat pergi kuliah."
"Sama - sama Leni."
"Permisi...
Selamat siang."
"Selamat siang juga," jawab Leni.
"Mbak, mau tanya, apa ini kos - kossan nya ibu Ayu..?"
"Iya benar, Mbak mau cari siapa..?"
"Mas Panji. Di mana ya kamar kosnya..?"
"Itu sebelah pojok, kamar nya terbuka."
"Baiklah Mbak, terimakasih," jawab Bela kemudian berjalan menuju kamar pojok,
"Assalamualaikum Mas..."
"Waalaikumsalam, Eh, Bela.
Gak bingung cari alamat sini?"
"Gak lah, gampang, dekat jalan raya.
Katanya aku di suruh kerja, bersihin kamar, cuci baju masak dll..?"
"Iya, tetapi gak di sini, di Apartemen Intan milik ku.
Berhubung kamu ada disini, sekarang, pijitin kaki ku."
"Hemmm,
Baiklah Tuan Bos!"
Sambil menikmati pijitan... Panji berkata,
"Itu, aku belikan Hp satelit untuk mu, buat komunikasi."
"Aku gak bisa pakai Hp satelit."
"Belajar 1 jam juga bisa," ujar Panji,
"Sudah aku siapkan tempat restoran untuk mu, di Net Plaza.
Mulai besok kamu, bisa mengelolanya."
"Tempatnya ada, terus... Uang modal buat beli alat alat masak, dari mana aku..?
Belum beli meja kursi, gaji karyawan baru!"
"Kamu itu cerewet sekali, kaya Maya."
"Maya siapa lagi..?
Dulu Ruli, Irmala. Sekarang Maya."
"Yang enak kalau mijat, itu pakai minyak pelicin.
Makanya... Kamu aku suruh kerja, nanti bayaran dari ku, bisa buat beli alat - alat restoran.
Beli sedikit demi sedikit, kalau semua sudah terkumpul, baru kamu buka restoran."
"Bayaran sebulan sekali, lalu... Kapan bisa kumpulin beli perabotan restorannya..?"
"Besok aku kasih bayaran langsung untuk setahun," ujar Panji.
"Hahahaha..!
Belum kerja sudah di Dp bayaran setahun.
Baik bener dirimu Mas, jangan jangan... Nanti minta temani tidur?"
"Iyalah, kan tidur saja, gak ngapa - ngapain."
"Iya sih, gak ngapa - ngapain, paling - paling buat guling doang.
Takutnya nih ya...
Lama - lama aku jatuh cinta sama kamu, dan kamu cuek.
__ADS_1
Kan bisa menderita diri ku."
"Jangan pernah jatuh cinta kepada ku, kita berteman saja," ujar Panji.
"Assalamualaikum," sapa Desi.
"Waalaikumsalam Desi, masuk," jawab Panji.
"Iya Mas.
Hemmm, ini aku bawahkan kopi dan camilan."
"Alhamdulillah...
Makasih ya Desi..."
"Sama - sama Mas.
Oh iya... Dua hari lagi, Mama ku sudah boleh pulang, rawat jalan."
"Baguslah.
Semoga cepat sembuh ya."
"Aamiin," sahut Desi,
"Aku mengucapkan terimakasih ya Mas Panji, atas semua biaya pengobatan Mama dan Kakak ku.
Aku tidak bisa membalas apa - apa kepada kamu Mas."
"Sama - sama Desi.
Aku ingin kamu membalas kebaikan ku, dengan cara, kamu harus rajin solat 5 waktu saja.
Bagaimana?"
"Baiklah Mas Panji, mulai hari ini, aku akan rajin solat 5 waktu."
"Oh iya... Aku denger dari Lim, kamu mau berhenti kuliah..?"
"Iya Mas, mau kerja saja bantu Mama.
Lagian aku anak ragil yang belum berkeluarga."
"Besok... Setelah mama mu pulang ke Cianjur, kamu kerja ikut Lim ya.
Sepulang kuliah siang, kamu kerja setengah hari.
Kan lumayan bayaran nya bisa buat bayar kuliah.
Terus... Kamu gak usah kos, tinggal saja bersama Lim, di perumahan."
"Beneran nih Mas..?"
"Iya Bener, nanti kamu temui Nona Lim di Net Plaza.
Dia menjabat Direktur."
***
Setelah solat Magrib... Hp Panji berdering. Setelah tersambung,
"Godfather... Rusdy sudah ada di markas."
"Baiklah aku segera kesana," jawab Panji.
Kring..!
Hp Mila berbunyi. Setelah terhubung,
"Mila... Jemput aku di depan kampus Keong sekarang juga."
"Baiklah Godfather, tunggu 15 menit lagi aku segera datang."
*
Markas organisasi The Bluss di kota Bandung.
Mobil Mazda memasuki halaman parkir rumah mewah.
Setelah turun dari mobil, Panji berkata,
"Bela... Kamu tunggu di ruang tamu sebentar ya.
Sambil nunggu kamu belajar mengoperasikan Hp, biar cepat bisa."
"Baiklah Mas."
"Mari Godfather, ikuti saya," kata Naga Barat.
Setelah berada di ruang bawah tanah yang cukup luas, Panji melihat Rusdy dan ke 4 temannya duduk di kursi dengan kedua tangan terikat.
Melihat Panji berdiri di depannya... Rusdy sangat marah dan berkata,
"Ternyata kamu dalang di balik penculikan ini ha..!
Jangan harap kamu semua bisa hidup tenang setelah ini.
Papa ku akan menyuruh orang untuk membunuh mu."
Plaaaak..!
Tanpa banyak bicara... Sekretaris Novi Ernas langsung menamparnya.
"Kan sudah aku bilang... Kamu membuly salah orang," kata Panji,
"Baiklah Godfather."
"Hanya karena cemburu... Kalian memukuli ku dan memukuli Nona Lim di area parkir diskotik Em Em.
Aku diam saja.
Bukannya kamu sudah putus hubungan asmara dengan Leni.
Terus tadi siang... Di depan kampus, kamu menampar ku lagi berkali 7 kali dengan teman - teman mu itu!"
"Kamu mau balas dendam sekarang ha..!!
Ayoo silahkan," bentak rusdy
"Baiklah. Aku hanya ingin kasih pelajaran buat kalian, agar kalian bisa menghormati orang lain.
Jangan mentang - mentang kalian anak - anak orang kaya, lalu berbuat seenaknya dan sewena - wena.
Mila... Kamu tampar mereka 10x."
"Apa Godfather..! Menampar mereka..?"
"Iya. !!!
Kamu harus belajar jadi cewek pemberani seperti sekretaris Novi."
"Ba, ba, baiklah," jawab Asisten Mila setengah gemetar.
"Ambil sandal mereka, lalu tampar yang keras muka mereka," perintah Panji.
Mendapat perintah dari Godfather bos nya... Mila yang tidak pernah menampar orang, dengan keras menampar Rusdy.
Plaaak Plaaak Plaaak!
Mendapat tamparan sandal berkali - kali... Rusdy tidak menyesal atau kesakitan.
Rusdy malah menantang Mila untuk lebih keras menamparnya.
"Mila... Patahkan kelima jari - jarinya, satu persatu," kata Panji sambil duduk menikmati rokok marlboro.
"Baiklah Godfather," jawab Mila yang mulai menikmati penyiksaan.
Mendengar perintah Panji... Rusdy langsung kaget dan berkeringat seluruh badannya.
Matanya menatap Mila yang berjalan memegang jari telunjuknya.
Kraaaak..!
Teriakan Rusdy melengking menyayat hati, air matanya menetes, badannya bergeliayatan,
"Ampun..! Ampun..!
Aku tidak akan mengulangi lagi."
Kraaak..!
Teriakan Rusdy terdengar lebih keras lagi,
"Ampun..! Jangan jangan..!"
"Sudah Mila," kata Panji,
"Bener kamu tidak akan mengulangi lagi..? Tidak akan membuly orang lemah lagi?"
"Benar Panji, benar."
"Godfather...
Ayah nya dia seorang pengusaha pipa dan juga seorang Developer."
"Rusdy... Aku tau Ayah mu seorang pengusaha pipa, mempunyai pabrik di Tangerang. Ayah mu juga seorang Developer berkantor di Bekasi.
Dalam waktu 2x24 jam, aku bisa membuat bisnis keluarga mu hancur, dan bangkrut.
Aku bisa membuat keluarga mu hidup miskin, dan memasukkan Ayah mu ke dalam penjara."
"Jangan Panji, jangan. Maafkanlah aku, aku memang salah kepada mu."
"Baiklah, kalau kamu sampai membuly orang lemah lagi... Aku pastikan kedua tangan mu lumpuh seumur hidup.
Ingat..! Jampai ada urusan dengan pihak kepolisian!
Aku akan membuat kedua tangan mu lumpuh, juga semua keluarga mu.
Ingat itu..!!!
Sopo Nandur apik bakal cukul apik. Sopo Nandur elek bakal cukul elek.
Dan
Masalah ini, kamu lah yang membuat dirimu sendiri menderita.
Mila... Tampar pakai sandal 50x wajah nya."
"Baiklah Godfather."
"Naga Barat..! Suruh anak buah mu menampar mereka 50x.
Setelah itu, buang mereka di pembuangan sampah."
"Baiklah Godfather."
__ADS_1
Selesai memberi pelajaran... Naga Barat dan anggota inti memasukkan Rusdy ke dalam mobil.
Dengan wajah bengkak, Naga Barat membuang mereka di depan tempat pembuangan sampah yang sepi.
***
Apartemen Intan.
"Ayo Bela, kita pergi,"ajak Panji,
"Kita mampir ke supermarket sebentar, kita beli buah dan bahan makanan juga minuman kaleng."
"Baiklah Mas," jawab Bela kemudian berdiri.
Tak lama kemudian... Mila memarkir mobilnya di area parkir Apartemen.
Setelah masuk kamar, Panji mandi Air hangat.
Sementara Bela membongkar beberapa kantong belanjaan nya, dan menatanya.
Melihat Panji solat isak... Bela pun istirahat di kamar Panji.
Jam 5 subuh, Bela terbagun dari tidur nya, setelah meraba tubuh Panji tidak ada... Bela berkata,
"Kemana Mas Panji kok tidak ada..? Padahal semalam tidur di samping ku.
Solat subuh dulu saja, setelah ini aku masak dan mencuci baju nya Panji."
Begitu hendak ke kamar mandi ambil air wudhu... Bela melihat Panji sedang duduk di atas sajadah sambil wirid,
"Hemmm,
Dari masih remaja... Waktu nginap di Losmen Batu Hiu, Panji selalu solat malam hingga subuh.
Walau dia itu nakal... Dia juga rajin ibadah nya.
Salut aku sama Panji.
Jadi ingat,
Dulu, waktu remaja... Aku tidur gak pakai baju di sampingnya, Panji malah menyuruh ku pake baju tidur.
Aneh Panji itu, tidur dengan wanita hanya di pakai guling saja.
Dulu... Aku sering tidur dengannya, tetapi dia tidak pernah mau menikmati tubuh ku, paling - paling dia hanya memeluk saja, dan di pakai guling.
Jangan jangan... Dia impoten Hehehehe."
Setelah solat subuh, Bela masak di dapur, lalu mencuci baju dan membersihkan kamar.
Jam 08 pagi, Setelah mandi dan ganti baju, hendak berangkat kuliah,
Bela masih melihat Panji duduk di atas sajadah.
"Mas...
Aku berangkat kuliah sulu.
Sarapannya sudah aku siapkan."
"Baiklah Bela.
Kamu kuliah bawah mobil saja. Kamu tanya Mila, kontaknya."
"Mobil siapa Mas..?"
"Mobil ku, mobil sitaan ada 2. Satu di pakai Mila, satunya lagi kamu pakai."
"Baiklah Mas."
"Tadi malam aku sudah menyuruh sekretaris Dafa untuk mentransfer mu 200 juta.
Pakailah uang itu untuk beli alat - alat dan kebutuhan di restoran baru mu."
"Mas Panji... Kebanyakan 200 juta, 50 juta juga sudah cukup."
"Anggap saja itu bayaran mu 1 tahun.
Atau, dengan sisa uang itu, kamu bisa buka usaha cabang restoran di kota yang ada di Jawa Barat ini.
Kalau kurang, kamu bisa bilang ke Mila Asisten ku."
"Baiklah Mas, salim dulu, cium tangan. Aku mau kuliah. Nanti jam 12, sepulang kuliah, aku langsung ke Net Plaza. Mau lihat tempat restoran nya."
"Baiklah," ujar Panji kemudian merebahkan badannya di kursi sofa.
Jam 2 siang... Panji terbangun, dan mendapati Altar Mila duduk di depan Tv sambil makan mangga.
"Mila... Kupasin mangga lagi ya, aku juga mau."
"Eeeh, Godfather, sudah bangun.
Baiklah, ambil dulu di kulkas."
Sambil makan mangga dan melihat Tv parabola, Panji berkata,
"Mila... Rumah kamu mana..?"
"Lembang Bandung Barat Godfather.
Apa Godfather mau jalan - jalan ke sana..? Di sana ada wisata Tangkuban Perahu."
"Hemm,
Kalau gak salah itu cerita legenda Sangkuriang ya?"
"Iya Godfather."
"Kalau begitu, aku mandi dulu."
Setelah mandi dan solat dzuhur, Panji dan Mila meluncur menuju Lembang.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam, Panji memarkirkan mobil milik Mila, di area parkir wisata.
"Kita terlalu sore Godfather ke sini nya, ini sudah jam 4 sore."
"Gak apa - apa, kita jalan - jalan saja, setidaknya... Aku sudah pernah menginjakkan kaki di tempat ini."
Setelah capek jalan - jalan... Panji berkata,
"Ayoo kita pergi."
"Baiklah Godfather."
"Apa rumah mu jauh dari sini..?"
"Paling lama juga setengah jam dari sini.
Apa Godfather ingin mampir ke rumah..?"
"Boleh, sekalian mengunjungi orang tua mu."
"Baiklah Godfather, aku juga lama gak menjenguk Ibu dan Bapak ku."
***
Rumah Altar Mila.
Tak lama kemudian, mobil Panji masuk di halaman rumah Mila.
Setelah memarkir mobil, Mila berkata,
"Ayoo Godfather, masuk."
"Assalamualaikum," ucap Panji.
"Waalaikumsalam, Eh, kamu Mila."
"Iya Buk," jawab Mila kemudian salim mencium tangan Ibu Bapak nya,
"Kenalkan Pak, Bu. Ini Tuan Godfather, Bos nya Mila."
"Panji Pak, Bu."
"Sebentar ya Nak Panji, Ibu buatkan kopi."
"Iya Buk."
Tak lama kemudian,
"Ini Nak Panji kopi nya. Seadanya ya, maklum di desa, rumahnya juga sudah rapuh, mau roboh.
Ayoo silahkan di minum."
"Gak apa - apa Buk," kata Panji kemudian menyeruput kopi,
"Mengapa tidak di perbaiki Buk, rumahnya..?"
"Katanya Mila bulan ini mau di renovasi Nak Panji.
Kan sebentar lagi musim hujan."
"Oh begitu ya... Alhamdulillah kalau begitu."
"Godfather... Kita makan dulu ya, masakan Ibuk, aku kangen sekali sama masakan Ibuk," kata Mila kemudian menarik lengan Panji, untuk mengajak ke ruang dapur.
"Ini ada pepes ikan Mas, nasi liwet sama krupuk dan sambel.
Aku ambilin yaa?"
"Ini makanan khas Sunda ya?"
"Iya," jawab Mila sambil menaruh nasi di piring.
"Wah, enak sekali kayak nya," kata Panji.
"Pasti enak, masakan ibu."
Sambil makan malam... Panji melihat - lihat keadaan dapur yang belum di keramik. Dan tembok pecah - pecah.
"Mila... Ibu tadi bilang, katanya bulan ini kamu mau renovasi rumah ini..?"
"Iya Godfather, itu rencananya. Tetapi, uang tabungan di Bank Asia Godfather sita.
Jadi... Gimana lagi. Aku harus kumpulin uang lagi."
"Bilang sama Bapak dan Ibu kamu, jadi bulan ini rumah nya di betulin.
Kasihan kedua orang tua mu, mereka berharap kamu segera memperbaiki nya."
"Tetapi... Aku gak ada uang Godfather."
"Pake uang ku saja."
"Baiklah Godfather."
"Bersambung," kata Author.
__ADS_1