
Pondok pesantren Spombob.
Pagi jam 9, di sebuah rumah seorang kyai, bos Dadang pemilik usaha restoran duduk menikmati secangkir kopi sambil gelisah.
"Kyai...
Sudah lebih 1 minggu usaha restoran saya tutup. Restoran saya mengalami sebuah kejadian aneh yang tidak masuk akal. Setelah saya tidak mengizinkan seorang pemuda yang terlihat gila masuk restoran, semua masakan di restoran menjadi basi dan bau bangkai. Kalau begini terus, bagaimana saya bisa bayar hutang di bank..?"
Dengan ilmu penerawangan nya, sambil menikmati kepulan asap rokok gudang garam, kyai Mustajab berkata,
"Pemuda itu bernama Gus Hanan, dia adalah titisan dari seorang wali yang notabene Kakek leluhurnya sendiri.
Setelah menerima titisan ilmu dari salah satu Kakek leluhur nya, Gus Hanan mengalami Majedub atau nyeleh. Makanya Gus Hanan bertingkah laku seperti orang gila. Apa yang di perbuatannya sangat aneh tidak masuk akal. Selalu lain dari manusia umum nya. Padahal, dia tidak gila. Semua yang di ucapkan secara lisan dan yang di ucapkan secara batin, akan terjadi. Dalam bahasa jawa... Mandi Pangucap.
Pergilah, temuilah Gus Hanan di pondok pesantren Spombob. Mintalah maaf, pasti usaha mu akan kembali normal, bahkan lebih ramai dari sebelumnya."
"Baiklah kyai."
"Ingat pesan ku.
Jangan bertanya apa pun jika bertemu Gus Hanan, kecuali di tanya. Bawakan dia makan dengan menu nasi gule kambing dan bir bintang dan rokok Danhil.
Kalau kamu disuruh apa saja... kerjakan. Jangan pernah menolak nya."
"Baiklah kyai," jawab Bos Dadang, "Kalau begitu saya permisi dulu.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab kyai Mustajab.
*****
Siang itu, mobil Bos Dadang parkir di halaman pondok pesantren Spombob. Setelah bertanya ke salah satu santri tentang keberadaan Gus Hanan, siang itu bos Dadang beserta kedua satpam menuju makam Mbah Wali Kukun.
Melihat Gus Hanan yang telanjang gak pakai baju, duduk di teras makam sambil merokok, bos Dadang uluk salam.
"Assalamualaikum Gus..."
"Waalaikumsalam," jawab Gus Hanan sambil melihat wajah bos Dadang dan kedua anak buahnya.
"Apa yang kamu bawah di kantong plastik itu," tanya Gus Hanan.
"Ini nasi gule Gus, dan es batu sama bir bintang juga rokok Danhil," jawab bos Dadang meletakkan rantang stenlis yang terbungkus plastik.
Dengan senang Gus Hanan langsung mengambil rantang, lalu memakannya pelan - pelan.
"Kamu siapa namanya..?"
"Dadang Gus."
"Kamu sapu hingga bersih semua area makam ini ya..?
Lalu kamu pel lantai makam dan dinding kayu jatinya kamu lap yang bersih.
Itu sapunya ada di dekat kamar mandi."
"Baiklah Gus," jawab bos Dadang kemudian bergegas pergi.
"Kamu siapa namanya..?"
"Edi Gus."
"Sini mendekat," kata Gus Hanan tiba - tiba menepuk lengan Pak Edi agak keras.
Sekarang..! Kamu kuras kamar mandi dan kamu bersihkan hingga bersih. Sekalian sama kamar mandi putri sebelah sana."
"Baiklah Gus," jawab Pak Edi kemudian bergegas pergi.
Selesai makan siang, Gus Hanan menikmati es bir bintang dan kepulan asap rokok Danhil.
"Kamu siapa namanya..?"
"Sarwo Gus."
"Sini pijitin semua badan ku ya," kata Gus Hanan kemudian tengkurap.
"Assalamualaikum Gus," sapa Aisah Putri Kyai Danwari.
"Waalaikumsalam Kak Aisyah..
Tumben ke makam siang - siang..?"
"Iya Gus, ada perlu sama kamu.
Aku mau pinjam mobil untuk ke rumah sakit ngantar Abah. Mobil Abah sedang rusak masih di bengkel."
"Itu kontak nya, aku gantung di tiang makam."
"Baiklah Gus. Terimakasih. Aku bawa dulu mobil nya."
"Iya Kak."
Dua jam kemudian.
"Sudah selesai Gus," kata bos Dadang dan kang Edi.
"Kang Sarwo, sudah ya mijitnya," kata Gus Hanan,
"Sekarang pulang lah. Bos Danang, habis dari sini, kamu langsung buka restoran ya..?"
"Baiklah Gus.
Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
Kota Surabaya.
Di kantor pusat Bank Asia Surabaya, Anita sibuk di meja kerjanya sedang mengaudit keuangan bank. Walau sangat sibuk menghadap komputer, pikiran Anita terus teringat kata - kata Gus Hanan, yang menyarankan untuk membatalkan pertunangan dengan calon suaminya. Padahal... 3 bulan lagi Anita merencanakan pernikahan nya.
"Haduh... Pikiran ku sangat kacau hari ini. Mengapa aku teringat kata - kata Gus Hanan terus.
Walau Gus Hanan itu seperti orang gila, tetapi dia sangat keramat.
Gimana ini..?
Jadi bingung aku. Lebih baik aku telpon Mas Panji saja."
Kring..!
Hp Panji berdering. Setelah terhubung,
"Mas, di mana kamu sekarang..?"
"Lagi lihat proyek."
"Aku kepingin ketemu kamu sekarang, aku lagi ada masalah nieh."
"Masalah apa lagi..?"
"Nanti kalau ketemu aku ceritakan semuanya, di telpon gak enak ngomong nya. Mumpung mau jam istirahat. Aku juga ingin cari makan siang."
"Baiklah, temui aku di Hotel Hening. Kalau sampai di Hotel, Kamu nanti minta antar pak satpam ya."
"Kok di Hotel sih, gak di rumah makan atau cafe saja..?"
"Sekali - kali aku minta pijitin sama kamu."
"Iya iya... Hanya pijit loh, gak Boleh lainnya," ujar Anita kemudian menutup telponnya,
"Dasar laki - laki, sudah punya istri masih saja selingkuh..!
Tetapi, aku juga senang sama Mas Panji, gak apa apalah, sekali - kali."
*
Hotel Hening.
"Selamat siang Pak," sapa Anita.
"Iya Non, ada yang bisa saya bantu," tanya seorang satpam.
"Minta tolong antar ke kamar Tuan Panji."
"Baiklah Non, mari silahkan. Tadi Tuan Panji sudah pesan ke security."
Tak lama kemudian.
"Ini Non kamar Tuan Panji."
__ADS_1
"Terimakasih ya Pak. Ini buat beli rokok," kata Anita sambil menyodorkan selembar uang tips.
"Terimakasih Non."
Tok tok tok..!
Setelah membuka pintu, Anita salim cium tangan, kemudian masuk ke kamar.
"Anita... Mari makan siang dulu di taman pinggir kolam renang. Aku sudah pesan kan makan siang untuk mu."
Sambil melihat kamar yang mewah, Anita berkata,
"Iya Mas, terimakasih atas perhatiannya. Jadi tersanjung diri ku."
"Kamu ngapain sewa kamar presidential suit ini untuk mengajakku makan siang..?
Sayang uangnya. Kan mahal sewa kamar ini."
"Gak apa - apa, sekali - kali menyenangkan gadis cantik seperti mu kan gak apa - apa... Gak rugi," sahut Panji.
"Laki - laki, kalau ada maunya, ada saja cara merayu hati seorang wanita. Wanita mana yang bisa menolak, kalau di beri kemewahan seperti ini..? Aku pun juga akan jatuh ke dalam rayuan mu mas kalau begini caranya. Hehehehe."
"Ayoo di makan," kata Panji kemudian menikmati makan siang.
Sambil makan siang, Panji berkata,
"Ada apa kamu mencari ku..?"
"Beberapa hari yang lalu, aku ketemu Gus Hanan. Dia pesan kepada ku, aku di suruh membatalkan pertunangan ku dengan calon suami ku. Sedangkan 3 bulan lagi aku akan merencanakan pernikahan dengan calon suami ku. Aku malah di suruh nikah sama tukang becak sama Gus Hanan."
"Hahahahaha..!"
Panji tertawa terpingkal - pingkal,
"Enak kamu nikah sama tukang becak. Kemana - mana kamu diantar naik becak. Hahahaha."
"Kamu itu Mas, malah tertawa ngejek aku."
"Tukang becak kuat loh tenaganya. Kalau di ranjang nanti juga kuat. Hahahaha."
"Ah, Mas Panji malah gitu," sahut Anita.
"Kalau aku batalkan... Pasti keluarga suami ku akan marah sekali."
***
Selesai makan, Panji ganti celana pendek lalu renang. Sementara Anita masih duduk sambil menikmati makan siang.
"Mas... Gimana solusinya, malah renang..?"
"Mengapa kamu meminta solusi kepada ku. Aku kan bukan paranormal..?"
"Aku percaya sama kamu, sebab itu mobil BMW yang di pakai Gus Hanan atas nama mu. Jadi... Kamu pasti mempunyai kedekatan dengan Gus Hanan. Setidak nya, kamu mempunyai hubungan dekat sama Gus Hanan."
"Gus Hanan itu adikku. Mobil BMW itu juga milik ku, tetapi aku berikan kepada Gus Hanan.x
"Adik mu...?!
Kok ganteng adik mu, dari pada kamu..?"
"Kamu turuti saja saran nya Gus Hanan. Dia sekarang sedang mengalami Majedub. jadi... Apa yang di katakan oleh Gus Hanan, pasti bakal terjadi."
"Gitu ya," sahut Anita merinding,
"Tetapi aku takut mau bilang memutuskan pertunangan dengan calon suami ku. Apalagi 3 bulan kedepan kami mau merencanakan pernikahan."
"Kalau gitu, sekarang kamu pijitin aku, setelah itu aku ajak kamu jalan - jalan ke Moll Tunjungan Plaza," kata Panji kemudian keluar dari kolam renang.
"Baiklah," kata Anita kemudian menyelesaikan makan siang, lalu duduk di atas karpet depan televisi.
Sambil menikmati pijitan Anita, Panji melihat berita di Tv parabola.
"Anita... Kamu bisa bahasa inggris gak..?"
"Bisalah, kan aku sering bepergian ke cabang bank Asia di London irnggris, juga di negara negara Asia. Aku juga menguasai bahasa Mandarin. Sekarang aku ini mahasiswi jurusan sastra inggris."
"Coba terjemahan kan berita di Tv itu, bahasa Mandarin aku gak tau artinya," kata panji
"Terjadi perang terbuka antar kelompok Mafia Lintas Negara. Kelompok Mafia The Tiger telah membantai 34 geng motor Young Boys di kota Bangkok Thailand. Dan membakar jasadnya di dalam gudang bekas kayu.
Kelompok Mafia The Dragon membantai klan konglomerat keluarga Markus di Malaysia. Tuan muda Markus pemimpin tertinggi keluarga Markus tewas dengan 7 peluru di kepala dan badannya.
Kelompok Mafia Han juga membantai 21 anggota Mafia The Dragon di pelabuhan Fif Singapura. Ketua organisasi The Dragon Singapura dan Malaysia ikut tewas dalam baku tembak.
Joker ketua Mafia tertinggi di organisasi The Tiger tewas di parkiran disebuah hiburan malam lantai 7, di London inggris. 11 pengawalnya juga tewas.
Perang terbuka antar kelompok Mafia Lintas Negara akan terus berlanjut. Ini di karenakan perebutan kekuasaan wilayah, dan bisnis jaringan Narkoba.
Itu katanya pengamat Mas. Pengamat kejahatan Trans internasional.
Emang dalam beberapa hari ini aku lihat berita di Tv parabola, itu, itu saja beritanya. Pembunuhan melulu yang di siarkan. Sekarang kalau bepergian keluar negeri agak ribet. Bandara di jaga ketat. Katanya takut ada baku tembak di bandara.
Berita itu juga telah menghubungkan dengan kematian sekretaris Iwan dan istrinya di Hotel di Surabaya. Dan kematian Nyonya Wilda istri Godfather ketus organisasi The Blus indonesia. Juga kematian dua pengawal anggota organisasi The Blus di Thailand.
Tetapi... Pengamat itu bilang, organisasi The Blus tidak mungkin terlibat. Karena organisasi The Blus adalah organisasi yang bergerak di bidang jasa keamanan dan pengawalan. Dan organisasi The Blus sering melakukan kegiatan amal sosial.
Hanya kecil kemungkinan organisasi The Blus terlibat dalam perang terbuka perebutan wilayah kekuasaan jaringan Narkoba."
"Gitu ya...
Pengamat sok tau," ujar Panji.
"Namanya juga pengamat Mas...
Tetapi setidaknya, pengamat itu memiliki pengertian dan pemahaman ilmu di bidangnya. Makanya dia di undang di Tv untuk wawancara.
Polisi saja masih kesulitan melacak siapa pelaku sebenarnya, karena tidak ada jejaknya.
Hebat juga nama organisasi The Blus di sebut - sebut dalam berita ini," sahut Anita,
"Apa Mas Panji tau organisasi The Blus di indonesia..?"
"Gak tau, organisasi apa itu," sahut Panji,
"Kamu kok pinter mijit..?"
"Ya pinter lah, dari SMP juga sering mijiti Mama ku. Sekarang sudah kuliah, mijitin suami orang. Hahahaha."
"Sekarang jam berapa..?
Kamu gak kembali ke kantor apa gak di marahi sama Direktur Kelvin..?x
"Jam 2 Mas.
Aku tadi pamit, bilang ketemu sama relasi di luar."
"Sekarang calon suami mu sedang jalan - jalan sama wanita lain. Wanita itu selingkuhan nya."
"Kok tau kamu Mas," sahut Anita.
"Ya pokok nya taulah. Di kasih ilmu Gus Hanan sedikit, jadi bisa meramal.
Sepertinya... Calon suami mu mau ngamar di Hotel sama selingkuhan nya."
"Ah gak percaya aku.
Mas Yoyok kemarin pamit ke Singapura kok. Dia juga lelaki setia, gak kayak kamu. Hahahaha..!
Kamu walau punya istri, masih saja suka merayu wanita.
Aku saja sudah bertunagan kamu rayu, hingga aku mau mijitin kamu di kamar Hotel.
Padahal tujuanku hanya ingin cari solusi ke kamu."
"Dari dulu kamu kan suka sama aku," sahut Panji,
"Kamu nya saja malu - malu, kucing.
Ayo kita pergi."
"Kemana Mas..?"
"Ke Moll Tunjangan Plaza."
"Baiklah," jawab Anita kemudian bergegas cuci tangan.
***
Moll Tunjangan Plaza.
__ADS_1
Setelah sopir Anita memarkirkan mobil, Panji dan Anita keluar dari dalam mobil, lalu Panji berkata,
"Pak sopir, ini buat makan siang ya pak," kata Panji sambil menyodorkan selembar uang.
"Terimakasih Tuan."
Sambil tersenyum iseng, Panji menggoda Anita yang cantik.
"Anita... Gandeng tangan ku, kalau jalan," sahut Panji.
"Iya iya...
Kayak istri nya saja pakai gandeng tangan," kata Anita tersenyum,
"Pacar bukan, istri bukan minta gandeng tangan."
"Salah kamu sendiri punya wajah cantik. Lagian... Kamu juga masih bujang," seru Panji.
"Mau beli apa sih Mas, kok muter - muter..?"
"Nurut saja, jangan cerewet."
Setelah berada di gerai baju cap mahal, Panji berkata,
"Apa itu tunangan mu..?"
Mendengar kata - kata Panji yang belum pernah tau wajah Yoyok tunangannya, Anita jadi terkejut melihat Yoyok bergandengan mesra dengan seorang wanita cantik.
"Bagaimana Panji bisa tau ya, wajah Yoyok tunangan ku," ujar Anita dalam hati.
"Anita... Jangan dekati dulu, sebentar lagi tunangan mu akan makan di KFC Texas Ciken," kata Panji.
"Baiklah Mas."
Setelah mengikuti dari jarak agak jauh... Yoyok merangkul selingkuhan nya sambil berjalan menuju rumah makan siap saji KFC Texas ciken lantai atas.
Ketika Yoyok sedang bahagia menikmati makanan cepat saji... Anita mendekat lalu berdiri di samping perempuan cantik selingkuhan Yoyok.
Melihat wajah Anita... Yoyok kaget sekali dan berkata,
"Anita... Ngapain kamu..?"
"Sekarang kita putus, tunangan kita batalkan. Menikah saja dengan wanita ini," ujar Anita kemudian pergi menuju Panji yang sedang duduk di kursi sambil menikmati es cola cola.
"Anita, Anita tunggu. Dengar dulu penjelasan ku," teriak Yoyok sambil mengejar Anita.
Tiba - tiba Anita memeluk Panji dari belakang.
"Oh... Ini penyebab nya," kata Yoyok,
"Ada lelaki lain bersama mu, hingga kamu memutuskan pertunangan kita..?
Siapa lelaki ini..!"
"Aku pacarnya Anita," sahut Panji, "Ganteng gak..?
Cocok gak kalau jadi pasangan suami istri..?"
"Diam kamu bajingan, gak lucu," bentak Yoyok.
"Anita... Mari kita pergi, ada anjing galak disini," ujar Panji kemudian berdiri.
Mendengar kalimat anjing galak... Yoyok sangat kesal sekali, lalu membentak Panji.
"Berhenti..!"
Sambil mengepalkan tangan kanannya, Yoyok mendekati Panji.
Namun, tiba - tiba Panji menyiramkan air es coca cola ke wajah Yoyok. Dengan cepat Panji menendang perut Yoyok hingga jatuh terjengkang kebelakang.
"Jangan sekali - kali kamu berniat memukul ku," sahut Panji,
"Ini akibatnya."
"Ayo Anita, kita pergi," kata Panji kemudian merangkul pundak Anita.
Melihat Anita di rangkul berjalan mesra... Yoyok sangat marah sekali, lalu berteriak,
"Tunggu pembalasan ku..!"
*****
Negara Filipina.
Di Pulau El Nido pulau wisata, di perairan Luat, Wen Lie ketua kelompok Han dan beberapa wanita cantik dan anggota kelompok Han sedang santai di atas dek kapal pesiar ukuran sedang.
Sementara... Beberapa orang bersenjata berdiri mengawasi situasi perairan Laut.
Direktur Lim dan Darwis juga 2 anggota inti wilayah Filipina Vietnam juga berada di tengah laut perairan Nido.
Xin Xin yang berparas cantik berkata, "berhenti di sini saja. Jangan terlalu dekat, nanti mereka curiga."
"Baiklah," kata Darwis kemudian menghentikan kapal pesiarnya.
Setelah mengenakan alat selam dan menyiapkan bahan peledak bom kotak, Xin Xin langsung menyelam kedalam air laut.
Setelah berada di bawah kapal pesiar milik Kelompok Han... Xin xin menempelkan 3 kotak Bom berkekuatan besar di dinding bawah kapal.
Setelah menyetel waktu setengah jam, Xin Xin kemudian kembali ke kapal pesiar nya.
"Mari kita pergi," ajak Darwis kemudian melajukan kapal pesiar nya menjauh, menuju pelabuhan tempat persewaan kapal.
Setelah berada di dalam mobil, direktur Lim melepaskan topengnya juga sarung tangannya dan melepas rambut palsunya, lalu ganti baju.
Begitu juga dengan ketiga anggota inti.
Sementara... Kapal pesiar milik kelompok Han menuju ke tengah Laut, untuk bersenang - senang.
Selang setengah jam, ledakan keras terdengar menggelegar di tengah laut, dan menghancurkan kapal pesiar milik kelompok Han.
Mendengar ledakan keras di tengah laut, beberapa kapal patroli milik polairut melaju dengan cepat ke lokasi.
**
Negara Kamboja.
Orly dan suaminya yang baru menikah... Siang itu sedang berjemur di tepi pantai Koh Rong, tanpa seorang pengawal pun.
Tiba - tiba seorang pelayan berparas cantik mendekati Orly bos besar ketua Mafia organisasi The Dragon.
"Selamat siang Tuan...
Selamat siang Nona...
Apa Tuan dan Nona mau memesan sesuatu..?"
"Boleh.
Aku pesan Es jeruk ya, dua."
"Baiklah Tuan," jawab pelayan itu. Ketika Orly kembali berjemur menghadap laut...
Slup slup slup Slup..!
4 tembakan di arahkan di batok kepala Orly dan suaminya. Seketika itu juga, tubuh Orly dan suaminya tidak bergerak.
Karena tidak puas, pelayan itu menembakkan sisa peluru ke data Orly dan suaminya.
Setelah itu, pelayan itu pergi dengan santai meninggalkan mayat Orly dan suaminya
Di bawah pohon yang rimbun, pelayan itu membuka topeng dan ganti baju seperti turis lainnya.
Tak lama kemudian... Pelayan itu pergi meninggalkan pantai dengan di jemput seorang pria dengan mengunakan motor.
Selama berjam jam... Jasad Orly dan suaminya masih berjemur di tepi pantai. Selain jauh dari penginapan, tempatnya juga sepi.
Hingga sore hari jam 4 baru ada yang mengetahui kalau Orly dan suaminya tewas.
Pihak keamanan mulai berdatangan. Dan membawa kedua jasad ke rumah sakit terdekat.
Kim dan Tia yang hendak memasuki pantai Koh Rong di hentikan oleh petugas kepolisian.
"Maaf Tuan dan Nona... Kapal anda tidak bisa bersandar di sini. Karena pihak keamanan telah melakukan penyelidikan atas tewasnya dua orang turis asal Taiwan.
Silahkan kembali."
"Baiklah Pak," jawab Tia kemudian kembali ke Singapura.
Mengetahui Orly tewas... Setiba di Singapura, Kim langsung terbang ke Indonesia. Begitu juga dengan direktur Lim Shauw.
__ADS_1