
Di kota Medan Sumatera.
Berbekal alamat dari Godfather... Sore itu itu sekretaris Iwan berada di sebuah perkampungan kumuh tengah kota.
Melihat beberapa pemuda sedang pesta miras... Sekretaris Iwan bertanya,
"Tuan... Di manakah rumah Billy Belut?"
Melihat penampilan sekretaris tiwan serba mewah, seperti orang kaya... Salah satu pemuda itu berkata,
"Beri uang dulu atau kamu tidak akan menemukan Billy Belut."
"Baiklah, ini ambillah," ujar sekretaris Iwan sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
"Ada apa kamu mencari Billy, apa kamu akan menangkap Billy," kata salah satu pemuda agak mabuk sambil mengeluarkan pisau dari balik kaosnya.
"Sabar dulu, aku datang baik - baik, bicara baik - baik.
Maka saya minta kalian juga baik - baik.
Aku seorang pengusaha, aku butuh kemampuan Billy untuk menjaga dan mengamankan proyek saya," ujar sekretaris Iwan berbohong.
"Benarkah..!
Wah bakal ada pekerjaan besar nieh.
Mari ikut aku," ajak salah satu pemuda.
Setelah melewati lorong... Sampailah di sebuah rumah kumuh dan kotor.
Tak lama kemudian Billy yang sedang tidur bangun lalu berdiri di depan pintu,
"Siapa kamu, dan ada apa mencari ku..!"
"Ada pesan dari Godfather, Anda harus ke Jakarta malam ini," jawab seketaria Iwan.
"Siapa Godfather itu," tanya Billy Belut.
"Biacaralah sendiri, aku akan menelpon nya," ujar sekretaris Iwan kemudian menghubungi Godfather.
Setelah berbicara sebentar dengan Godfather... Billy berkata,
"Baiklah, aku akan ikut dengan mu ke Jakarta."
Setelah membeli beberapa pakaian dan jas juga sepatu... Jam 9 malam sekretaris Iwan dan Billy terbang ke Jakarta.
*Biodata Artis Novel Santri Mbeling
Nama: Billy Belut
Nama Panggilan: Billy
Alamat: kota Medan Sumatera
Umur: 19 Tahun
Pekerjaan: Pengawal kapal Tongkang penyelundup Lintas Negara
Stts: Bujang
Catatan:
~Ayah Medan ibu Surabaya
~sekolah SMP di surabaya di asuh Kekek Neneknya
~Lulus SMP tinggal di kota Medan bekerja ikut Ayahnya sebagai pengawal kapal Penyelundupan barang ke Luar Negeri
~Nama Belut di sematkan karna Billy sangat licin dan selalu lolos dari kejaran dan penangkapan polisi
~Sering terlibat Baku tembak dengan Polisi laut di perairan Malaysia dan singapura
~ Bergabung dengan organisasi The Bluss
~Menjadi wakil ketua organisasi The Bluss
~salah satu teman baik godfather semasa SMP*
***
Kebebasan Panji.
Setelah menjalani masa hukuman percobaan 7 hari... Pagi itu Panji Naik taxi dan turun di sebuah rumah makan pantai Sanur, yang saat itu pertama kali bertemu dengan Aini.
Pagi itu Panji berjalan menuju kota Denpasar, lalu berjalan terus menuju Tabanan.
Waktu terus berlalu, pada pertengahan malam... Panji sampai di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk.
"Badan ku capek sekali, kaki ku pegal rasanya, lebih baik aku istirahat di losmen dekat pelabuhan," ujar Panji kemudian pergi mencari penginapan.
Di arkas The Bluss Jakarta.
Pagi jam 10... Billy Belut di resmikan menjadi wakil ketua organisasi The Bluss dengan referensi dari Godfather.
"Wakil ketua..!
Kita bisa melebarkan sayap organisasi di wilayah Sumatra, khususnya di kota Medan.
Bukankah wakil ketua adalah orang yang berpengaruh di antara kelompok gangster di wilayah medan," ujar sekretaris Iwan.
"Baiklah sekretaris, semua keputusan ada di ketua," ujar Billy Belut.
"Kalau itu memang di perlukan... Sekretaris atur saja.
Buat markas di sana, dan cari anggota baru untuk di wilayah Sumatra," kata Lady.
"Baiklah ketua," ujar sekretaris iwan.
"Aku pergi ke perusahaan dulu, sudah beberapa hari aku tidak ke perusahaan," ujar Lady kemudian pergi dengan mengunakan Mobil BMW anti peluru.
Sementara... Di Ibu kota Singapore.
Di kediaman keluarga Markus di teras depan rumah... Lelaki tua berumur 60 berkata,
"Aprilia..! Bagaimana keadaan mu sekarang..?"
"Aku sudah sehat Tuan Markus," jawab Aprilia ketua organisasi The Dragon Singapura.
"Mikel..! Bagaimana dengan penyelidikan selama ini," tanya Tuan Markus.
"Ada laporan dari informan bahwa saat ini ketua gangster bernama Billy Belut telah bergabung dengan oraganisasi The Bluss Tuan.
7 anggota inti organisasi the bluss tewas di serang oleh kelompok Han dan anggota The Tiger.
Dengan bergabung nya Billy Belut... Kemungkinan akan meningkatkan ketegangan di wilayah bisnis kita di Malaysia, khususnya di perairan Malaysia - Medan.
Karena, saya perkirakan organisasi The Bluss akan balas dendam kepada kita," ujar Mikel.
"Siapa itu Billy Belut," tanya Tuan Markus.
"Dia adalah ketua gengster yang sering melakukan penyelundupan barang lintas negara, khususnya Malaysia dan Singapura," ujar Mikel,
"Anak buahnya sering mengawal kapal tongkang penyelundupan.
Billy di perkirakan mempunyai anak buah kurang lebih 100 orang Tuan."
"Mengapa dia bisa bergabung dengan organisasi The Bluss," tanya Tuan Markus.
"Kemungkinan karena pengaruh uang dan keamanan Tuan.
Menurut informan... Billy telah mejadi target pembunuh oleh beberapa pengusaha ternama di Malaysia dan Singapura, karena sepak terjang Billy telah merugikan puluhan miliar perusahaan yang di miliki beberapa pengusaha Malaysia dan Singapura.
Kegemaran Billy yang suka foya - foya dengan wanita membuat keuangan nya kacau, dan miskin," ujar Mikel.
Di PT Hening Elektronik.
Siang itu jam istirahat, Lady pergi ke musolla samping perusahaan.
Kehadiran Direktur ke musolla menjadi perhatian para karyawan yang juga hendak menunaikan solat Dzuhur.
Setelah solat Dzhur,... Beberapa karyawan berkata,
"Selamat siang Direktur Lady...
Kami para karyawan mengucapkan terimakasih sebanyak - banyaknya, atas kenaikan upah dan uang transformasi juga uang makan dan jaminan kesehatan."
"Sama - sama, saya juga terimakasih pada kalian semua.
tanpa kalian perusahaan ini tidak akan maju seperti ini.
Kalian lah pahlawan yang sebenarnya, "ujar Lady.
***
Dengan kaos putih kumal dan celana kain hitam yang lusuh, sore itu Panji duduk di sebuah box yang berada di dek samping kapal penyeberangan.
Sambil membaca istighfar dan menikmati sebatang rokok....Panji melihat hamparan laut yang ada di hadapannya.
Di sebelah Panji duduk seorang laki - laki tua sendirian, dan diam - diam memperhatikan Panji.
"Pemuda ini selalu membaca istighfar, walau dia membaca dalam hati... Aku mendengar nya sangat merdu dan pancaran ikhlas nya memenuhi ruang kapal ini" ujar si bapak tua,
"Dia pemuda yang menaunggi sebuah organisasi besar di indonesia. Organisasi yang bergerak di bidang keagamaan juga bergerak di bidang bisnis keamanan.
__ADS_1
Pemuda ini adalah dalang dari kerusuhan di negri ini beberapa bulan terkahir. Dia mengerakkan orang untuk beribadah kepada Allah, juga mengerakkan Mafia untuk memberantas Mafia Lintas Negara.
Hebat juga pemuda ini. Dia juga melakukan spiritual lelaku tirakat Gendeng.
Sungguh sangat menarik perjalanan hidupnya.
Ternyata pemuda ini di bawah bimbingan Kyai Jabat dan Nyai Sa'adah wali Agung asal Banten. Subhanallah..."
Setelah menerawang Panji... Pak tua itu uluksalam,
"Assalamualaikum Nak."
"Waalaikumsalam Pak," jawab Panji.
"Hendak kemana anak ini?"
"Hendak ke kabupaten Banten Pak."
"Jalan kaki apa naik kereta api?"
"Jalan kaki Pak."
"Kalau boleh tau, siapa nama anak ini..?"
"Nama saya ptanji Pak, bapak siapa namanya?"
"Panggil saja Mbah Sanusi."
"Mbah Sanusi hendak kemana kok sendirian?"
"Mbah mau pulang ke kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi.
Alhamdulillah kapal mau sandar, hari sudah sore, sebentar lagi malam. Kalau tidak keberatan... Nak Panji singgalah di rumah ku, ini alamatnya," ujar Mbah Sanusi lalu menyodorkan secarik kertas.
"Baiklah Mbah, terimakasih atas tawaran nya, mari Mbah saya antar sampai naik angkutan umum."
Setelah menuntun Mbah Sanusi hingga naik angkot, ketika angkot hendak melaju, Mbah Sanusi berkata,
"Aku tunggu di rumah ya Nak Panji..."
"Iya Mbah, nanti kalau satu arah... Saya akan mampir," ujar Panji sambil melihat angkutan umum melaju.
Senja mulai datang...
Malam pun uluk salam.
Setelah berjalan kira - kira 4 jam lebih, Panji memasuki kecamatan Rogojampi.
"Sudah jam 8 malam lebih, capek sekali kaki ku," ujar Panji lirih,
"Lebih baik aku tanya orang - orang yang ada di warung kopi itu saja."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam.
Ada apa Mas?"
"Pak mau tanya, Desa Krapu di mana ya?"
"Dekat sini Mas, kira - kira seperempat jam dari ini," kata salah satu pelanggan warung kopi,
"Mas mau cari rumah siapa..? insallah kalau orang sini saling mengenal walau beda desa."
"Mau ke rumah Mbah Sanusi," ujar Panji.
Mendengar nama Mbah Sanusi... Semua orang yang ada di warung terdiam sambil menatap Panji dari ujung kaki sampai kepala.
"Mas alamat ini di kasih siapa," tanya pelanggan warung kopi.
"Di kasih Mbah Sanusi Pak, sewaktu berada di kapal penyeberangan tadi sore jam 4 tan," ujar Panji.
"Mbah Sanusi bilang apa ke Mas nya tadi..?"
"Yaa kalau sudah ada di kecamatan Rogojampi, di suruh tanya, katanya semua orang pasti mengenalnya," ujar Panji.
"Duduk dulu Mas, ngopi dulu," ujar pemilik warung kopi kemudian membuat kopi,
"Mas... Di desa Kerapu itu, yang namanya Mbah Sanusi hanya satu, yaitu Mbah Wali Sanusi Al Yamani.
Beliau seorang wali yang makamnya banyak di ziarahi oleh penduduk kecamatan Rogojampi.
Tak jauh dari makamnya... Ada pondok pesantren Al Karim.
Pondok itu sekarang di pimpin oleh Kyai Badrus cucunya."
"Oh begitu ya Pak," ujar Panji tidak terkejut sama sekali.
"Mas ini apa lagi tirakat jalan kaki?"
"Iya Pak."
"Iya Pak, terimakasih.
Alhamdulillah bisa minum kopi," ujar Panji.
"Mas... Kami semua ini pengikut Mbah Wali Sanusi, kami setiap kamis malam jumat, istiqomah istiqotsah di makam Mbah Wali Sanusi," kata pemilik warung,
"Alhamdulillah... Barokah nya Mbah Wali Sanusi kami semua hidup tentram dan kecukupan, rejeki ada saja.
Apalagi Mas bisa bertemu langsung sama Mbah Wali Sanusi."
Setelah menghabiskan sebatang rokok... Panji pamit untuk ziarah ke makam Mbah Wali Sanusi.
Setelah bertanya lagi... Akhirnya Panji sampai di gerbang pintu makam, kemudian Panji wudhu, lalu duduk pojok agak jauh dari makam,
"Assalamualaikum Mbah Wali Sanusi."
"Waalaikumsalam Gus," jawab Ruh sukma Mbah Wali Sanusi, kemudian ada cahaya terang di depan Panji, kemudian cahaya itu berubah menjadi wujud Mbah Wali Sanusi.
"Mengapa Mbah Sanusi tidak bilang terus terang kepada saya, biar saya bisa langsung sowan kemari," kata Panji.
"Aku hanya ingin menguji kesungguhan janji mu saja Gus," ujar Mbah Sanusi,
"Merokoklah jika mau merokok, tidak akan ada yang melihat mu walau di sini banyak orang."
"Mbah Sanusi tadi dari mana kok tiba - tiba ada di kapal," tanya Panji.
"Tadi Mbah dari pulau Bali Gus, berkunjung ke teman lama. Aku ingin jalan - jalan dengan menumpang kapal saja, ternyata aku bertemu dengan mu.
Itulah mengapa teman lama ku menyuruh aku naik kapal, ternyata ada kamu.
Aku tadi di kapal mendengar mu membaca istighfar," ujar Mbah Sanusi,
"Gus... Istigfar itu adalah ibarat tangga. Waktunya kamu naik ke tangga berikutnya.
Semua isi Al quran itu, atau ayat + ayat Al quran itu, di bungkus menjadi satu dengan kalimat Laailahaillah.
Barang siapa yang membaca kalimat Laailahaillah, dia sudah termasuk membaca semua ayat - ayat yang ada di Al quran.
Makanya...
Mengapa rukun islam itu ada 5, yang pertama adalah syahadat.
Asyhadualaa ilahailallah wa Asyhadu anna Muhammadurosullah
Asyhadualaa ilahailallah adalah syahadat Tauhid yaitu Laailahaillah.
Dan mengapa banyak ulama Ahli Torekot bahkan wali - wali mendawamkan Dzikirullah..?
Karena Dzikirullah itu sama dengan membaca isi Al quran.
Kamu membaca Dzikirullah... Sama dengan kamu membaca istigfar, sama dengan kamu membaca surat yasin surat lainnya.
Itulah rahasia nya Dzikirullah di baca oleh hampir semua kalangan Waliyullah."
"Baiklah Mbah, saya akan mendawamkan Dzikirullah," ujar Panji.
Tetapi... Saya tidak punya guru mursid yang membimbing saya.
Bagaimana itu Mbah?"
"Ada 4 perkara orang itu bisa menjadi wali Allah tanpa guru.
Sedikit Makan
Sedikit Tidur
Sedikit Bicara
4.Hijrah, sering sendirian bertafakur atau berfikir tentang kebesaran dan ke Agung-gan Allah.
Jika kamu tidak sanggup... Carilah Guru Mursid yang amanah, guru Mursid yang benar - benar Wali Allah.
Karena, banyak guru Mursyid palsu, orang bodoh punya sedikit ilmu sudah mengaku Mursid dan banyak pengikut nya.
Berbekal jubah dan sorban, sedikit ilmu sulap dia di anggap Guru Mursid, dan banyak di puja dan di hormati banyak orang.
Kasihan para pengikut nya, pada tersesat."
"Mbah Sanusi...
__ADS_1
Kata seorang kyai yang pernah aku temui, belajar suatu ilmu, atau ngaji tanpa guru itu bukankah setan yang menjadi gurunya," tanya Panji.
"Benar Gus, siapa yang belajar ngaji tanpa guru... Itu Slsetan gurunya.
Tetapi... Kalimat itu berlaku bagi orang awam. Jika kita sudah alim... Kalimat itu tidak berlaku," ujar Mbah Sanusi,
"Ibaratnya tidak punya uang, tetapi dia makan di restoran, akhirnya bingung ujungnya kita di hukum.
Jika kita punya uang cukup, kita bisa makan di restoran mana pun dengan tenang dan nyaman.
Jika kamu sudah mampu... Kamu bisa ngaji belajar di mana saja dan kepada siapa saja.
Bahkan kamu bisa belajar ngaji pada alam semesta, bisa belajar pada kejadian alam, bisa belajar pada binatang tumbuh - tumbuhan.
Bahkan malam ini kamu bisa belajar ngaji kepada orang yang sudah mati seperti ku ini.
Bahkan... Kamu juga pernah belajar pada kyai Jabat dan Nyai Sa'adah yang sudah mati 200 tahun yang lalu. Kamu juga belajar dengan Syeh Hasan Salak di samping makamnya.
Apakah mereka itu guru mursid mu..?
Gus... Sekarang dirimu memiliki ilmu Wicoro, ilmu yang bisa berbicara dengan alam semesta seisinya.
Kamu juga memiliki ilmu paninggal Jagad, ilmu pengobatan juga ilmu lipat bumi.
Bahkan... Kamu telah di ajarkan oleh Resi Dharmala ilmu Kunci Bismillahirrohmanirrohim.
Bukankah itu ilmu pemberian oleh wali - wali yang sudah wafat..?
Gus gunakanlah ilmu - ilmu itu untuk kamu belajar ngaji.
Ilmu itu pada hakekatnya tidak jauh, tetapi ada di depan kita, di sekitar kita.
Tinggal bagaimana diri mu mengambil ilmu itu."
"Kalau ilmu itu dekat dan ada di sekitar kita... Berarti balak, keburukan kematian juga kebahagiaan juga penderitaan itu dekat disekitar kita juga Mbah," tanya Panji.
"Iya Gus, benar.
Semua itu dekat dengan kita, jika kita salah mengambil nya... Maka kita harus mau menerima resikonya," jawab Mbah Sanusi.
Setelah menyulut rokok... Panji berkata,
"Mbah... Berarti orang belajar ngaji itu ada yang lewat jalur nyata, seperti belajar pada ustad kyai dan guru Mursid, belajar pada manusia yang hidup dan pada kejadian nyata.
Ada yang belajar ngaji lewat jalur goib. Seperti belajar pada wali - wali yang wafat, pada bangsa jin juga malaikat."
"Benar Gus, kalau bisa... Ya belajar pada kyai yang hidup juga belajar pada kyai yang wafat," pesan Mbah Sanusi.
Di Jakarta.
Jam 11 malam Maya tidak bisa tidur, apalagi Hp Panji tidak bisa di hubungi.
"Tidak bisa tidur, bosen di kamar kos terus, capek baca kitab sejak sore tadi," ujar Maya lirih,
"Lebih baik nongkrong saja di depan hotel, ngobrol sama Mbah Dirjo yang gila itu, lumayan buat menghibur hati. Tetapi... Mbah Dirjo itu walau gila, apa yang di omongin bener semua."
Setelah mengunci kamar kos, Maya berjalan ke depan hotel.
"Assalamualaikum Mbah."
"Waalaikumsalam Fatima Az Zahra.
Jangan duduk dulu, belikan aku rokok jie sam soe dan kopi hitam di warung pojok itu," ujar Mbah Wali Dirjo.
"Saya gak punya uang Mbah, calon suami ku belum transfer uang," jawab Maya.
"Lah terus kamu kebutuhan sehari - hari dari mana," tanya Mbah Dirjo.
"Kalau buat makan minum ada Mbah, persediaan makanan di kos - kossan cukup untuk 1 bulan lebih," ujar Maya.
"Sana kamu belikan aku kopi sama rokok, cepetan," bentak Mbah Dirjo.
"Mbah ini di bilangin gak punya uang masih saja nyuruh," ujar Maya sebel.
"Fatimah..! Kalau aku nyuruh, ya pasti kasih uang.
Lihat di saku celana mu, cepetan belikan rokok," ujar Mbah Dirjo.
Begitu tangan Maya merogoh saku celana nya... Maya sangat terkejut sekali. Setelah di ambil dan di hitung, ternyata lembaran uang berjumlah 400 ribu,
"Mbah..?"
"Cepat pergi sana ke warung," perintah Mbah Dirjo.
"Baiklah baiklah Mbah."
Tak lama kemudian,
"Ini rokoknya Mbah, ini kopinya.
Aku beli coca - cola sama es krim dan coklat.
Semuanya 10 ribu," kata Maya.
"Sisanya untuk kamu, buat beli jajan," ujar Mbah Wali Dirjo,
"Calon suami mu itu memang gila, gak ngurusi dirimu.
Dia cari senangnya sendiri. Kamu yang sabar ya..?"
"Iya Mbah... Kak Panji lagi kerja cari uang katanya. Dia orang yang baik.
Doain Mbah biar Kak Panji dapat uang banyak, untuk beli rumah, biar nanti kalau sudah menikah, saya dan kak Panji tidak kos atau ngontrak," kata Maya.
"Apa kerjanya Panji calon suami mu itu," tanya Mbah Dirjo.
"Dia bilang sih jadi paranormal Mbah, kerja mengobati orang sakit, urusan suwuk - menyuwuk," ujar Maya.
"Hahahaha..!
Berarti kamu calon istrinya dukun ya," ujar Mbah Dirjo.
"Ah Mbah ini.
Mbah... Mengapa di dalam saku celana ku tadi kok tiba - tiba ada uangnya, 400 ribu..? Padahal Maya tidak punya uang sama sekali
Banyak loh Mbah 400 ribu itu, bisa buat makan 6 bulan. itupun makan enak loh."
"Mbah kan udah bilang, kalau aku menyuruh beli ya pasti aku kasih uang," ujar Mbah Dirjo.
"Berarti Mbah yang kasih uang itu, berarti Mbah Dirjo ini sakti dong," kata Maya.
"Ya iyalah, kalau gak sakti mana bisa aku masukin uang ke saku celana mu tanpa menyentuh," ujar Mbah Dirjo.
"Saya Mbok ya di kasih tau Mbah caranya bikin uang, biar saya gak susah - susah kerja," kata Maya polos.
"Hahahaha..!
Dasar pemalas kamu. Kalau pingin punya uang yaa kerja," jawab Mbah Dirjo.
"Dasar gila," ujar Maya dalam hati.
"Maksudnya bagaimana caranya Mbah mendatangkan uang kayak Mbah tadi.
Ilmunya Mbah," tanya Maya.
"Kalau kamu mau jadi murid ku ya... Aku ajari.
Kalau bukan murid ku ngapain aku ngajari kamu," ujar Mbah Dirjo.
"Hahahaha..!
Masak saya harus mempunyai guru yang gila..? Yang benar Mbah," kata Maya.
"Hahahaha..!
Kan enak punya guru gila," ujar Mbah Dirjo.
"Lama - lama aku juga ikut gila Mbah," kata Maya.
"Aku tau kamu di keluarkan dari anggota keluarga mu, demi Panji calon suami mu, kamu rela hidup menderita sendirian di Jakarta.
Iya kan," ujar Mbah Dirjo.
Mendengar ucapan Mbah Dirjo... Maya sangat terkejut sekali, lalu berkata,
"Kok mbah bisa tau..?"
"Yaa taulah, bahkan Papa mu sekarang berada di Jakarta untuk mendirikan perusahaan baru.
Sekarang Papa mu sedang berada di dalam hotel Atlanta ini lagi bersenang - senang dengan seorang pelacur.
Sedangkan Mama mu sedang tidur sendirian di rumah Surabaya hahahaha..!" ujar Mbah Dirjo.
Maya bertambah heran dengan apa yang di katakan Mbah Wali Dirjo.
"Kalau benar Papa ku tidur bersenang - senang dengan seorang pelacur... Maya bersedia menjadi murid Mbah Dirjo.
Karena Papa ku orang yang taat dan rajin ibadah.
Coba Mbah buktikan!"
"Orang yang taat dan rajin ibadah... Bukan jaminan orang itu baik.
Tetapi...
__ADS_1
Baiklah, kamu kan punya uang, kamu masuk di restoran hotel ini, kamu duduk di pojok.
Maka kamu akan melihat sendiri. Pakailah topi ku ini, agar Papa mu tidak mengenali mu," ujar Mbah Dirjo.