SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
PANJI MASUK PENJARA


__ADS_3

Setelah minum bir beberapa gelas... Ke 8 anggota The Tiger keluar bar dengan mengendarai satu mobil.


Sementara Godfather masih duduk sendiri sambil menganggukkan kepala menikmati alunan musik Blues.


Seorang cewek cantik dan **** berkacamata hitam dengan setelan celana strit dan kaos kuning berjaket levis berjalan masuk bar.


Beberapa pegawai menyapa sambil membungkukkan badan.


"Bukankah itu Devi?" ujar Panji lirih sambil menggoyangkan kepala,


"Kabar terakhir yang aku dengar... Devi telah membuka usaha cafe di Jakarta, Bandung, Semarang Jogjakarta, Surabaya dan Bali.


Hemmmm... Tambah cantik saja dia. Setelah menjadi bos... Penampilan dan gayanya sudah berubah.


Dulu sewaktu masih miskin... Dia selalu ingin memeluk ku hahahaha.


Semoga kenangan itu berlanjut kembali, biar kayak drama korea.


Berarti ini cafe end Bar milik Devi."


4 orang pemuda berjalan masuk kemudian duduk dengan tidak sopan.


Panji tersenyum melihat preman kecil yang mencari makan dengan cara kekerasan.


"Kring..!"


Hp Jessy berdering, setelah terhubung,


"Selamat malam Godfather."


"Sekarang juga datang ke Cafe end Bar DODO di jalan Kuta Baet," ujar Godfather.


"Baiklah Godfather, dalam 5 menit aku akan sampai, kebetulan aku lagi di depan Hotel KB dekat cafe Dodo," jawab Jessy.


Devi keluar menemui 4 preman yang minta jatah keamanan,


"Ada apalagi..? Kan baru 2 minggu kalian aku kasih uang..?"


"Jatah kami 4 orang, kemarin kalian kasih untuk 2 orang.


Sekarang berikan jatah kami," ujar salah satu preman mengebrak meja.


Mendengar suara keras gebrakan meja... Devi langsung pucat dan ketakutan.


"Ada apa ini," ujar Godfather berjalan mendekat.


"Mas Panji..!" seru Devi kemudian mendekati Panji, lalu memeluk erat.


"Diam kamu bocah kecil, jangan ikut urusan kami, ha..!


Apa ingin aku patahkan kaki mu.


Apa kamu pacarnya Non ini..? Pemilik cafe end Bar," bentak ketua preman.


"Iya aku suami nya," jawab Panji santai.


"Biaklah baiklah, akan aku beri uang jatahnya," ujar Devi,


"Sudah ya Mas Panji... Jangan ada keributan di cafe ku."


"Jangan di kasih," ujar Panji santai,


"Kalau di kasih... Mereka bakal ngelunjak."


"Kurang ajar bocah ini, cari mati ternyata," kata salah satu preman kemudian mengeluarkan pisau lalu menusukkan ke tubuh Panji berkali - kali.


Melihat Godfather di tusuk beberapa kali... Devi menjerit, begitu juga dengan beberapa karyawan juga berteriak.


Jessy dan Bob beserta anggota nya yang berdiri di pintu masuk terkejut melihat Godfather tidak terluka dan berdarah ketika di tusuk beberapa kali.


Ketika salah satu preman mengayunkan pipa besi ke arah Godfather... Tiba - tiba terdengar suara,


"Stop, hentikan!"


"Selamat malam Godfather, maaf kami terlambat," ujar Jessy kemudian membungkukkan badan, dan anggota The Bluss juga membungkuk kan badan.


Melihat Jessy membungkukkan badan, ke 4 preman tadi langsung gemetar dan langsung sujud di hadapan Jessy si Naga Timur, sambil berkata,


"Ampuni kami Madam Jessy...


Ampuni kami..."


"Jessy... Kamu tambah cantik saja," ujar Godfather bercanda,


"Kalau ada waktu... Aku traktir makan malam.


Jangan ribut di sini ya..! Biar pengunjung tidak takut. Pemuda ini pemberani sekali, rekrut saja dia jadi pengikut mu.


Oh iya Jessy, mulai malam ini... Sistem keamanan Cafe ini, kamu pegang."


"Baiklah Godfather."


Anggota The Bluss membawa ke 4 preman keluar cafe, lalu memukuli hingga babak belur.


Jika kalian memunggut uang keamanan di cafe end Bar DODO... Kaki kalian akan lumpuh selamanya," ujar Bobi sambil menempelkan senjata api ke kaki salah satu preman.


Melihat senjata api... Ke 4 preman itu sangat ketakutan,


"Iya Bos, maafkan kami bos, kami tidak tau."


"Sekarang pergilah, kalau kamu ingin bergabung dengan kami... Temui aku," ujar Bobi anak buahnya Jessy.


Devi sangat senang sekali bisa duduk di samping Panji.


Devi memerintahkan karyawan untuk menyiapkan stiek dading sapi muda dan Bir Bintang kesukaan Panji.


Para pengunjung dan pelanggan cafe end Bar mulai berdatangan.


Sambil menikmati makan malam... Panji berkata,


"Semakin malam semakin ramai ya?"


"Iya Mas, di sini kan tempat pariwisata, siang malam ramai terus," ujar Devi,


"Hemmm... Mas, aku mengucapkan terimakasih banyak ya, atas bantuannya.


Tanpa bantuan modal dari Mas Panji, aku tidak akan sesukses ini. Mungkin... Aku tetap miskin bekerja sebagai karyawan pelayan cafe."


"Sama - sama Devi."


"Oh iya Mas, aku belum bisa mengembalikan uang modal mu, karena usahaku baru saja berjalan.


Insallah kalau sudah lancar akan aku kembalikan uang modal mu," ujar Devi.


"Enak sekali stiek cafe mu ini, Alhamdulillah kenyang," kata Panji,


"Uang yang kamu pakai modal usaha, tidak usah kamu kembali kan."


"Jangan begitu Mas, uang yang kamu pinjamkan itu banyak sekali loh Mas, 2 Milyar," ujar Devi.


*2 milyar itu juga aku di beri pengusaha, jadi gak usah kamu ganti, ambil saja buat kamu usaha.


Jangan lagi di pikirkan," jawab Panji.


"Bener nieh Mas," tanya Devi terkejut sekali.


"Bener, tetapi ada syaratnya," goda Panji.


"Apa itu syaratnya?"


"Kamu pijitin aku ya," jawab Panji.

__ADS_1


"Hahahaha..! Kamu itu Mas, dari dulu masih saja suka minta pijat ke aku.


Gak tau orang capek baru pulang kerja masih tega minta pijat.


Setelah aku sibuk dan gak ketemu dirimu, paling yang mijitin kamu Wilda dan Aini. Atau mbak Dewi kalau gak Mbak Ika hahaha.


Enak sekali jadi Bos, tinggal main suruh," ujar Devi.


"Ternyata kamu masih tetap cerewet seperti dulu.


Tetapi kamu semakin cantik saja, bikin kepala ku cenut - cenut," kata Panji.


"Hemmm rayuan lama masih saja di pakai.


Apa Mas panji sekarang sudah mau menikmati tubuh anak gadis..?


Dulu waktu sering tidur sama aku, Mas Panji gak bergairah, apa aku kurang cantik kok tidak mau menyentuh tubuh ku," ujar Devi.


"Kalau kamu istri ku aku mau meniduri mu," kata Panji,


"Devi..! Ayo kita jalan - jalan mumpung masih jam segini."


"Baiklah Mas, kita jalan kaki saja.


Nanti kita mampir ke pantai, malam hari masih ramai di pantai sini," ujar Devi.


*


Di rumah kediaman Devi di kuta Bali.


Setelah mandi, Panji mengenakan sarung kemudian membuka cendela lalu menyalahkan Tv. Kemudian merebahkan badan di atas karpet halus sambil nonton Tv parabola.


"Mas... Gak tidur di kamar," ujar Devi yang menutupi tubuhnya dengan handuk.


"Aku ingin santai merokok sambil lihat Tv.


Katanya mau di pijitin," kata Panji.


"Iyaa... sebentar, ganti baju tidur dulu," ujar Devi,


"Ayo tengkurap."


"Mas tadi beli kartu telpon baru buat apa..? Buat Hp baru," tanya Devi sambil memijit kaki Panji.


"Aku mau ganti no Hp, biar gak banyak yang telfon," jawab Panji.


*


Sementara di Kualumpur Malaysia.


Selamat datang di Kualumpur," ujar Jeje Asisten Panji,


"Mari kita pergi."


"Baiklah Tuan."


Tak lama kemudian,


"Ini Markas dan tempat tinggal kalian di Malaysia.


Di rumah ini ada 2 komputer, 1 mobil, uang ringgit dan 4 senjata Api peredam suara.


Persediaan Makanan instan sudah ada di dapur, cukup untuk dua bulan.


Jika membutuhkan sesuatu... Hubungi saja aku, ini no telpon ku.


Aku mau pergi dulu, permisi.


Selamat bekerja, semoga sukses."


"Terimakasih Asisten Jeje."


Di dalam mobil perjalanan pulang, waktu mengemudi mobil,


"Kring..!"


"Siapa..?"


"Aku Godfather."


"Selamat Malam Godfather, ada yang bisa saya bantu untuk Tuan," kata Jeje.


"Ini no Hp ku yang Baru, aku tidak ingin terganggu.


Semua harus melalui kamu, dan wakil mu, terkecuali aku sendiri yang menelfon nya.


Oh iya, mulai sekarang kamu kerja dengan ku, aku sudah konfirmasi dengan presiden Direktur Aini, tetapi gaji bulanan mu ikut presdir Aini."


"Baik Godfather."


"Aku ingin informasi mobil Anti peluru," ujar Panji.


"Keluaran terbaru mobil anti peluru dan anti granat adalah BMW, Bavarian Motor Works.


Harga peryunit 2,1 Milyar Tuan. Membutuhkan sopir khusus, dan pihak Dieler menyediakan layanan belajar cara mengemudi BMW gratis," jawab Jeje.


"Kamu beli 4 mobil untuk inventarisasi organisasi," perintah Panji.


"Baiklah Godfather."


"Aku ingin beli pesawat pribadi seperti punya keluarga Hong Shi," ujar Panji,


" Tolong informasi kan?"


"Pesawat pribadi harganya 450 Milyar Tuan. Kapasitas 19 penumpang. Parkir di bandara perbulan 40 ribu, gaji pilot perbulan 18 juta Tuan," jawab Jeje.


"Kamu beli satu, atas nama Nona Maya, besok aku transfer uangnya," ujar Godfather kemudian menutup telpon.


"Kaya sekali Godfather itu. Masih remaja mempunyai uang segitu banyak nya. Dari mana sumber uangnya.


Sekali telpon langsung beli 4 mobil anti peluru dengan harga 8,4 Milyar. Pesawat pribadi 450 Milyar.


Lumayan komisinya bisa buat makan anak istri 2 tahun.


Yang tidak aku mengerti... Mengapa presiden Direktur Aini sering tidur sekamar di hotel dengan Godfather ya...? Bahkan kemarin ikut perjalanan bisnis ke Asia.


Setahuku, presdir belum pernah jalan sama cowok mana pun.


Tau - tau sudah sekamar dengan Godfather," gumam Jeje lirih.


***


Jam 12 Malam di Kuta Bali.


Di kedai kopi tepi pantai Kuta... Bobi tangan kanan Jessy Naga Timur sedang minum bir sambil menjaga keamanan hotel Star.


Lagi asik - asik ngobrol dengan 4 anggota inti... Dari tikungan sebuah mobil melaju pelan. Ketika pas berada di depan kedai kecil,


"Dor dor dor dor!" suara letusan memecah malam, kemudian mobil melaju dengan santai lalu menghilang di ujung jalan.


Tubuh Bobi dan 4 anggota inti roboh bersimbah darah dengan beberapa peluru bersarang di tubuh.


Sementara...


Di kamar mandi diskotik Rolex Bali, 2 anggota inti The Bluss tewas tergeletak dengan luka 24 tusukan senjata tajam.


Di area parkir sebuah bar di tepi pantai Sanur, Jessy melakukan kontak senjata dengan kelompok Han. Walau tidak ada yang tewas... Beberapa anggota dari kedua kubu luka tembak cukup serius.


Selang seperempat jam... Kedua mobil milik kelompok Han kabur melesat dengan kencang.


"Cepat, kita pergi dari sini, yang luka kita bawah ke dokter pribadi saja," ujar Jessy kemudian masuk mobil dan pergi meninggal kan area Bar.

__ADS_1


***


Jam 10 Pagi, beberapa mobil mewah berjejer di tepi jalan. Lady ketua organisasi dan petinggi organisasi The Bluss menghadiri acara Ngaben (pembakaran) jasad Bobi sesuai kepercayaan Agama Hindu.


Godfather pun turut hadir di antara petinggi The Bluss.


"Lady... Beri kompensasi bagi anggota organisasi yang tewas dan yang luka. Santuni uang yang cukup untuk biaya sekolah hingga kuliah buat anak - anaknya hingga lulus," perintah Panji.


"Baiklah Godfather, segera akan aku perintahkan sekretaris Dafa," jawab Jessy.


"Kalau begitu aku pergi dulu," ujar Godfather.


"Godfather... Siapa wanita bersama mu itu?" tanya Linda alias Lady.


"Dia adalah Devi, pengusaha cafe end Bar, dia sekarang menjadi anggota organisasi dan penyumbang dana.


Aku pergi dulu ya," jawab Panji.


"Baiklah, hati - hati dan jaga kesehatan," ujar Lady agak cemburu.


Saat jalan kaki di trotoar... Devi yang menggandeng lengan Panji berkata,


"Nama panggilan mu Godfather Mas..?"


"Iya," jawab Panji kemudian berjalan menuju sebuah rumah makan jawa.


"Kayak judul film mafia saja nama panggilan nya, Godfather yang artinya Panutan Para Mafia, Hahahaha!


Bagus juga sih nama itu, Kalau begitu aku panggil Godfather saja," ujar Devi.


Ketika menikmati makan sayur lodeh ikan asin dan kerupuk... Tiba - tiba seorang pemuda lari tungang langgang di kejar 4 orang.


Lalu pemuda itu lari masuk ke dalam rumah makan sederhana dan sembunyi di bawah meja pojok sebelah Godfather.


"Shutttt!" pemuda itu memberi kode ke Godfather dan Devi untuk diam.


Godfather baru menyadari setelah beberapa orang mengejar pencuri.


"Duduk lah sini bersama ku," ujar Panji kepada pencuri itu,


"Kamu makan dulu, atau aku teriak maling..?"


"Baiklah Tuan, baiklah."


"Apa ini di dalam plastik," tanya Godfather.


"Susu bayi, baju anak - anak, dan CD wanita Tuan," jawab maling


"Apa..! CD wanita? BH dan ****** wanita maksud mu," kaget Panji.


"Iya Tuan."


"Mengapa kamu mencuri," tanya Godfather.


"Saya tidak kerja tuan, baru di pecat. Anak saya butuh susu dan saya tidak punya uang, terpaksa saya mencuri," jawab maling.


"Lalu mengapa kamu mencuri BH dan CD wanita," tanya Panji.


"Sekalian Tuan, saya ingin memberi istri saya hadiah," ujar maling.


"Kalau begitu... Setelah makan kamu ikut Bos Devi ini, kamu kerja di cafe nya. Biar kamu tidak mencuri lagi," kata Panji,


"Devi... Nanti pekerjakan dia, dan kasih uang yang cukup untuk kebutuhan dapur dan susu anaknya."


"Baiklah Godfather," ujar Devi.


Selesai makan, Panji dan Devi juga si pencuri keluar rumah makan.


Begitu baru di depan pintu... Tiba - tiba 4 orang itu berteriak maling.


Sontak Godfather mendorong Devi dan pencuri masuk ke dalam rumah makan, sementara Godfather yang membawa tas plastik merah di digebukin rame - rame oleh orang - orang yang melintas.


"Berhenti.!!" teriak dua orang polisi patroli sambil keluar dari dalam mobil, lalu kedua polisi itu memborgol kedua tangan Panji.


*


Di kantor Polisi cabang.


"Hahahaha."


Setelah di interogasi... Beberapa polisi tertawa terbahak - bahak melihat BH dan CD wanita tergeletak di atas meja,


"Ganteng - ganteng mencuri CD wanita, Hahahaha!


Jauh - jauh dari Surabaya hanya mencuri CD wanita. Masih remaja lagi.


Karena masih anak - anak... Hukuman mu kurungan 7 hari tanpa sidang, aku kasihan pada mu.


Kamu tinggal di sel dewasa saja ya... Kalau di sel anak - anak kamu bisa di kurung 3 bulan."


"Baiklah Pak," jawab Panji.


"Duduk sini..!" ujar polisi setengah tua sambil membawah gunting.


Setelah Godfather duduk dengan tangan terbogol, polisi itu memotong rambut Panji hingga botak.


Di dalam Lapas Kuta.


"Kasus apa kamu masuk sini," tanya Kim tahanan senior kasus pengeroyokan.


"Mencuri susu dan CD wanita," ujar Panji.


"Hahahaha..!" 6 orang tahanan serempak tertawa terbahak - bahak mendengar jawaban Panji.


"Pencuri cecunguk, kasus kok mencuri BH dan ****** wanita," kata salah satu orang tahanan.


"Bos..! Kita sodom saja dia," ucap Jie pemuda penuh tato dengan kasus perampokan.


"Baiklah, kita perkosaan beramai - ramai nanti malam," ujar Kim.


"Teng teng teng!" waktu makan siang.


Setelah makan siang... Panji duduk sendiri di pojok halaman sambil melihat para tahanan berlalu - lalang.


Panji melihat seseorang tahanan setengah tua duduk sendiri tak jauh darinya.


"Selamat siang Pak," sapa Godfather, "Silahkan merokok."


"Terimakasih Tuan," kata tahanan itu kemudian mengambil sebatang rokok,


"Selama 2 tahun di sini... Tidak ada orang yang menawari aku rokok, hanya dirimu.


Siapa nama mu..?"


"Nama ku Godfather, Bapak siapa namanya."


Mendengar nama Godfather... Tahanan itu sangat terkejut, tetapi dia diam untuk menyembunyikan keterkejutan nya.


"Bukankah aku dulu pernah di suruh membunuh seorang bocah bernama Godfather, oleh Bos Jefri..? Wajahnya mirip seperti di foto yang ku bawa, coba nanti aku cocokkan wajahnya dengan foto di bawah tikar pemberian bos Jefri," kata tahanan dalam hatinya.


"Nama ku Domba Tuan.


Tuan orang mana..?"


"Aku orang Surabaya, bapak orang mana..?


kasus apa pak kok bisa di sini?"


"Bapak asli orang Surabaya juga.


Biasa Tuan kasus pengeroyokan."

__ADS_1


"Godfather..! Ada orang yang menjenguk mu," ujar sipir penjara.


__ADS_2