
"Jam 9 Pagi," ujar Panji sambil melihat jam Rolex di tangan kirinya,
"Lebih baik aku meneruskan perjalanan.
Gesang Madrid..! Ayo bangun, ikut tidak?"
"Baiklah Tuan."
Siang itu Panji meneruskan perjalanan. Setelah berjalan kurang lebih dua jam, Panji memasuki kota Wonogiri. Walau sudah berada di kota Wonogiri, Panji terus berjalan tanpa henti.
Ketika berada di pinggiran kota, Panji berhenti di sebuah perempatan jalan, kemudian Panji duduk bersandar di pos polisi pengatur lalu lintas.
Melihat Panji duduk bersandar dengan rambut gimbal dan kaos kotor dengan celana kain hitam kumal... Dua polisi memperhatikan Panji lalu berkata,
"Heee Mas..! Duduk di belakang pos saja, ayoo pergi sana!"
"Pak polisi... Pinjam pistolnya," ujar Panji sambil tersenyum
"Buat apa pinjam pistol," bentak polisi yang lebih muda.
"Buat nembak kamu Pak," ujar Panji.
"Hahahaha..! Repot ketemu orang gila model gini,"
Tiga polisi muda yang sedang tugas menjadi tertawa terbahak - bahak seketika.
"Mas, ini makan dulu, ini air putihnya ini kopinya," ujar polisi muda bernama Dedik,
"Makan dulu ya... Habisin."
"Terimakasih Pak Dedik Saputra, semoga kebaikan Pak Dedik di ganti dengan derajat yang lebih tinggi sama gusti Allah," ujar Panji
"Aamiin," kata Pak Dedik,
"Kok kamu tau nama ku?"
Sambil menikmati makan... Panji berkata,
"Aku tau segalanya, aku juga tau siapa bapak ibu mu, siapa calon istri mu dan aku tau tentang masa depan mu."
Mendengar kata - kata Panji... Ketiga polisi ini tertawa terbahak - bahak,
"Wah wah..! Orang gila sakti ini kalau tau segalanya."
*Polisi muda bernama Dedik Saputro ini diam - diam merasa curiga dengan Panji, karena Dedik adalah polisi yang rajin solat dan keluarganya juga keluarga yang bisa di bilang alim di kampungnya, jadi... Sedikit banyak Dedik pernah mendengar cerita wali - wali yang berlagak gila#
Melihat jam Rolex yang di pakai Panji... Agus Safaat sangat terkejut, lalu berkata,
"Mas, jam nya bagus sekali... Asli gak!!
Mau aku tukar dengan uang 10 ribu?"
"Hahahaha..!"
Belum selesai makan Panji tertawa terbahak - bahak.
"Dasar Gila," ujar Agus Safa'at polisi muda.
"Pak polisi..!
Jam ini sangat mahal, masak di tukar sama uang 10 ribu?
Gaji bulanan kalian bertiga selama setahun, jika kalian kumpulkan tidak akan cukup untuk membeli jam ku ini," kata Panji,
"Ini jam Rolex asli dari England, harganya 35 juta.
Gaji kalian sebulan paling banyak hanya 15 rb 20 rb."
Setelah makan, Panji menengak air putih kemudian menyeruput kopi.
__ADS_1
Setelah itu Panji mengeluarkan rokok marlboro dari dalam tas, lalu menyulutnya.
Mendengar harga jam Rolex milik Panji... Ketiga polisi itu langsung diam dan terkejut.
Apalagi melihat rokok marlboro yang di hisap Panji terbilang rokok cap mahal.
"Dedik..! Kelihatannya pemuda ini anak orang kaya yang baru gila," ujar Agus Safa'at.
"Bisa jadi," sahut Seno, kemudian tertawa terbahak - bahak
Di saat lagi tertawa sambil melihat Panji yang di kira orang gila baru dari keluarga kaya... Tiba - tiba Hp Panji berderin,
"Kriiingg..!"
Dengan santai Panji mengambil Hp, lalu melihat Nama Wilda di layar Hp, setelah menekan tombol tanda menerima sambungan, Panji langsung berdiri sambil berkata,
"Siap Ndan..!!!
Saya sedang melakukan penyelidikan di wilayah perbatasan kota.
Siap Ndan..!!
Nanti segera Meluncur ke Polda,"
jemudian Panji menutup telpon dan duduk kembali.
"Apaan sih Mas Panji ini, kayak polisi saja pakai siap Ndan, siap Ndan" ujar Wilda.
Melihat Panji memiliki Hp satelit yang hanya bisa di miliki oleh pejabat dan pengusaha kaya juga Intelijen... Ketiga polisi muda tadi langsung berdiri tegap.
Apalagi mendengar pembicaraan Panji melakukan penyelidikan dan menyebutkan Polda, ketiga polisi muda itu langsung sigap,
"Siap..!"
"Bapak dari kesatuan mana," tanya Agus Safa'at.
"Itu rahasia Negara, BIN. tidak ada yang boleh tahu," ujar Panji berbohong sambil mengoda.
Tak lama kemudian Seno memberikan sebuah amplop berisi uang.
"Aku tidak butuh uang, ambillah, uang ku sangat banyak.
Aku hanya butuh rokok untuk di jalan," ujar Panji.
"Baiklah Pak," kata Agus Safa'at gantian buru - buru kembali ke toko.
Setelah itu Agus Safa'at membawa rokok marlboro 5 bungkus dan 2 teh kotak serta dua bungkus roti coklat keju.
"Terimakasih atas pemberiannya, semoga kalian menjadi pejabat tinggi di kepolisian," ujar Panji,
"Ingat..!
Kalau sedang bertugas... Jangan santai - santai kayak barusan, kalau saya lapor..! Bisa di pindah kalian di Papua yang jauh."
"Siap Pak, kami salah.
Mohon bapak jangan melaporkan kami," kata ketiga polisi.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu, masih ada tugas berat selama beberapa bulan ke depan," ujar Panji kemudian pergi berlalu.
Setelah Panji pergi, ketiga polisi muda yang baru lulus sangat bersyukur sekali, karena mereka sedang santai dan lagi malas 6 malasan di pos.
Sambil berjalan menuju arah Kabupaten Ponorogo... Gesang Madrid tertawa terbahak - bahak melihat kejadian di pos polisi.
"Diam!!" Bentak Panji,
"Ayoo di hafalkan bacaan tata cara solat lima waktu.x
"Sendikoh dawuh Tuan," jawab Gesang Madrid.
__ADS_1
"Jangan panggil aku Tuan, tidak enak di dengar," ujar Panji,
"Masak aku ajari kamu ngaji kok manggil Tuan?"
"Baiklah kyai," ujar Gesang Madrid,
"Apakah enak di dengar panggilan kyai?"
"Iya enak si enak, tetapi aku tidak pantas di panggil kyai. Kelakuan masih bejat, banyak berbuat dosa," ujar Panji,
"Tetapi gak apa - apalah biar agak keren sedikit di panggil kyai."
Begitu Panji melewati jalan yang sepi di apit sawah dan pepohonan... Di depan 10 meteran Panji melihat seorang gadis berdiri berteriak sambil menangis di semak - semak bawah pohon.
Begitu melihat Panji berjalan sendirian... Gadis itu lari lalu memegang lengan Panji,
"Mas Tolong Mas..! Aku di pukuli pacar ku."
Melihat pemuda tampan tinggi besar di depannya, Panji berkata,
"Mengapa kamu menampari wajah pacar mu?"
"Jangan ikut campur urusan ku," bentak pemuda tampan.
"Sudah, pulang lah sebelum aku patahkan tangan mu," ujar Panji.
"Hahahaha, belum tau siapa aku. Kamu kira aku takut dengan gertakan mu ha!"
tiba - tiba pemuda bertubuh melayangkan bogem ke arah wajah Panji.
Dengan reflex tangan Panji menyambut pukulan pemuda itu, begitu kepalan tangan Panji beradu dengan kepalan tangan pemuda itu... Tiba - tiba kepalan tangan Panji mengeluarkan cahaya hitam keputih - putihanm
"Kraak..! Bluuuk! "
pemuda berbadan tinggi besar itu langsung bergulingan di atas tanah sambil menjerit kesakitan.
Tidak ada darah yang menetes, tetapi kelima jarinya telah patah, begitu juga dengan lengannya patah.
"Siapa nama mu?"
Dan mengapa dia memukulimu," tanya Panji.
"Namaku Linda Wati
Dia mengajakku untuk berbuat cabul, tetapi aku tidak mau Mas. Tetapi dia memaksa ingin memperkosa ku, dan menampari aku berulang kali.
Untungnya ada kamu pas lewat, jika tidak... Aku sudah di perkosa."
Mendengar penuturan Linda... Panji berjalan mendekati pemuda yang duduk sambil kesakitan.
"Ampun Mas..! Ampun..!
Tiba - tiba Panji menendang wajah pemuda itu hingga tersungkur. Lalu Panji menginjak kaki kanan pemuda itu hingga bunyi kraaak.
Pemuda itu langsung menjerit sejadi - jadinya dengan keras.
"Itu hadia untuk pemerkosa.
Emang kamu gak mampu sewa pelacur ha," bentak Panji.
Melihat pemuda pingsan... Beberapa kendaraan berhenti menghampiri,
"Ada apa ini?x
xDia jatuh dari motornya Pak," ujar Panji berbohong,
"Dia jatuh sendiri, mungkin ngantuk."
Ketika orang - orang sibuk menolong pemuda yang pingsan... Panji pergi bersama Linda meninggalkan kerumunan.
__ADS_1
Selamat menyambut hari raya Idul Adha. βΊπ€ππππ