SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
PANJI JADI TUKANG CUCI PIRING


__ADS_3

"Apa yang di maksud dengan kehidupan selanjutnya Syeh," tanya Panji.


"Kebebasan.


Indonesia akan menuju menjadi negara yang demokrasi.


Ketidak siapan dalam berdemokrasi inilah, awal dari hancurnya nilai - nilai islam. Akan merusak iman, dan tatanan hidup. Khususnya generasi anak cucu kita," jawab Syeh Hamdani.


"Apa yang menyebabkan rusaknya generasi kita Syeh..? Kan kebebasan berpendapat itu sangat baik untuk suatu negri?"


"Demokrasi memang baik Gus, tetapi ketidak siapan masyarakat negeri inilah yang akan merusak nya.


Ibarat anak kecil yang di beri mainan, maka anak kecil itu dengan mudanya merusak mainan itu," ujar Syeh Hamdani,


"Setelah lengsernya pemimpin Negri ini... Maka, semua informasi akan dengan mudah kita dapat.


Salah satunya adalah Hp.


Setelah Hp berada pada puncak kecanggihanya... Di situlah awal dari bencana di negri ini.


Orang - orang lebih suka memencet Hp dari pada tasbih.


Anak - anak kecil lebih suka main Hp dari pada belajar dan ngaji.


Orang - orang lebih suka membaca berita informasi di Hp dari pada membaca Al qur'an.


Masyarakat negri ini lebih sibuk Hp nya dari pada ibadahnya.


Di situlah... Allah perlahan - lahan di lupakan.


Akhirnya... Alam semesta gugat dan terjadilah bencana alam di mana - mana.


Yang lebih menyedihkan adalah bencana hati dan iman, akibat kecanggihan Hp.


Sebenarnya... Hp itu adalah trik politik iblis untuk menghancurkan umat.


"Bukankah Hp yang canggih itu juga ada sisi baiknya Syeh..? Dan membuat manusia lebih mudah dalam melakukan sesuatu, misalkan pekerjaan."


"Hanya 10 persen Gus, orang yang memanfaatkan dunia maya di Hp untuk kebaikan.


Banyak gibahnya, banyak pamernya, dan banyak bohongnya.


Yang ada kebanyakan adalah kesombongan dan tipu daya setan.


Makanya...


Mengapa kamu di takdirkan menjadi salah satu murid pamungkas Syeh Abdul Jalil Al Qurtubi?


Karena... Kelak di jaman mu akan banyak bencana alam dan bencana hati, dan kamu lah salah satu yang akan bertugas menjadi paku buminya Negeri ini, khususnya Tanah Jawa dan khususnya lagi, wilayah kelahiran mu Jawa Timur.


Makanya, aku dan Syeh Abdul Jalil juga kyai Jabat dan beberapa wali khos mendidik mu dari sejak kamu remaja.


Semua ini untuk mempersiapkan dirimu sebagai paku buminya Tanah Jawa.


Syeh Abdul Jalil juga menyiapkan beberapa santrinya untuk menghadapi Era baru.


Tetapi... Kamu lah yang mampu."


"Baiklah Syeh, terimakasih atas petunjuknya, Assalamualaikum.x


"Waalaikumsalam Gus."


Setelah solat Subuh... Panji pun tertidur di atas sajadah.


*


"BIP, Bandung Indah Plaza.


Kring..!


Hp Panji berdering, setelah tersambung,


"Godfather... Aku sudah berada di depan kampus keong."


"Baiklah, aku kesana," jawab Panji kemudian mandi dan mengenakan celana pendek dan kaos oblong bertuliskan "ku Tunggu Janda mu"


"Selamat siang Godfather," sapa sekretaris Iwan.


"Kita cari tempat yang enak buat ngobrol ya," ujar Panji.


"Kita ke Mcdonald saja di BIP saja," sahut Naga Barat.


"Baiklah," jawab Panji.


Setelah berada di Mcdonald lantai 5, sambil menikmati kepulan asap rokok, Panji berkata,


"Youri... Aku butuh izasah SMA palsu, ktp palsu, sim palsu dan kartu Mahasiswa universitas keong."


"Hahahaha," direktur Youri yang teman akrabnya sejak SMP tertawa terbahak - bahak,


"Buat apaan..?


Tumben permintaan nya kok aneh."


"Jangan cerewet kamu Youri.


Ibu kos ku minta foto kopi kartu Mahasiswa.


Makanya aku bingung dan meminta tolong kamu.


Kamu kan Hacker, ahli komputer."


"Baiklah baiklah, nanti sore akan aku buatkan, biar anak buah ku yang bikin.


Di Bandung juga ada banyak anak buah ku," ujar Youri tersenyum.


"Godfather... Biar nanti sore aku carikan rumah kontrakan, biar Godfather tidak kos," sahut sekretaris Iwan.


"Lim... Dari mana saja kamu, lama gak kelihatan," tanya Panji.


"Membantu asisten Jeje Godfather.


Kebetulan saya lagi libur lalu di ajak sekretaris Iwan kemari.


"Kamu di Bandung saja ya? Barangkali aku butuh bantuan mu.


Kamu nginap di hotel Hening saja."


"Godfather, kamu buat apa ijazah palsu," tanya Youri.


"Buat melamar pekerjaan."


"Emang mau kerja apa?"


"Kerja jadi ofise boy juga gak apa apa, atau sopir."


"Hahahaha!


Aneh kamu itu ya, sudah kaya raya, uang tinggal ambil di ATM, perusahaan punya banyak, Hotel juga punya.


Jabatan presiden Direktur Hening Group.


Kok masih saja kerja jadi ofis boy?


Dari dulu, kamu itu memang aneh."


"Jangan bawel, aku lagi menjalani spiritual khusus di kota Bandung.


Ini siapa, kok belum pernah lihat?"


"Ini Novi Ernas, wakil sekretaris baru."


"Baiklah, aku pergi dulu.


Naga Barat, kamu sementara tinggal di Bandung ya!


Nginap saja di hotel Hening."


"Baiklah Godfather."


"Youri, aku tunggu nanti malam pesanan ku."


"Iya, beres."


"Sekretaris iwan..! kapan kamu nikah, sudah punya pacar belum," tanya Panji.


Mendengar pertanyaan Panji... Petinggi organisasi The Bluss tertawa terbahak - bahak.


"Dia mau menikah Godfather, sama anaknya anggota The blus," sahut Youri,


"Bulan depan katanya acara pernikahan nya."


"Dapat cewek mana?"


"Orang Cianjur."


***


Minggu siang... Panji berjalan di atas trotoar sendirian tanpa arah tujuan.


Setelah berjalan cukup jauh, Panji melihat sebuah lestoran ikan bakar khas Sunda.


Di dinding pagar restoran bertuliskan menerima lowongan pekerjaan. Karena ingin mempunyai pekerjaan, Panji menanyakan pada seorang satpam yang duduk di depan pos,


"Permisi Pak...


Apa masih ada lowongan pekerjaan nya?"


"Masih ada Mas, Mas langsung saja temui Pak Windi menagernya.


Itu orangnya, lagi berdiri di samping restoran."


"Baiklah Pak, terimakasih," jawab Panji kemudian menemui Pak Windi.


"Selamat siang Pak Windi."


"Selamat siang, ada apa ya Mas?"


"Mau melamar pekerjaan Pak."


"Siapa namanya, dan dari mana?"

__ADS_1


"Saya Panji Pak, dari Surabaya. Sekarang kos di jalan Dago depan kampus keong."


"Apa mau kerja jadi tukang cuci piring?


Kalau restorannya pas lagi rame, kamu bantu antar makanan pesanan tamu."


"Mau Pak, yang penting kerja."


"Baiklah, mulai besok, kamu masuk kerja jam 9 pagi, pulang jam 5 sore.


Sip dua, jam 5 sore pulang jam 12 malam.


Gajian perhari 750 rupiah, makan ikut restoran.


Bagaimana?"


"Baiklah Pak.


Kalau gitu, saya permisi dulu."


Panji pun berjalan menuju kos - kossan nya yang tak jauh dari restoran.


Ketika melewati kamar Desi yang pintunya terbuka... Desi menyapanya,


"Mas Panji...


Dari mana?"


"Dari jalan - jalan sambil cari kerjaan.


Aku masuk kamar dulu ya?"


"Iya Mas, habis ini aku susul," kata Desi.


Tak lama kemudian,


"Mas, ayo kita cari makan di kantin depan."


"Aku hanya punya uang 2 ribu Desi, kamu makan sendiri saja ya?"


"Aku traktir, ayoo temani aku," ujar Desi yang kasihan melihat Panji.


"Baiklah kalau memaksa," jawab Panji.


Sambil berjalan... Diam - diam Panji menerawang kehidupan Desi.


"Ini Mas kantinnya, tempat makan yang murah meriah untuk anak kampus.


Mas pesan apa?"


"Nasi putih sayur asem, pake ikan dadar jagung saja sama krupuk."


"Aku tambahin ayam goreng ya?"


"Boleh," jawab Panji.


Sambil menikmati makan sore, Panji berkata dalam hati,


"Ternyata Desi ini tidak mencintai ku, dia hanya ingin berteman saja.


Dia anak seorang Tentara, dan ibunya seorang guru SD.


Kasihan, Ayah nya sudah meninggal dunia.


Dia kuliah di biayai uang dari hasil pensiunan atyah nya, juga di bantu kakak kakaknya.


Dia baik kepada ku, karena kasihan melihat ku tidak punya apa - apa di kamar kos.


Dia ingat pertama kos juga menderita seperti ku.


Makanya dia membantu ku.


Hemmm,


Hatinya sungguh mulia."


"Mas, nambah lagi makan nya?"


"Sudah Desi, sudah kenyang.


Desi kuliah jurusan apa?"


"Jurusan programer komputer Mas, baru semester 2."


"Hebat juga ya, calon Hecker dong?


Kalau pintar, kalau kerja bayaran kamu sama kayak direkrut.


Kuliah di mana kamu?x


"Di LPKI, Lembaga pendidikan komputer indonesia.


Kalau Mas Panji ambil jurusan apa?"


"Jurusan Mafia."


"Hahahaha!


Mana ada..? Suka bercanda ruapanya."


"Ngacau kamu jawabannya.


Serius tanya nya."


"Jurusan... Menejemen Bisnis. Tetapi, aku kulia sambil kerja."


"Ya, gak apa - apa sih Mas, bagus, mandiri namanya."


"Apa kamu punya Laptop untuk belajar?"


"Belum Mas, harganya mahal. Insallah, masih di usahakan kakak ku.


Sementara, di warnet dulu."


"Aku punya Laptop 2, di kasih dapat hadiah Lomba Menangis. Masih baru lagi.


Nanti malam ya, tak suruh temen ku anterin.


Untuk kamu 1 untuk ku 1."


"Beneran Mas..? Di kasih apa di pinjamin?"


"Beneran,


Karena kamu cewek yang baik hati, maka aku kasih kamu."


"Makasih ya Mas Panji."


Setelah berada di kos - kossan, Panji menelpon Youri,


"Youri, apa sudah selesai pesanan ku?"


"Sudah, aku berikan kepada Lim wakil asisten mu.


Sekarang aku lagi perjalan ke Jakarta."


"Baiklah," ujar Panji kemudian mematikan Teleponnya.


Setelah itu, Panji menghubungi Lim Shauw asistennya,


"Lim, antar kan titipan dari direktur Youri ya.


Kita ketemuan di KFC BIP saja."


"Baiklah Godfather, sekarang juga saya berangkat."


"Belikan aku 2 Laptop yang baru.


Aku sama Dewi teman ku, Nanti, kamu bilang pacar ku ya!


Nanti di BIP kamu belikan Desi baju dan peralatan mandi."


"Baiklah Godfather."


*


BIP, Bandung Indah Plaza.


"Desi... Ikut aku ke BIP, ambil laptop," ajak Panji.


"Baiklah Mas, jawab Desi kemudian berdiri.


"Pakai celana pendek? Gak ganti celana?"


"Gak Mas, enakan gini, santai."


"Baiklah," ujar Panji kemudian berjalan.


Tak lama kemudian, setelah berada di pintu masuk KFC, Lim menyapa,


"Godfather..."


Mendengar panggilan Lim Shauw, Panji mendekat, lalu mencium pipi Lim, dan berkata,


"Desi, kenalkan, ini Lim Shauw pacar ku."


"Aku Desi teman nya Mas Panji."


"Desi, pesan apa?"


"Es krim coklat, air putih sama burger saja."


"Godfather pesan apa?"


"Pesan makan 3 porsi, dada semua. Minumnya orenge jus.


Desi, bantu Lim bawah pesanan."


"Baiklah Mas," jawab Desi kemudian pergi.


Beberapa menit kemudian,

__ADS_1


"Ini Mas, pesanan mu 3 porsi dada ayam super," ujar Desi kemudian meletakkan talam di meja.


"Ayo Lim, di makan, kamu satu, Desi satu.


Kita makan bersama sambil ngobrol."


"Ini Laptop nya Godfather," kata Lim kemudian meletakkan di atas meja.


Melihat laptop baru... Mata Desi tak berkedip, dan langsung meletakkan Burgernya di atas meja lagi.


"Ini laptop keluaran terbaru, IBM Thinkpad 760C. 810 MB, Ram 8.


Canggih banget!


Makasih ya Mas Panji."


"Sama - sama Desi, ayoo makan dulu, nanti saja di cek di kos - kossan laptop nya."


Ketika asisten Lim membelikan baju Desi... Sambil berjalan Panji berkata,


"Lim, apa bisa daftar kuliah sekarang?"


"Bisa Godfather, asal universitas nya tidak ternama.


Kan sekarang baru sebulan kuliah siswa baru.


Biasanya universitas yang tidak ternama, itu membutuhkan siswa, dengan adanya siswa baru, maka universitas itu akan mendapatkan pemasukan keuangan.


Apa Godfather mau daftar kuliah?"


"Iya, kamu daftarkan saja di universitas keong.


Kamu aturlah.


Apa Youri jadi membuatkan ijazah SMA palsu?"


"Iya, atas nama Panji saja, tidak ada nama belakangnya.


Sim A dan C juga ktp palsu.


Semua atas nama Panji dengan alamatnya palsu."


"Baiklah.


Kuliah juga untuk pura - pura saja, paling lama juga 3 bulanan."


**


Dua Hari kemudian.


Jam 5 sore, mobil mewah BMW E30 warna Hitam dengan knalpot brong, memasuki halaman parkir rumah makan ikan bakar sunda.


Setelah memarkir mobil, Lim membuka kaca cendela menunggu Panji pulang kerja.


Sambil menunggu Panji keluar restoran, Lim berkata lirih,


"Godfather ini bos yang aneh. Dulu aku pernah menemaninya selama sebulan lebih di kabupaten Probolinggo.


Ternyata Godfather ini senang menjalani Lelaku spiritual.


Sekarang, untuk kedua kalinya aku menemaninya lagi di kota Bandung.


Dulu, setiap malam solat sampai subuh, sekarang kerja jadi buruh.


Hadeh,, ada - ada saja, orang kaya itu sukanya yang aneh - aneh.


Gak apa - apa, bagaimana pun juga, Godfather telah menyelamatkan keluarga ku. Tanpa bantuan keuangan dari Godfather, mungkin Mama ku sudah mati di rumah sakit.


Godfather juga sering memberiku uang untuk biaya sekolah dan kuliah adik - adikku.


Aku juga telah di belikan rumah dan mobil.


Bagaimana pun, aku harus setia kepada Godfather sebagai bos ku."


Melihat Panji berjalan keluar dari lestoran, Lim berkata,


"Godfather..."


"Eh, kamu Lim.


Salim dulu cium tangan."


"Siap," sahut Lim kemudian salim mencium tangan Panji.


"Bagaimana pekerjaan mu," tanya Panji.


"Mulai besok Godfather bisa kuliah di universitas keong, jurusan Manajemen Bisnis.


Masuk jam 8 pagi, pulang jam 12 siang. Malamnya jam 6, pulang jam 8.


Ini kartu identitas Mahasiwa nya.x


"Baiklah Lim, terimakasih banyak.


Kamu orang yang bisa di andalkan.


Sekarang, antar aku ke masjid ya!


Mau solat Magrib."


"Baiklah Godfather."


Adzan Magrib terdengar berkumandang di kota Bandung.


Lim yang beragama kristen menunggu di tempat parkir, sementara Panji melaksanakan solat Magrib berjamaah.


Setelah solat Magrib, Panji melantunkan Dzikir ismudzat 11 ribu x.


Setelah itu, Panji menghubungi Syeh Abdul Jalil gurunya, dengan ajian ilmu Telepati,


"Assalamualaikum Syeh."


"Waalaikumsalam Gus."


"Syeh... Bagaimana kalau saya makan dan minum juga beli apa saja dengan uang di ATM ku, bukan dari hasil kerja menjadi buruh.


Kalau Syeh mengijinkan, kalau tidak mengijinkan, ya tidak apa - apa.


Barangkali ada tembusan atau pengantinya."


"Baiklah Gus, aku izini.


Tetapi... Sebagai pengantinya, kamu harus melakukan suluk ritual Dzikir di atas Tirai."


"Apa itu Syeh, Dzikir di atas Tirai?"


"Kamu harus membaca takdir Allah yang ada di Alam Jagad ini.


Dan... Kamu harus bijaksana dalam mengambil keputusan atas takdir Allah yang berjalan di setiap makhluk."


"Baiklah Syeh, saya mohon doa restu dan bimbingan dari Syeh.


Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam anak ku."


Sambil berjalan menuju parkiran, Panji berkata lirih,


"Aku belum faham apa itu Dzikir di atas Tirai?


Membaca takdir Allah di Alam semesta?


Membaca komik Ko Ping Ho saja kepala pusing."


"Sayang... Ayo jalan, kita cari makan malam," ajak Panji.


"Baiklah Godfather."


Sepulang makan malam, Panji kembali ke kos - kossan.


Begitu melewati kamar Desi... Leni berkata,


"Met malam Mas Panji...


Dari mana nieh?x


"Hai Leni, malam juga. Ini pulang kerja."


"Emang gak masuk kuliah?"


"Hari ini bolos.


Aduh, yang punya Laptop baru, sibuk banget."


"Sini Mas Panji, masuk sini," sahut Desi.


"Aku mau istirahat dulu ya?"


"Ok Mas, nanti aku susul ya!"


Setelah masuk kamar kos, Panji langsung merebahkan badan sambil meletakkan kantong plastik berisi bahan makanan dan minuman.


"Capek sekali rasanya," gumam Panji,


"Lebih baik aku tanya Nenek Sa'adah, kan nenek Sa'adah itu Nenek segala tau.


Kalau tanya sama Syeh Hamdani, malu rasanya. Lusa sudah tanya soalnya.


Assalamualaikum Nek."


"Waalaikumsalam Gus...


Lama sekali kamu tidak menyapa Nenek.


Bagaimana keadaan mu?"


"Alhamdulillah Nek, berkat doa Nenek, Panji baik dan sehat. Bertambah banyak hutang nya Nek."


"Hehehe, masalah uang, minta saja ke Syeh Hasan.


Berapa pun kamu minta, pasti di kasih."

__ADS_1


"Nek... Apa itu Dzikir di atas Tirai?"


"Dzikir diatas Tirai itu, amalan khusus para Wali khos Gus."


__ADS_2