SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
KARMA


__ADS_3

Setelah menyimpan dokumen kepemilikan Net Plaza di loker gudang... Panji dan Aini belanja baju.


Melihat Aini yang hamil hampir 4 bulan... Dengan penuh kasih sayang Panji menggandeng lengan Aini.


Setelah cukup belanja baju, Panji menenteng kantong plastik, lalu turun ke lantai satu, dan istirahat untuk minum di cafe London.


"Aini... Sekarang jam pulang kerja, sudah jam 5 sore. aku mau absen dan ganti baju dulu ya..?


Habis ini aku antar kamu pulang," ujar Panji,


"Kamu tunggu di sini ya."


"Baiklah Mas, terimakasih atas pengertiannya."


Ketika hendak absen di depan kantor... Pak Edi manajer OB berkata,


"Panji... Kamu aku kasih SP dua. Jika kamu mengantar pengunjung lagi di jam kerja... Kamu aku pecat.


Banyak laporan kalau kamu sedang mengantar orang belanja di jam kerja. Ini kesalahan mu yang ke 2 kalinya.


Ingatlah..! Setelah masalah ini, kerjalah dengan baik. Net Plaza ini bukan milik keluarga mu, hingga kamu seenaknya disini."


"Baiklah Pak Edi, terimakasih atas kebaikannya," jawab Panji kemudian ganti baju, dan pergi berlalu.


"Aini... Sebentar ya? Capek sekali.


Aku mau pesan kentang goreng kesenaggan mu dulu."


"Baiklah Mas."


Ketika Panji dan Aini santai menikmati kentang saus sambel, tiba - tiba ada 2 orang setengah tua menyapa,


"Selamat sore Non Aini..."


"Selamat sore juga Pak, silahkan duduk."


"Terimakasih Non.


Hemm... Ini laporan keuangan Net Plaza.


Net Plaza telah kehilangan uang sebesar 40 Milyar dalam 2 tahun Non.


Dan hampir semua pegawai penting telah melakukan korupsi," ujar team audit Aini.


"40 Milyar adalah jumlah besar Pak.


Oh iya... Serahkan saja dokumen laporan keuangan kepada Tuan Panji ini. Tuan Panji lah pemilik Net Plaza."


"Baiklah Non."


Tuan Panji... Ini dokumen keuangan dan ada barang bukti korupsi yang di lakukan oleh direktur dan sekretaris, juga beberapa meneger."


"Terimakasih Pak," jawab Panji.


"Ini Pak, bayaran kalian, seperti yang kita sepakati," ujar Aini lalu memberi amplop coklat berisi uang.


"Terimakasih Non.


Kalau begitu... Aku pamit dulu."


Setelah kedua orang audit itu pergi, Panji mengeluarkan hp dari dalam tas kecilnya, lalu memencet nomer telpon direktur Youri.


Setelah tersambung,


"Direktur Youri...

__ADS_1


Aku ingin kamu sadap dan kamu cari tau tentang beberapa pegawai Net Plaza Bandung.


Mereka telah mengelapkan uang perusahaan.


Habis ini, aku sms nama dan nomer telponnya.


Aku ingin... Besok sore datanya sudah ada di tangan ku."


"Baiklah.


Besok aku suruh Novie wakil sekretaris mengantar ke Bandung."


"Emang kamu sibuk di Jakarta..?


Kamu gak ingin ngopi bareng aku?"


"Aku sibuk sekali, banyak pengusaha meminta jasa pengawalan.


jadi... Aku ikut mengatur keamanan mereka."


"Baiklah, aku tunggu di cafe London Net Plaza ya," ujar Panji kemudian menutup telponnya.


"Ayo Aini kita pulang ke rumah Kakek mu."


"Baiklah Mas," jawab Aini kemudian berdiri.


***


Kediaman keluarga Cahyadi.


Setelah mobil parkir di samping rumah... Panji dan Aini keluar lalu berjalan masuk rumah,


"Assalamualaikum Kek... Nek,"sapa Panji.


"Waalaikumsalam," jawab Kakek Cahyadi.


"Kek... Terimakasih ya, telah diberi hadiah istimewa."


"Sama - sama Panji.


Kakek berharap, kamu dapat memiliki banyak anak dengan Aini. Biar rumah ini ramai dan banyak generasinya."


"Iya Kek," jawab Panji tersenyum,


"Panji solat dulu ya Kek."


Setelah mandi, Panji dan Aini solat berjamaah di ruang solat.


Setelah solat Magrib... Panji menghatamkan dzikir ismudzat 11 ribu kali.


Selesai solat, Panji dan Aini juga Kakek neneknya menikmati makan malam.


Sambil makan malam, Kakek Cahyadi berkata pelan,


"Panji... Kakek minta maaf yang sebesar - sebesar nya, atas perbuatan Mamanya Aini.


Yang mana... Mama nya Aini telah memisahkan mu dengan Aini."


Mendengar kata - kata kakek nya... Aini sangat terkejut sekali.


"Iya Kek, tidak apa - apa," jawab Panji, "Panji ikhlas kok Kek."


"Dan Kakek... Ucapkan terimakasih, karena, dulu, kamu telah menyembuhkan Aini. Dan menjaga Aini juga mendidik Aini jadi anak baik.


Kakek juga sangat terimakasih sekali, karena kamu telah memberi keturunan anak kepada Aini."

__ADS_1


"Iya Kek, sama - sama."


"Karena... Keluarga Kakek ini, hanya bisa mempunyai anak 1 saja. Seperti Mama nya Aini, dia hanya bisa mempunyai anak 1 saja, yaitu Aini ini.


Kakek juga hanya bisa memiliki anak satu, yaitu Mama nya Aini itu saja.


Sebenarnya...


Kakek berharap, kamu dan Aini bisa mempunyai banyak anak.


Karena... Kamu adalah pemuda yang berilmu, suka lelaku."


"Bagaimana Kakek tahu perceraian kami, dan bagaimana Kakek tau kalau Mas Panji itu orang berilmu suka lelaku," sahut Aini.


"Apa yang Kakek tidak tau tentang mu..?


Kamu ngamen di London Inggris saja Kakek tau.


Kakek ini mempunyai beberapa informan. Jadi... Kakek tahu saja."


"Maaf Kek... Aku dan Aini sudah bercerai, dan aku sudah tanda tangani surat perjanjian itu. Saya tidak bisa mengingkari janji saya.


Jadi... Saya tidak bisa memberi anak keturunan lagi kepada Aini."


"Iya Nak Panji, Kakek juga menyadarinya.


Semua itu kesalahan ku, karena aku mendidik Mama nya Aini dengan kemanjaan. Hingga dia di buta kan oleh harta kekayaan.


Besok... 100 hotel yang di kelola Mama nya Aini, akan aku balik Nama Aini. Agar Aini menjadi pemilik hak sepenuhnya atas kepemilikan 100 hotel itu. Biar Mama nya Aini tidak sewena - wena terhadap Aini cucuku."


Mendengar kata - kata Kakeknya... Aini sangat terkejut, karena, Aini baru tahu kalau 100 hotel itu milik Kakek nya.


"Kakek... Apakah 100 Hotel itu milik Kakek..? Bukan milik Mama..?"


"Iya Aini, 100 hotel itu milik Kakek, Mama mu hanya Kakek suruh mengelolanya."


"Lalu... Mengapa kok Kakek balik nama kan nama Aini, hingga hak kepemilikan menjadi milik ku.


Kan sama saja Kek, nanti Mama juga mewariskan 100 hotel itu kepada ku..?"


"Tidak sama Aini.


Karena... Sepeninggal Kakek, Mama mu sepertinya akan menjual hotel - hotel itu.


Kedua... Mama mu sepertinya akan menghancurkan semua bisnis Panji, Ayah dari anak yang kamu kandung sekarang ini.


Kakek sudah tahu rencana Mama mu.


Salah satu buktinya adalah, Mama mu memberi cek 2 Trilyun kepada Panji, hanya agar Panji mau menceraikan mu.


Padahal... Kakek mu ini sangat senang dengan Panji.


Aini... Kamu adalah cucu ku satu - satunya, dan Kakek akan selalu melindungi mu, dengan segala kemampuan Kakek.


Yang aku tidak suka dari Mama, Papa mu, dia telah memaksa Panji dan kamu bercerai.


Padahal dulu... Mama dan Papa mu menikah, Papa mu tidak izin sama Kakek, yang notabene sebagai mertuanya.


Akhirnya... Mama mu di balas oleh Panji, yang menikahi mu diam - diam.


Itulah hukum karma."


***


Bersambung

__ADS_1


Sajengnya kurang lengkap


Ada rokok, gak ada kopinya. 😊☺😊


__ADS_2