SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
MAFIA THE DRAGON DAN KEKASIH GELAP ASLI


__ADS_3

"Mbah Wiji... Ilmu apa yang akan Mbah berikan kepada ku," tanya Panji.


"Ilmu Doa Sulaimani," ujar Mbah Wiji,


"Doa ini adalah ilmu untuk mengerti bahasa Alam Semesta. Jika kamu memiliki Doa Sulaimani... Maka kamu bisa berbicara dengan hewan dan tumbuhan, juga bisa berbicara dengan benda - benda apa saja.


Sebenarnya... Untuk menguasai ilmu ini, seseorang butuh puasa mutih selama 40 hari dan tidak tidur malam selama 40 hari.


Berhubung kamu sudah ada yang menanggung... Maka kamu tidak usah puasa. Aku tinggal memasukkan ilmu ini kepada mu.


Apakah Den Panji mau menerima ilmu ini dari ku?"


"Baiklah Mbah, saya bersedia," jawab Panji.


"Sekarang lepaslah baju mu," perintah Mbah Wiji.


Setelah melepas baju, Mbah Wiji menulis Asmak Rajah, Bismillahirrohmanirrohim, dengan huruf jawa Ho No Co Ro Ko.


Setelah selesai menulis dengan jari telunjuknya... Setelah membaca mantra, tulisan rajah asmak Bismillahirrohmanirrohim mengeluarkan cahya yang sangat terang.


Begitu tulisan rajah asmak bercahaya... Dengan cepat Mbah Wiji menempelkan telapak tangan kanannya ke punggung Panji. Tak lama kemudian tulisan rajah asmak itu masuk ke dalam tubuh Panji.


Setelah memberi tau mantranya dan cara mengunakan doa sulaimani, Panji mempraktekkan sebentar.


Tak lama kemudian, Panji berpamitan,


"Mbah... Saya mau pamit, minta ijin untuk meneruskan perjalanan ke kabupaten Telungagung."


"Baiklah Den, lewat dalam rumah ku saja biar kamu cepat sampai Kabupaten Telungagung," ujar Mbah Wiji.


"Baiklah Mbah," jawab Panji walau tidak faham maksud Mbah Wiji.


Begitu Panji dan Gesang membuka pintu dan masuk kedalam rumah Mbah Wiji... Tiba - tiba ada cahaya putih, lalu tubuh Panji dan Gesang terlempar.


Tau - tau... Panji sudah berdiri di pinggir jalan pada pagi hari saat sinar matahari menyinari bumi.


"Selamat Datang di kabupaten Telungagung," ucap Panji pelan sambil membaca tulisan di gapura perbatasan.


"Hemmm ternyata kita berada di perbatasan kabupaten.


Aneh..!!


Kok sekarang sudah pagi ya..? Padahal aku pamit pada malam hari, perkiraan jam 02 malam.


Badanku terasa sangat fit dan tidak ngantuk," ujar Panji.


"Kyai... Itulah yang di namakan lorong waktu," sahut Gesang si Raja jin,


"Seandainya kesaktian saya tidak hilang... Saya juga bisa menggunakan ilmu lorong waktu."


Setelah menerawang arah pantai selatan... Panji melangkahkan kakinya.


Setelah berjalan cukup lama... Siang itu sampailah di pesisir Laut selatan Pantai Popoh.


"Gesang... Kita istirahat di bawah pohon ini sebentar, aku lapar sekali," kata Panji.


Setelah makan sepotong roti dan menengak air aqua... Panji menyulut rokok.


"Gesang... Pijitin kaki ku ya," ucap Panji kemudian tengkurap di di atas pasir.


"Bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam air laut ya..? Sepertinya aku butuh ilmu itu," ujar Panji dalam hati,


"Lebih baik aku minta bantuan Dewi Anjani, bukankah dia Ratu jin penguasa kerajaan bawah Laut pantai barat..!


Baiklah aku panggil saja dia.


Dewi Anjani... Aku butuh bantuan mu..! "


"Ada apa Gus," sahut Dewi, Anjani.


"Aku ingin masuk ke dalam air laut, tetapi aku tidak punya ilmunya," ujar Panji.


"Baiklah, aku akan menemui mu," kata Dewi Anjani.


Tak lama kemudian... Dari tengah laut kereta kencana mendekati Panji, setelah berhenti, Dewi Anjani turun lalu mendekati Panji,


"Hemmm Enak sekali di pijit di tepi pantai."


"Apalagi kamu yang mijitin, kayaknya tambah enak," sahut Panji.


"Hehehehe, manusia pinggin enaknya saja," ujar Dewi Anjani kemudian duduk di atas pasir di samping Panji,


"Mari Gus, katanya ingin masuk ke dalam air laut?"


"Baiklah," ujar Panji kemudian berdiri.


"Pengang tangan ku," perintah Dewi Anjani kemudian berjalan menuju pantai.


Tak lama kemudian Panji dan Gesang juga Dewi Anjani sudah berada di dasar laut.


"Gesang...! Keluarkan lah tongkat Puser Bumi mu dari dalam tubuh mu," perintah Panji.


"Baiklah kyai," ujar Gesang kemudian mengeluarkan tongkat nya,


"Ini kyai,"


"Sekarang duduklah bersilah pejamkan kedua mata mu," perintah Panji.


Setelah Gesang duduk bersila... Panji menancap kan tongkat Puser Bumi di depan Gesang.


Begitu tongkat menancap di dasar laut, tongkat itu mengeluarkan cahaya 7 warna, kemudian cahaya itu memutar mengelilingi tubuh Gesang.


Sambil membaca surat Al Fafihah... Panji duduk bersila di depan Gesang.


Setelah kurang lebih seperempat jam... Tongkat itu roboh lalu bersandar di tubuh Gesang.


"Gesang, berdirilah.


Semua ilmu kesaktian mu telah kembali," ujar Panji.


"Mari Gus, pegang lagi tangan ku," kata Dewi Anjani, lalu


tiba - tiba Panji sudah berada di darat.


"Dewi Anjani...! Di mana kita sekarang," tanya Panji.


"Kita berada di wilayah kerajaan pantai selatan Gus," jawab Dewi Anjani,


"Ini alam jin di bawah laut, yaa kayak gini.


coba tanyakan pada pengikut mu."


"Benar kyai, kita berada di wilayah kerajaan jin Laut selatan," sahut Gesang,


"Dulu saya pernah kesini dan bertarung dengan kelompok raja jin.


Bahkan saya pernah berselisih dengan Dewi Kili Suci."


"Siapa Dewi Kili Suci itu," tanya Panji.


"Dia adalah Nyai Roro kidul, Ratu penguasa kerajaan Laut selatan," jawab Gesang.


"Jadi penasaran, pingin tau wujud Nyai Roro Kidul," ujar Panji,


"Dewi Anjani... Apakah kamu kenal dengan Nyai Roro kidul?"


"Hehehehe, dia adalah teman baik ku Gus, pingin ketemu Nyai Roro kamu," kata Dewi Anjani.


"Boleh kalau kamu tidak keberatan," ujar Panji.


"Pegang tangan ku, kita pergi ke pantai Gondo Mayit di kabupaten Blitar.


Di situlah pintu gerbang utamanya kerajaan laut selatan," kata Dewi Anjani.


Begitu Panji memegang tangan kanan Dewi Anjani... Dalam hitungan detik tiba - tiba sudah ada di pintu gerbang kerajaan.


"Selamat datang Ratu Dewi... Silahkan masuk," ujar seorang laki - laki penjaga pintu gerbang.


Setelah berada di pendopo kerajaan... Dewi Anjani di sambut oleh Nyai Roro Kidul.


Melihat Panji diam - diam Nyai Roro Kidul sangat kagum,


"Pemuda dari bangsa manusia teman mu sangat istimewa sekali, siapa dia sebenarnya..?


Dia di lindungi oleh beberapa wali khos papan atas."


"Dia bernama Panji, keturunan Mbah Wali Suro yang kelima, dia penasaran ingin tau dirimu," ujar Dewi Anjani.


"Kamu sangat beruntung sekali bisa mempunyai kekasih seperti dia," kata Nyai Roro Kidul.


"Hehehehe, kami hanya berteman saja Nyai, lagian Panji itu mata keranjang.


dia mempunyai banyak wanita simpanan," ujar Dewi Anjani.


"Itulah laki - laki bangsa manusia," ucap Nyai Roro Kidul sambil tersenyum,


"Tetapi lumayan kan bisa buat senang senang..?


Mengapa Gesang Madrid raja jin Gunung Lawu itu ikut kemari?"


"Dia adalah pengikutnya Gus Panji, Panji lah yang menyelamatkan Gesang Madrid," ujar Dewi, Anjani.


"Apa..! Masih usia muda mampu menundukkan Gesang Madrid..?


Hebat sekali!!


Gesang Madrit adalah Raja jin pilih tanding yang sangat sakti, kita saja belum tentu bisa mengalahkan nya," kata Nyai Roro Kidul.


"Selamat datang Gus, di kerajaan ku.


Semoga di masa mendatang kita bisa menjalin hubungan pertemanan yang baik," Ujar Nyai Roro Kidul.


"Terimakasih Nyai, semoga saja," jawab Panji.


Beberapa danyang kerajaan telah menyiapkan beberapa menu makanan.


Setelah menikmati makan, Panji pun berpamitan.


Begitu Panji memegang tangan Dewi Anjani... Tiba - tiba Panji sudah berada di depan gua.


***

__ADS_1


"Kita berada di mana ini," tanya Panji heran.


"Kita masih berada wilayah kerajaan bawah Laut pantai selatan," jawab Dewi Anjani.


Setelah mengamati gua dan lokasi sekitar... Panji berkata lirih,


"Bukankah tempat ini yang pernah aku terawang kemarin lusa..?


Berarti di dalam gua ini ada istrinya Gesang Madrid yang terjebak.


"Benar Gus, di gua ini ada seorang jin perempuan yang terjebak selama 200 tahunan," ujar Dewi Anjani,


"Tadi aku di kasih tau sama Nyai Roro.


Mungkin... Perempuan itu istri Gesang Madrid.


"Gesang Madrit...!


Kesaktian mu kan sudah kembali, sekarang bebaskan istri mu, setelah itu kamu boleh kembali ke Gunung Lawu," perintah Panji,


"Karena tugas membantu mu sudah selesai, aku pamit dulu, aku mau melanjutkan perjalanan ke pulau Bali.


Jika aku membutuhkan mu, aku pasti memanggil mu."


"Baiklah kyai," ujar Gesang Madrid sambil membungkukkan badannya,


"Terimakasih atas bantuan kyai."


"Ingatlah, jangan pernah tinggalkan solat 5 waktu, dan belajarlah ilmu agama kepada ulama khos dari bangsa manusia," pesan Panji,


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam kyai."


Setelah memegang tangan Dewi Anjani... Tiba - tiba Panji sudah berada di tepi Pantai Popoh Telungagung dalam keadaan malam.


"Dewi... Aku sangat berterimakasih sekali atas bantuannya. Sekarang aku mau melanjutkan perjalanan ke pulau Bali," kata Panji.


"Apa gak mau aku temani sejam dua jam," goda Dewi Anjani.


"Boleh, boleh, ayo kalau begitu kita jalan," ujar Panji kemudian melangkah kan kaki sambil mengandeng lengan Dewi Anjani.


Sementara...


Di Jakarta malam itu... Linda sedang berbaring di atas tempat tidur di sebuah kamar VIP rumah sakit Harapan.


Dengan tangan di infus dan mulut memakai bantuan alat pernafasan... Linda tidak sadarkan diri.


Wilda yang baru mendapat kabar sudah berada di dalam kamar sambil melihat Linda dengan rasa takut juga terkejut.


Setelah memencet no Hp dan tersambung,


"Hallo Pak Rudi."


"Iya Direktur Wilda, ada yang bisa saya bantu," sahut Pak Rudi.


"Orang kepercayaan ku sekarang sedang berbaring di rumah sakit Harapan, dia menderita luka cukup serius.


Saya Harap pak Rudi datang ke rumah sakit sekarang juga.


Ada yang perlu aku bicarakan," ujar Wilda.


"Baiklah Direktur, sekarang juga aku berangkat."


Tak lama kemudian Pak Rudi mengetuk pintu dengan di kawal Jefri orang kepercayaan nya.


"Silahkan masuk Pak Rudi," kata Wilda,


"Lihatlah..!


Pak Rudi tau kan apa yang harus Pak Rudi perbuat untuk ku?"


Melihat Linda dengan keadaan parah... Wajah Pak Rudi langsung memerah di penuhi amarah,


"Baiklah Direktur Wilda, malam ini juga akan aku selidiki."


"Ingat... Jangan melibatkan pihak kepolisian," pesan Wilda.


"Baiklah Direktur."


Setelah menerima sedikit informasi dari Wilda... Pak Rudi pergi meninggal kan rumah sakit.


"Jefri..! Ini alamat sekolah, malam ini... Kamu cari informasi mengapa orang kepercayaan Direktur Wilda bisa luka parah," Ujar Pak Rudi,


"Besok pagi... Laporannya harus lengkap!"


"Baiklah Bos," ujar Jefri yang notabene sebagi ketua organisasi KAISAR, kelompok mafia yang memegang kendali di kota Jakarta.


Di Jakarta organisasi Kaisar hanya memiliki anggota 100 orang saja, dan di kota - kota besar... Juga banyak anggota organisasi Kaisar.


Organisasi Kaisar adalah kelompok nafia yang bekerja secara senyap, dan hanya mau berkerja jika menerima imbalan uang yang cukup besar.


Setelah Pak Rudi Bos besar ketua organisasi KAISAR pergi... Jefri menghubungi beberapa anak buahnya.


Malam itu Jefri mendatangi rumah kepala sekolah. Setelah menyiksa kepala sekolah... Jefri mendapatkan beberapa informasi.


Setelah melanjutkan penyelidikan semalam hingga subuh, pagi - pagi Jefri menemui Bos Rudi yang berada di sebuah apartemen.


"Bos..! Sepertinya masalah ini akan menjadi sangat serius jika kita memihak Direktur Wilda," kata Jefri.


"Serius bagaimana...! Jangan bercanda di pagi hari," bentak Bos Rudi.


"Bos...! Yang melukai Linda adalah putra dari keluarga Markus, Dea pelaku utamanya, juga di dukung oleh teman - temannya yang juga dari keluarga konglomerat," ujar Jefri,


"Bos tau kan..?


Siapa keluarga Markus..?


Dia di dukung oleh kelompok The Dragon, gabungan mafia indonesia Singapura dan Thailand."


Mendengar nama keluarga Markus... Bos Rudi sangat terkejut sekali.


Bos Rudi juga mengerti resiko yang sangat besar jika berhadapan dengan kelompok Mafia The Dragon.


Bos Rudi juga menyadari, waktu itu... Tanpa pertolongan Bos Hong Shi, mungkin dirinya sudah mati di tangan Bos The Dragon di Singapura.


"Apa masalah sebenarnya," tanya Pak Rudi.


"Linda tanpa sengaja menyengol Dea waktu makan siang di kantin, saat baju dan celana nya kotor terkena kuah dan air minum, Dea sangat marah sekali, lalu menampari Linda.


Teman - teman Dea juga memukuli Linda," ujar Jefri,


"Sepulang sekolah Linda mengalami kecelakaan akibat rem blong.


Kecelakaan itupun sudah di rancang oleh Dea dan teman - temannya."


"Baiklah Jeff, kita akan berada di belakang Direktur Wilda, kita harus membalas keluarga Markus apapun resikonya," kata Pak Rudi,


"Informasi kan kepada seluruh anggota organisasi di indonesia juga yang berada di Malaysia, Singapura, Hongkong dan Thailand, untuk siap siaga.


Kita akan mengahadapi perang dingin."


"Baiklah Bos, akan segara aku laksanakan," ujar Jefri.


Setelah menyulut rokok... Jefri berkata,


"Apakah kita sanggup mengalahkan kelompok The Dragon..? Yang jumlahnya hampir ada di Negara Asia?"


"Pasti..! Kelompok kita bisa mengalahkan organisasi The DRAGON.


Karena aku punya kartu AS.


Sekarang pergilah, siapkan senjata peredam suara untuk anggota penting," jawab Pak Rudi,


"Kita siap - siap perang dingin.x


"Baiklah Bos," ujar Jefri kemudian pergi.


Di kantor Direktur PT Hening,


"Kring..! "


"Selamat pagi Pak Rudi," jawab Wilda.


"Direktur Wilda... Aku ingin berbicara 4 mata dengan mu, kalau bicara di telpon... Aku khawatir ada yang menyadapnya, ada hal yang sangat penting yang akan aku sampaikan," ujar Pak Rudi.


"Baiklah Pak Rudi, kita bertemu di cafe di Shangrila Hotel sekarang juga," kata Wilda.


Setelah berada di cafe Shangrila,


"Direktur Wilda...


Kalau sudah sembuh, Linda jangan di perbolehkan tinggal di kos - kossan.


Carikan rumah di kawasan perumahan elit.


Kedua...


Linda harus di kawal 24 jam, begitu juga Direktur Wilda harus di kawal.


Direktur harus punya no Hp khusus untuk bisa di hubungi."


Setelah melakukan pembicaraan serius... Akhirnya Wilda setuju dengan sistem keamanan Bos Rudi.


Sementara...


Di area makam Guru Wali atau Syeh Samsudin Popoh... Panji dan Dewi Anjani sedang melakukan ziarah kubur kirim doa.


***


Setelah ziarah di makam guru wali/Syeh Syamsuddin Popoh... Panji menikmati sarapan pagi bersama Dewi Anjani di bawah pohon di tepi pantai.


"Kring..!"


Hp Panji berdering, setelah melihat itu,


"Assalamualaikum Wilda,"


"Waalaikumsalam


Mas... Linda sekarang lagi okname di rumah sakit Harapan.

__ADS_1


Keadaannya sangat kritis.


Saya harap mas mau mencari cara agar Linda segera sembuh.


Dokter bilang... Linda harus rawat inap kurang lebih 5 sampai 6 bulan."


"Mengapa tiba - tiba Linda bisa sakit separah itu," tanya Panji heran.


"Linda di bully oleh teman - teman sekolahnya," ujar Wilda,


"Menurut Pak Rudy... Pelaku utamanya adalah Dea putra bungsu keluarga Konglomerat Markus.


Sekarang ini... Aku lagi bersama Pak Rudi, rencananya pak Rudi akan melakukan pembalasan hari ini juga.


Tetapi..."


"Baiklah, aku akan segara mencari cara untuk menyembuhkan Linda, semoga dalam beberapa hari Linda bisa sembuh," kata Panji,


"Wilda... Rahasiakan identitas ku.


Berikan Hp mu kepada Pak Rudi."


"Baiklah Mas."


"Halo Gus," sapa Pak Rudi.


$Pak Rudi... Saya harap, sementara kelompok Kaisar jangan melakukan balas dendam masalah Linda.


Tunggu Linda sembuh baru Pak Rudi boleh melakukan tindakan.


Kalau Pak Rudi melakukan pergerakan sebelum Linda sembuh... Jangan salahkan aku, jika aku membuat Pak Rudi cacat seumur hidup.


Ingat itu..!!!"


"Baiklah Gus," jawab Pak Rudi kesal lalu mematikan Hp,


"Kurang ajar Panji ini..!!


Sudah beberapa kali dia


Berani sekali mengancam ku. Belum tau kekuatan ku yang sebenarnya."


"Hehehehe," Wilda tertawa mendengar ocehan Pak Rudi,


"Pak Rudi... Jangan pernah sekali - kali berurusan sama Mas Panji ya..!


Aku ingatkan, kamu dan seluruh anggota organisasi Kaisar bisa di habisi sendirian sama Mas Panji.


Ingatlah, hanya dengan kekuatan kata - kata bangkrut..! 70 perusahaan Bos Hong Shi bangkrut, kerajaan bisnisnya tepar.


Kalau bukan karena Mas Panji... Kerajaan bisnis Bos Hong Shi saat ini sudah tidak ada di muka bumi.


Aku tau karena aku adalah teman dekatnya, dan Mas Panji lah yang membuat aku di hormati banyak orang saat ini."


Mendengar ucapan Wilda... Pak Rudi jadi ciut nyalinya, Pak Rudi juga masih ingat apa yang di katakan oleh Panji, saat mengutuk bos Hong Shi bangkrut.


Rudy juga masih ingat Bos Hong Shi yang mempunyai pengaruh besar di dunia hitam... Sujud di depan Panji di depan stasiun Prembun Kebumen.


"Baiklah Pak Rud..! Aku akan ke rumah sakit dulu.


Selamat pagi setengah siang," kata Wilda.


Di rumah sakit Harapan,


"Kring..!"


Suara Hp terdengar dari dalam tas, setelah mengangkat Hp,


"Iya Aini..."


"Aku barusan tiba di Jakarta, setelah mengambil berkas di kantor pengacara, aku akan menemui mu.


Sekarang kamu lagi di mana," ujar Aini.


"Aku ada di rumah sakit Harapan, orang ku lagi okname," jawab Wilda.


"Baiklah, setengah jam lagi kita bertemu di kantin rumah sakit saja," ujar Aini.


Setengah jam kemudian,


"Wilda... Ini berkas kepemilikan perusahaan PT Hening. Sekarang sudah beralih atas nama Ahmad Panji Hening. Ini adalah hadiah untuk Mas Panji, sebagai kenang - kenangan juga rasa terimakasih ku, yang mana Mas Panji telah memulihkan kerajaan bisnis Papa ku," ujar Aini,


"Aku permisi dulu, hari ini aku mau membantu Papa ku untuk mengurus beberapa perusahaan.


Nanti kalau ada waktu senggang... Kita dugem bersama."


"Baiklah Aini, semoga sukses selalu, salam untuk Papa mu," jawab Wilda.


Sementara...


Panji menikmati secangkir kopi hitam dan kepulan asap rokok di tepi pantai Popoh,


"Gesang Madrid..! Kemarilah, ajaklah istri mu sekalian."


"Sendikoh Dawuh kyai.*


Tak lama kemudian,


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, cantik juga istri mu.


Nyai, siapa nama mu," kata Panji.


"Nama saya kemuning kyai."


"Gesang Madrid...! Kamu ingatkan sama Linda putrinya Pak Lurah," tanya Panji.


"Ingat kyai."


"Sekarang Linda lagi sakit parah, dia mengalami luka dalam juga luka luar.


Apakah kamu sanggup mengobati penyakitnya dalam 1 minggu," kata Panji.


"Itu mudah kyai, istri ku adalah ahli pengobatan," ujar Gesang, Madrid,


"Biar istri saya yang akan mengobatinya."


"Kalau begitu...


Sekarang juga kalian pergilah ke rumah sakit Harapan di Jakarta," perintah Panji,


"Oh iya..! Kalau Linda sudah sembuh, ajari Linda ilmu bela diri atau ilmu karate, biar Linda bisa membalas kalau di pukul orang."


"Baiklah kyai, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab Panji.


"Enak betul kamu itu Gus..!


Apa - apa tinggal memerintah.


Mulya sekali. Sudah ganteng, kaya raya banyak uang, punya banyak wanita simpanan, di lindungi oleh beberapa wali khos," ujar Dewi Anjani.


"Hari sudah siang, aku mau melanjutkan perjalanan, apakah kamu masih mau menemani ku," goda Panji kemudian berdiri.


"Baiklah Gus, aku temani kamu jalan hingga di ujung senja," kata Dewi Anjani kemudian mengandeng tangan Panji.


Sambil berjalan di tepi pantai, Panji berkata,


"Mengapa kamu masih mau mengandeng tangan ku, padahal aku mempunyai banyak wanita simpanan?" goda Panji.


"Yaa.. Karena kamu pria bangsa manusia yang sangat istimewa. Walau kita bukanlah sepasang kekasih, setidaknya kita pernah berbagi rasa," kata Dewi Anjani.


"Begitu ya," ujar Panji lirih.


"Bisa bersama dan bergandengan tangan saja, aku sudah sangat bahagia, walau itu hanya beberapa saat saja," kata Dewi Anjani.


"Mengapa kamu tidak bersuami," tanya Panji.


"Aku belum menemukan suami yang aku idamkan," kata Dewi Anjani.


"Yaa sudah, untuk sementara jadi pacar ku saja, jadi kekasih gelap ku.


Mau gak..?" ujar Panji,


"Entar kalau kamu sudah menemukan suami idaman... Kita berpisah, menjadi teman biasa."


"Hehehehe..!


Enak di kamu Gus, gak enak di aku.


Ajur jum..!!


Tetapi kayak nya asik juga berpacaran dengan manusia kayak kamu," kata Dewi Anjani,


"Walau kita tidak bisa hidup bersama untuk selamanya... Setidaknya kita pernah tidur bersama walau sementara, hahahaha."


"Hemmmm


Jadi Mantan terindah dong," ujar Panji.


"Gus...


Hari mulai senja, kamu lewat lurus saja ya..! Nanti sampai kecamatan Campur Darat kamu lurus terus, nanti kamu tembus ke kota Telungagung Kediri," kata Dewi Anjani.


"Baiklah Anjani, aku pergi dulu," ujar Panji.


Setelah memeluk Dewi Anjani... Panji melanjutkan perjalanan.


Tak lama kemudian Panji sampai di kecamatan Campur Darat.


"Auranya sangat kuat sekali, aura dingin dan menyejukkan sekali,"


ujar Panji,


"Coba aku terawang, dari mana asal aura ini."


Setelah menerawang dengan seksama... Panji berkata lirih,


"Di depan ada makam seorang Wali khos, Makam Mbah Wali Campur.

__ADS_1


Lebih baik aku mampir ziarah."


__ADS_2