SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
OPERASI BOCOR


__ADS_3

"Mbak Rohma... Apa Mbak ada kenalan tukang dan kuli bangunan di daerah sini," tanya Panji.


"Ada Gus, Pak Hadi.


Beliau lah yang mengerjakan semua bangunan yayasan ini."


"Tolong panggilkan Pak Hadi sekarang ya."


"Baiklah Gus," jawab Mbak Rohma kemudian beranjak pergi


Sambil berjalan di samping yayasan... Panji memanggil Pak Arifin,


"Pak Arifin..."


"Iya Gus, ada apa..?"


"Bapak sekarang ikut saya ke Bank ya?


Sekalian bawa ktp nya Buk Ina."


"Baiklah Gus."


*


Bank Asia.


Setelah memarkir mobilnya... Panji dan Pak Arifin masuk ke dalam Bank.


"Silahkan ambil nomer antrian ya Mas," kata salah satu satpam.


"Saya mau ke ruang VIP Pak," sahut Panji.


"Oh iya Mas, silahkan silahkan."


"Selamat siang Bu Manejer," goda Panji.


"Selamat siang Pak...


"Eeeh, Mas Panji... Apa kabar Tuan?"


"Alhamdulillah, tambah ganteng saja."


"Hehehehe.


Mari, masuk saja ke ruangan saya."


"Baiklah Anita," kata Panji lalu berjalan masuk ruangan.


Setelah duduk, Panji berkata,


"Lama gak ketemu, kamu tambah cantik saja.


Bikin hati ku deg - deg kan."


"Mas Panji mulai genit nieh...


Setiap ketemu aku pasti bilangnya gitu.


Ada perlu apa Mas kesini, kok tumben?"


"Direktur Kevin kemana..?"


"Lagi ke cabang Bank di Jakarta Mas.


Rapat bulanan."


"Anita... Tlong buatkan No rekening atas nama Pak Arifin ini, dan Ibuk Ina. Isi saldo 50 juta an ya?


Dan aku minta uang cas 100 juta, ini buku tabungan ku."


"Baiklah Mas, tunggu sebentar, biar bagian pelayanan yang bikin.


Mari Pak Arifin ikut kami ke ruang sebelah."


Sambil menunggu pembuatan nomer rekening... Anita berkata,


"Mas... Gak mau investasi ke Bank Asia..?"


"Kan sudah, atas nama Maya istri ku."


"Oh iya sih, sampai lupa aku."


"Aku sekarang punya yayasan Kasih Ibu.


Bilang sama direktur Kevin ya...


Suruh menjadi donatur tetap untuk yayasan ku."


"Baiklah Mas, nanti akan aku usulkan sama direktur Kevin."


"Kalau ada waktu... Aku ajak kamu makan malam. Mau gak..?"


"Hemmm, boleh.


Kebetulan aku juga ada masalah, barangkali Mas Panji bisa membantu masalah ku.


Tetapi, gak boleh nakal ya..?"


"Hahahaha!


Nakal dikit kan gak apa - apa?"


"Janji ya... Nakal dikit loh!"


"Ibu Menajer... Peroses nya sudah selesai."


"Ini Mas kartu ATM dan buku tabungan nya," kata Anita.


"Baiklah, kalau gitu aku pulang dulu," ujar Panji kemudian berdiri,


"Boleh aku memeluk mu..?"


"Boleh," kata Anita kemudian memeluk Panji,


"Sudah jangan lama - lama, nanti ketagihan."


"Salim dulu, cium tangan," kata Panji sambil menyodorkan tangannya.


"Baiklah," kata Anita kemudian salim mencium tangan Panji.


"Assalamualaikum Nita...


Jangan lupa telpon ya?"


"Waalaikumsalam Mas..


Siaaap!"


Setelah Panji pergi... Anita duduk di sofa sambil berkata lirih,


"Mengapa... Kalau bertemu Mas Panji hati ku selalu ada rasa yang lain..?


Padahal, pacar bukan!


Ketemu juga sangat jarang.


Usianya juga lebih tua aku 2 tahun.


Rayuan nya itu loh yang bikin aku klepek - klepek.


Padahal aku sudah punya pacar. Pacar ku juga gak kalah ganteng sama Panji.


Ah, sudahlah. Ngapain juga mikirin suami orang lain!"


Dalam perjalanan pulang... Panji mampir ke dealer motor Honda.


Setelah memesan 3 buah motor, Panji kembali ke yayasan.


Setelah berada di yayasan, Panji berkata,


"Pak Arifin... Ibuk Ina...


Habis ini kalian pergi ke pasar ya, di sana banyak toko baju.


Pak Arifin, beli baju, sarung sama songkok.


Ibu Ina, beli baju muslimah ya.


Jangan lupa, beli perhiasan juga.


Sekalian belikan baju untuk anak + anak."


"Baiklah Gus," jawab Pak Arifin.


"Ini uang 2 juta, kalian pake belanja.


Yang ada di tabungan, Pak Arifin bisa gunakan apa saja, terserah kalian.


Untuk Bapak 50 juta, untuk ibuk Ina 50 juta."


"Gus Panji... Terimakasih sekali ya, atas kebaikan Gus Panji pada kami," ujar Ibuk Ina sambil membungkukkan badannya.


"Iya Ibuk, sama - sama.


Saya hanya ingin kalian mengajar ngaji di yayasan Kasih Ibu ini saja.


Kalian bantu saya untuk berjuang di jalan kebaikan."


"Baiklah Gus, saya akan berbuat yang terbaik untuk yayasan ini.


Kalau di izinkan... Besok pagi saya mau pulang sebentar ke kabupaten Jember.


Sorenya kami akan kembali.


Kami ingin bayar hutang dulu Gus."


"Baiklah Pak Arifin.


Kalau bisa... Pak Arifin menginap ya, kasihan orang tuanya. Masak pulang kok sebentar."


"Baiklah Gus."


"Kalau begitu... Aku permisi mau solat dzuhur dulu," kata Panji kemudian menuju kamar.


*


"Maya... Gak bangun..?"


Sudah dzuhur."


"Iya Kak.


Masih ngantuk..!


Sini Kak, temani aku tidur lagi, habis ini solat dzuhur."


"Kamu gak masak untuk suami mu..?


Aku belum sarapan pagi, cuma minum kopi saja tadi."


"Kan Bibik sudah masak...


Temani Maya tidur sebentar, habis ini Maya masakin ikan bakar.


Maya masih kangen nieh..."

__ADS_1


"Iya..."


Adzan Asar terdengar berkumandang.


"Kak... Gak ngimami solat Asar," tanya Maya.


"Sudah ada Pak Arifin, dia yang menjadi ustadz di yayasan. Dia yang mengurus musholla dan mengajar ngaji," jawab Panji.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Maya.


"Ada Pak Hadi Bu Nyai..."


"Oh iya Mbak Rohma, suruh tunggu sebentar ya."


Di teras rumah... Sambil menikmati kopi, Panji berkata,


"Saya Panji Pak hadi, suami Non Maya."


"Iya Gus, apa ada kerjaan untuk saya..?


Mumpung lagi libur gak ada job. Hehehehe."


"Iya Pak Hadi.


Tolong buatkan rumah ukuran sedang ya... Di sebelah yayasan itu kan ada tanah kosong yang luas.


Di situ saja bangun rumah nya.


Terus, buatkan sepuluh kamar untuk anak putra, dan sebelahnya lagi bikin 10 kamar untuk anak putri.


Sekalian sama kamar mandi."


"Baiklah Gus.


Kapan di mulainya..?"


"Besok Pak Hadi mulai kerja.


Ini ada uang 50 juta dulu, untuk beli bahan bangunannya.


Nanti, masalah uang ongkos tukang dan kuli, sekretaris Rohma yang bayar."


"Baiklah Gus."


"Kalau uang bahan kurang... Pak Hadi bilang saja sama Mbak Rohma."


"Baiklah Gus.


Kalau begitu... Saya permisi dulu, mau cari batu pondasi sama pasir dan batu bata."


"Baiklah Pak Hadi."


***


"Selamat sore Pak..."


"Selamat sore juga," jawab Kang Idris satpam penjaga yayasan.


"Mau kirim motor ke yayasan kasih ibu."


"Oh iya iya, silahkan masuk Mas."


Setelah menurunkan 3 motor... Panji menandatangani surat penerimaan, lalu berkata,


"Ini tips buat beli rokok ya Mas...


Makasih."


"Sama - sama Mas, kembali kasih.


Nanti... Surat - suratnya saya kirim kemari 2 minggu lagi.


Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam."


"Wah wah wah..!


Ada suami beberapa hari saja, yayasan banyak perubahan.


Alhamdulillah...


Sudah ada ustadz nya, sudah punya motor baru, tiga lagi. besok mulai bagun kamar nya anak - anak dan rumah sederhana," teriak Maya senang,


"Apalagi di tungguin suami selamanya... Bisa jadi pesantren nieh yayasan ini!"


"Aku tidak bagun pondok pesantren, aku gak bisa ngaji kitab kuning.


Lebih baik yayasan saja, asal isinya sama kayak pesantren," sahut Panji,


"Aku mau mandi dulu, sebentar lagi Magrib."


"Ikuuuut..!" teriak Maya.


***


Setelah solat Magrib... Nasir bertanya kepada Pak Ilham satpam penjaga yayasan,


"Pak... Panji nya ada..?"


"Ada Mas, itu Gus Panji lagi di dalam musholla.


Silahkan masuk, silahkan duduk di teras."


"Baiklah Pak," kata Nasir kemudian berjalan menuju teras.


Selesai wirid dan keluar mushollah, Panji melihat Nasir yang duduk sendirian,


"Sori sori... Ketiduran, kebanyakan minum Vodca jadi mabuk," sahut Nasir.


"Nasir... Aduuuh..! Lama gak ketemu nieh, tambah ganteng saja," ujar Maya yang baru keluar dari mushollah.


"Hai Maya..!


Apa kabar. Kamu yaaa, nikah gak ngundang aku..?


Ternyata jadi menikah kalian.x


"Bentar Sir, aku buatkan kopi dulu."


"Gak usah Maya, aku mau keluar sebentar sama Nasir."


"Mau kemana Kak..?"


"Mau ke Hotel Hening.


Mau bantu Nasir cari pekerjaan


Kamu mau ikut..?"


"Gak kak.


Maya di rumah saja."


"Baiklah.


Sebentar Sir, aku mau telpon dulu," ujar Panji kemudian menghubungi Anton.


Setelah tersambung,


"Selamat malam Godfather..."


"Malam juga Naga Barat.


Aku ingin bertemu dengan mu di cafe Dodo di Hotel Hening sekarang juga."


"Baiklah Godfather," jawab Anton si Naga Barat kemudian menutup telponnya.


"Maya... Kakak mau pergi dulu, salim dulu."


"Baiklah Kak, hati - hati.


Jangan mabuk lagi ya!"


"Iya...


Mari, kita pergi," ajak Panji, kemudian naik taxi menuju Hotel Hening yang berada di tengah kota Surabaya.


*


Hotel Hening Surabaya.


Tak lama kemudian,


Setelah membayar ongkos taxi, Panji dan Nasir masuk ke Hotel Hening, lalu menuju cafe Dodo.


Begitu masuk cafe Dodo... Naga Barat manyapa sambil membungkukkan badannya,


"Selamat malam Godfather..."


"Malam juga Naga Barat ," jawab Panji,


"Silahkan duduk."


"Selamat malam Tuan," sapa pelayan cafe,


"Tuan mau pesan apa..?"


"Bir bintang 3 botol dan es batu," jawab Panji,


"Bos Devi apa ada di sini..?"


"Bos Devi biasanya sebulan sekali ke sini Tuan.


Tetapi... Ini sudah ada sebulan lebih belum kemari."


"Baiklah. Ambilkan rokok Marlboro sekalian."


"Baiklah Tuan."


"Nasir... Kenalkan, ini Anton si Naga Barat.


Dia yang menguasai jaringan bisnis keamanan dan jasa pengawalan untuk wilayah Jawa Timur, yang markasnya berada di kota Surabaya.


Naga Barat... Ini calon wakil sekretaris baru organisasi The Bluss."


"Iya Godfather.


Selamat malam Tuan Nasir, saya Anton Naga Barat."


"Saya Nasir."


"Selamat Malam Godfather," sapa Vina tiba - tiba, kemudian duduk di samping Panji.


"Eeeh, kamu Vina, apa kabar," tanya Panji,


"Lama gak ketemu, Kamu tambah cantik saja."


"Kabar ku baik - baik saja.


Kan dari dulu aku juga cantik."


"Kok tau kamu aku ada di sini..?"

__ADS_1


"Mencari keberadaan mu itu gampang Godfather, kan aku seorang Agen Rahasia yang juga anggota organisasi The Bluss


Tinggal lihat pelacak sinyal Hp mu, aku sudah mengetahui posisi mu."


"Hehehehe.


Iya, percaya aku.


Apa kamu mau menangkap ku..?"


"Gak lah, ngapain aku menangkap mu.


Menangkap mu sama saja aku membunuh keluarga ku."


"Ada kabar apa untuk ku, kok tumben kamu mencari ku..?"


"Tarik semua orang - orang mu yang lagi operasi di Thailand, Singapura dan Malaysia juga Hongkong .


Karena, keberadaan mereka sudah di ketahui oleh pihak keamanan sana.


Banyak Agen Rahasia Lintas Negara yang membuntuti anak buah mu.


Mereka tidak segan - segan menangkap dan membunuh anggota inti organisasi The Bluss."


"Kamu kok tau..?"


"Aku kan seorang Agen Rahasia juga."


"Baiklah," jawab Panji kemudian menelpon direktur Youri.


Setelah tersambung,


"Direktur Youri..."


"Ada apa Godfather..?"


"Bagaimana kondisi operasi di sana?"


"Ini belum bisa melakukan operasi, karena banyak intelijen yang sedang terlibat dan mengawasi kami.


Jadi, saat ini masih beku, menunggu situasi yang pas.


Salah sedikit saja, kami semua akan tertangkap pihak kepolisian, atau mati jika kami melawan.


Sepertinya... Operasi kita bocor, ada pihak ke tiga yang melaporkan secara rinci operasi kita.


Aku belum sempat mencari siapa pihak ke tiga itu," kata Youri.


"Baiklah, aku akan telpon sekretaris Novi," ujar Panji kemudian mematikan teleponnya, lalu menghubungi sekretaris Novi.


Setelah tersambung,


"Sekretaris Novi...


Batalkan operasi, tarik semua anggota inti ke Jakarta malam ini juga."


"Baiklah Godfather."


"Aku tunggu kamu di cafe Dodo Hotel Hening kota Surabaya malam ini."


"Baiklah Godfather, 2 jam lagi aku sudah berada di Surabaya," jawab sekretaris Novi kemudian menghubungi rekan - rekannya yang berada di Thailand, Hongkong, Singapura dan Malaysia.


Melihat pembicara Panji... Nasir berkata dalam hati,


"Sepertinya Panji ini orang yang istimewa dan di hormati banyak orang.


Kerja apa sebenarnya Panji ini..?


Nama Naga Barat sangat terkenal di Surabaya, walau aku baru bertemu kali ini, aku pernah mendengar sekilas cerita tentang Naga Barat.


Yang aku dengar, Naga Barat adalah ketua kartel jaringan narkoba di kota Surabaya."


*


2 jam kemudian,


"Selamat Malam Godfather," sapa beberapa petinggi organisasi The Bluss sambil membungkukkan bandannya.


"Selamat malam juga," jawab Panji,


"Silahkan duduk, kalian semua pasti capek. Pesanlah minum dulu."


"Baiklah Godfather."


"Paman Domba... Kalau Paman lelah, Paman bisa pulang dan istirahat.


Kan Paman rumahnya Surabaya sini."


"Baiklah Godfather, saya ingin santai sejenak, sambil menikmati bir bintang."


"Baiklah Paman."


"Nasir..!!" sapa Youri.


"Hai Youri, apa kabar," sahut Nasir kemudian berpelukan.


"Lama tidak ketemu, bagaimana kabar mu," tanya Youri.


"Baik - baik saja."


"Apa kamu mau gabung ke organisasi The Bluss..?"


"Iya," jawab Panji,


"Dari pada dia keluar masuk penjara urusan sepele, aku ajak saja dia gabung organisasi."


"Hahahahaha..!


Baguslah," sahut Youri,


"Maklum, paling - paling di penjara gara - gara tawuran!


Nasir kan jago ilmu beladiri dari SMP.


Sukanya tawuran."


"Novi... Nasir akan menjadi wakil sekretaris mu.


Ajari dia hingga seperti mu," kata Panji.


"Baiklah Godfather."


"Tuan Nasir... Besok ikut saya ke Jakarta ya," kata Novi,


"Karena, markas pusat organisasi The Bluss ada di Jakarta.


Kamu harus banyak belajar dulu dan mengenal struktur organisasi."


"Baiklah Nona Novi."


"Godfather... Aku ingin senang - senang ke diskotik Flong," sahut Youri.


"Baiklah, mari kita kesana.


Vina... Kamu temani aku ya," kata Panji.


"Iya Godfather, dengan senang hati," jawab Vina.


***


Diskotik Flong Surabaya.


Malam itu, jam 11, beberapa pejabat organisasi The Bluss turun dari taxi, kemudian masuk ke diskotik Flong untuk bersenang - senang.


Jam 02 dini hari, Panji berkata kepada Novi,


"Novi... Aku balik dulu ya? Lanjutkan kalian bersenang - senang.


Youri, aku balik dulu, aku ingin istirahat."


"Baiklah Godfather, nanti aku kasih kabar untuk mu."


"Vina... Ayoo ikut aku," ajak Panji.


"Baiklah Godfather," kata Vina yang lagi setengah ngeFaly sambil mengandeng lengan Panji.


Setelah duduk di dalam taxi, Panji berkata,


"Hotel Hening Pak."


"Baiklah Tuan," jawab sopir taxi kemudian melajukan taxi nya.


Setelah berada di lobi Hotel... Panji mendekati resepsionis dan berkata,


"Aku Tuan Ahmad Panji Hening, mau ambil kunci kamar."


"Baiklah Tuan...


Ini, silahkan."


"Tolong... Antar ke kamar ku.


Aku juga minta air kelapa muda dan makan malam ya."


"Baiklah Tuan."


Setelah berada di kamar presidential suit, Panji berkata,


"Vina... Minumlah air kelapa muda ini, biar badan mu segar kembali.


Mari, makan malam bersama ku."


"Baiklah Godfather," ujar Vina kemudian meminum habis air kelapa muda.


Setelah itu Vina menikmati makan malam bersama Panji.


Selesai makan malam... Panji berkata,


"Aku mau solat Isak dulu, kalau kamu mau istirahat tidur, silahkan."


"Iya Godfather."


Melihat Panji solat... Vina membuka semua pekeannya lalu renang di samping kamar.


Sambil renang, Vina berkata,


"Godfather ini sempat - sempatnya solat malam.


Habis minum bir, dugem, sewa kamar hotel presidential suit, lalu makan malam dan solat.


Pemuda aneh..!


Coba aku tes habis ini, apa dia mau menikmati tubuh ku..?


Lelaki biasanya, kelemahannya ada pada wanita cantik bertubuh sexy."


Selesai solat Subuh... Panji merebahkan badannya di tempat tidur.


Tiba - tiba Vina dengan keadaan tanpa pakaian habis renang, mendekati tempat tidur Panji, lalu merebahkan badannya di samping Panji, dan langsung memeluk Panji.


"Vina...


Pake baju tidur, jangan telanjang.


Kalau gak mau, aku akan pergi meninggalkan hotel."

__ADS_1


"Baiklah Godfather."


__ADS_2