SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
KEMATIAN WILDA


__ADS_3

Begitu masuk ke cafe Dodo... Manajer Eka berteriak,


"Bos Panji... Sini!"


"Hai Mbak Eka, mtbak Dewi...


Pada ngumpul disini..?"


"Iya Bos, habis bahas masalah urusan kerjaaan, di ajak Bos Wilda santai di cafe Dodo, mumpung malam minggu.


Kan besok libur kerjanya."


"Bagaimana kalau nanti malam kita dugem di diskotik Rolex..? Hahahaha," sahut Manajer Eka,


"Mumpung malam minggu."


"Tanya Bos Wilda saja," jawab Panji.


"Boleh," sahut Wilda,


"Sekali - kali kita dugem bareng."


Selamat malam Mas Panji," ujar Leni dan Desi.


"Malam juga, silahkan duduk."


"Maaf terlambat, baru pulang kerja."


"Wilda... Ini Leni, manajer pemasaran PT Holding Real Estate."


"Kenalkan, saya Wilda istrinya Mas Panji."


"Saya Leni."


"Leni... Saya ingin menjadikan mu sekretaris Jialing Group.


Aku ingin kamu membantu mengurus semua bisnis ku.


Apa kamu mau..?"


"Baiklah Non Wilda, saya mau."


"Mulai besok senin, kamu bisa mulai kerja ya.


Kantor pusatnya ada di Jakarta. Di kota Bandung hanyalah cabang.


Jadi, besok kamu ke jtakarta temui orang ini.


Ini kartu nama ku dan alamat kantor pusat.


Sekarang aku tanda tangani surat kuasa nya.


Masalah kuliah... Kamu bisa pindah ke Jakarta."


"Baiklah Non Wilda."


"Desi..."


"Iya Mas Panji..."


"Kamu tandatangani ini.


Kamu aku angkat menjadi sekretaris Hening Group mulai malam ini.


Kamu urus semua bisnis ku.


Aku percaya kamu bisa.


Sementara... Kamu akan di dampingi Jeje asisten pertama ku."


"Baiklah Mas Panji," ujar Desi,


"Aku akan belajar dan bekerja lebih keras."


"Altar Mila... Ajak Non Desi tinggal di Apartemen Intan."


"Baiklah Godfather."


"Oh iya... Ini surat sertifikat rumah Non Bela, hadiah dari pemilik PT Holding.


Mbak Mila... Tolong berikan pada non Bela."


"Baiklah."


"Leni, Desi... Kalian boleh pergi.


Desi, kamu tinggal saja bersama Mila di apartemen."


"Baiklah Mas Panji."


"Mas... Mengapa kok mengangkat Desi jadi sekretaris Hening Group," tanya Wilda,


"Kan sudah ada asisten Jeje..?"


"Asisten Jeje akan di tarik lagi oleh Aini, untuk mengurus bisnis perhotelan.


Tadi Aini bilang sama aku.


Sebenarnya... Jeje kan memang asistennya Aini, hanya saja aku pinjam dulu waktu itu."


"Oh... Begitu."


"Sudah jam 10 malam, katanya mau senang - senang," sahut Dewi.


"Baiklah, kita berangkat," sahut Eka.


***


Diskotik Rolex Bandung.


Dua mobil memasuki halaman parkir Diskotik Rolex.


Setelah keluar dari mobil... Dewi membeli 4 tiket, kemudian masuk kedalam diskotik.


Malam itu... Ruangan diskotik sangat ramai sekali.


Dentuman musik terdengar menggelegar, asap rokok memenuhi ruangan Ac, dan bau Alkohol terasa menyengat.

__ADS_1


Setelah menegak sebutir inex, Panji dan Wilda juga Eka dan Dewi asik dugem menikmati malam minggu.


*


Jam 04 menjelang subuh... Semua pengunjung membubarkan diri.


Panji pun berjalan menuju mobil.


"Eka... Kamu pulang bareng siapa?"


"Aku bertiga saja, kan satu arah."


"Baiklah, kalau begitu... Aku duluan ya," kata Dewi kemudian melajukan mobilnya.


Bruuuuak..!


Ketika Panji memajukan mobil milik Eka... Dengan tidak sengaja Panji menabrak bagian belakang mobil anggota kelompok Han yang mengedarkan narkoba di dalam diskotik.


"Goblok..!" ujar salah satu orang berambut gondrong lalu keluar dari dalam mobil.


Plaaak..!


Tanpa banyak bicara... Gondrong langsung menampar wajah Panji.


"Heeee..! Jangan main pukul dong," bentak Eka,


"Nabrak juga gak sengaja, aku ganti berapa kerugiannya!"


Plaaak..!


Karena terpengaruh narkoba jenis inex... Panji keluar dari mobil, lalu ganti menampar gondrong.


Karena balas di tampar... Gondrong lalu membalas.


"Berhenti!" teriak pihak keamanan, kemudian melerai.


"Ada apa ini, kok ribut - ribut," tanya 3 teman gondrong yang juga baru datang.


Setelah memberi ganti rugi... Eka berkata,


"Godfather... Kamu duduk saja di sebelah ku, biar aku yang nyetir mobil.


Kamu mabuk berat gitu.


Melihat Wilda istrinya yang tidur bersandar di jok belakang... Panji kemudian duduk di depan sebelah Eka.


Perlahan - lahan Eka melajukan mobilnya.


"Bos..!


perempuan tadi memanggil nya Godfather.


Berarti pemuda tadi adalah ketua organisasi The Bluss.


Bukankah ketua organisasi The Bluss bernama Godfather..?"


"Biar aku yang nyetir," kata Gondrong kemudian mengambil alih,


"Akan aku tabrak dia dari belakang, mati biar mati sekalian mereka.


kurang ajar..! Baru kali ini aku di tampar oleh seorang pemuda."


Setelah menghidupkan mesin mobil... Gondrong dengan cepat melajukan mobilnya.


Melihat mobil Eka di jalan yang sepi... Gondrong mempercepat laju mobilnya.


Bruuuuak..!


Benturan keras terdengar memecah keheningan pagi.


Gondrong sengaja menabrak mobil Eka dari belakang sebelah kanan, dan langsung tancap gas kemudian hilang di ujung jalan.


Bruuuuak..!


Mobil Eka oleng menabrak trotoar, kaca mobil pecah berhamburan.


Panji yang setelah ngeflay akibat pengaruh narkoba jenis inex... Terlempar dari dalam mobil, dan jatuh tertelungkup di bawah pohon kamboja, kepalanya terbentur batu di taman sebelah trotoar.


Tubuh Wilda pun pindah ke jok depan, kepalanya terbentur dinding dasbor.


Eka yang kaget dan dalam pengaruh narkoba... Mengendalikan mobilnya dengan membanting setir ke kanan.


Karena mobil dalam kecepatan agak tinggi... 100 meter kemudian


Bruuuuak..!


Mobil Eka menabrak pohon di tepi jalan, lalu mobilnya terguling dua kali di tengah jalan.


Subuh itu... Banyak orang menolong Eka dan Wilda mengeluarkan nya dari dalam mobil.


Setelah mengeluarkan dengan susah payah, akhirnya Wilda dan Eka di larikan ke rumah Sakit Harapan.


Kabar kecelakaan di jalan Martadinata dengan cepat tersebar.


**


Jam 8 pagi... Ketika sarapan hendak berangkat kuliah, Bela terkejut melihat berita kecelakaan di televisi.


"Nona Wilda Presiden Direktur jialing Group dan Nona Eka Manajer Ayu Kosmetik, mengalami kecelakaan di jalan Martadinata Bandung jam 04:15"


"Kayak nya pernah dengar aku nama itu, dimana ya..?


Oh iya, iya ingat aku.


Mas Panji beberapa kali pernah menelepon dan menyebut nama Wilda. Pasti itu teman relasi kerja nya Mas Panji. Coba aku telpon Mas Panji."


Setelah tersambung,


"Halo... Siapa," jawab Altar Mila sambil tidur.


"Kamu Mila..?"


"Iya...


Hp nya Godfather ketinggalan.


Ada apa..?"

__ADS_1


"Gak ada apa - apa, hanya mau tanya saja, siapa Wilda itu, presiden direktur Jialing Group."


"Itu istrinya Tuan rpanji yang tua."


"Apa..!" teriak Bela sambil berdiri, kemudian lari menuju kamar Mila sambil berteriak,


"Mila, Mila... Bangun, bangun..!"


"Ada apa sih..! Pagi - pagi teriak - teriak."


"Wilda kecelakaan, istrinya Mas Panji kecelakaan."


Mendengar Wilda kecelakaan... Mila langsung terbangun,


"Kamu tau dari mana..?"


"Barusan beritanya heboh di Tv, coba kamu lihat."


"Baiklah," sahut Mila kemudian menyalahkan Tv di kamarnya.


Begitu melihat berita mobilnya hancur... Mila meneteskan air mata, dan berkata,


"Tuan Panji semalam bersama mereka Bela..."


"Mari kita ke rumah Sakit Harapan," ajak Bela.


***


Rumah sakit Harapan Bandung.


Sesampai di ruang unit gawat darurat... Mila menemui dokter,


"Selamat pagi dokter, saya Asisten keluarga korban kecelakaan ini."


"Baiklah, saya butuh tanda tangan operasi untuk korban satunya.


Korban bernama Wilda... Saya mohon maaf.


Dia meninggal dunia dalam perjalanan.


ini tas ibu Wilda dan tertera ktp atas nama ibu Wilda."


Mendengar Wilda meninggal dunia... Mila menangis sesenggukan.


"Dokter...


Apa ada korban bernama Panji," tanya Bela.


"Tidak ada Mbak, korban kecelakaan hanya ada dua orang wanita."


Dengan memakai Hp nya Panji, Mila menelpon direktur Lim,


Setelah tersambung,


"Selamat pagi Godfather..."


"Direktur Lim... Tuan ptanji dan Nona Wilda istrinya kecelakaan, sekarang di rumah Sakit Harapan."


"Baiklah, aku segera kesana," jawab direktur Lim kemudian menutup telponnya.


Dalam beberapa jam, berita kematian Wilda istri Panji tersebar di anggota organisasi The Bluss.


Bahkan karyawan juga relasi Jialing Group.


Kring..!


Hp Maya berdering. Setelah terhubung,


"Selamat siang Maya..."


"Selamat siang juga Direktur Youri...


Tumben kamu telpon, ada apa..?"


"Wilda istri tua Godfather, tadi subuh kecelakaan, dan meninggal dunia.


Panji suami mu hilang entah kemana.


Hp nya tertinggal di apartemen nya."


"Innalillahi wainnalillahi rojiun...


Siang ini juga aku ke Bandung, jemput aku di bandara ya?"


"Baiklah Maya," ujar Youri kemudian menutup telponnya.


Sambil meneteskan air mata... Maya duduk menyandarkan badannya, lalu berkata lirih,


"Kemana suami ku kok hilang.


Apakah ini pertanda mimpiku semalam..?"


***


Kota Bandung.


jam 2 siang... Pesawat terbang lending di Bandara Husain Bandung.


Dengan pakaian serba hitam dan kacamata hitam, Maya berjalan menuju ruang tunggu.


"Nyonya Maya...


Mari ikuti saya," ujar Youri.


Sementara...


jam 2 siang Panji bangun dari semak - semak pohon di taman karena kepanasan.


Setelah berdiri... Panji melihat beberapa orang berjalan lalu lalang di atas trotoar.


Setelah itu, Panji duduk di bawah pohon yang teduh.


Panji melihat darah kering di lengan dan di bajunya.


Namun... Panji tetap diam membisu dengan tatapan kosong.


Panji lupa dengan apa yang terjadi, Panji juga lupa dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2