
Jam 10 pagi... Panji masih tertidur lelap karena kelelahan.
Sementara... Bela sedang menyelesaikan masakannya di dapur dan mempersiapkan sarapan di meja makan.
"Mas... Bagun, sudah jam 10. Sarapan dulu, Katanya mau ke Rumah sakit Harapan," kata Bela.
"Jam berapa sekarang..?"
"Jam 10 pagi."
"Baiklah, aku mau mandi sebentar."
Setelah sarapan... Panji dan Asistennya pergi ke rumah keluarga Cahyadi.
Tak lama kemudian, Panji memarkirkan mobil nya di samping rumah mewah milik kakek Cahyadi.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam...
Eeh, Nak Panji, masuk masuk."
Setelah sungkem, Panji berkata,
"Aini mana Kek..?"
"Tu, dia lihat Tv."
"Assalamualaikum Mas..."
"Waalaikumsalam Aini.
Ayoo aku antar kontrol ke rumah sakit."
"Baiklah."
"Kek... Panji ke rumah sakit dulu ya, ngantar Aini kontrol."
"Baiklah Nak Panji, hati - hati ya."
"Iya Kek, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Pak sopir...
Ke rumah sakit Harapan ya."
"Baiklah Tuan."
Di dalam mobil, Aini berkata,
"Mas... Tadi aku lihat berita di tv. Ada pembunuhan di diskotik Flong Surabaya. 2 orang anggota organisasi The Bluss tewas di tembak di dalam mobil di parkiran diskotik.
Nama Godfather di sebut - sebut dalam berita itu.
Bukan kah itu nama panggilan mu..?"
"Coba nanti aku tanyakan pada sekretaris Iwan."
"Setelah kontrol... Jam 2 siang, Panji menikmati makan siang di restoran hotel Hening bersama Aini mantan istrinya.
Kring..!
Hp Panji berdering, setelah tersambung,
"Selamat siang Godfather..."
"Selamat siang juga Novi, ada apa..?"
"Tuan Godfather di mana sekarang posisinya..?"
"Di restoran Hotel Hening."
"Baiklah, saya dan Naga Barat akan menemui Godfather.
Ada berita duka untuk organisasi The Bluss."
"Baiklah."
Secara tidak sengaja... Kebetulan siang itu Tuan Projo memarkir mobil nya di halaman parkir Hotel Hening.
Begitu masuk restoran... Tuan Projo terkejut sekali melihat Panji sopirnya makan siang bersama wanita cantik.
Setelah mendekati Panji...
Plaaaak..!
Dengan cepat Tuan Projo menampar kepala Panji dari belakang, hingga Panji hampir terjatuh. Sendok dan garpu yang di pegang Panji pun jatuh berserakan ke lantai.
"Dasar bajingan kamu ya..!
Setelah menabrak kan mobil, kamu meninggalkan Indri putri ku sendirian di jalan!"
"Jangan main pukul sembarangan ya..!
Dia suami ku," bentak Aini,
"Kamu harus membayar mahal untuk tamparan mu ini."
"Diam kamu," bentak Tuan Projo.
"Sudahlah Aini...
Jaga kandungan mu, jangan berteriak - teriak," sahut Panji.
"Selamat siang Godfather," sapa Novi dan Naga Barat sambil membungkukkan badannya.
Melihat beberapa orang membungkuk badan di depan Panji sopirnya... Tuan Projo terkejut dan berkata dalam hati,
"Siapa sebenarnya sopir ku ini..?"
"Novi... Patahkan tangan kanan orang yang berdasi di samping mu," perintah Panji.
"Baiklah Godfather," jawab Novi kemudian menendang perut Tuan Projo hingga jatuh terlentang.
Begitu jatuh... Naga Barat dengan cepat mendekat, lalu menginjak lengan kanan Tuan Projo dengan sepatunya.
Kraak kraak!
Tuan Projo berteriak kesakitan sambil tangan kirinya memegangi tangan kanannya.
"Tuan Projo...
Jadi orang jangan mentang - mentang dan sok kaya.
PT Belawan adalah milik keluarga Cahyadi, perempuan muda itu ada cucu tunggal dari Tuan Cahyadi.
Nasib mu sebagai direktur PT Belawan ada pada Nona Aini cucu Tuan Cahyadi," kata Panji yang berdiri di depan Tuan Projo.
"Mulai saat ini... Kamu aku pecat! Tidak lagi menjabat sebagai direktur PT Belawan.
Akan aku usut keuangan di PT Belawan. Jika ada uang yang hilang seribu perak pun, akan aku jebloskan ke penjara," sahut Aini.
"Naga Barat...
Singkirkan sampah masyarakat ini."
"Baiklah Godfather," jawab Naga Barat kemudian menyeret Tuan Projo keluar restoran dan menyerahkan ke keamanan hotel.
Setelah duduk di kursi restoran... Sambil menikmati secangkir kopi dan kepulan asap rokok, Panji berkata,
"Ada kabar duka apa..?"
"Tadi malam, 2 anggota inti, anak buah Naga Selatan tewas tertembak di dalam mobil di kota Surabaya.
Tepatnya di area parkir diskotik Flong. Pelakunya adalah keluarga Han dan organisasi Tiger.
Karena anak buahnya mati... Naga Barat melakukan balasan dan membunuh 4 anggota The Tiger.
Tadi 11, sekretaris Iwan dan istri nya tewas di dalam kamar hotel di Surabaya.
Mereka sedang berbulan madu Tuan.
Sekretaris Iwan dan istrinya mati dengan luka kurang lebih 30 tembakan di tubuhnya.
Rencananya... Besok pagi di makam kan Tuan.
__ADS_1
Sekarang masih di otopsi oleh pihak kepolisian.
Masalah ini di tangani serius oleh pihak kepolisian Jawa Timur.
Saat ini... Kepolisian sedang memburu pelakunya."
Mendengar kabar kematian seketaris Iwan... Panji diam sambil menundukkan kepalanya.
Tak terasa air matanya menetes.
Setelah menghisap rokok dalam - dalam... Panji berkata lirih,
"Perintahkan semua pejabat tinggi organisasi untuk menghadiri pemakaman besok.
Beri kabar pada anggota kelas atas, dan relasi bisnis organisasi.
Sekretaris Novi..."
"Iya Godfather..."
"Balaskan kematian sekretaris Iwan.
Buru keluarga Han yang ada di Malaysia, Singapura, Hongkong dan Thailand.
Hancurkan kerajaan bisnis generasi kartel narkoba nya di wilayah Asia, khususnya Indonesia.
Buru ketua organisasi The Tiger, habisi mereka."
"Baiklah Godfather."
"Kerjakan yang rapi, jangan sampai berurusan dengan pihak kepolisian mana pun."
"Baiklah Godfather."
"Sekarang... Kalian berangkatlah ke Surabaya, hubungi petinggi organisasi yang ada di Jakarta."
"Baiklah Godfather," jawab sekretaris Novi kemudian pergi meninggalkan hotel bersama Naga Barat.
"Aini... Mari aku antar pulang, aku mau terbang ke Surabaya."
"Baiklah Mas."
Setelah berada di apartemen Intan... Panji mandi dan ganti baju, kemudian mengambil beberapa kotak perhiasan, lalu terbang ke kota Surabaya sendirian.
*
Jam 9 malam, pesawat lending di Bandara Juanda.
Setelah keluar dari bandara, Panji naik taxi menuju Pondok Candra perbatasan kota Surabaya dengan kabupaten Sidoarjo.
Setelah berada di depan yayasan Nusantara... Panji bertanya pada seorang penjaga yayasan,
"Pak... Nona Maya ada di sini..?"
"Itu, Non Maya sedang baca Al qur'an di dalam musholla."
"Terimakasih ya Pak, kalau begitu saya numpang solat Isak."
"Baiklah Mas."
*
Setelah solat Isak di teras musholla... Panji mendawamkan Dzikir Diatas Tirai, di tujukan untuk masyarakat dan ahli kubur kota Surabaya juga masyarakat kabupaten Sidoarjo. Belum selesai dzikir... Maya berdoa lalu menutup Al qur'an nya dan menaruh di tempatnya.
Ketika membalikkan badan hendak keluar... Maya sangat terkejut sekali dan berkata lirih,
"Kak Panji..?
Benarkah itu Kak Panji..?"
Bagitu Maya berjalan keluar musholla... Panji menutup dzikir nya dengan doa.
"Kak Panji," sapa Maya.
"Iya Maya... Ini aku Panji."
Mengetahui itu Panji... Maya langsung berlutut di depan Panji yang duduk bersila, kemudian Maya langsung memeluk erat - erat sambil menangis.
Setelah melepaskan pelukan nya, Maya berkata,
Kok gak kasih kabar!"
"Baru saja turun dari pesawat, langsung kemari."
"Kok tau alamat sini?"
"Ya taulah, di kasih tau asisten Jeje.
Bagaimana kabar mu..?"
"Alhamdulillah baik - baik saja.
Kamu sendiri bagaimana kabarnya?"
"Alhamdulillah tambah ganteng dan banyak hutang nya."
"Hehehehe..!"
"Kamu tambah dewasa, tambah cantik saja."
"Iya Mas, aku banyak belajar tentang agama dan belajar ilmu kehidupan."
"Katanya kamu kuliah...
Kuliah di mana..?"
"Kuliah di Fakultas Kedokteran
Aku bikinkan kopi ya..?
Kamu sudah makan malam belum?"
"Belum makan malam, nanti saja Maya."
"Mari istirahat di kamar ku, di samping kamar ku ada taman dan kolam renang nya.
Kan kamu suka renang dari SMP...
Aku buat kolam renang itu untuk mu, sewaktu - waktu kamu kesini.
Eeh, ternyata beneran kamu kesini."
"Baiklah," jawab Panji kemudian berdiri.
Sambil bikin kopi di dapur,
"Bibik... Tolong gorengkan ikan Nila, dan tahu tempe juga udang ya, bikin sambel trasi yang banyak," kata Maya kepada salah satu pembantunya.
"Baiklah Non Maya."
"Ini Kak, kopinya."
"Terimakasih Maya," jawab Panji kemudian pelan - pelan menyeruput kopi panas,
"Hemmm....
Ini rumah mu..?"
"Iya Kak, sebelah nya yayasan Nusantara. Ada tujuh anak yatim piatu yang tidur disini.
Ada juga anak - anak orang fakir miskin yang tinggal disini.
Mereka aku biayai sekolah juga kebutuhan sehari - harinya.
Rame disini Kak, aku senang tinggal disini."
"Apa di belakang rumah kamu ini ada tanah kosong..?"
"Ada kak, luas sekali."
"Kamu ganti saja Nama yayasan ini dengan nama Kasih ibu," kata Panji.
"Baiklah, besok aku suruh sekretaris yayasan untuk mengurus pergantian nama."
"Non Maya... Makan malam nya sudah siap," kata Bibik.
"Bawah masuk ke taman kamar ku ya Bik..."
__ADS_1
"Baiklah Non."
Tak lama kemudian,
"Mari Kak, makan malam seadanya.
Ini ada sambel trasi kesukaan mu, juga ikan goreng dan udang."
"Baiklah Maya."
Sambil makan Panji berkata,
"Besok jam 9 pagi, kamu ikut aku ya?"
"Iya,
Kemana Kak..?"
"Menghadiri pemakaman sekretaris Iwan."
"Iya Kak.
Innalillahi wa Innalillahi rojiun, kasihan bang Iwan. Masih muda dan baru menikah.
Mulai kemarin berita kematian kelompok gangster, di televisi sangat ramai.
Kemudian disusul kematian Iwan. Beritanya tambah ramai, hingga di koran Surabaya Post halaman depan, terpampang wajah Iwan.
Nama mu juga di sebut dalam berita itu. Makanya aku mengikuti perkembangan berita di Tv dan juga koran."
"Kata berita di koran... Mengapa mereka saling bunuh," tanya Panji.
"Katanya sih, masalah dendam lama.
Kamu jangan ikut - ikut Kak, aku khawatir kamu akan di tangkap polisi.
Sudahlah, kamu bubarkan saja organisasi The Bluss, hidup jadi orang biasa - biasa saja."
"Baiklah Maya, akan aku pertimbangkan saran mu.
Tetapi...
Organisasi The Blus adalah organisasi sosial bisnis sebenarnya, bukan organisasi mafia.
Organisasi The Bluss banyak membantu fakir miskin dan banyak melakukan amal sosial.
Hanya saja... Anggota inti, dan anggota papan atas saja yang sering terlibat bentrok dengan mafia.
Jasa keamanan dan pengawalan memang mendatangkan banyak uang. Tetapi... Resikonya sangat tinggi, yaitu kekerasan dan kematian."
Setelah makan malam... Panji merebahkan badan di ranjang Maya.
"Ngantuk Kak..?"
"Iya, capek sekali badan ku."
"Sini aku pijitin," kata Maya mendekat,
"Besok aku akan kursus mijit, biar pintar mijitin."
***
Pemakaman Elit.
Jam 9 pagi... Lebih dari 100 mobil mewah parkir berjejer - jejer di jalan pinggir makam.
Dengan pakaian hitam - hitam... Anggota dan pejabat tinggi organisasi The Bluss menyaksikan pemakaman sekretaris Iwan.
Selesai acara pemakaman, Panji masih berdiri di pinggir makam sambil meneteskan air mata.
Panji mengenang masa perjuangannya saat mendirikan organisasi The Bluss bersama Iwan, Youri dan Linda, juga Wilda.
Disaat itulah masa - masa sulit hingga organisasi The Bluss mencapai kejayaan.
Salah satunya orang yang sangat berpengaruh dalam membesarkan organisasi The Bluss adalah Iwan.
"Godfather...
Mari kita pergi," kata Direktur Youri sambil menyodorkan sapu tangan,
"Wakil sekretaris Novi... Ingin mengadakan pertemuan di restoran Hotel Hening saat ini.
Mereka sudah berangkat duluan."
"Baiklah Youri."
Tak lama kemudian,
Ketika Panji dan Maya juga direktur Youri masuk restoran Hotel Hening...
Anggota organisasi papan atas membungkukkan badan sambil berkata,
"Selam sejahtera untuk Godfather. Semoga organisasi The Bluss jaya selalu."
"Duduklah kalian semua," kata Panji,
"Aku turut berduka cita yang mendalam atas kematian sekretaris Iwan.
Dia adalah salah satu pendiri organisasi dan dia adalah orang yang sangat berjasa dalam membesarkan organisasi The Bluss hingga mencapai kejayaan saat ini.
Sebagai gantinya...
Aku tunjuk wakil sekretaris Novi menjadi sekretaris Organisasi The Bluss.
Sekretaris Novi yang akan mengatur urusan di lapangan. Saya harap kalian harus patuh dan menghormati nya."
"Baiklah Godfather,x jawab petinggi organisasi
"Paman Domba... Jhosep dan kamu Kim..!
Lakukan operasi, buru petinggi kelompok Han dan petinggi organisasi The Tiger.
Asisten Jeje... Serahkan proyek pembangunan hotel Hening di Batam dan Semarang juga di Medan kepada Altar Mila, asisten 2.
Kamu kawal operasi di beberapa Negara di Asia."
"Baiklah Godfather."
Naga Barat, Naga Utara dan kamu Naga Timur... Bersiaplah jika sekretaris Novi membutuhkan bantuan kalian."
"Baiklah Godfather."
"Kerjakan yang rapi dan hati - hati, jangan sampai kita berurusan dengan pihak kepolisian Lintas Negara," kata Panji,
"Sekretaris Dafa... Apakah ada aset organisasi berupa pesawat terbang..?"
"Ada Godfather.
Organisasi The Bluss mempunyai dua pesawat pribadi. Selama ini saya sewakan kepada para pengusaha yang membutuhkan nya.
Organisasi The Bluss juga mempunyai 7 kapal pesiar, juga saya sewakan, dan 25 mobil BMW anti peluru."
"Sekretaris Novi... Gunakan aset organisasi untuk melakukan operasi di beberapa negara di Asia."
"Baiklah Godfather."
"Sekretaris Dafa...
Beri tunjangan pada kedua orang tua sekretaris Iwan.
Beri uang untuk biaya sekolah dan kulia adik - adiknya hingga lulus."
"Baiklah Godfather."
Selesai makan siang bersama... Panji pamit terlebih dahulu.
Setelah keluar dari Hotel Hening bersama Maya...
Sekelompok intelijen membuntuti mobil Panji.
Ketika Panji memarkirkan mobilnya di Tunjungan Plaza...
Tiba - tiba terdengar suara keras,
"Angkat Tangan..! Jangan bergerak," ujar 4 polisi berpakaian preman,
"Bawah dia ke kantor!"
__ADS_1