SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
DISKOTIK ROLEX


__ADS_3

Sambil berjalan di trotoar... Maya mengandeng lengan Panji, lalu Maya bertanya,


"Kak... Siapa orang - orang tadi, yang memakai sorban di kepalanya?"


Yang meng akad nikah kan tadi itu Kyai Jabat," ujar Panji,


"Yang Nenek perempuan tadi namanya Nyai Sa'adah istrinya kyai Jabat. Beliau sudah wafat 200 tahun yang lalu."


"Apa..! Mereka sudah wafat..?


Gak masuk akal sama sekali."


"Karena tadi gak masuk akal, dan goib... Makanya Mbah Dirjo mengusap kedua mata mu untuk membuka hijab tabir goib yang menutup pandangan mata batin mu, agar kamu bisa melihat para Kyai tadi," ujar Panji,


"Bagi orang awan... Walaupun orang itu ngaji puluhan tahun pada seorang Mursid atau seorang wali, kalau hijabnya belum terbuka... Maka dia tidak bisa mengetahui hal yang Haq atau tidak mengetahui kebenaran yang hakiki.


Orang awam seperti mu, tidak akan tau hal yang sifatnya rahasia kalau tidak di bukakan hijab mu oleh guru mu.


Makanya kamu harus hormat dan patuh sama guru mu. Sebab guru Wali... Itu adalah tongkat hidup dan mati mu, cahaya penerang hatimu di kala kamu dalam kegelapan.


Kelak... Ketika kamu di alam kubur dan di alam penghisapan... Guru mu lah yang bisa menolong mu."


"Oh... Begitu ya," kata Maya,


"Lalu... Apa gunanya aku membaca kitab selama ini?"


"Gunanya ya untuk pengetahuan saja, yang sifatnya umum," ujar Panji,


"Makanya... Banyak orang alim hanya pandai membaca kitab, menerangkan isi kitab dan menulis yang tertera di kitab, tetapi tidak tau rahasia di balik kitab.


Dalam bahasa jawa... Gur pinter Moco, Nulis lan cerito."


"Maksudnya gimana Kak, kurang jelas diri ku," kata Maya.


"Kebanyakan orang menerangkan surga dan neraka itu berdasarkan kitab.


Dia sendiri tidak pernah pergi ke surga dan pergi ke neraka. Mereka tidak tau wujud rupa surga dan neraka. Tetapi dia menerangkan tentang surga neraka berdasarkan kitab, bukan berdasarkan dari penyaksian nya sendiri," ujar Panji.


"Faham faham aku," kata Maya,


"Berarti isi kitab, keterangan yang tertulis di kitab... Itu harus ada pembuktian nya.


Kalau kita sudah membuktikan isi kitab, kita baru bisa menerangkan dengan jelas dan benar.


Sama kaya orang bercerita tentang kota Jakarta... Tetapi dia tidak tau dan tidak pernah ke Jakarta.


Tadi para kyai memangil mu Gus, bahkan Mbah Dirjo juga memangil mu Gus.


Apa nama mu Agus..?"


"Gus itu asal kata dari Bagus. Nama bagus ini sebenarnya di sandang oleh para putra seorang kyai," jawab Panji,


"Nama Bagus ini sebenarnya mengandung filsafat jawa kuno berupa doa. Harapannya orang yang di panggil Gus itu bisa menjadi orang yang bagus hatinya, berakhlak mulia berbudi pekerti yang luhur."


"Tetapi mengapa kok memanggil nya Gus saja, kok tidak Bagus," tanya Maya.


"Dulu ada orang yang sangat tua sekali, dan bicaranya tidak normal alias pelo.


Kalau memangil anak kyai terdengar suaranya Gus.


Sejak itulah sebutan Bagus di singkat menjadi Gus," ujar Panji,


"Hingga kini, orang jawa kebanyakan memanggil putra kyai itu Gus."


"Walau Kak Panji bukan putra seorang kyai... Aku panggil Kakak Panji Gus saja, harapan ku biar kakak menjadi orang yang bagus hatinya," kata Maya,


"Oh iya Gus, mengapa orang alim di tanah jawa ini di panggil kyai..?"


"Pertanyaan mu aneh - aneh saja," ujar Panji,


"Jaman dulu...


Ketika hendak solat Dzuhur di dalam musholla, imam nya gak datang karena sakit.


Lalu ada pemuda bertanya kepada seorang kakek - kakek yang hendak berjamaah.


Kek... Imam nya gak hadir, lalu siapa yang akan menjadi imam solat Dzuhur ini...?


Si kakek menjawab, Iki Ae sambil menunjuk seorang pemuda.


Karena sudah tua dan bicaranya kurang jelas... Semua orang di dalam musolla mendengar kalimat Kyai Ae, yang artinya kyai ini saja.


Sejak itu lah orang yang mengimami solat di panggil kyai. Karena seorang imam musolla jaman dulu itu alim - alim, maka setiap orang alim juga di panggil kyai. Hingga sekarang orang alim di tanah jawa di panggil kyai."


"Ah Gus ngarang saja kali, atau hanya asal menjawab," kata Maya.


"Ini kalau punya istri terlalu pintar, ya gini, tanya di jawab masih kurang puas," ujar Panji,


"Jawaban ku itu fakta sejarah. Hanya saja tidak tertulis di buku sejarah. Hanya orang - orang tertentu yang tau."


"Hahahaha..! Gombal Gus... Gus..!


Tadi Kyai Jabat memanggil Mbah Dirjo dengan sebutan Syeh. Apa artinya Syeh itu," kata Maya.


"Syeh bahasa arab, itu artinya kakek atau Mbah.


Atau orang tua yang di tua kan," ujar Panji,


"Hanya saja...


Kalau di indonesia ini, orang yang di panggil Syeh itu seakan - akan orang itu hebat, orang alim.


Padahal belum tentu.


Itu hanya fanatik bahasa."


"Gus... Kita mau ke mana..? Jalan mulai sepi," tanya Maya.


"Kita Dugem saja, cari hiburan di diskotik Rolex," ujar Panji.


"Hahahaha..!"


"Ngapain tertawa..?"


"Masak kita tadi sore habis kumpul sama para kyai sepuh, dan berbincang tentang ilmu agama, sekarang kita dugem joget di diskotik.


Kan lucu," ujar Maya.


"Para kyai kan sudah sepuh - sepuh, jadi... Ya diam di rumah saja, ngapain juga tua - tua keluyuran," kata Panji,


"Kita kan masih sangat muda... Ya mainlah jalan - jalan cari hiburan juga kesenangan. Nanti kalau sudah tua, kita duduk manis di rumah sambil momong cucu."


"Gitu ya Gus..?"


"Kata kitab yang aku baca...


Gunakan masa muda mu sebelum datang masa tua mu.


Lah..! Sekarang kita gunakan masa muda kita, biar gak nyesel kalau sudah tua."


"Capek Gus jalan terus, kita naik taxi ya," ujar Maya.


"Baiklah."

__ADS_1


Di dalam taxi... Panji mengirim pesan SMS ke Sekretaris Iwan,


"Sekarang aku hendak ke Diskotik Rolex Jakarta. Kamu temani aku."


"Godfather... Saat ini aku berada di kota Batam Riau.


Bagaimana kalau Ririn wakil ku menemani Godfather.


Kebetulan sore tadi Willy Naga Utara berada di rumah kediaman ketua," balasan SMS sekretaris Iwan.


"Baiklah kalau begitu, suruh mereka menemani ku santai dan bersenang - senang."


"Baiklah Godfather, akan segera aku telpon Ririn dan Naga Utara."


*


Di kediaman Lady ketua organisasi The Bluss.


Setelah mengangkat Hp berdering,


"Sedang apa kamu..?"


"Hendak istirahat di hotel. Ini lagi berada di teras rumah ketua."


"Ketua lagi ngapain..?"


"Lady barusan pamit istirahat tidur."


"Naga Utara... Pergilah ke Diskotik Rolex.


Kamu temani Godfather.


Saat ini wakil sekretaris sudah dalam perjalanan bersama pasukan inti."


"Baiklah sekretaris," ujar Naga Barat kemudian mematikan telepon.


Kamu siapa namanya..?"


"Vina Bos."


"Anggota baru..?"


"Iya Bos, baru 4 bulan gabung."


"Apa kamu sudah bisa menembak..?"


"Bisa bos, saya latihan bersama anggota."


"Kalau begitu ikut aku ya..! Biar aku ada temannya."


"Baiklah Bos," jawab Vina polisi intelijen yang menyamar dan menyusup di organisasi The Bluss.



Di Dalam Diskotik, Panji dan Maya sedang asik duduk sambil dugem menggoyang kan kelapanya.


Ririn wakil sekretaris yang belum mengetahui wajahnya Panji... Menunggu kedatangan Naga Utara di tempat parkir.


Tak lama kemudian sebuah sebuah mobil mewah memasuki halaman parkir. Begitu Naga Barat keluar mobil bersama Vina... Wakil sekretaris berkata,


"Naga Barat... Identitas Godfather tidak boleh di ketahui banyak orang, termasuk anggota inti. Katakan pada anggota yang ada disini, kita mengawal anak pengusaha."


"Baiklah wakil sekretaris," ujar Naga Barat,


"Dengarkan, kita di sini mengawal anak seorang pengusaha."


"Baiklah Bos," jawab anak buah Naga Barat.



Di balik gemerlap nya hiburan malam diskotik Rolex ini... Banyak pengusaha minuman keras dan cukong bandar narkoba ikut andil memeriahkan hingar - bingar dunia malam. Begitu pun dengan kelompok - kelompok Gangster juga kelompok organisasi Mafia sering keluar masuk diskotik demi mengawal pengusaha atau mengadakan transaksi Nlnarkoba.


Karena peredaran narkoba yang tak terkontrol... Akhirnya banyak anak muda mati akibat over dosis.


Setelah kematian intelijen Anggota polisi di dalan diskotik Rolex, akhirnya diskotik Rolex di tutup oleh pemerintah Daerah di tahun 2001.


Padahal... Peredaran uang di diskotik Rolex per malam bisa mencapai 1 Milyar. Lumayan pajak yang masuk kas Negara.


Harga sebutir Narkoba jenis pil inex A-1, perbutir 100 rb hingga 200 ribu, di tahun 1980.


Diskotik Rolex mempunyai cabang di Bandung, Semarang, Surabaya, Bali Mataram juga kota Batam dan Medan.


***


Tak lama setelah mencari keberadaan Godfather... Naga Utara berdiri di samping Godfather,


"Selamat malam Godfather..."


"Eh..! Naga Utara , silahkan duduk," ujar Panji.


"Terimakasih Godfather...


Kenalkan ini Ririn, wakil sekretaris Iwan. Dan ini Vina anggota kita."


"Salam kenal kembali, salam sejahtera.


Silahkan kalian pesan dan bersenang - senang," ujar Panji kemudian mengandeng tangan Maya istrinya mengajak dugem di Hol.


Sementara... Enam anggota inti duduk santai sambil mendengarkan dentuman musik juga mengawasi Panji yang sedang dugem dengan Maya istrinya.


1 jam kemudian, seorang pemuda mendekati wakil sekretaris, lalu berkata pelan dekat telinga,


"Wakil sekretaris... Ada pesan dari Direktur Youri.


Di dalam diskotik Rolex saat ini ada kelompok Han sedang bertransaksi narkoba.


Juga ada Jefri dan beberapa anggota organisasi Kaisar.


Informasi nya... Kelompok Han merencanakan serangan kepada Jefri. Jadi... Lebih baik keluar dari dalam diskotik untuk menghindari hal yang buruk.


Karena Jefri mengenal dan tau wajah Godfather.


Jefri juga mempunyai dendam pada Godfather."


"Berapa banyak anggota Kaisar di dalam sini..?"


"Sekitar kurang lebih 20 orang."


"Baiklah, sekarang pergilah."


"Baiklah sekretaris."


Setelah memberi tau Naga Utara.... Naga Utara mendekati Panji, lalu berbisik,


"Godfather... Direktur Youri menyuruh kita pergi keluar dari sini.


Dia bilang suasana kurang nyaman. Akan terjadi keributan besar."


"Baiklah," kata Panji,


"Maya... Mari kita pulang, aku ingin istirahat."


"Baru jam 12 Gus, ngajak pulang. Biasanya juga pulang pagi.

__ADS_1


Tetapi... Baiklah, aku juga ingin tidur sama kamu," ujar Maya,


"Antar aku ke toilet dulu ya..?"


"Baiklah," jawab Panji kemudian ikut ke toilet.


Sementara, anggota inti dan Naga Utara menunggu tak jauh dari toilet.


Ketika Maya masih di dalam kamar mandi.... Setelah buang air kecil, Panji keluar dari dalam toilet dulu.


Ketika Panji baru keluar toilet dan menunggu Maya di lorong... Tiba - tiba Jefri dan 4 anak buahnya yang hendak ke toilet melihat Panji, lalu menyapa Panji,


"Godfather... Kok kamu di sini..?"


Sama siapa..?"


"Hay Jefri, apa kabar.


Sama Maya istriku. Bagaimana kabar mu selama ini," jawab Panji.


"Kabarku sangat tidak baik Godfather, istri dan anak - anakku mati gara - gara dirimu," ujar Jefri.


Mendengar ucapan Jefri... Panji sangat terkejut, belum sempat bicara... Jefri langsung memukul wajah Panji.


Lalu Jefri memerintahkan 4 anak buahnya untuk menghajar Panji.


Melihat keributan... Vina yang berdiri dekat toilet langsung lari dan mendapati Panji sudah jatuh terduduk di atas lantai. Ketika salah satu anak buah Jefri hendak menendang Panji... Vina dengan cepat menendang anak buah Jefri hingga terjatuh.


Dengan ilmu beladiri yang di pelajari di kesatuan polisi... Vina berkelahi dengan 4 anak buah Jefri dengan sengit.


Di saat itu juga... Empat orang kelompok Han datang sambil memegang senjata api menuju toilet.


Naga Utara yang mengetahui ada gelagat yang tidak beres di toilet, sambil mengeluarkan senjata api peredam suara, segera berjalan cepat dengan ke 6 anggota inti menuju toilet.


"Jangan bergerak..!


Apa kamu cari mati ha!" bentak Jefri menodongkan senjata api ke tubuh Vina.


Ketika hendak menarik pelatuk untuk menembak Vina... Tiba - tiba tanpa banyak bicara, ke orang 4 kelompok Han mengarahkan moncong senjata api ke arah Jefri dan 4 anak buahnya,


"Dor dor dor dor!"


Mendengar letusan senjata api... Vina langsung merobohkan diri sambil mengeluarkan pistol pemberian Naga Utara.


"Vina..! Cepat lindungi Maya istri ku di dalam kamar toilet," ujar Panji.


Namun Vina tidak bisa berdiri sebab kedua kelompok Mafia sedang baku tembak.


Suara saling tembak terdengar di dalam ruang toilet . Ke 4 anak buah Jefri roboh bersimbah darah, sementara Jefri yang tertembak lengan nya, lari bersembunyi di dalam toilet wanita.


Begitu ke 4 kelompok Han berjalan ke lorong hendak mencari Jefri.... Naga Barat dan anggota inti yang sudah ada di lorong toilet, dengan cepat melepaskan tembakan bersamaan, "Slup slup slup!" ke 4 kelompok Han roboh di lantai bersimbah darah dan tewas seketika.


Vina buru - buru lari ke toilet menjumpai Maya yang duduk berjongkok di samping pintu keluar, lalu menarik tangan Maya mengajak keluar.


Ririn wakil sekretaris masuk ke ruang toilet wanita.


Begitu sampai di pintu toilet... Jefri yang terluka dan memegang senjata api membentak Ririn,


"Mau apa ha..!"


"Mau kencing Tuan," jawab Ririn.


"Buruan masuk, cepat," bentak Jefri.


Setelah masuk kamar toilet, Ririn mengeluarkan senjata api peredam. Setelah itu keluar kamar mandi langung menembak Jefri dari belakang,


"Slup slup slup!" tubuh Jefri roboh di lantai bersimbah darah terkena 4 tembakan.


Setelah itu... Dengan santai Ririn keluar ruangan toilet.


Dentuman musik terdengar sangat kencang, hingga suara letusan senjata api tidak terdengar sama sekali, kecuali di dalam ruang toilet.


Setelah Panji dan anggota The Bluss berada di parkiran... Keamanan diskotik baru mengetahui adanya baku tembak.


"Vina... Terimakasih ya telah menyelamatkan Maya istri ku," ujar Panji.


"Sama - sama Godfather."


Sementara... Jalan keluar parkir langsung di tutup. Beberapa polisi ber pakaian preman melakukan razia kepada setiap pengunjung.


"Naga Utara..!


Bagaimana ini, kita tidak bisa keluar dari tempat parkir. Mobil harus di geledah sama polisi.


Kita membawa senjata api," ujar Seketaris Ririn


"Aku kenal sama Pak polisi yang satu itu, dia Ayah nya teman ku sekolah," ujar Vina,


"Aku akan bicara baik - baik, barangkali kita di izinkan keluar tanpa penggeledahan.


Aku butuh uang rokok untuk mereka.x


"Ini uangnya," ujar Ririn,


"Buruan kamu pergi nego."


"Baiklah wakil sekretaris," ujar Vina kemudian keluar mobil, lalu mendekati pihak aparat. Sementara... Anggota The Bluss duduk sambil melihat dari dalam mobil.


"Aku anggota intelijen Lintas Negara. Aku sedang dalam tugas penyelidikan," ujar Vina,


"Di dalam 2 mobil itu ada anggota Mafia target ku. Aku harap kalian mengizinkan 2 mobil keluar tanpa penggeledahan.


Ini kartu anggota ku. Cepat Ambillah uang ini, biar di lihat mereka seperti negosiasi."


Setelah membaca kartu anggota intelijen... Salah satu polisi menganggukkan kepala.


Melihat Vina melambaikan tangan... Dua mobil bergerak maju menuju pintu keluar.


"Aku ingin traktir kalian semua makan di clCafe End Restoran hotel Atlanta," kata panji di dalam mobil.


***


Di Cafe end restoran Hotel Atlanta.


Setelah menikmati sarapan, jam 02 dini hari... Beberapa anggota The Bluss menikmati secangkir kopi panas sambil berbincang santai dan bercanda.


"Sudah jam 2 lebih, kalian pulang lah, waktunya tidur sama istri kalian, aku juga mau tidur sama istri ku," ujar Panji bercanda.


"Baiklah Godfather, kami semua balik dulu," ujar seketaris Ririn,


"Semua tagihan makan minum sudah aku bayar."


"Baiklah, terimakasih banyak," kata Panji,


"Vina... Terimakasih ya..? Besok aku traktir ngopi, aku ingin memberi mu hadiah."


"Baiklah Godfather, kembali kasih," jawab Vina.


Ketika Panji duduk berdua dengan Maya... Tiba - tiba Pak Dedik, Papanya Maya yang mengandeng wanita cantik masuk restoran.


Setelah duduk mesra dan memesan makanan... Pak Dedik terkejut melihat Maya duduk di samping Panji.


"Gus... Ayok kita balik ke kos - kossan.

__ADS_1


Males aku lihat Papa ku bersama pelacur," ajak Maya.


__ADS_2