SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
KEKUATAN GODFATHER


__ADS_3

"Kamu telah menghina suamiku, aku pastikan kamu dan keluarga mu hidup menjadi gelandangan,x bentak Aini.


"Suami mu..!


Kasihan Maya telah di tipu sama bajingan ini.


Kalian dasar orang - orang miskin, bisanya hanya mengertak seperti preman, menggonggong seperti anjing," ujar Pak Dedik kemudian meninggal kan meja Panji.


"Aini... Kamu yang tenang ya, santai saja," ujar Panji kemudian mengeluarkan Hp.


Kring..!


Hp Wilda berdering. Setelah tersambung,


"Waalaikumsalam Godfather."


"Kamu lagi di mana..?"


"Lagi liburan tahun baru bersama para karyawan, di villa Bogor, ada apa Mas..?"


"Kamu kenal sama Pak Dedik, pengusaha Garmen asal Surabaya..?"


"Iya kenal lumayan baik, ada apa Mas..?"


"Aku ingin memberi pelajaran pada Pak Dedik sekeluarga.


Dia terlalu sombong dan sering menghina ku," ujar Panji.


"Apa yang Godfather inginkan," tanya Wilda.


"Aku ingin Pak Dedik bangkrut dalam waktu 3 hari."


"Baiklah Mas.


Aku memiliki saham PT Garment milik Pak Dedik 30%, teman ku punya 30% sebagai jamiman hutang, sedangkan Pak Dedik memiliki 40%.


Malam ini akan aku beli milik temanku 30%," ujar Wilda,


"Kalau aku sudah punya saham 60%


.. Aku berhak mengelola perusahaan milik Pak Dedik.


Besok akan aku ambil alih PT Garment Jkt, dan akan aku serahkan pada mu.


Apa Godfather mau menjabat jadi direktur..? Hahaha..! Gak lucu kayak nya.


Bisa - bisa bangkrut."


"Hehehehe!


Gak apa - apa, sekali - kali biar ngerasain jadi Direktur perusahaan."


"Oh iya Mas, PT java kontraktor milik ku juga sedang mengerjakan pembangunan pabrik baru milik Pak Dedik.


Malam ini juga akan aku batalkan kerjasamanya.


Jika aku batalkan... Pihak Bank akan menyita semua aset dan harta milik Pak Dedik, bisa - bisa Pak Dedik di penjara dengan kasus memanipulasi data keuangan.


Karena... Semua uang untuk bikin perusahaan baru itu dari hasil utang di Bank Asia dan Bank Miami."


"Bank Asia yang berpusat di Surabaya itu," tanya Panji.


"Iya."


"Ya sudah kalau begitu," ujar Panji kemudian menutup telponnya.


Kring..!


Hp Pak Dedik berdering. Setelah tersambung,


"Selamat malam Direktur Dedik."


"Selamat malam sekretaris Leo, ada yang bisa aku bantu..?"


"Kerjasama proyek pembangunan dengan PT Java kontraktor di batalkan hari ini.


Mulai besok... Jialing Group tidak bertanggung jawab atas proyek PT Bonvi."


"Tunggu sekretaris Leo," ujar Pak Dedik,


"Ada masalah apa dengan kami..? Hingga membatalkan sepihak kerjasama di antara kita."


"Pak Dedik telah menghina dan merendahkan Bos pemilik Jialing Group," ujar sekretaris Leo kemudian mematikan telepon.


Mendengar kabar buruk... Pak Dedik langsung lemas bersandar kursi.


"Habis sudah apa yang aku miliki," ujar Pak Dedik,


"Semua yang aku miliki telah aku pertaruhkan untuk proyek ini.


Gawat..!!!


Aku harus membayar hutang di Bank 100 Milyar dalam bulan ini, kalau tidak... Semua aset ku bisa di sita pihak Bank."


"Aini... Mari kita pergi," ajak Panji,


"Aku ingin istirahat tidur di hotel ini."


Hotel Atlanta.


Kring..!


Hp Panji berdering, setelah terhubung,


"Selamat siang Tuan Godfather."


"Selamat siang juga. Dengan siapa ini..?"


"Saya Leo sekretaris Jialing Group.


Hari ini, saya mau menyerahkan dokumen penting untuk anda."


"Tunggulah di restoran hotel Atlanta."


"Baiklah Tuan."


"Siapa Mas, sekretaris nya Wilda..?


Hemmmm, ganggu saja," ujar Aini pelan.


Kring..!


Hp Jeje berdering, setelah


tersambung,


"Jeje... Pergilah ke Hotel Atlanta sekarang juga ya, kamu temui Leo sekretaris Jialing Group di restoran.


Kamu cek berkas apa yang mau di berikan."


"Baiklah Godfather."


Satu jam kemudian,


"Selamat siang Godfather," sapa Jeje yang sedang ngopi bersama Leo.


"Siang juga," jawab Panji kemudian duduk,


"Berkas apa itu..?"


"Ini berkas kepemilikan saham 60%, PT Garment Jkt atas nama Tuan Panji.

__ADS_1


Tuan Godfather berhak mengelola perusahaan ini."


"Pergilah ke PT Garment Jkt, ambil alih kepemimpinan perusahaan."


"Baiklah Godfather.


Siapakah yang akan menjabat sebagai direktur nya," tanya Jeje.


"Aku," jawab Panji,


"Apakah kita bisa membeli sisa saham yang ada di Pak Dedik..?"


"Bisa Tuan, jika pihak Bank menagih hutang, dan Pak Dedik tidak sanggup untuk melunasinya... Maka pihak Bank akan mengambil alih saham.


Di situ Tuan bisa melobi pihak Bank untuk membelinya," jawab Leo.


"Pergilah kalian, aku mau istirahat dulu,


"Jeje... Setelah selesai, hubungi aku."


"Baiklah Godfather."


PT Garment Jkt.


Setelah memarkir mobil... Asisten Jeje dan sekretaris Leo memasuki gedung kantor perusahaan,


"Selamat siang...


Bisa ketemu dengan Direktur Dedik..?"


"Selamat siang juga, sebentar ya Pak.


Hemmmm, dengan bapak siapa..?"


"Dengan Pak Leo sekretaris Jialing Group."


"Tunggu sebentar ya Pak."


Tak lama kemudian di ruang Direktur,


"Selamat siang Pak Dedik."


"Selamat siang juga sekretaris Leo."


"Kedatangan kami... Kami ingin mengambil alih kepengurusan perusahaan ini," ujar Jeje kemudian meletakkan berkas di atas meja.


Setelah membaca berkas dengan teliti... Pak Dedik langsung lemas dan bersandar di kursi.


"Silahkan Pak Dedik pergi... Direktur baru akan segera datang," kata Jeje dengan santai.


"Selamat siang...


Kami dari pihak Bank Asia ingin melakukan pembicaraan dengan pihak perusahaan."


"Ada masalah apa Bank Asia dengan perusahaan kami," tanya Jeje.


"Masalah hutang piutang Pak, yang jatuh tempo."


"Baiklah, kalian urus dengan Pak Dedik sebagai Direktur nya."


*


Restoran Hotel Atlanta.


Setelah sehari semalam berada di kamar hotel... Sehabis solat Magrib Panji dan Aini menikmati makan malam di restoran hotel.


Tiba - tiba... 4 orang dengan setelan jas dan berdasi memasuki restoran dan duduk di pojok.


Ke empat orang itu berjabat tangan dengan seorang lelaki setengah baya.


Karena suasana restoran yang hening... Panji dan Aini samar - samar mendengarkan percakapan mereka.


"Iya Mas, mereka itu... Sepertinya pemilik saham.


Kayaknya Hotel Atlanta ini sedang pailit, keuangannya tidak sehat," ujar Aini.


"Mengapa hotel semewah ini kok bisa mengalami krisis keuangan," tanya Panji,


"Padahal, tamu juga banyak."


"Kelihatannya banyak tamunya, aslinya ya sepi Mas.


Itu semua karena promosinya kurang Mas, dan menegernya bodoh," ujar Aini,


"Jika Hotel Atlanta ini mempunyai Meneger yang hebat, baru bisa ramai."


"Kok kamu tau," tanya Panji.


"Kan aku ini presiden Direktur yang mengurus 100 Hotel di Asia.


Jadi... Aku tau caranya melobi hotel supaya ramai banyak pengunjung."


***


"Selamat malam Godfather," sapa asisten Jeje sabil membungkan badan.



"Selamat malam juga, silahkan duduk," ujar Panji,


"Silahkan pesan makan malam."


"Terimakasih Tuan," ujar asisten Jeje kemudian duduk menghadap Godfather.


"Bagaimana urusan PT Garment Jkt," tanya Panji.


"Semua sudah beres Tuan.


Besok... Godfather bisa ngantor dan menjabat sebagai Direktur baru."


"Baiklah."


"Besok jam 10 pagi... Ada pihak Bank Asia dan Pak Dedik ingin bertemu dengan Tuan, sebagai direktur yang baru... Ada yang perlu di bicarakan masalah pengalihan hutang piutang perusahaan."


"Garment punya hutang berapa," tanya Panji.


"15 Milyar Tuan."


"Berapa nilai aset PT Garment..?"


"Aset PT Garment, kurang lebih 60 Milyar tuan."


"Baiklah, besok aku akan ke PT Garment."


"Beneran Mas jadi Direktur," tanya Aini sambil tersenyum.


"Iya, nyobak jadi Direktur seminggu, gimana rasanya hehehe," jawab Panji,


"Jeje...


Kamu kan lama menjadi asisten keluarga Hong Shi mertua ku...


Kamu pasti banyak mengenal pengusaha - pengusaha besar di indonesia."


"Iya Tuan."


"Apa kamu mengenal pemilik Hotel Atlanta ini..?"


"Kenal Tuan, tetapi hanya sekedar kenal saja," ujar asisten Jeje,


"Namanya Pak Bram pengusaha asal Kalimantan."

__ADS_1


"Apa kamu bisa menghubungi Lak Bram sekarang," tanya Panji,


"Tanyakan, apa benar Hotel ini mau di jual..?"


"Bisa Tuan, saya harus menghubungi seseorang untuk meminta no Hp nya."


"Baiklah."


Tak lama kemudian,


Kring..!


Hp Pak Bram berbunyi.


Setelah tersambung,


"Selamat malam Pak Bram...


Saya Jeje asistennya Tuan Panji. Apakah Hotel Atlanta mau di jual..?"


"Benar Pak.


Apakah Tuan Panji berminat..?"


"Benar Pak Bram. kalau boleh tau...


Di buka dengan harga berapa..?"


"1,9 Trilyun."


"Kapan kita bisa bertemu denagn Pak Bram..?"


"Pak Jeje bisa temui Pak Martin asisten saya. Sekarang dia berada di restoran hotel Atlanta, sedang mengadakan pertemuan dengan pemegang saham mayoritas."


"Oke lah Pak Bram, saya akan temui Pak Martin, karena... Kami sedang makan malam di restoran hotel Atlanta juga."


"Baiklah Pak Jeje, terimakasih banyak," ujar Pak Bram kemudian mematikan telepon.


"Bagaimana..?" tanya Panji.


"Tuan Bram membuka harga 1,9 Trilyun Tuan.


Dan saat ini asisten nya ada di restoran ini, sedang mengadakan pertemuan dengan pemilik saham mayoritas."


"Berarti itu asisten nya Pak Bram," ujar Panji sambil menunjuk.


Apakah harga itu terlalu tinggi..?"


"Sangat murah Tuan," jawab asisten Jeje,


"Hotel bintang 5 seperti ini, rata - rata 2,9 Trilyun."


"Biasanya... Kalau di jual murah, hotel itu punya tanggungan hutang di bank," ujar Aini,


"Coba Jeje ke sana, temui assisten nya Pak Bram, kamu bicara dengan nya."


"Baiklah Nyonya," jawab asisten Jeje kemudian pergi, lalu mendekati meja pojok.


"Buat apa Mas beli hotel ini..?"


Kan aku isteri mu sudah punya 100 hotel, dan 70 perusahaaan," tanya Aini.


"Aku punya istri bernama Ruli, aku ingin membelikan dia Hotel sebagai hadiah," jawab Panji,


"Sewaktu - waktu aku mati... Biar Ruli dan anaknya tidak hidup susah.


Dan...


Aku ingin, istri - istri ku termasuk Ruli, bisa masuk di kalangan Executive muda di indonesia, sebagai pengusaha sukses."


"Baiklah Mas, nanti aku bantu Ruli agar bisa mengelola hotel ini.


Nanti aku akan jalan - jalan bareng Ruli hehehe."


Tak lama kemudian asisten Jeje kembali duduk di hadapan Panji.


"Bagaimana..?" tanya Panji.


"Hotel ini memiliki hutang di Bank 700 Milyar Tuan, jadi... Harga hotel ini di 2,6 Trilyun.


Apakah Tuan berkenan untuk membelinya..?"


"Beli saja.


Besok kamu urus uangku yang berada di perusahaan tambang batu bara dan tambang emas.


Kamu hubungi Wilda, karena dia yang tau," ujar Panji.


"Baiklah Tuan.


Besok, Non Wilda akan saya undang di PT Garment.


Kita bisa ngobrol panjang lebar."


"Baiklah."


"Mas punya uang di tambang Batu bara dan tambang Emas Kalimantan, bagaimana ceritanya," tanya Aini.


"2 tahun yang lalu... Wilda dulu membeli saham atas nama ku, katanya Wilda, dalam 2 tahun ini... Mendapat keuntungan 6 sampai 7 Trilyun," jawab Panji,


"Aini... Aku mau pergi dulu, aku antar kamu pulang.


Jeje... Kamu kan bawa mobil, antarkan aku."


"Baiklah Tuan."


***


Kediaman Maya Asmarani.


Mobil BMW milik Panji berhenti di depan pintu rumah mewah di perumahan Bukit Villa Abadi,


"Terimakasih Jeje, mobilnya kamu bawa saja, besok jam 9 pagi, kamu jemput aku ya."


"Baiklah Godfather," jawab Jeje sambil membungkukkan badan.


"Selamat malam Godfather..." csapa para penjaga rumah sambil membungkukkan badan.


"Malam juga.


Apa kalian sudah makan malam," tanya Panji.


"Sudah Tuan."


"Ambillah uang ini, untuk beli rokok," ujar Panji sambil menyodorkan uang beberapa kepada 4 penjaga rumah.


Setelah memencet bel rumah, Maya membukakan pintu.


"Assalamualaikum," sapa Panji.


"Waalaikumsalam Kak," jawab Maya kemudian mencium tangan suaminya, lalu memeluk erat.


*Bocoran


Perceraian Panji dengan Maya dan Aini... Itulah awal dari ke Majeduban Panji..


Setelah meninggalkan Jakarta... Di bawah bimbingan Syeh Abdul Jalil Al Qurtubi, Panji melanjutkan perjalanan spiritual Leaku Suluk Agung.


Di bawah bimbingan Syeh Abdul Jalil Al Qurtubi inilah, Panji mendapatkan gelar Wali salik dan di kenal dengan sebutan Nama Raja Langit.


Dan Panji mengalami hidup di Dua Alam, bahkan Panji melakukan perjalanan spiritual lang - lang jagad di beberapa Alam.

__ADS_1


__ADS_2