SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
PERNIKAHAN PANJI DAN MAYA


__ADS_3

Jam 9 pagi... Dengan di hadiri kelurga Panji, dan pegawai yayasan juga kerabat dan teman dekat.


Di depan penghulu, Panji melaksanakan ijab kobul, dengan


mas kawin seperangkat perhiasan berlian.


Setelah melangsungkan akad nikah, dan menerima buku nikah... Papa dan Mama nya Panji juga kerabat dan teman dekat mengucapkan selamat kepada Panji juga Maya.


Setelah itu... Panji sekeluarga dan para kerabat juga teman dekat menikmati makan bersama.


Jam 12 siang... Mama nya Panji pamit pulang,


"Panji... Maya..


Mama dan Papa mau pulang dulu ya?


Mama doakan semoga kalian hidup bahagia hingga Kakek Nenek.


"Aamiin," sahut Panji dan Maya.


"Kalian sudah dewasa, hiduplah yang rukun, saling menghormati dan saling terbuka dan jujur bila ada masalah.


Jangan terburu - buru ambil keputusan seperti dulu lagi.


Panji... Kamu sudah menjadi seorang suami.


Jangan pernah membiarkan Maya istri mu menderita.


Jangan pernah sakiti istri mu.


Jangan suka main perempuan diluar rumah. Jangan suka dugem lagi, jangan suka mabuk dan main narkoba lagi.


Ibadah yang rajin, kerja yang giat


"Iya Ma...


Panji tidak akan niru Papa."


"Diam kamu..!!!


"Ingatlah... Salah satu tugas yang paling sulit di lakukan seorang suami adalah, membawah istri dan anak + anaknya ke alam surga.


Dan berkorban demi kebahagian keluarga.


Maya... Jadilah istri yang baik dan taat pada suami.


Seburuk apa pun suami mu, dia tetep suami mu.


Kamu harus sabar dalam mengarungi rumah tangga.


kamu harus pandai menjaga harkat dan martabat keluarga.


Kamu harus bisa membahagiakan suami.


Salah satu tugas terberat dari seorang istri adalah...


Rela berkorban apa saja, demi kebahagian seorang suami.


Seorang istri, harus berani mengorbankan kebahagian nya demi kebahagian nya seorang suami.


Itulah yang di namakan istri sholekhah."


"Iya Ma," jawab jawab Maya.


"Sekarang Mama pamit pulang dulu ya," kata ibu Rita Mama nya Panji, kemudian memeluk Panji dan Maya.


Setelah keluarga Panji pulang, kerabat dan teman juga pulang, Panji mengimani solat Asar di musholla yayasan.


Setelah solat Asar... Banyak anak - anak kampung berdatangan ke musholla untuk belajar ngaji baca qur'an."


"Maya..." panggil Panji.


"Iya Kak...


Sebentar bikin kopi dulu."


"Ini kopinya.


Ada apa Kak..?"


"Duduk sini, aku pakai kan kalung nya. Biar kamu terlihat cantik."


"Hemmm,


Tak kirain ngajak tidur sore."


Setelah mengenakan perhiasan mas kawin dari Panji, Maya berkata,


"Makasih ya kak, mas kawinnya sangat istimewa.


Ini perhiasan berlian super."


"Iya Maya, sama - sama.


Katanya asisten Jeje... Kamu bisnis perhiasan."


"Iya, tetapi kecil - kecillan. Jualnya pun di rumah Kak."


Setelah menyeruput kopi panas, dan menyulut rokok, Panji bertanya,


"Ada berapa anak - anak fakir miskin yang tinggal di yayasan ini..?"


"Ada 11 Kak, anak yatim piatu ada 7.


Ada yang masih sekolah SD, SMP dan SMA.


Ada 10 anak fakir miskin juga tinggal di yayasan."


"Apa ada ustad disini..?"


"Tidak ada kak, yang mengajar ngaji anak - anak ya... Kadang - kadang aku sendiri, kadang Mbak Rahma sekretaris yayasan."


"Gitu ya..."


Adzan Magrib terdengar berkumandang.


Anak - anak yayasan sudah berkumpul di depan musholla sambil bercanda.


Panji bergegas mengimami solat Magrib.


Setelah selesai solat Magrib, Panji berkata,


"Maya... Kakak mau ke daerah Wonokromo dulu, ke rumah Nasir teman akrab ku dulu.


"Iya Kak... Salam sama Nasir ya.


Jangan malam - malam Kak."


"Iya," ujar Panji kemudian pergi ke jalan raya, lalu naik angkutan umum.


Setiba di depan rumah Nasir... Panji uluk salam,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab seorang ibu,


"Mencari siapa Nak..?"


"Mencari Nasir Bu...


Saya Panji Buk."


"Oooh, Nak Panji toh. Sampai gak kenal Ibuk.


Ayoo masuk Nak Panji, lama sekali kamu gak main ke rumah ini, dulu sering tidur sini."


"Nasirnya mana Buk..?"


"Nasir ada di musholla Nak Panji, dia baru seminggu keluar dari penjara."


"Kok bisa di penjara Buk..?"


"Gara - gara mabuk terus ikut tawuran sama teman - temannya.


Nasir menganiaya anak kampung sebelah."


"Berapa lama dia di penjara Buk..?"


"6 Bulan.


Dua tahun yang lalu... Nasir juga di penjara setahun, kasus narkoba.


Untung Kakak perempuan nya yang jadi polisi, bisa mengurusnya. Hingga, gak jadi di vonis 3 tahun penjara.


Ibuk sudah gak tau lagi Nak Panji... Nasir terlalu nakal.


Sekolah kelas 2 SMA putus.

__ADS_1


Anak laki - laki satu - satunya, nakal nya minta ampun.


Tetapi Alhamdulillah...


Sepulang dari penjara, beberapa hari ini, kalau Maghrib sering pergi ke musholla hingga Isak."


"Assalamualaikum," ucap Nasir.


"Waalaikumsalam," sahut Panji.


"Panji..! Kapan datang," kata Nasir kemudian saling berpelukan.


Setelah melepas pelukannya, Nasir berkata,


"Bagaimana kabar mu..? Lama sekali tak ketemu."


"Alhamdulillah, tambah ganteng hahahaha


Mari kita keluar, kita nongkrong ke Shot Bar," ajak Panji.


"Apa kamu ada uang..? Ngajak nongkrong ke Shot Bar!"


"Ada..."


"Baiklah, aku ganti kaos dulu."


***


Shot Bar.


Sambil minum segelas Vodca plus sprite lemon, Panji berkata,


"Katanya ibuk mu, kamu habis masuk penjara..?"


Hahahaha!


Iya Panji, biasa,, kasus tawuran."


"Dari pada kamu jadi preman kampung... Mending jadi mafia besar. Terhormat juga banyak uangnya."


"Hahahaha!


Iya sih, benar kata mu."


"Kamu mau gak kerja ikut aku..? Dari pada kamu nganggur lontang - lantung di kampung."


"Kerja apaan..?"


"Mengurus jasa pengawalan dan keamanan."


"Kedengarannya sangat asik sekali bisnis itu."


"Kamu kan pinter ilmu beladiri, dari pada ilmu mu buat tawuran, mending buat kerja cari uang," kata Panji.


"Baiklah.


Kapan aku bisa kerja..?"


"Besok kamu pergi ke Perbakin, kamu belajar nembak dulu, dan mengurus surat izin kepemilikan senjata api."


"Emang harus wajib pake senjata api..?"


"Ya gak wajib sih, cuma kamu harus bisa mengunakan senjata api dengan baik dan benar.


Karena... Jasa pengawalan dan keamanan ini sering berhadapan dengan para mafia kelas atas.


Kalau begitu... Aku pulang dulu ya, besok jam 9 pagi kamu temui aku di rumah Maya istri ku, di jalan raya Pondok Candra, yayasan Kasih Ibu."


"Baiklah Panji.


Jadi menikah nieh sama Maya, gadis cantik kembang sekolah."


"Ini uang buat naik taxi dan beli rokok," ujar Panji sambil menyodorkan uang sebesar 1 juta,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Nasir.


"Banyak sekali uang ini, satu juta.


Panji kerja apa kok banyak uangnya?


Terimakasih sahabat ku!"


***


Setelah menyulut rokok marlboro, Panji kaget mendengar suara lelaki membaca Al qur'an.


Setelah menengok ke belakang, Panji sangat terkejut lalu berkata lirih,


"Subhanallah...


Di dalam gubuk itu ada gelandangan sedang melantunkan ayat - ayat suci Al qur'an.


Siapa gelandangan itu..? Suaranya merdu sekali."


Ketika mendengar suara anak bayi menangis... Rasa mabuk Panji jadi terasa setengah hilang.


"Suara orang ngaji terhenti, dan ganti suara bayi," gumam Panji,


"Apa ini suara anak bayi bangsa jin sungai ya..?


Suaranya semakin kencang, coba aku dekati gubuk itu.


Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam, jawab seorang lelaki muda.


"Kalian ini manusia apa bangsa jin ya..?"


"Maaf Mas... Kami jangan di rampok, jangan sakiti kami.


Kami tidak punya apa - apa," kata seorang ibu muda sambil mengendong bayi nya.


"Tidak Buk, saya tidak merampok ibuk, saya ingin membantu ibuk.


Anak ibu kenapa kok menangis kencang sekali..?"


"Anak kami mungkin lapar Mas," kata Ayah nya,


"Kami tidak punya susu dan makanan, hanya ada air gula."


"Bapak ibuk, tunggu sebentar ya..? Aku belikan susu dan bubur untuk bayi kalian," kata Panji kemudian bergegas pergi ke supermarket terdekat.


*


"Mbak... Mau tutup kah tokonya..?"


"Iya Mas, sudah hampir jam 10 malam."


"Sebentar Mbak, mau beli susu sama bubur bayi."


"Oh iya Mas, silahkan."


Setelah membeli 2 dot juga susu 1 dus besar dan bubur balita juga roti, minuman dan termos air panas, Panji mampir ke warung untuk membeli nasi bungkus dan air panas juga kopi.


Tak lama kemudian,


"Ini buk susunya, dan ini termos air panasnya," kata Panji sambil meletakkan kantong plastik besar.


"Terimakasih Mas," ujar ibuk muda itu sambil meletakkan bayi nya yang masih menangis.


Setelah membuat susu, dengan cepat ibuk itu meminumkan nya pada anaknya.


"Alhamdulillah...


Terimakasih ya Mas...


Baru kali ini saya menjumpai orang baik yang peduli pada kami," kata bapak muda itu.


"Bapak siapa namanya..?"


"Muhammad Arifin Mas."


"Saya Panji Pak.


Ini saya beli nasi 3 bungkus, mari kita makan bersama," kata Panji kemudian menyodorkan 2 bungkus nasi bebek.


Sambil makan bersama... Panji berkata,


"Pak Arifin... Bapak rumahnya mana, kok tinggal di bantaran sungai Wonokromo..?"


"Saya asli Tanggul Jember Mas Panji.


Ceritanya panjang.


Tadinya kami kos. Setelah pabrik tempat saya bekerja bangkrut, kami tidak kerja lagi. kami tidak punya uang untuk sewa kos.

__ADS_1


Lalu kami jadi pemulung dan tinggal di bantaran sungai ini."


"Pak Arifin sudah berapa lama jadi pemulung...?"


"Baru 6 bulanan Mas."


"Anaknya 2 ini ya Pak..?"


"Iya Mas, kakak nya ini umur 4 tahun, waktunya sekolah Tk.


Dan yang kecil ini baru berumur 10 bulan."


"Pak Arifin umur berapa sekarang..?"


"Umur 27 Mas, istri saya umur 24."


"Mengapa tidak pulang saja ke kabupaten Jember..?"


"Tidak berani pulang Mas, karena, kami punya hutang sama tetangga."


"Tadi... 2aktu ngaji baca qur'an, suaranya Pak Arifin enak dan merdu."


"Iya Mas, Alhamdulillah, bisa ngaji karena dulu saya pernah tinggal di pesantren 3 tahunan.


Dulu... Sewaktu di desa, saya sempat mengajar ngaji qur'an di musholla milik tetangga.


Berhubung saya punya hutang untuk biaya perawatan bapak saya... Saya terpaksa pergi ke kota untuk bekerja.


Maksud saya kerja agar bisa membayar hutang, ternyata Tuhan berkehendak lain."


Selesai makan dan minum... Panji berkata,


"Pak Arifin dan ibuk Ina, malam ini ikut saya ya...?


Semua barang milik Pak Arifin, jangan di bawah, biarkan disini.


Nanti aku belikan pakain yang baru."


"Ikut kemana Mas Panji..?"


"Ikut ke rumah ku, Pak Arifin saya kasih tugas mengajar ngaji anak - anak di yayasan."


"Alhamdulillah...


Benar apa yang di katakan kyai Romli guru ku.


Terimakasih Mas Panji, dengan senang hati."


"Mari Pak, buk...


Kita naik taxi saja."


*


Jam 11 malam... Panji tiba di yayasan Kasih Ibu.


Setelah turun dari taxi, seorang penjaga yayasan menyapa Panji,


"Selamat malam Gus..."


"Malam juga Kang," sapa Panji,


"Mari Pak, silahkan duduk dulu di teras, saya panggilkan istri saya."


"Baiklah Mas Panji."


"Maya... Maya..?"


"Iya Kak, sebentar."


"Maya... Tolong tunjukkan kamar tamu, dia calon ustad di yayasan ini.


Mereka ada di teras."


"Iya Kak.


Kakak ini mabuk ya? Habis minum di mana sih!


Pasti mabuk sama Nasir nieh?"


"Mabuk dikit, minum wedang jahe juga hilang mabuk nya."


"Selamat malam Pak, Buk," sapa Maya,


"Saya Maya, istrinya Gus Panji."


"Selamat malam juga bu Nyai."


"Mari... Silahkan istirahat di kamar yayasan. Mari ikuti saya.


Silahkan istirahat ya Pak, Bu...


Sementara tidur sini dulu, besok biar di buatkan kamar lagi sama Gus Panji."


"Terimakasih Bu Nyai Maya, semoga amal kebaikan Gus Panji sama Bu Nyai Maya di balas dengan kebahagiaan yang agung."


"Aamiin...


Saya tinggal dulu ya," kata Maya kemudian pergi menuju kamar nya.


*


"Hemmm...


Suamiku sudah tidur, pasti pengaruh alkohol. Baunya minuman Vodca."


Kemudian Maya duduk di kursi depan piano di pojok ruangan kamarnya. perlahan - lahan... Jari jemari Maya menekan deretan tombol.


Terdengar perlahan denting piano dengan nada lagu berjudul Just For You, Richard Cocociante.


Sambil memainkan denting piano... Maya mengingat kenangan indah bersama Panji.


Sambil tersenyum, Maya mengingat masa - masa SMP. Yang mana, waktu pertama kali Panji berjuang untuk mendapatkan cinta Maya.


Maya juga mengingat kenangan indah kala di pantai Parangtritis, Borobudur dan di pantai Kutai Bali.


Sesekali Maya men-nyanyi lagu Just For You sambil memainkan piano.


Tiba - tiba... Maya meneteskan air matanya ketika men-nginggat perceraian nya dengan Panji, hingga Maya berjuang sangat keras untuk mendapatkan kembali cinta Panji.


Masa - masa sulit dalam kisah cintanya dengan Panji.


Mendengar suara denting piano... Panji terbangun sambil menatap Maya yang menghayati setiap sentuhan not nada piano.


Perlahan - lahan Panji berjalan mendekati Maya, lalu mengulurkan tisu.


"Hapuslah air mata mu.


Aku tau kamu masih rindu kepada ku.


Aku mau renang dulu."


"Baiklah Kak.


Aku buatkan jus oreng kesukaan mu."


"Ini kak, Es jus nya.


Minumlah biar segar tubuh mu."


"Sebentar."


Sambil menunggu suaminya selesai renang malam... Maya berkata,


"Kamu selalu mengerti apa yang aku pikirkan.


Dari remaja... Hanya kamu yang bisa membuatku bahagia.


Sungguh, aku sangat mencintai mu dari dulu hingga sekarang.


Aku berjanji, tidak akan menyakiti dan meninggalkan mu lagi Kak."


"Maya...


Aku mau solat malam dulu ya, habis solat malam kita tidur."


"Iya Kak.


Aku ikut solat malam kamu boleh kan?"


"Boleh."


"Baiklah, aku ikut berjamaah."


*****


Pagi jam 10, Maya masih tertidur lelap.

__ADS_1


Sementara Panji berbincang - bincang di teras dengan Rohma sekretaris yayasan.


__ADS_2