SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
PETUNJUK KALUNG BANDUL


__ADS_3

"Gus Sazuke... Ilmu yang kamu peroleh adalah titisan atau percikan dari doa Abah mu. Ilmu titisan itu sifatnya lemah dan lambat laut bisa hilang musnah," ujar nasehat Panji,


"Tirulah cara Abah mu mendapatkan ilmu.


Untuk mempunyai ilmu... Abah mu sering tirakat dan riyadhoh juga belajar kepada seorang wali agung. dari mulai usia muda, Abah mu ahli istiqomah hingga sekarang


Kamu harus meniru Abah mu jika kamu ingin mempunyai ilmu yang luhur nan luas seperti samudra."


"Siapakah gurunya Abah ku Gus," tanya Gus Sazuke.


"Guru spritual nya bernama Syeh Abu Satin, yang di kenal dengan kyia Sundul Langit Cirebon.


Dari sekian banyak muridnya, hanya 7 orang yang menjadi wali khos. Salah Satunya adalah Syeh Abdul Jalil Al Qurtubi guru ku.


Guruku dan Abah mu kyai Dimyati adalah satu guru Mursyid. Abah mu adalah adik seperguruan Syeh Abdul Jalil.


Jadi... Aku memanggil Abah mu kyai Dimyati adalah Paman guru.


Mulai saat ini... Hilangkan rasa sombong mu, keangkuhan dan juga rasa jumawamu.


Jangan mentang - mentang kamu putra seorang ulama besar, kamu malas belajar ngaji dan suka berbuat seenaknya."


Mendengar nasehat Panji yang usianya lebih muda... Gus Sazuke diam dan tertunduk. Hati Sazuke mulai menyadari kesalahannya.


"Sudah berkali - kali Abah dan Umik mu menasehati diri mu, tetapi kamu tidak pernah menghiraukan nya.


Janjimu... Kamu mau menjadi murid ku dan mau melakukan apa saja untuk ku.


Sekarang... Pamitlah sama Abah dan Umik mu.


Pergilah ke makam kyai Sundul Langit selama 100 hari. Puasalah disana. Amalkan wirid surat Al iklas setiap hari.


Setelah dari makam kyai Dundul Langit... 0ergilah ke makam kyai Jabat desa pelamun serang Banten selama 40 hari. Setelah itu, temuilah Syeh Hamdani di belakang pasar Pandeglang Banten.


Setelah itu, ngajarlah kitab di pondok pesantren Shinobi.


Pergilah sekarang juga, Tidak perlu membawah nama besar Abah mu.


Itu pelajaran dari ku untuk mu."


"Bagaimana aku bisa ngajar kitab kuning, sedangkan aku tidak bisa membaca kitab kuning," kata Sazuke.


"Makanya kamu, saya suruh tirakat di makam kyai Sundul Langit, agar kamu bisa menguasai ilmu kitab lewat jalur dalam."


"Baiklah Gus Panji, kalau begitu saya pamit dulu," kata Gus Sazuke kemudian mencium lutut Panji.


Setelah sungkem... Dengan ilmu saipi angin, Sasuke menuruni Gunung Gede.


Sementara...


dengan kewalian nya, kejadian antara Panji dan Sasuke di teras kamar gubuk hingga di puncak Gunung Gede di lihat dan di dengar oleh kyai Dimyati dari dalam rumahnya.


Kyai Dimyati juga mengetahui kalau Panji sudah sembuh dari semalam.


***


Adzan Asar berkumandang. Setelah mandi, Panji mengenakan sarung dan baju takwa milik Sasuke, kemudian berjalan menuju masjid pesantren.


Begitu Panji memasuki teras masjid... Kyia Dimyati berkata,


"Gus Panji... Silahkan di imami."


"Paman saja, karena Panji terlalu muda."


"Ini perintah dari paman guru mu," ujar kyai Dimyati.


"Baiklah Paman," jawab Panji kemudian mengimami solat Asar.


***


Kota Bogor.


Sambil duduk santai di kantin kampus... Tamara bertanya pada salah satu teman perempuan nya,


"Dela, apa kamu tau arti tulisan di gandul kunci ini..?"


Setelah melihat dengan kalung milik Panji... Dela berkata,


"Tidak tau. Tetapi....Sepertinya gandul kalung ini seperti kunci loker deh."


"Iwan..! Sini bentar," panggil Dela.


"Ada apa..?"


"Sini buruan."


"Iya ada apa..?"


"Coba kamu lihat kalung ini. Kamu tau gak, arti Huruf BCH 1025 indonesia?"


"Kalau gak salah... Gandul ini kunci loker di Bank Central Hongkong cabang Jakarta indonesia.


Kalau gak salah loh ya..!


Karena ada tulisan huruf BCH yang artinya Bank Central Hongkong. 1025 adalah no Lokernya. Indonesia maksudnya adalah cabang bank di indonesia.


Coba cek saja sekarang. Bank Hongkong tutup jam 4. Jam 4 sampai jam 6 biasanya buka lewat samping. Tetapi hanya untuk orang - orang khusus."


"Kok kamu bisa tau," tanya Dela.


"Karena aku sering di suruh Ayah menyimpan uang di bank Hongkong. Jadi, yaa sedikit tau."


"Kalau begitu... Aku pergi dulu ya. Iwan, trimakasih atas informasi," kata Tamara


"Iya bu Nyai yang cantik..."


Setelah naik taxi dan sampai di Bank Central Hongkong... Tamara pun berjalan menuju kantor Bank.


"Permisi Mbak," sapa seorang satpam,


"Mbak mau kemana..?"


"Mau ke kantor Pak."


"Maaf Mbak, kantor bank baru saja tutup."


"Pak mau tanya, apa benar ini kunci loker Bank Central Hongkong," kata Tamara sambil menunjukkan kalung bergandul kunci.


Begitu melihat kunci platinum dengan kode 1025, satpam itu berkata,


"Benar Mbak, ini kunci loker bank sini.


Atas nama siapa ini..?"


"Atas nama Panji suami saya Pak," jawab Tamara berbohong.


"Mbak silahkan lewat pintu samping ya...


Mbak nanti tulis nama dan alamat sesuai ktp di satpam penjaga."


"Baiklah Pak terimakasih."


Setelah menulis alamat sesuai ktp, Tamara menuju loker 1025. Setelah membuka loker... Tamara mengambil beberapa dokumen lalu membacanya pelan.


"Nama Ahmad Panji Hening Alamat Surabaya. Sebagai pendiri dan pemilik PT Java kontraktor.


Pt Jaya Abadi. perusahaan pengolahan kayu di samarinda ini juga milik Ahmad Panji Hening.


Ada surat saham PT tambang Emas dan PT tambang batu bara.


Ada 4 batang Emas murni dan ada uang cas sebesar 10 juta. Ada cek sebesar 2 Trilyun.

__ADS_1


Ini ada foto nya Gus Panji bersama seorang wanita cantik.


Siapa wanita ini..?"


"Subhanallah...


Ternyata Gus Panji adalah seorang pengusaha kaya raya. Lebih baik aku ke kantor PT Java kontraktor. Aku bawah saja foto ini, siapa tau bisa jadi petunjuk," kata Tamara kemudian pergi meninggalkan bank central Hongkong.


Melihat taxi mangkal di pinggir jalan sebelah bank, Tamara berkata,


"Pak... Apa bapak tau kantor PT Java kontraktor?"


"Tau Mbak, tetapi jauh, sekitar kurang lebih satu jam man lah dari sini."


"Apa bapak bisa antar saya kesana?"


"Bisa Mbak, silahkan."


Tak lama kemudian, setelah sampai di PT Java kontraktor, Tamara langsung menemui satpam penjaga,


"Selamat sore Pak..?"


"Selamat sore juga."


"Saya ingin bertemu dengan manajer PT Java kontraktor," kata Tamara.


"Maaf Mbak, ini sudah jam 5 sore, kantor sudah tutup. Besok pagi saja Mbak datang kesini."


"Baiklah Pak, besok siang sepulang kuliah saya akan ke sini lagi."


Begitu Tamara hendak membalikkan badan... Sebuah Mobil BMW melaju keluar dari dalam perusahaan.


"Mang..! Berhenti di depan pos keamanan. Itu ada gadis cantik mau mencari siapa. Kelihatannya... Gadis itu sangat berwibawa sekali," kata Leni sekretaris Jialing Group,


"Jangan jangan... Ada hubungan nya dengan Tuan Panji. Karena Tuan Panji itu kabarnya gemar mengoleksi wanita cantik."


"Selamat sore Non Leni," sapa salah satu satpam,


"Ada yang bisa saya bantu..?"


"Gadis itu mencari siapa..?"


"Katanya mau mencari manajer PT Java kontraktor Non."


"Coba panggil dia," ucap Leni kemudian turun dari mobil.


"Baiklah Non," jawab pak satpam kemudian bergegas mengejar Tamara.


***


"Selamat sore Mbak," sapa Leni.


"Sore juga."


"Mbak dari mana..?"


"Saya dari kampus pertanian Bogor. Kenalkan nama saya Tamara."


"Saya Leni. Ada keperluan apa Mbak mencari manajer PT Java kontraktor?"


"Saya mau mencari petunjuk tentang Gus Panji."


Mendengar nama Gus Panji... Leni langsung kaget berdetak jantungnya.


"Mbak Tamara, mari masuk mobil, ikut saya. Kita ngobrol di cafe saja," ajak Leni.


"Baiklah Mbak Leni," jawab Tamara kemudian masuk mobil.


"Mang... Kita ke Hotel Atlanta."


"Baiklah Non," kata Mang sopir kemudian melajukan Mobilnya.


Kring..!


"Selamat sore Nyonya Maya."


"Selamat juga Leni. Ada apa menelpon ku..?"


"Saya ingin bertemu Nyonya sekarang di restoran Hotel Atlanta. Tetapi saya masih dalam perjalanan.


Ada kabar Tuan Panji telah di temukan keberadaan nya."


"Alhamdulillah...


Baiklah sekretaris Leni, aku segera ke restoran."


Tak lama kemudian, mobil BMW masuk ke halaman parkir Hotel Atlanta.


"Mari Non Tamara, kita makan malam sambil ngobrol di restoran," ajak Leni.


"Baiklah."


Melihat Nyonya Maya duduk di kursi restoran, Leni dan Tamara mendekati.


"Selamat sore Nyonya..."


"Selamat sore. Duduklah," kata Maya.


"Selamat sore Nona," sapa salah satu pelayan restoran,


"Mau pesan apa..?"


"Pesan makan malam untuk 4 orang Mas, stik daging sapi muda, sop buntut, telor goreng dan jeruk hangat," jawab Maya.


"Baiklah Non."


"Leni... Dimana Tuan Panji sekarang..?"I


"Nona Tamara... 8ni Nona Maya istri Tuan Panji," kata Leni,


"Ceritakan tentang keberadaan Tuan Panji."


"Baiklah.


Gus Panji sekarang berada di rumah ku. Di pondok pesantren Shinobi desa cilukba kecamatan cipanas kabupaten Cianjur.


Gus Panji di temukan oleh Abah ku di sebuah musholla pinggir jalan, dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.


Saat ini... Gus Panji sedang mengalami Amnesia, ingatannya hilang.


Dia tidak tau nama nya sendiri, tidak ingat siapa siapa kecuali aku dan Abah ku."


"Permisi Non, ini santap makan malamnya sudah siap," ujar salah satu pelayan kemudian meletakkan piring di meja.


"Tamara... Silahkan makan dulu," kata Maya sambil meneteskan air matanya.


Sambil menikmati santap makan malam... Maya berkata,


"Jadi... Abah mu yang telah merawat Tuan Panji..?"


"Iya Nona. Saya sekeluarga juga ikut merawat Gus Panji. Itu perintah Abah ku."


"Bagaimana bisa kamu pergi ke PT Java kontraktor di Jakarta..?


Dari mana kamu tau PT Java kontraktor itu," tanya Maya.


"Petunjuk dari kalung berbandul kunci ini. Kalung ini milik Gus Panji," kata Tamara kemudian menyodorkan ke hadapan Maya.


"Kalung apa ini..?"


"Itu adalah kalung kunci loker Bank Central Hongkong.

__ADS_1


Setelah aku membuka loker itu, aku menemukan dokumen hak kepemilikan perusahaan PT Java kontraktor dan PT kayu Abadi, pabrik pengolahan kayu di Samarinda Kalimantan.


Juga ada surat saham PT tambang Emas dan saham pt Batu Bara Kalimantan. Ada 4 emas batangan dan uang cas sebesar 100 juta.


Ini aku ambil selembar foto untuk mencari jejak Gus Panji.


Dari situlah aku langsung pergi ke PT Java kontraktor."


Setelah menulis cek 100 juta... Maya berkata,


"Nona Tamara... Ambillah cek ini. Ini hadiah dari ku sebagai tanda rasa terimakasih ku atas kepedulian mu mencari jejak suamiku."


"Tidak Non Maya, aku ikhlas melakukan semua ini. Karena demi kebaikan Gus Panji."


"Tamara... Terimalah. Ini bentuk rasa syukur ku atas kepedulian mu," kata Maya sambil memaksa.


"Baiklah kalau Nona Maya memaksa. Saya ucapkan terimakasih banyak," ujar Tamara.


"Apakah Non Tamara mau mengantarkan kami ke rumah mu?"


"Mau Non Maya."


"Baiklah, selesai solat Maghrib, kita berangkat ke puncak Cianjur," ujar Maya sambil menyudahi makan malam nya.


"Leni... Kamu boleh kembali pulang untuk istirahat.


Aku akan minta antar direktur Youri," kata Maya sambil mengambil Hp nya di dalam tas.


"Baiklah Nyonya, saya permisi dulu," kata Leni.


Kring..!


Hp sekretaris Novi berdering. Setelah terhubung,


"Selamat sore Nyonya Maya."


"Sore juga.


Novi... Antar aku ke puncak Cianjur sehabis solat Magrib.


Aku tunggu di hotel Atlanta."


"Baiklah Nyonya," jawab Novi kemudian mematikan teleponnya.


Kring..!


Hp Panji berdering. Setelah tersambung,


"Assalamualaikum Kak."


"Waalaikumsalam," jawab Maya.


"Ini kak Maya," kata Hanan adik nya Panji.


"Iya... Ini kak Maya."


"Kak Panji nya mana..?"


"Kak Panji lagi mandi," jawab Maya berbohong,


"Ada apa..? Nanti aku sampaikan."


"Kebetulan kalau Kak Panji lagi mandi. Jangan bilang - bilang kak Panji ya..?


Kak Maya... Aku mau minta uang buat jajan dan kamar gubuk di pondok pesantren Nganjuk."


"Loh, kamu pindah mesantren nya?"


"Iya kak, habis ikut tawuran di warung depan sekolah."


"Jangan nakal - nakal ya kalau di pondok pesantren. Jangan seperti kak Panji."


"Iya kak Maya."


"Belajar yang pinter, ngaji yang sungguh - sungguh. Biar besok kamu jadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain."


"Iya kak."


"Itu tanah siapa kok kamu bangun kamar gubuk bambu..?"


"Ini tanah punya Papa Kak, warisan dari Kakek."


"Kalau begitu Aku transfer 100 juta habis magrib. Ingat... Uang ini untuk biaya sekolah dan kebutuhan di pondok pesantren hingga lulus. Bagun kamar pakai batu bata saja, biar kuat. Atau bikin rumah kecil juga gak apa - apa, paling juga habis 30 juta. barangkali suatu saat kak Panji ke sana jenguk kamu. Kan bisa nginap disana."


"Banyak baget kak transfer nya..?


Aku hanya minta 200 ribu saja."


"Sudah gak apa - apa. Barangkali kamu butuh beli baju atau apa.


Ingat... Jangan pakai narkoba lagi, jangan suka mabuk dan balapan motor.


Aku catat no rekening mu."


"Iya Kak," setelah memberitahukan no rekening, Hanan uluk salam.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Maya.


"Hemmm, gak Mama gak Kak Maya.... Gak Siska sama aja, cerewet," ujar Hanan di dalam wartel,


"Tetapi banyak sekali kak Maya transfer uang. Emang kerja apa kak Maya itu kok banyak duit nya.


Lebih baik aku ke makam saja sehabis solat Magrib."


Setelah solat Magrib, dua mobil BMW meluncur ke puncak Cianjur.


Sementara....


Setelah ngobrol dan makan malam dengan kyia Dimyati, Panji berkata,


"Paman... Saya mau pamit dulu. Saya akan ke makam istri saya di kabupaten Sukabumi.


Saya juga ingin ke makam Mbah wali Dirjo Jakarta."


"Gus... Kepala mu belum sembuh 100%. Lebih baik kamu di sini saja, sampai benar - benar sembuh," kata kyai Dimyati.


"Saya sudah sembuh Paman, sudah saya tidak terasa sakit atau pusing lagi."


"Baiklah kalau kamu memaksa pergi. Ambillah uang ini untuk di jalan.


Biar diantar sama kang Nur hingga jalan raya arah sukabumi."


"Terimakasih Paman."


"Kang Nur..."


"Sendikoh dalem kyia."


"Antar Gus Panji hingga jalan raya. Sekalian kamu setopkan bis ke arah Sukabumi."


"Baiklah Kyai," jawab kang Nur kemudian menuju garasi mengeluarkan mobil Taff.


Setelah berada di jalan raya, Panji berkata,


"Kang Nur... Kembali lah ke pondok. Aku akan setop bis sendiri saja.x


"Baik Gus Panji," jawab kang Nur kemudian melajukan mobilnya.


Namun... Kang Nur berhenti tak jauh dari Panji berdiri untuk memastikan Panji naik bis yang benar."

__ADS_1


__ADS_2