SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
ORERASI SENYAP LUAR NEGRI


__ADS_3

Bangkok Thailand.


Setelah mengamati seharian... Kim Sai'in mengikuti sekolompok geng motor Young Boys beranggotakan sekitar 30 orang.


Kim Sai'in dan dua anggota inti Thailand mengamati dari sebarang jalan dengan mengunakan teropong.


"Mereka sedang pesta minuman keras dan pesta ***," ujar sopir yang juga anggota inti wilayah Thailand.


"Gudang apa itu..? Apa tidak ada cctv nya," tanya Kim.


"Tidak ada Tuan, itu gudang bekas yang tidak terurus. Tidak ada cctv, dan rumah penduduk agak jauh. Karena ini adalah pinggiran kota yang sepi.


Mereka seperti sering ke sini, karena jauh dari keramaian."


"Biarkan mereka mabuk dulu, setelah itu kita sergab, dan kita habisi."


"Baiklah Tuan."


"Apa kamu sudah pesan tiket ke Malaysia untuk penerbangan malam ini...?"


"Sudah Tuan."


"Sudah jam 7 malam, mari kita sergab," kata kim,


"Son, Kamu serang sebelah kanan, aku tengah dan kamu Ming, sebelah kiri."


"Baiklah Tuan," kata sopir kemudian melajukan mobilnya lalu putar balik.


Setelah mobil di parkir di sebelah gudang, Kim dan kedua anggota inti mengeluarkan senjata api peredam suara.


Melihat 4 anggota geng motor yang lagi duduk di depan gudang sambil memegang botol, tanpa banyak bicara, Kim dan dua temannya dengan cepat melesatkan tembakan.


Slup slup slup..!


Ke 4 anggota geng motor tewas di tempat bersimbah darah.


Dengan mengenakan masker dan topi juga jaket kulit, Kim dan dua anggota inti menyelinap ke gudang lewat pintu depan.


Melihat anggota geng motor mabuk dan sedang pesta ***, Kim dan kedua anggota inti langsung melakukan penyerangan.


Mendapatkan serangan tembakan yang mendadak... Banyak anggota geng motor yang roboh bersimbah darah.


Beberapa anggota geng motor sempat melepaskan tembakan hingga terdengar suara letusan keras.


Namun, karena dalam keadaan mabuk dan tidak siap, dengan cepat Kim membantai mereka.


Melihat 2 perempuan dan 2 orang laki - laki telanjang di salah satu ruangan, Ming anggota inti berkata,


"Siapa ketua kalian..!"


"Ini Tuan," jawab salah satu perempuan yang duduk telanjang sambil ketakutan.


Slup Slup Slup..!


Tanpa banyak bicara, Kim melepaskan beberapa kali tembakan hingga ke empat anggota yang pesta *** itu mati bersimbah darah.


"Ming..! Bakar gudang ini," perintah Kim.


"Baiklah Tuan."


Setelah membakar gudang, Kim menjatuhkan 4 kartu anggota organisasi The Tiger di depan dan di samping gudang. Kemudian Kim pergi bersama dua anggota inti.


Setelah membuka sarung tangannya, Di dalam mobil, Kim ganti baju dengan baju putih dan setelan jas seperti seorang pembisnis.


"Son, Ini ada cek dua miliar untuk mu, ini cek untuk mu Ming, juga dua miliar. Besok keluarlah dari Thailand. Berliburlah ke Vietnam, lewat jalur laut. Kalian bisa mencairkan cek ini di Bank Central Vietnam.


Tunggu perkembangan berita, baru kalian boleh masuk kembali ke negara Thailand."


"Baiklah Tuan."


"Jangan lupa, bakar semua barang bukti."


"Baiklah Tuan."


"Kalau begitu, aku pergi dulu," kata Kim kemudian masuk bandara.


**


Setelah naik pesawat dengan tujuan penerbangan Kuala lumpur Malaysia, tiba - tiba banyak polisi di bandara Don Mueang Bangkok Thailand.


Beberapa polisi menanyakan kepentingan berkunjung di Thailand, dan juga memeriksa dokumen surat - surat kepada setiap orang di bandara.


kejadian pembantaian anggota geng motor Young Boys sebanyak 34 dan kebakaran gudang bekas kayu, menjadi berita utama di Negara Thailand.


Bahkan berita pembantaian itu juga memenuhi layar kaca televisi jaringan internasional via parabola.


Beberapa pengamat di televisi mengatakan, kelompok Mafia telah membantai anggota geng motor.


Kring..!


Hp Tuan Matrik berdering. Setelah tersambung,


"Selamat malam Matrik."


"Selamat malam juga Tuan Cahyadi."


"Kamu di mana..?"


"Ada di restoran Hotel The King Thailand Tuan. sedang makan malam bersama direktur Lim Shauw."


"Segera kembali ke kamar, kamu lihat berita di televisi."


"Baiklah Tuan."


"Setelah itu hubungi aku," ujar Tuan Cahyadi kemudian menutup telponnya.


Setelah makan malam, Tuan Matrik kembali ke kamar Hotel nya. Setelah menyalahkan televisi, Tuan Matrik sangat terkejut sekali mendengar dan melihat berita kematian 34 anggota geng motor Young Boys.


"Apa benar pelakunya kelompok organisasi The Tiger," Ucap Tuan Matrik sambil duduk menikmati kepulan asap rokok,


"Tuan El Jhon, coba kamu rekam semua berita pembantaian kelompok gengster motor. Aku ingin melihat dengan detail."


"Baiklah ketua."


"Apa benar The Tiger berani melakukan pembantaian besar seperti ini," gumam Tuan Matrik.


"Tidak mungkin kelompok The Tiger ketua.


Biasanya model penyerangan seperti ini di lakukan oleh orang orang keluarga Markus.


Mereka selalu melakukan penyerangan dengan tembakan bertubi - tubi, dan membakar rumah.


Tuan ingat gak, kejadian beberapa tahun yang lalu di rumah Lady ketua organisasi The Bluss..?


Pelakunya adalah keluarga Markus. Mereka langsung memberondong tembakan, setelah itu membakar rumah Lady.


Kalau organisasi The Tiger, biasanya dia menembak korbannya lalu pergi. Dan yang di bunuh rata - rata adalah kelompok jaringan narkoba. Saingan bisnis dan perebutan wilayah.


Kalau membantai geng motor apa untungnya..?"


"Iya benar juga kata mu.


Tidak mungkinlah, mafia membantai anggota gengster motor.


Tetapi...


Bisa juga sih, kalau masalah narkoba.


Waduh..! Operasi kita jadi terhambat nieh, akibat kasus ini. Kurang ajar..!"


***


Kota Surabaya.


Sehabis solat Isak, jam 9 malam Maya beranjak istirahat tidur di kamar. Sementara, Panji sedang ngobrol dengan calon sopir baru.


Begitu melihat berita Tv parabola chanel Beijing berbahasa mandarin, Maya yang tidur - tiduran, langung duduk dan mendekati Tltelevisi.


"Auw..! Di pinggiran kota Bangkok Thailand, 34 anggota geng motor Young Boys tewas di berondong senjata api. Mayat nya terbakar di dalam gudang.


Jangan - jangan suami ku terlibat dengan insiden ini..?


Tetapi...


Dari kemarin suami ku di rumah bersama ku.


Atau... Anggota organisasi The Blus pelakunya ya," kata Maya lirih.


Sementara,


Di kota Jakarta, petinggi organisasi The Bluss dan anggota inti sangat terkejut mendengar dan melihat berita pembantaian geng motor Young Boys di bangkok Thailand.


*


Kualalumpur Malaysia.


Mendengar berita pembantaian anggota geng motor Young Boys di kota bangkok Thailand, Ketua keluarga Markus berkata pada asistennya.


"Mikel..!"


"Iya Tuan."


"Kamu harus waspada. Aku yakin sekali, pelaku pembantaian anggota geng motor di kota Bangkok Thailand, di lakukan oleh anggota inti organisasi The Blus.


Menurut berita, sehari sebelum kejadian pembantaian itu, geng motor Young Boys terlibat baku tembak dengan anggota pengawalan dari organisasi The Bluss di jalan bebas hambatan.

__ADS_1


Dalam insiden itu... Dua anggota The Blus tewas. Sekarang, 34 anggota geng motor Young Boys di bantai.


Kamu harus waspada dan hati - hati.


Aku khawatir operasi pembunuhan sekretaris Iwan yang kamu lakukan terendus oleh anggota The Blus.


***


Kota surabaya.


"Kok belum tidur," tanya Panji.


"Belum Kak, lagi lihat berita Tv Beijing Cina," jawab Maya


"Emang berita apa'an, kok sampai mendekati layar televisi."


"Ini, 34 anggota geng motor Young Boys di kota Bangkok Thailand tewas di berondong tembakan senjata api. Kemudian di bakar di gudang."


"Ya begitulah kehidupan orang - orang berbuat jahat di bumi ini. Mereka membunuh orang lain, dia akan di bunuh oleh orang lain. Dia menyakiti orang lainnya. Dia akan di sakiti oleh orang lain.


Itulah karma.


Dunia mafia ya begitulah, saling bunuh, dan gusti Allah meridhoi Nya.


Harus ada yang hidup dan harus ada yang mati. Ada yang baik harus ada yang jahat."


"Begitu ya bos," ujar Maya.


"Iya Bu bos..."


***


Setiba di bandara Kuala lumpur Malaysia, malam itu Tuan Kim menuju pintu keluar.


"Selamat malam Tuan Kim," sapa seorang wanita cantik dengan memakai topi bundar,


"Mari ikuti saya."


"Malam juga Tia," jawab Kim lalu mengikuti dari belakang kemudian masuk ke dalam mobil.


Hujan sangat deras sekali. Mobil melaju ke arah luar kota.


"Buka sedikit kacanya."


"Baiklah Tuan," jawab Tia kemudian membuka kaca jendela mobil.


Setelah menyulut rokok, Kim berkata,


"Apa semua sudah kamu siapkan..?"


"Sudah Tuan.


Di jok belakang ada kacamata infra merah khusus untuk melihat di kegelapan. 2 pucuk senjata peredam suara, dengan amunisi 4 kotak. Senjata laras panjang peredam suara. Hp dan nomer telpon baru.


Identitas palsu, paspor internasional palsu, dan dokumen perjalanan bisnis."


"Baiklah."


"Informasi terakhir dari orang ku, Ketua keluarga Markus sekarang lagi liburan. Malam ini mereka sedang istirahat di villa di bukit. 2 jam perjalanan dari kota Kuala lumpur.


Tuan muda Markus sedang bersama istri dan 2 anaknya. Di kawal hanya 10 orang saja.


Asisten Mikel juga ada di villa."


"Apa ada cctv nya..?"


"Ada Tuan."


"Apa jauh dari rumah penduduk..?"


"Lumayan jauh Tuan."


Setelah melakukan perjalanan 2 jam, mobil memasuki perbukitan yang agak gelap. Tia mematikan lampu mobil, perlahan - lahan memarkirkan mobil di bawah pohon agak masuk ke dalam, agar tidak terlihat oleh orang lewat.


Dengan memakai pakaian hitam hitam, Kim dan Tia turun dari mobil sambil menenteng senjata laras panjang.


Jam 2 dini hari, hujan masih turun dengan deras.


Setelah mengarahkan senjata laras panjang seseorang penjaga di depan vila, Kim melepaskan tembakan.


Sluuup..!


Seorang penjaga tewas seketika di kursi duduk.


"Tia, masuklah melompat pagar. matikan listriknya," perintah Kim kemudian melompat pagar, lalu memakai kacamata infra merah.


Setelah lampu di matikan, beberapa orang keluar dari dalam villa dan menuju ke sakelar listrik.


Slup slup..!


Dua orang tergelak di lantai dengan suara erangan kesakitan.


Dalam keadaan gelap, Kim dan Tia buru - buru masuk kedalam Villa. Dengan kacamata infra merah, Kim dan Tia bisa dengan mudah melihat lawan di kegelapan malam.


Slup slup slup..!


Dalam hitungan menit, mayat - mayat bergelimpangan di atas keramik. Mikel yang berada di ruang tamu pun roboh bersimbah darah.


Tuan Markus muda pun tergelak tak bernyawa.


"Tia, jangan bunuh istri dan anak anak, mereka bukan sasaran kita."


"Baiklah Tuan."


"Mari kita pergi. Ambil rekaman cctv nya."


"Baiklah Tuan," jawab Tia kemudian menuju kamar dan mengambil cip rekaman cctv.


Jam 02:30, Kim dan Tia anggota inti wilayah malaysia pergi meninggal kan Villa di atas bukit.


Setelah melakukan perjalanan selama 2 jam, mobil memasuki sebuah gudang peleburan mobil.


Setelah turun dari mobil, Tia menemui temannya dan memerintahkan untuk menghancurkan mobil agar di jadikan limbah mobil rongsokan.


Setelah menyaksikan peleburan mobil, Kim dan Tia pergi mengunakan taxi menuju rumah Tia sendiri.


Setelah mandi dan sarapan, Kim berkata,


"Tia... Ini cek untuk mu sebesar 2,5 milyar. Ini dari ku. Aku ucapkan terimakasih atas bantuan dan kerja keras mu."


"Sama -sama Tuan. Saya sangat berterimakasih sekali, atas kepercayaan nya. Terimakasih juga untuk cek ini.


Kalau Tuan Kim ingin istirahat tidur, mari, aku temani," kata Tia.


"Baiklah, dengan senang hati," jawab Kim kemudian beranjak.


Jam 7 pagi, berita kematian konglomerat asal Malaysia, Tuan Markus muda berserta asisten dan 10 pengawalnya, tersebar dan menjadi berita utama.


Layar televisi di penuhi gambar villa Stritfal.


Wajah Tuan Markus muda terpampang di layar televisi dan koran - koran.


Pagi pagi Tuan Cahyadi duduk di ruang keluarga sambil menimang cicitnya. Sementara Aini sedang menikmati secangkir teh sambil melihat televisi parabola.


Mendengar berita kematian konglomerat asal Malaysia... Tuan Cahyadi langsung meletakkan cicitnya ke ranjang, lalu mendekati televisi.


"Aini..."


"Iya Kek," sahut Aini.


"Apa kamu tau Panji dimana..?"


"Kemarin siang dia telpon, katanya ada di Surabaya.


Ada apa Kek..?"


"Gak apa - apa, cuma tanya saja," jawab Kakek Cahyadi kemudian pergi ke taman sambil memencet no telpon. Setelah terhubung,


"Matrik..."


"Iya Tuan."


"Apa kamu sudah melihat berita di Tv..?"


"Sudah Tuan.


Berita kematian Tuan Markus muda konglomerat asal Malaysia."


"Baiklah, hati - hati diri mu. Firasat ku tidak enak."


"Baiklah Tuan, terimakasih atas perhatian nya."


*****


Singapura.


Pagi - pagi... Wen Lie ketua kelompok Han sedang menikmati secangkir teh dengan seorang gadis simpanan nya. Tiba - tiba asisten datang dan berkata,


"Bos...


Sebaiknya kita harus pergi dari Singapura hari ini juga."


"Ada masalah apa, hingga kita harus pergi dari Singapura sepagi ini..?"


"Bos...

__ADS_1


Tuan Markus muda dan Mikel asistennya, beserta 10 pengawalnya, tadi malam tewas dengan puluhan peluru bersarang di tubuh nya. Mereka di serang tengah malam, saat istirahat tidur di bukit villa Stritfal.


Walau belum di temukan pelakunya, menurut informasi orang kita, pembunuhan itu bukan masalah bisnis. Tetapi balas dendam. Pelakunya di perkirakan anggota inti yang sangat terlatih dari organisasi The Blus.


Ini hanya perkiraan bos.


Untuk menjaga keamanan kita... Sebaiknya, untuk sementara bos bersembunyi di Negara Filipina.


Karena, salah satu anggota kita yang berada di Jakarta, telah membunuh Nona Wilda, istri Godfather ketua organisasi The Blus.


Khawatir nya... Anggota inti The Blus akan membalas dendam dengan melakukan operasi senyap."


"Baiklah," sahut ketua kelompok Han, "Siapkan pesawat pribadi sekarang juga."


"Baiklah Bos."


***


Bangkok Thailand.


"Selamat pagi Ketua," sapa El jhon


"Pagi juga," sahut Tuan Matrik.


"Menurut informasi orang kita... Joker ketua organisasi The King, kini berada di London Inggris. Dia tinggal di salah satu perumahan mewah yang di jaga ketat."


"Baiklah.


Nanti siang kita pergi ke London dengan mengunakan pesawat pribadi.


Suruh orang kita terus memantau Joker."


"Baiklah Tuan."


"Sekarang kamu hubungi direktur Lim."


"Baiklah Tuan."


***


Kota Surabaya.


"Tumben jam 8 pagi sudah bangun," kata Maya yang melihat suaminya duduk di teras belakang rumah.


"Ada telpon barusan dari Aini. Kakek cahyadi menanyakan keberadaan ku," jawab Panji,


"Jadi gak bisa tidur lagi."


"Mungkin Kakak di suruh ke Bandung, untuk menjenguk anak - anak Kakak di sana," kata Maya.


"Maya... Habis sarapan kita pergi ke kota Nganjuk ya..? Menjenguk Hanan sambil ziarah ke makam Kakek dan leluhur," ajak Panji.


"Asyiiik..! Jalan - jalan," sahut Maya,


"Sarapan dulu ya Kak, terus mandi. Mumpung lagi ada di dapur."


"Iya baiklah."


Setelah sarapan, Maya bergegas mandi di kamar. Selesai mandi Maya menyalahkan televisi sambil ganti baju dan menunggu Panji selesai mandi.


Mendengar berita di Tv, Maya terdiam setengah telanjang berdiri di depan Tv.


"Heeee...! Gak ganti baju malah lihat berita," sahut Panji sambil berjalan dari dalam kamar mandi.


"Iya," sahut Maya kemudian mematikan televisi lalu ganti baju hamil.


"Kang Prio, kita ke kota Nganjuk ya," ujar Panji sambil masuk mobil BMW milik Maya.


"Baiklah Gus," jawab kang Prio sopir baru kemudian melajukan mobil pelan - pelan.


Maya yang duduk di samping Panji suaminya, berkata dalam hati,


"Dalam sehari ada banyak pembunuhan di dua negara. Aku yakin sekali suami ku adalah dalang di balik pembunuhan para mafia lintas Negara.


*****


Setelah melakukan penerbangan ke Singapura. Jam dua siang, sambil menunggu seseorang, Kim dan Tia menikmati makan siang di sebuah restoran di kota Singapura.


"Selamat siang Nona Tia..."


"Selamat siang juga Bruno. Duduklah," ujar Tia kemudian menyodorkan amplop coklat di meja.


"Aku ingin informasi keberadaan ketua The Dragon Singapura," ucap Tia,


"Ini aku bayar separuh dulu. Sisanya jika informasi sudah valid.


Aku tunggu di King Hotel."


"Baiklah Nona Tia," jawab seorang ahli hecker kemudian pergi.


***


London Inggris.


"Tuan X, ini foto dan biodata sasaran mu kali ini," ujar Tuan Matrik di salah satu kamar hotel di kota London Inggris,


"Ini bayaran mu separuh dulu."


"Baiklah Tuan Matrik, terimakasih atas kerja samanya," jawab Tuan X pembunuh bayaran kemudian mengambil amplop dan pergi keluar kamar.


Direktur Lim yang masih di kota Bangkok Thailand, setelah mendapat informasi dari orang bayaran, siang itu Lim terbang ke Negara Vietnam.


Setelah pesawat Lending di Bandara Noi Bai, direktur Lim langsung naik Taxi menuju King Hotel milik Aini.


Setelah berada di dalam kamar, direktur Lim menyulut rokok lalu menyalahkan televisi, untuk melihat berita.


Tok tok tok..!


Setelah membuka pintu, direktur Lim langsung memeluk Grawis, ketua regu anggota inti organisasi The Blus wilayah Vietnam.


"Duduklah, bagaimana kabar mu..?"


"Aku baik - baik saja. Bagaimana kabar Godfather di Indonesia..?"


"Godfather baik - baik saja," jawab Lim Shauw.


"Kamu tumben ke Hanoi Vietnam, pasti ada sesuatu yang penting."


"Ada pesanan untuk menghabisi Wen Lie ketua kelompok Han, dan para petinggi nya. Tetapi sifatnya sangat rahasia."


"Masalah itu mudah Lim."


"Apa kamu tau di mana ketua kelompok Han sekarang..?"


"Wen Lie ketua kelompok Han jika ada masalah, biasanya bersembunyi di Manila ibu kota Filipina. Karena di sana adalah pusat pengendalian jaringan bisnisnya. Di Filipina dia merasa aman karena 50 % kelompok Han berada di sana."


"Berapa jam penerbangan ke Filipina," tanya Lim.


"Dari Vietnam 4 jam."


"Sekarang kita terbang ke Manila."


"Tunggu sebentar. Aku akan menghubungi Max ketua anggota inti wilayah Filipina. Kita butuh kepastian keberadaan Wen Lie."


"Baiklah."


***


Kota Singapura.


jam 7 malam, seorang pemuda misterius mendekati Tia yang sedang duduk disalah satu bar.


"Selamat malam Nona," sapa seorang pemuda misterius lalu duduk di samping Tia.


Sambil memberi amplop putih, pemuda itu berkata,


"Ini informasi akurat."


"Baiklah, ini pelunasan pembayaran yang kita sepakati," kata Tia sambil menyodorkan amplop coklat di meja, kemudian pergi.


"Tuan Kim... Aprilia ketua The Dragon ada di pelabuhan Fix bersama ketua The Dragon Malaysia juga beberapa petinggi organisasi nya. Jam 8 malam, mereka hendak menyeberang ke pulau Batam Sumatra untuk mengirim narkoba dalam jumlah besar.


Kita hanya punya waktu 1 jam."


"Mari kita berangkat," sahut Kim kemudian bergegas menuju mobil.


Sesampainya di pelabuhan Fix, Kim turun dari mobil sambil menenteng tas kain berisikan senapan laras panjang peredam suara.


Begitu juga dengan Tia, dia keluar mobil langsung menuju bangunan rumah singgah.


"Tia... Kita habisi mereka dari jarak jauh saja. Karena, sulit bagi kita untuk menyerang dari jarak dekat."


"Baiklah Tuan."


"Siapkan senjata mu, ambil posisi yang enak. Kamu habisi ketua The Dragon Malaysia, aku akan tembak Aprilia. Kemudian serang para pengawal mereka. Pakailah kacamata infra merah."


Setelah menunggu seperempat jam, 4 mobil berhenti di pelabuhan Fix, pelabuhan kecil yang terpencil dari keramaian kota. Beberapa pengawal memindahkan beberapa tas besar ke dalam kapal spied.


Dari jarak 100 meteran, Kim memberi aba - aba.


"Tia.. Kita berondong mereka dengan cepat, agar mereka tidak punya kesempatan untuk membalas."


"Baiklah Tuan."


Slup Slup Slup..!

__ADS_1


Dalam hitungan menit, puluhan peluru di muntah kan oleh senjata laras panjang milik Kim dan Tian


Melihat beberapa rekan - rekannya roboh bersimbah darah... Anggota inti organisasi The Dragon membalas dengan tembakan walau tidak tau lawannya.


__ADS_2