
"Dzikir di atas Tirai itu... Kamu harus menghadiahkan khataman dzikir untuk alam semesta beserta isinya," ujar Nyai Sa'adah.
"Contohnya bagaimana Nek," tanya Panji.
"Contohnya...
Kamu harus wirid atau dzikir untuk di hadiahkan kepada orang orang fakir miskin, atau di hadiahkan kepada orang - orang teraniaya atau di hadiahkan sama anak - anak yatim piatu.
Atau... Wirid dan dzikir mu harus kamu hadiahkan untuk alam semesta, atau di hadiahkan untuk wilayah Tanah Jawa atau daerah tertentu."
"Berarti... Saya harus me-wiridkan untuk makhluk lainnya ya Nek?"
"Iya Gus, benar.
Terserah kamu wirid atau dzikir itu kamu hadiahkan untuk siapa.
Sebelum kamu wirid atau dzikir... Ucapkan seperti ini,
Ya Allah...
Saya wirid atau berdzikir ini, saya hadiahkan kepada...
Terserah siapa yang Gus tuju.
Setelah selesai wirid, Gus harus berdoa seperti ini,
Ya Allah...
Jika khataman dzikir 70 ribu x ini ada pahalanya, maka saya hadiahkan kepada (...)."
"Selain Dzikir... Apa bisa Nek, wirid Al fatihah atau sholawat dll..?"
"Bisa Gus, hanya saja... Dzikir itu adalah amalan wirid peringkat satu, setelah itu sholawat.
Semua yang ada di Al qur'an, termasuk Al fatihah dan sholawat juga istigfar, itu di bungkus menjadi satu di dalam kalimat Toyyibah, yaitu dzikir.
Itu sebabnya syahadat itu peringkat nomer satu di dalam rukun islam.
Jika Gus berdzikir... Itu sama dengan membaca Al qur'an, sama dengan wirid Al fatihah atau solat atau istigfar dll."
"Rukun islam itu kan 5 Nek, no 1 adalah syahadat.
Bagaimana syahadat itu bisa di katakan dzikir..?"
"Syahadat secara syariat, itu terbagi dua.
Pertama Ashadualaailahaillah
Itu adalah pengakuan Tidak Ada Tuhan selain Allah.
Itu sama dengan dzikir Laailahaillah.
Dzikir pun itu terbagi dalam beberapa bagian.
Pertama Dzikir Munajat Laailahaillah
Kedua Dzikir Ismudzat Allah Allah
Yang ketika Dzikir Angfus Allahu Allah.
Yang ke empat adalah Dzikir Sir, yaitu Hu Hu Hu
Yang ke lima adalah yaitu Nama Asmak Tunggal
Yang ke enam adalah Dzikir Paling puncak, yaitu Dzikir kesadaran.
Wa ashaduana Muhammadurosullah, adalah sholawat.
Itulah sebabnya dalam rukun islam, syahdat berada di urutan nomer 1."
Setelah kamu melaksanakan dzikir di atas tirai... Kamu harus bijaksana dalam mengambil setiap keputusan terhadap takdir yang berlaku atas setiap kejadian."
"Sungguh menarik Nek, ada Dzikir Asmak Tunggal dan Dzikir kesadaran.
Bagaimana caranya Dzikir ini Nek..?"
"Belum saatnya Gus, kamu melantunkan dzikir itu.
Nanti... Di usai mu yang ke 40 tahun, akan ada seorang Wali akhir jaman yang akan mengajari mu.
Sekarang... Tugas mu hanyalah belajar ilmu kaweruhan dulu dan belajar tirakat juga riyadhoh."
"Nek... Apakah saya salah dan berdosa jika memiliki istri banyak..?"
"Wanita ada perhiasan dunia Gus. Jika kamu suka perhiasan dunia itu, kamu boleh memakai sebanyak - banyak nya.
Tetapi...
Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, dan di larang oleh gusti Allah.
Masalah salah, manusia tempat nya salah, karena, kebenaran hanya milik Allah.
Masalah dosa, itu mudah di hapus dan di hilangkan dengan istigfar, karena Allah itu Maha pengampun sebelum kita minta ampunan.
Yang menjadi masalah... Seorang hamba harus punya malu dan etika kepada Allah.
Jika tidak... Allah akan memutuskan hubungan kepada hamba tersebut."
"Baiklah Nek, Panji terimakasih sekali atas petunjuknya.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Gus."
"Mas..." sapa Desi,
"Hemmm, sudah tidur Mas Panji," ucap Desi sambil membuka pintu.
***
"Universitas keong Bandung.
jam 08:30, tanpa sarapan Panji pergi ke kampus untuk pertama kalinya.
Setelah berada di kampus, Panji bertanya kepada seorang siswa tentang kelasnya.
Di dalam kelas, Panji menjadi perhatian para mahasiswa juga mahasiswi, karena, Panji siswa baru.
Setelah mengikuti pelajaran menegemen bisnis 3 jam... Jam 12 siang Dosen pun mengakhiri pelajaran, dan siswa pun membubarkan diri.
Ketika berada di pintu gerbang kampus, Panji di sapa Leni yang juga hendak pulang ke kos - kossan,
"Panji..."
"Eh, kamu Leni."
"Kamu kuliah di sini..?"
"Iya Leni, kuliah - kuliah an hahaha.
Kamu kok di sini..?"
"Aku juga kuliah di sini, hanya saja, aku semester 2, sama dengan Desi.
Betah gak kulia di sini..?"
"Gak tau, betah apa tidak.
Emang kenapa..?"
"Gak apa - apa, hanya saja... Yang kuliah di sini kebanyakan anak - anak pengusaha kaya raya.
Takutnya, kamu di bully lalu tidak betah.
Karna... Aku dulu juga pernah di bully waktu pertama masuk kuliah."
"Bukan kah universitas keong ini kampus yang tidak ternama, kok banyak anak pengusaha kaya kuliah di sini..?"
"Kata siapa..?
Universitas keong ini universitas ternama dan terbaik di kota Bandung.
Ngawur saja kamu.
Lihat tu di parkiran, banyak mahasiswa yang bawah mobil mewah.
Anak orang biasa seperti ku, yang kuliah disini, paling juga tidak lebih dari 10 orang.
__ADS_1
Untung kakak ku kerja jadi menajer PT Hening Elektronik, jadi... Kakak ku sanggup memasukkan aku ke universitas ini."
"PT Hening Elektronik mana," tanya Panji penasaran.
"PT Hening cabang kota Medan."
"Berarti kamu cewek Medan dong?"
"Iya, aku asli orang Medan."
Walau Panji sebagai pemilik PT Hening Elektronik... Panji diam dan hanya tersenyum saja.
"Leni, aku traktir makan siang mau gak?"
"Ya maulah Panji, apalagi kiriman ku telat kayaknya hehehe."
"Baiklah, kita ke rumah makan ikan Bakar Sunda, yang ada diujung jalan ini.
Kita jalan kaki ya?"
"Baiklah Panji."
Restoran ikan Bakar.
Melihat Panji makan dengan menu istimewa... Beberapa pelayanan heran melihat Panji.
Begitu pun Pak Windi manager restorannya.
Selesai makan siang, Panji menuju kasir dan menemui pak Windi menagernya,
Pak Windi... Saya kemari untuk pamit keluar dari pekerjaan mencuci piring.
Karena saya ingin cari pengalaman kerja di tempat lain."
"Baiklah Mas Panji, tidak apa - apa."
"Terimakasih atas kebaikan Pak Windi selama saya kerja di restoran ini.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, jangan sungkan - sungkan main ke sini ya Mas Panji."
"Iya Pak."
*
Setelah makan siang... Panji dan Leni berjalan menelusuri trotoar yang lumayan agak panas siang itu.
"Leni... Sudah berapa lama kamu tinggal di kota Bandung?"
"Baru setahun."
"Apa kamu hafal jalan - jalan di kota Bandung?"
"Kalau kotanya sih, lumayan hafal, tetapi tidak menyeluruh."
'Apa kamu mau menemani ku jalan - jalan ke Moll..?
Aku mau cari pekerjaan sampingan."
"Boleh, mau saja.
Aku juga lama gak jalan - jalan ke Moll.
Emang kamu mau kerja apa?"
"Mau kerja apa saja lah, yang penting kerja."
"Kita ke Moll Net Plaza saja ya, Net Plaza sangat rame sekali, seperti BIP.
Moll yang megah di kota Bandung, lantai 7.
Siang malam banyak anak muda nongkrong di cafe - cafe."
"Jauh gak..?"
"Dekat sini, paling jalan kaki setengah jam dari kampus keong."
Net Plaza Bandung.
Ketika Panji melihat OB, office Boy yang lagi membersihkan lantai.
Lalu Panji mendekati OB tersebut,
"Selamat siang Mas..."
"Selamat siang juga."
"Mas, apa ada lowongan kerja Office Boy di sini..?"
"Ada Mas, sepertinya, disini butuh 2 karyawan baru. Karena, kemarin ada 2 karyawan yang baru keluar kerja Mas."
"Dimana saya bisa melamar pekerjaan ini..?"
"Mas bisa temui Pak Edi menajer OB, ruangan nya berada di lantai bawah Mas, sebelah kolam renang."
"Baiklah Mas, terimakasih kalau begitu."
"Leni... Ayo ikut aku," ajak Panji.
"Baiklah."
Setelah di depan kantor manager, Oanji mengetuk pintu,
Tok tok tok!
"Masuk."
"Selamat siang Pak Edi."
"Selamat siang juga.
Ada keperluan apa?"
"Mau melamar pekerjaan Pak, sebagai OB."
"Bawah kertas lamarannya?"
"Tidak Pak, karena... Tadi saya tidak sengaja main - main ke sini, lalu tertarik untuk kerja di sini.
Bagaimana kalau besok Pak lamaran kerjanya?"
"Iya gak apa - apa sih, tetapi, kalau keduluan orang lain yang melamar, jangan salahkan saya ya."
"Baiklah Pak, besok jam 9 pagi saya kemari," ujar Panji sambil mengeluarkan uang 100 ribu, lalu di taruh di atas meja,
"Ini buat bapak beli rokok, sebagai uang tunggu."
"Baiklah, besok saya tunggu jam 9 ya."
"Iya Pak, terimakasih atas pengertian nya," jawab Panji kemudian keluar kantor.
"Ayo Leni, kita lihat - lihat isi Net Plaza di lantai atas."
"Bagaimana Panji, apa kamu di terima kerja disini?"
"Di terima, kan aku suap pake uang 100 ribu."
"Apa..! 100 ribu..?
Banyak baget, itu uang makan ku selama 2 bulan di Bandung."
"Gak apa - apa, itu uang aku nemu di jalan, dari pada nganggur... Ya aku sedekah kan ke pak manager."
"Begitu ya..? Kasihan yang kehilangan uang itu, pasti bingung, apalagi kalau yang kehilangan mahasiswa.
Panji... Mengapa kamu kerja, kan kamu anak orang kaya?"
"Aku anak orang biasa - biasa saja, Mama ku ibu rumah tangga sambi bergosip dengan tetangga, Papa ku seorang makelar."
"Lalu... Bagaimana kamu bisa masuk universitas keong yang pendaftaran nya saja puluhan juta?"
"Ya... Dari hasil aku kerja sendiri."
"Yang benar kamu Panji. Emang kamu kerja apa?"
"Kemarin jadi kuli bangunan, terus kerja di restoran tukang cuci piring, dan sekarang aku melamar pekerjaan OB sama kamu."
__ADS_1
"Mana mungkin kerja kuli bisa daftar kulia puluhan juta..?
Gak masuk akal.
Berapa sih bayaran kuli itu, mentok juga 100 ribu perbulan."
"Kan aku sudah lama kerjanya, sejak masih remaja.
Jadi... Uangnya aku kumpulin."
"Begitu ya.
Hebat banget kamu, bisa mandiri.
Terus kamu kuliah nya gimana kalau kerja?"
"Ambil jam malam saja, kalau ada libur, nanti ambil jam siang."
"Leni," sapa Rusdi kakak kelasnya,
"Sama siapa ke sini?"
Sambil mengandeng lengan Panji... Leni berkata,
"Kenalin, ini Panji pacar baru ku."
Sambil memandang Panji... Rusdy dan teman - temannya tertawa terbahak,
"Gak keliru kamu pilih pacar model kayak asbak..?
Ayo gabung ikut aku, kalau ikut Panji kamu bakal kelaparan.
Paling - paling... Di Moll ini kamu di ajak muter - muter doang kayak gilingan.
Tampang nya saja sudah kelihatan gak punya uang."
"Jaga mulut mu..!!! Dari dulu masih saja sombong suka menghina orang.
Makanya aku tidak suka sama kamu.
Ayo Panji, kita pergi."
"Belagu kamu, punya pacar miskin saja di bawah ke Moll."
"Siapa dia," tanya Panji.
"Dia Rusdy, mantan pacar ku dulu."
"Mengapa kamu putus dengan nya?"
"Aku gak suka sama sifat sombongnya itu.
Aku pacarnya saja sering di hina, yaa aku putusin saja, gak kurang cowok ganteng."
"Lepasin tangan mu..!
Jangan laman- lama mengandeng ku. Aku suka gak tahan kalau di pegang cewek cantik."
Hehehe,
Keenakan jadi sampai lupa."
"Sekarang kamu jomblo dong?"
"Iya tidak punya pacar.
Ada beberapa cowok mendekati ku, tetapi aku pikir - pikir dulu lah.
Cowok kampus keong kebanyakan sombong - sombong."
"Lalu... Bagaimana dengan ku, aku kan juga cowok kampus keong."
"Kalau kamu... Beda. Pendiam, sederhana, dan baik hati.
Bukti nya, kamu kasih Desi Laptop baru, kamu traktir aku makan siang. Kamu mandiri."
"Rusdy itu mana rumah nya?"
"Jakarta, aku sempat 2x main ke rumahnya.
Rumahnya mewah, maklum bapaknya pengusaha Pipa.
Walau sudah aku putusin, Rusdy masih saja mengejar - ngejar ku.
Yang aku takutkan... Dia nanti marah dan menghajar mu.
Solanya, dulu, aku pernah dekat sama cowok, lalu Rusdy menculik temen cowok ku, lalu di hajar tu cowok sampai masuk rumah sakit.
Padahal... Cowok itu hanya sebatas teman.
Setelah aku tau, langsung aku putusin."
"Kejam baget tu Rusdy."
Sementara... Aini yang hamil 3 bulan sedang ngobrol dengan Neneknya di teras rumah.
"Nek... Nanti sore, Aini mau ke rumah sakit Harapan, mau periksa kandungan."
"Iya...
Nanti Nenek dan kakek yang antar kamu ke rumah sakit."
"Gak usah Nek,
Aini sama sopir saja. Aini juga mau ke Moll mau beli baju hamil."
"Aini... Pergi ke Net Moll saja, sekalian kamu lihat - lihat kondisi keuangan di sana," ujar kakek nya Aini.
"Kek... Katanya Mama dulu, kakek jual Net plaza, kok sekarang nyuruh Aini memeriksa keuangan Net Plaza?"
"Sudah kakek jual, tetapi belum ada yang beli.
Kakek sudah tua, gak bisa menjalankan bisnis lagi.
Papa mu sibuk, apalagi Mama mu.
Sedangkan kamu juga sibuk, tahun delapan setelah melahirkan... Kamu kuliah.
Dari pada gak ada yang ngurus, lebih baik di jual."
"Emang di jual berapa sih Kek, kok belum laku - laku dari dulu?"
"5 Trilyun Aini."
"Hehehehe, Kakek ini lucu.
Sampai kiamat pun gak bakal laku Kek, kalau di jual segitu.
Paling mentok itu 3 Trilyun harga nya. 3 Trilyun saja, itu yang beli orang bodoh.
Harga pasaran sekarang 2, 4 Trilyun."
"Kalau Aini mau... Kamu ambil saja Net Plaza Moll itu, Aini urus lah."
"Gak Kek, Aini paling males ngurusin bisnis Moll, mending ngurusin pabrik atau hotel."
"Ya... Kamu jual sajalah Net plaza1 itu, lalu kamu pegang perusahaan Kakek. Dari pada di kelola orang lain, mending di kelola kamu cucu Kakek.x
"Baiklah Kek, tetapi... Uang hasil penjualan Net plaza, buat Aini ya Kek..?"
"Iya... Ambil saja uangnya buat kamu. Kamu kan pewaris tunggal keluarga Kakek.
Aini... Kakek ingin bertemu suami mu. Kapan - kapan, ajak kesini ya?"
"Iya Kek.
Sekarang... Mas Panji lagi ke Amerika.
Aini berangkat dulu ya Kek, Nek."
Di dalam mobil... Aini berkata lirih,
"Kakek dan Nenek, belum tau kalau aku dan Panji sudah bercerai.
Gawat..! Gimana caranya?"
Bersambung.
__ADS_1