SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
PONDOK PESANTREN DRAGON BALL


__ADS_3

Setelah berjalan kurang lebih 20 menit... Sampailah di sebuah ujung desa.


*Pondok pesantren Dragon Ball," kata Panji lirih sambil membaca tulisan di papan samping gapura,


"Kalau di lihat model gayanya kyai Hadi ini seperti kyai kampung yang mengajar ngaji di musolla kecil, ternyata kyai Hadi ini memiliki pondok pesantren.


Tetapi... Mengapa seorang kyai keluyuran tengah malam, ngopi di warung kopi pinggir jalan?


Aneh..!


Tetapi... Biarlah itu urusan kyai Hadi."


"Kang Soleh... Ikut aku ke rumah," ujar kyai Hadi.


"Sendikoh dawuh kyai," jawab kang Soleh buru - buru mengikuti langkah kyai Hadi.


"Ayoo kang, sini.


Tunggu sebentar yaa... Duduk dulu,"


tak lama kemudian... Kyai Hadi muncul dari balik pintu,


"Ini kang, sarung sama baju, dan ini peralatan mandi juga handuk, kamu mandi dulu ya..?


Setelah itu kamu ke masjid, kita solat berjamaah.


Kang Soleh... Tolong antar kang Panji mandi dan tunjukkan kamar untuk istirahat nanti setelah solat subuh."


Adzan Subuh terdengar mengema di masjid pesantren Dragon Ball.


Setelah mandi dan ganti baju... Panji pergi ke masjid dan duduk di teras.


Sambil menunggu kyai Hadi... Para santri melantunkan puji - pujian.


Tak lama kemudian iqomat di kumandangkankan.


Tak lama setelah solat Subuh berjamaah... Para santri kembali ke kamar gubuk masing - masing, tak lama kemudian terdengar ramai suara anak - anak santri membaca Al qur'an di setiap kamar gubuk.


Diam - diam... Panji merasa hatinya bahagia mendengar lantunan tartil bacaan Al qur'an yang tulus.


"Kang Panji," seru kyai Hadi,


"Apa kang Panji ingin belajar ngaji baca Al qur'an..?


Di pesantren ini, setiap habis Subuh dan Magrib... Anak - anak wajib membaca Al qur'an. Agar di hatinya tertanam rasa cinta kepada kitab suci dan agar mereka mendapatkan keberkahan dari Al qur'an."


"Baiklah kyai, saya mau," jawab Panji.


"Mari kita mulai, kamu ambil Al qur'an dan meja dampar itu," kata Kyai Hadi.


Dengan mata yang ngantuk dan badan yang sangat capek sekali... Panji duduk di depan kyai Hadi sambil belajar membaca Al qur'an.


"Sebenarnya Gus Panji ini bisa membaca Al quran, tetapi dia belum terbiasa membaca jadi dia harus mengeja pelan - pelan" kata kyai Hadi,

__ADS_1


"Sebelas bulan belajar membaca jus Ammah saja, beberapa dan sebulan dia kursus ngaji sama seorang ustadz di Jakarta. Kemauannya besar tetapi prakteknya sebentar."


Kurang lebih setengah jam... Kyai Hadi berkata,


"Kang Panji... Kamu aku beri tugas!!


Mulai hari ini... Kamu jangan keluar kamar kecuali ke kamar mandi dan solat. Kamu baca Al quran di dalam kamar setiap hari hingga aku bilang selesai."


"Sendikoh dawuh kyai," jawab Panji


"Kang Soleh... Kamu antara kang Panji di kamar Kholwat ya...


Kamu siapkan makan dan minum untuk kang Panji setiap hari," perintah Kyai Hadi.


"Sendikoh dawuh kyai," jawab kang Soleh kemudian undur diri bersama Panji menuju kamar Kholwat.


Waktu terus berlalu, Adzan Dzuhur terdengar berkumandang. Setelah mandi, Panji bergegas ke masjid untuk melaksanakan solat berjamaah.


Setelah selesai solat... Panji melihat keadaan masjid yang belum selesai di bangun. Setelah pergi ke dalam kamar untuk mengambil rokok... Panji kembali berjalan - jalan melihat keadaan pondok pesantren.


Melihat rambut Panji yang gondrong... Para santri sangat terkejut dan banyak yang menyapanya,


"Kang..! Sini ngopi, santri baru ya?"


"Iya santri baru," kata Panji kemudian duduk di depan teras kamar gubuk.


"Kenalkan, nama ku Mail."


"Aku Panji.


Siang itu Panji berbincang - bincang dengan kang Mail lurah nya pesantren dan beberapa santri senior.


"Kang Mail... Mengapa masjidnya kok kotor, dan atapnya pada jebol," tanya Panji.


"Iya kang, rencananya mau di renovasi, tetapi dananya belum ada kang," ujar kang Mail,


"Jikalau ada... Juga sedikit kang, tidak cukup untuk beli bahannya.


Kyai juga berencana membuat kamar lagi kang, karena banyak santri baru."


"Siapa ketua pembangunan yang bertanggungjawab di sini," tanya Panji.


"Kang soleh yang di percaya kyai untuk mengurus pembangunan di pesantren ini, tetapi uang nya dari kyai kang," ujar kang Mail,


"Tetapi... Beberapa bulan ini kyai tidak pernah memberi uang untuk sama kang soleh, jadi ya... Macet pembangunannya."


"Kang Panji," seru kang Soleh,


"Makan siangnya sudah ada di kamar, silahkan kang Panji makan dulu."


"Baiklah kang," ujar Panji kemudian pamit sama kang Mail lalu bergegas ke kamar Kholwat bersama kang Soleh.


Sebelum makan... Panji mengeluarkan ATM BCA lalu berkata,

__ADS_1


"Kang Soleh... Aku minta tolong ambilkan uang sebesar 20 juta di ATM BCA ya?"


"Apa..! 20 juta," ujar kang Soleh terkejut.


"Iya kang," jawab Panji.


"Baik baik," jawab kang Soleh sambil kebingungan, karena seumur hidup kang Soleh hanya pernah memegang uang sebesar 500 rb saja.


"Ini catatan no pin nya," ujar Panji.


Setelah menerima atm dan kertas bertuliskan no pin... Kang Soleh pergi.


Sementara... Panji menikmati makan siang kemudian membaca Al quran.


Siang itu kang Soleh dan kang Mail pergi berboncengan naik sepeda pancal mencari ATM BCA.


Setelah menarik 10 jt dua kali... Kang Soleh sangat terkejut melihat sisa saldo di rekening panji 210 juta?!!!!


"Kang Mail... Lihatlah setruk penarikan ini, sisa saldo uang nya kang Panji 210 juta, kang Panji itu pasti anaknya orang kaya," ujar kang Soleh,


"Seumur - umur hidup... Paling banyak aku pegang uang itu hanya 500 ribu, itupun uang pembangunan pesantren di kasih kyai.“


“Mari kang Soleh, kita balik ke pesantren," ajak kang Mail kemudian mengayun sepeda ontel milik aset pesantren.


Kurang lebih 1 jam... Sampailah di pesantren Dragon Ball, lalu kang Mail dan kang Soleh menuju kamar Kholwat.


"Assalamualaikum kang Panji."


"Waalaikumsalam, jawab Panji kemudian keluar kamar, lalu duduk di depan kang Soleh.


"Ini kang Panji uangnya," kata kang Soleh sambil menyodorkan kantong plastik hitam berisi uang 20 juta pecahan 10 rb.


"Terimakasih kang, ini ambillah sebagai upah kang Soleh dan kang Mail," kata Panji sambil menyodorkan uang 100 rb,


"Bagi dua ya?"


"Terimakasih kang, kok banyak banget kang pemberiannya," kata kang Soleh.


"Gpp, oh iya kang Soleh, ini uang 10 jt untuk memperbaiki masjid dan kamar mandi juga untuk membuat kamar gubuk, kata kang Mail kyai Hadi mau bikin kamar lagi," ujar Panji,


"Terus...


Yang sepuluh juta ini belikan sepeda motor untuk inventaris pesantren, untuk keperluan pesantren biar kang Soleh tidak naik sepeda ontel.


Sisanya berikan kepada para santri putra - putri 20 rb an, barang kali ada santri yang mau beli kitab kuning.


Lalu... Belikan beras juga lauk - pauk untuk setiap kamar.


Jika ada sisanya... Belikan Al quran ya?"


"Baiklah kang," jawab kang Soleh sambil bengong keheranan.


"Ingatlah..! Jangan katakan semua sumbangan ini dari aku ya..? Cukup kang Soleh kang Mail dan kyai Hadi yang tau," kata Panji.

__ADS_1


"Baiklah kang Panji," ujar kang Mail.


"Sekarang aku mau melanjutkan ngaji dulu ya...? Kalian atur uang ini," ujar Panji kemudian masuk ke kamar gubuk bambu.


__ADS_2