
"Saya harap mas jangan membuat keributan di sini," ujar pembina keamanan Bank yang juga seorang polisi.
"Bikin keributan apa Pak," tanya Panji.
"Kamu di bilangin malah memprovokasi," ujar pembina keamanan, lalu dengan cepat menyergap Panji, lalu kedua tangan Panji di borgol.
Setelah di pos keamanan... Panji di di interogasi, namun Panji tetap diam walau di tanya beberapa pertanyaan.
"Kalau aku tidak di lepaskan... Jangan salahkan aku, jika anak istri mu dan semua keluarga mu masuk rumah sakit," kata Panji.
"Hahaha..! Memangnya aku takut dengan ancaman mu," ujar polisi.
Sore itu... Panji di bawah ke kantor polisi atas tuduhan pengancaman.
Setelah menghubungi sekretaris Iwan... Panji di masukkan ke dalam sel.
Kring..!
Hp direktur Youri berdering.
Setelah tersambung,
"Direktur Youri..! Godfather di tangkap polisi."
"Hahahaha..! Masak Godfather di tangkap polisi, gak lucu ah."
"Iya benar, barusan aku di telpon.
Aku ingin informasi polisi yang juga menjadi pembina di bank central Hongkong. Namanya Prio.
Dia yang menangkap Godfather."
"Baiklah tunggu sebentar," jawab direktur Youri yang ahli di bidang Hecker.
Setelah beberapa menit, Youri berkata,
"Dia bernama Prio Laksmono, mempunyai 2 putra dan 1 putri.
Alamatnya aku sms saja.
Menurut data... Dia seorang polisi yang korup, suka meminta uang secara paksa dalam menangani kasus. Suka sewenang - wenang memukuli tahanan juga membekingi bandar - bandar narkoba di wilayah Jakarta.
"Baiklah, terimakasih," kata sekretaris Iwan kemudian mematikan teleponnya.
Kring..!
Hp Dani si Naga Barat berdering. Setelah terhubung,
"Naga Barat..!
Bawa 25 anggota inti ke cafe Dodo sekarang juga. Siapkan senjata."
"Baiklah sekretaris."
Kring..!
"Hp Josep si pembunuh berdarah dingin berdering. Setelah tersambung,
"Josep..! Aku tunggu di cafe Dodo sekarang juga, ajak anak buah mu."
"Baiklah sekretaris."
Tak lama kemudian, 7 mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan cafe Dodo sebentar menjemput sekretaris Iwan, lalu meluncur ke bank Central Hongkong.
7 mobil mewah memasuki halaman parkir Bank Central Hongkong yang pagarnya masih terbuka.
Setelah parkir... Sekretaris Iwan dan Naga Barat keluar dari mobil dan di ikuti oleh 25 anggota inti yang mengenakan topi.
"Siapa yang bernama Prio Laksmono anggota pembina keamanan di sini," tanya sekretaris Iwan sambil masuk ke pos keamanan bank.
"Saya pak, ada apa Pak," sahut Prio.
"Semua keluar, aku ingin bicara 4 mata dengan Pak Prio," ujar sekretaris Iwan.
Sambil meletakkan senjata api peredam suara di meja... Sekretaris Iwan berkata,
"Kalau malam ini ketua kami tidak di bebaskan... Malam ini juga, 2 putra mu dan 1 putri mu, akan aku satukan dengan kursi roda, akan aku bikin lumpuh seumur hidupnya.
Dan isteri mu... Akan aku bikin buta selamanya. Setelah itu, aku akan membuat mu lumpuh seumur hidup.
Sekali perintah... Mereka akan berangkat."
Melihat senjata api peredam suara di atas meja, dan beberapa orang memakai jas di luar pos keamanan... Pak Prio sangat kaget, nyalinya menjadi ciut.
"Mas siapa, berani mengancam ku..? Aku adalah polisi yang mendapatkan tugas."
"Aku tidak takut walau kamu anggota polisi. Aku sudah siap mati kapan saja.
Akan aku beri tau...
Aku sekretaris organisasi The Blus, yang kamu tangkap adalah Godfather ketua kami.
Apa Pak Prio tau organisasi The Bluss..?"
Mendengar nama organisasi The Bluss... Pak Prio langsung gemetar kakinya, badannya lemas.
Karena Pak Prio mengetahui sepak terjang organisasi The Bluss yang anggota nya beberapa kali melakukan pembunuhan mafia di beberapa Negara di Asia.
Godfather pun salah satu nama yang kini sedang di selidiki pihak kepolisian Surabaya.
"Aku tau Pak Prio adalah polisi korup dan membekingi bandar - bandar narkoba di wilayah Jakarta," ujar sekretaris Iwan,
"Aku bisa saja membuat mu di pecat dari kesatuan kepolisian."
"Baiklah Tuan, baiklah, akan aku cabut laporan ku malam ini, tetapi... Jangan melibatkan anak istri ku.
Hanya mereka yang saya punya Tuan. Jangan sakiti keluarga ku."
"Baiklah, aku tunggu kabar dari ketua kami.
Ingat satu hal Pak, jangan sekali - kali membocorkan identitas kami, organisasi The Bluss.
Kalau sampai bocor... Keluarga dan jabatan mu yang akan menjadi jaminan."
"Baiklah Tuan, baiklah. Sekarang juga akan saya cabut laporannya."
Tak lama kemudian, laporan tuduhan pengancaman di cabut, dan Panji di bebaskan.
"Tuan Panji... Saya mohon maaf yang sebesar - besarnya, atas tindakan saya tadi siang," ucap Pak Prio di depan kantor polisi.
Ini Hp, dompet dan buku tabungan Tuan."
"Sama - sama Pak, dan terimakasih atas pelajarannya hari ini.
oh iya... Jadilah manusia yang bijak dalam bertindak. Berkerja lah dengan jujur. Bapak Prio... Bertobatlah, istiqomah lah dalam beribadah. Masak, anak istrinya di kasih makan dari uang haram..?
Kan kasihan. Keluarga adalah aset yang berharga, jadi... Rawatlah dengan baik dan benar," ujar Panji,
"Mumpung gusti Allah masih sayang kepada Pak Prio, mumpung ada kesempatan.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Pak Prio sambil tertunduk malu.
Setelah duduk di bangku... Pak Prio berkata,
"Baru kali ini aku di nasehati oleh seorang pemuda.
Apa yang di katakan itu benar semua.
Sebenarnya... Mas Panji itu tidak bersalah, hanya keserakahan ku saja, yang membuat dia di sel.
Bagaimana jika anak - anak ku lumpuh semua, istri ku buta dan aku juga lumpuh..?
Hanya karena perbuatan jahat ku, keluarga ikut menanggung akibatnya.
Benar kata Mas Panji, keluarga adalah aset yang paling berharga.
Bismillahirrohmanirrohim... Mulai saat ini, aku tobat. Akan aku rubah semua jalan hidup ku, untuk menjadi orang yang baik."
***
Kring..!
Hp asisten Jeje berdering, setelah tersambung,
"Jeje... Ada dimana kamu," tanya Panji.
"Ada di Jakarta Tuan, ini lagi perjalanan pulang, dari Bandara."
"Temui aku di restoran Hotel Hening Jakarta sekarang."
"Baiklah Tuan."
Kring..!
Hp sekretaris Iwan berdering, setelah terhubung,
"Temui aku di restoran hotel Hening, ajak petinggi organisasi sekalian, aku ingin ngobrol dengan mereka."
"Baiklah Godfather."
Setelah duduk di dalam taxi, Panji berkata,
"Pak, ke Hotel Hening ya."
__ADS_1
Sopir itu diam sesaat untuk berfikir,
"Baiklah Mas.
Kalau gak salah, Hotel Hening itu Hotel Star Mas. Menurut berita di koran... Hotel itu bangkrut dan di beli oleh pengusaha muda asal Surabaya."
"Siapa pengusaha muda itu pak," tanya Panji.
"Dia bernama Ahmad Panji Hening Mas.
Sekarang Hotel Hening mulai rame Mas, promosinya besar - besaran.
Saya juga mendapat berkahnya Mas, beberapa hari ini, saya sering mengantar tamu ke Hotel Hening.
Kalau dulu masih bernama hotel star, apa sepi Pak."
"Iya Mas, sepi.
Padahal Hotel Bintang 5, 36 Lantai."
"36 Lantai," tanya Panji terkejut.
"Iya Mas, 36 Lantai.
Tetapi sayang Mas, taxi tidak bisa mangkal di depan hotel. Keamanan nya galak - galak Mas.
Seandainya taxi boleh mangkal... Pasti Hotel Hening tambah rame. Karena, tamu yang mau jalan - jalan tidak usah pesan taxi lewat operator. Tinggal jalan ke depan, langsung naik taxi.
Kedua...
Kalau taxi di perbolehkan mangkal di depan hotel... Jika ada penumpang taxi tanya Hotel, sopir taxi akan memberi tahu Hotel Hening.
Jadi... Promosi gratis."
"Begitu ya Pak...
Jadi harus ada kerjasama sama para sopir taxi.x
"Iya Mas, benar.
Apalagi para sopir taxi yang menjalin kerja sama dapat bonus per tamu yang di bawah nya ke hotel.x
"Baiklah Pak, mulai malam ini bapak boleh mangkal di depan hotel, ajak beberapa teman bapak ya."
xSudah sampai Mas, ini hotel nya," ujar sang sopir kemudian menepikan taxinya.
"Ini ambil semua, kembaliannya buat beli rokok."
"Terimakasih Mas.x
"Pak... Ayo parkir di depan hotel, aku yang bertanggung jawab. Mulai malam ini... Taxi bisa mangkal di depan hotel."
"Benar nieh Mas..?x
"Benar... Kan aku wakil meneger Hotel ini," jawab Panji berbohong.
"Baiklah Mas, terimakasih.
Kalau begitu saya akan hubungi teman - teman."
Setelah turun dari taxi... Panji melihat sopir memarkir kan taxi nya di depan hotel di tepi jalan raya.
Tiba - tiba ada 2 orang keamanan mendekati sopir taxi, sambil berteriak,
"Pak..! Gak boleh mangkal di depan hotel."
"Bapak jangan kuwatir, tenang saja ya, biar aku yang bicara pada mereka," ujar Panji kemudian mendekati 2 orang keamanan,
"Mas...
Biarkan taxi mangkal di depan hotel, mereka mencari nafkah untuk anak istrinya."
"Aturan Hotel melarang taxi mangkal di depan Pak.
Bapak siapa..?"
"Aku wakil menager hotel ini.
Mulai sekarang... Peraturan di rubah, taxi boleh mangkal."
"Baiklah Pak," ujar 2 orang keamanan, lalu kembali ke pos jaga.
Tak lama kemudian... Beberapa taxi berdatangan untuk mangkal di depan Hotel.
Panji berjalan memasuki hotel, begitu melihat beberapa keamanan yang berada di pos jaga, Panji menghentikan langkahnya, lalu berdiri di depan pos sambil menyulut rokok,
"Mas Mas keamanan ini merokok apa tidak..?"
"Merokok Pak,x jawab salah satu keamanan.
"Sisanya bisa buat beli makan malam ya."
"Terimakasih banyak Pak."
"Mulai malam ini... Biarkan taxi mangkal di depan hotel, beri tahu rekan - rekannya.
Ini perintah dari wakil manager."
"Baiklah Pak."
Setelah duduk di bangku... Panji berkata,
"Apa kalian ini keamanan dari organisasi The Bluss..?"
Mendengar pertanyaan Panji... Beberapa keamanan terkejut, lalu menjawab,
"Iya Pak, benar.
Kok bapak tau..?"
"Karena aku punya kenalan orang di organisasi The Bluss.
Siapa atasan kalian..?"
"Deni William Pak, si Naga Barat.
Pak Deni lah yang mempekerjakan saya di sini.
Hampir semua keamanan lama di ganti dengan yang baru dan yang muda.
Semua tim keamanan dari anggota organisasi The Bluss."
"Siapa nama ketua organisasi The Bluss..?"
"Yang pertama Non Lady Pak, lalu di ganti dengan ketua baru bernama Godfather."
"Apa kalian sudah pernah ketemu sama Godfather..?"
"Belum pernah Pak, kalau Non Lady, sering bertemu ketika mengendarai mobil.
Ketua yang baru, Tuan Godfather, katanya sangat sulit di temui Pak, dan tidak pernah muncul di depan anggota.
Kami yang sudah 2 tahun menjadi anggota organisasi The Bluss saja, belum pernah bertemu sama sekali."
"Bagaimana rasanya 2 tahun menjadi anggota organisasi The Bluss," tanya Panji.
"Alhamdulillah Pak, senang sekali.
Kehidupan kami sekeluarga di jamin. Pekerjaan di kasih, motor di kasih dengan angsuran murah.
6 bulan yang lalu, kami di kasih rumah dengan cicilan yang sangat murah sekali.
Sekolah anak - anak gratis Pak, setiap bulan mendapat bantuan uang utuk bayar sekolah.
Dan yang paling enak nieh Pak... Kami bisa pinjam uang ke pengurus dengan cicilan bulanan semampunya."
"Alhamdulillah Mas, kalian harus banyak - banyak bersyukur.
Jadi... Kalian yang rajin ibadah kepada Gusti Allah."
"Iya Pak, itu pesan nya Godfather ketua baru kami.
Anggota organisasi The Bluss harus rajin ibadah kepada Tuhan."
6 mobil mewah memasuki Hotel. Begitu berada di pos jaga... Salah satu mobil berhenti, lalu seorang wanita cantik turun dari mobil menuju menuju pos jaga.
"Selamat malam Godfather," sapa Lady kemudian mencium tangan Panji.
"Mari kita ke loby hotel," kata Panji.
"Mas... Permisi dulu ya."
"Iya Pak," jawab salah satu keamanan yang bengong.
"Ternyata... Itu Non Lady, dan Godfather..."
"Selamat malam Godfather," sapa Asisten Jeje dan wakil asisten Lim Shauw,
"Kita ke cafe Dodo saja Tuan, di samping Hotel."
"Baiklah," jawab Panji.
Cafe Dodo Hotel Hening.
Sambil menikmati secangkir kopi, Panji bertanya,
"Lady... Bagaimana kondisi PT Hening?"
__ADS_1
"Alhamdulillah, sangat baik Mas. Perusahaan mendapatkan keuntungan besar dalam setahun ini.
Sebagian besar uang perusahaan aku simpan di bank Centraal Hongkong. Karena jaminan keamanan.
Besok, sebagian keuntungan akan aku transfer ke rekening kamu Mas."
"Baiklah, transfer ke kartu indonesia Bisnis saja, karena rekeningnya kosong."
"Baiklah."
"Apa kamu jadi kuliah..?"
"Iya Mas, baru seminggu masuk kuliah, tetapi aku ambil jam 5 sore saja, karena kalau pagi aku harus kerja."
"Apa kamu sudah punya pacar," tanya Panji.
"Hehehe,
Tanya nya kok aneh sih..!!"
"Ya... Cari pacarlah, biar ada temannya kalau jalan - jalan."
"Iya Mas, masih dalam seleksi hehehe."
"Asisten Jeje...
Tadi, waktu mau mencairkan cek, aku iseng pinjam uang di bank Central Hongkong.
Tetapi... Di tolak, karena aku tidak membawah surat jaminan.
Besok kamu pinjam uang ke bank Central Hongkong ya, sama ke Bank Asia.
Untuk pembangunan 4 hotel.
Ajak saja kerjasama.
Surat kepemilikan hotel ini saja kamu pakai jaminan."
"Baiklah Godfather.
Pembelian hotel ini juga sebagian dana dari pinjaman.
Karena... Uang pemberian Godfather masih kurang.
Kemungkinan... Semua total hutang Godfather sekitar 14 Trilyun, sama hutang yang baru."
"Gak apa - apa, namanya juga bisnis. Uang pinjaman bank kita gunakan untuk bisnis.
Kita berspekulasi saja, jika kita sukses dan untung... Kita bisa menjadi pemilik Hotel.
Jika kita tidak beruntung ya... Semua hotel di sita, dan jadi milik bank," ujar Panji,
"Enjoy saja."
Oh iya, menager Erik...
Tolong, biarkan taxi mangkal di depan hotel.
Aku lihat masih ada lahan cukup untuk mangkal para sopir taxi.
Kerjasama lah sama sopir taxi juga."
"Baik Tuan."
"Tolong, dinding luar hotel di cat ulang ya...
Dinding bagian dalam yang kusam - kusam juga di cat ulang, biar terlihat bagus."
"Baiklah Tuan."
Sherly...
Bagaimana kondisi PT Garment..?"
"Alhamdulillah, baik - baik saja Tuan.
Rencananya... Saya akan membuka anak cabang di kota Bandung dan di kota Solo Tuan.
Karena... Permintaan pasar Export tinggi sekali."
Sekretaris Iwan...
Bagaimana dengan keadaan organisasi The Bluss di lapangan..?"
"Normal - normal saja Godfather.
Hanya... Pihak kepolisian di Surabaya sedang menyelidiki kasus kecil yang melibatkan oraganisasi.
Nama Godfather sebagai ketua sedang dalam daftar penyelidikan."
Sekretaris Dafa...
Bagaimana kondisi keuangan organisasi..?"
"Sangat baik Godfather.
Uang kas organisasi mencapai 4 Trilyun lebih dalam 3 tahun."
"Banyak sekali..?"
"Itu dari uang keamanan bulanan para pengusaha yang memiliki perusahaan, dan jasa pengawalan.
Juga hasil dari iuran sukarela anggota kelas atas Tuan."
Setelah ngobrol dengan petinggi organisasi dan pengelolaan perusahaan... Panji berkata,
"Baiklah, sekarang kalian boleh pergi.
Aku akan istirahat dulu."
"Baiklah Godfather."
Setelah membubarkan diri... Panji masih duduk di cafe sendirian.
Tiba - tiba suara seorang wanita cantik mengagetkan Panji,
"Assalamualaikum Godfather..."
"Waalaikumsalam," jawab Panji kemudian membalikkan badan,
"Eh... Devi."
Setelah sungkem mencium tangan Panji... Devi memeluk Panji erat - erat.
Setelah duduk,
"Mas... Apa mau aku pijitin ?!!!
Hehehehe."
"Alhamdulillah...
Dengan senang hati.
Kok kamu tau kalau aku di sini..?"
"Tadi asisten mu menelpon ku, setelah aku di sini, kamu sedang ngobrol serius dengan petinggi organisasi The Bluss. Jadi... Aku tunggu di kursi pojok itu.
Hemmmm,
Makasih ya Mas... Telah di beri tempat buka cafe di hotel mewah ini.
Aku izin ke hotel mana saja di tolak, karena sudah ada cafe nya.
Apa Hotel ini milik kamu..?"
"Belum jadi milik ku, karena pembelian hotel ini, uangnya pinjam dari Bank.
Nanti kalau sudah lunas, hotel ini sepenuhnya milik ku.
Hanya saja... Hotel Hening ini atas nama ku."
"Pasti sebentar lagi juga lunas Mas, hutangnya. Kan Mas punya banyak perusahaan besar."
"Devi... Sudah jam 11 malam, aku mau istirahat sebentar."
"Baiklah Mas, Sebagai rasa terimakasih ku... Aku temani kamu dan aku pijitin.
Ayoo Mas."
Selamat malam Tuan...
Jika Tuan ingin istirahat di sini... Kami sudah siapkan kamar hotel khusus untuk Tuan.
Silahkan ikuti kami."
Setelah berada di kamar hotel... Panji mandi, lalu mengenakan sarung yang sudah disiapkan pihak hotel.
"Devi... Aku mau solat malam dulu, kalau kamu mau istirahat tidur di sini, tidur saja ya..
Karena habis solat Subuh aku selesai wirid."
"Baiklah Mas, kalau begitu aku ke cafe saja. Nanti kalau urusan ku selesai, aku balik lagi."
"Baiklah, terserah kamu saja."
__ADS_1