
Setelah selesai makan, kang Mumun langsung pulang sambil membawah beberapa bungkus nasi.
Dan panji pun beranjak kembali ke kamar bersama Bela.
Karena kekenyangan dan rasa ngantuk yang amat sangat... Panji pun langsung merebahkan badan di atas ranjang, tak lama kemudian tertidur pulas.
Setelah selesai menunaikan solat Subuh, Bela langsung menjatuhkan diri di atas ranjang di samping Panji.
Tok tok tok! Ruli mengetuk pintu.
Mendengar suara ketukan pintu... Bela terbangun kemudian beranjak membukakan pintu,
"Eeh... Mbak Ruli, silahkan masuk."
"Hemmm... Gak mengganggu kalian di kamar!!" ucap Ruli.
"Tidak, ayo masuk," ucap Bela untuk yang kedua kalinya.
"Baiklah," kata Ruli kemudian masuk kamar lalu duduk di kursi samping cendela.
"Sudah jam 12 lebih," kata Bela dalam hati,
"Panji masih tidur pulas... Lebih baik aku pulang saja, mumpung ada Mbak Ruli."
"Mbak Ruli, aku pulang dulu ya," kata Bela kemudian mengambil tas.
"Kok tergesah - gesah balik," tanya Ruli,
"Apa gak mandi dulu, ngobrol - ngobrol dulu."
"Mandi di rumah saja mbak," kata Bela,
"Hemmm... Besok saja kalau ketemu lagi, kita ngobrol - ngobrol ya... Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Ruli kemudian mematikan Ac lalu membuka cendela.
Setelah menyulut rokok dunhill, Ruli memencet tombol telpon, lalu memesan secangkir kopi dan jus sirsak, serta roti bakar rasa keju dan pisang goreng.
Setelah pesanan di antar ke kamar, Ruli berkata,
"Mas... Mas..."
"Hemmm... Ada apa Bela, masih Ngantuk nieh," jawab Panji malas.
"Aku Ruli Bos!! Bela sudah pulang barusan.
ini sudah aku pesankan kopi sama pisang goreng dan roti bakar keju."
"Baiklah," kata Panji kemudian membuka kedua mata, lalu beranjak duduk di samping cendela,
"Kapan kamu datang?"
"Tadi jam 12 lebih," jawab Ruli sambil mengunyah roti bakar keju.
"Aku mandi dulu ya," kata Panji kemudian masuk kamar mandi.
Setelah mandi dan ganti kaos, Panji melaksanakan solat dzuhur. Setelah itu duduk di kursi samping cendela kemudian menyeruput kopi.
Kamu terlihat cantik pake baju model terbaru,, ujar panji.
"Hahaha... Masak sih!! Walau cantik Bos Panji gak pernah nyentuh ku," goda Ruli,
"Oh iya... Siapa gadis berjilbab yang tidur sama Bos semalam?"
"Dia Bela namanya, temen baikku," kata Panji,
"Perasaan aku gak tidur bareng sama Bela, karena aku datang ke kamar langsung tertidur pulas."
"Oh gitu ya bos, Ruli percaya kok sama Bos Panji."
"Bagaimana kabar ibu mu juga anakmu," tanya Panji.
"Alhamdulillah, ibu sudah sehat, kemarin hanya demam saja," jawab Ruli,
"Bos, tumben bos gak ngajak aku solat dzuhur berjamaah?"
"Mulai sekarang, aku tidak akan memaksa mu untuk ikut solat berjamaah dengan ku," kata Panji,
"Karena... Solat itu harus ikhlas, tidak boleh terpaksa atau di paksa, harus dengan kesadaran sendiri. Tapi... Saranku, solatlah demi kebaikan dirimu sendiri. Orang boleh nakal tapi kalau bisa, ya... Ingat sama Gusti Allah walau solatnya bolong - bolong. Ruli, semalam aku di kasih uang sama Mbah Wali Hasan, coba kamu buka, berapa jumlah uangnya."
"Bos Panji ini emang bisnis apa, kalau boleh tau, kok banyak uangnya," tanya Ruli sambil membuka kertas putih pembungkus uang,
"Haa!!! 50 juta 50 juta. Ada 100 juta Bos. Kayak nya ini uang baru di cetak bBs, tertulis Bank BCA."
Mendengar jumlah uang yang sangat banyak, Panji menghisap rokok dalam - dalam, dan berkata dalam hati,
"Uang dari mana ya mbah wali Hasan itu? Jangan - jangan, Mbah Wali Hasan memberi uang ini ada maksudnya? Coba nanti malam aku tanya Nenek Sa'adah, Nenek Sa'adah kan tau apa saja.
"Ruli, ayoo ikut aku jalan - jalan sambil cari bubur ayam," ujar Panji.
"Baiklah," kata Ruli kemudian berdiri.
Sambil menelusuri jalan trotoar tak jauh dari pasar dan pertokooan... Ruli selalu menjadi perhatian banyak orang. Selain mempunyai wajah yang cantik, Ruli juga berpakain sexi.
Tiba - tiba Panji berhenti di sebuah rumah yang halaman depannya agak luas, dan terpampang tulisan "Rumah di jual"
"Ada apa Mas, kok berhenti di depan rumah kosong," tanya Ruli,
__ADS_1
"Apa mau di beli?"
"Di beli juga boleh, itu ada uang pemberian Mbah Hasan, 150 juta. Hemmm... Rumah ini kayaknya enak buat tempat tinggal dan usaha," gumam Panji,
"Coba kamu ingat - ingat nomer telponnya.
Ruli, kamu bisa naik motor?"
"Hahahaha... Ya bisa lah Bos, kan aku dulu sering ikut balap liar sama temen sekolah," jawab Ruli.
"Ruli ini selalu ceria dan sering tertawa, walau sebenarnya hatinya susah hidupnya menderita," gumam Panji dalam hati,
"Dia cewek yang tangguh pantang menyerah, walau keadaan yang sebenarnya, dia dari keluarga fakir miskin.
Saking fakir miskinnya... Hingga dia bekerja sebagai pelacur.
Aku harus membantunya hingga dia benar - benar menjadi orang yang baik, hidup berkah dan manfaat.
Menolong orang harus jangan tanggung - tanggung!
Baiklah."
"Ayoo Mas jalan!!" ujar Ruli sambil mengandeng lengan Panji,
"Di depan ada kedai depot bubur ayam, rasanya spesial banget."
"Baiklah," ujar Panji kemudian melangkahkan kaki menuju kedai depot bubur ayam.
Ketika menikmati sajian bubur ayam... Tiba - tiba ada seorang pemuda duduk di depan meja makan Panji.
Setelah pemuda itu membuka jaket kulitnya... Panji membaca tulisan di seragam pemuda itu,
"Deler Honda, jalan Raya kramatwatu Serang Banten."
"Mas... Mas," panggil Panji ke pemuda itu.
"Iya Pak," jawab pemuda tersebut mendekat.
"Apa Mas nya ini seles spd Motor Honda," tanya Panji.
"Iya Pak betul, barang kali ada yang bisa saya bantu," ujar sales honda.
"Nanti sore... Mas bisa ke Losmen Batu Hiu, saya mau ambil 1 unit motor Honda," kata Panji.
"Siap Pak, bisa, bisa, saya nanti sore akan meluncur ke sana," ujar sales honda,
"Kalau boleh tau dengan Bapak siapa dan kamar No berapa Pak?"
"Saya Panji Pak, kamar No 10, atau Bapak tanya saja ke satpam biar di panggilkan."
"Baiklah Pak, Alhamdulillah dapat order juga hari ini," gumam sales honda kemudian kembali duduk di kursinya.
Ketika berjalan melewati meja pemuda sales honda, Panji berkata,
"Mas... Tagihan makannya sudah saya bayar, dan ini buat beli bensin dan rokok. Nanti sore di tunggu ya."
"Siap Pak Panji, terimakasih banyak," ujar sales honda.
Ketika panji dan Ruli berjalan di trotoar... Panji melihat sebuah papan nama bertuliskan "Notaris".
"Ruli, ayo ikut aku ke kantor Notaris," ajak Panji.
Setelah ngobrol agak lama di kantor Notaris, Panji pun kembali ke Losmen.
***
Setelah Ruli pamit pulang untuk menjenguk anaknya... Panji duduk sendiri di kursi samping cendela kamar.
Sambil menghisap rokok marlboro, tiba - tiba Panji teringat Mama nya, tiba - tiba hatinya rindu pada teman teman masa kecilnya. Sambil tersenyum... Panji teringat Iwan juga Maya pacar SMP nya yang ada di Surabaya.
Setelah memencet tombol telpon yang ada di atas meja, dan setelah tersambung, Panji pun uluk salam,
"Assalamualaikum..."
"Waalaikum salam," jawab Mama nya Panji.
"Ma... Ini Panji, bagaimana kabar Mama dan Papa?"
Mendengar suara panji anaknya... Mamanya Panji langsung meneteskan air mata sambil berkata,
"Alhamdulillah... Kamu bisa mengucapkan salam sekarang. Mama dan Papa mu baik - baik saja Nak.
Kamu bagaiman kabarnya Nak dan berada di mana sekarang?!!"
"Alhamdulillah, Panji sehat dan baik - baik saja Ma, Panji sekarang berada di pondok pesantren di Serang Banten Jawa Barat," jawab Panji berbohong.
"Mama minta alamat lengkapnya Panji, besok Mama susul ya? Mama kangen banget sama kamu."
"Tidak usah di susul Ma, Panji kan sudah besar, Panji bisa pulang sendiri. Lagian Panji betah belajar disini."
"Lalu kamu makan dan kebutuhan sehari hari dari mana Nak?" tanya Mama nya Panji.
"Panji bantu Kyai nyapu, ngepel dan cuci piring, dari pengabdian itulah Panji dapat makan dan kebutuhan sehari hari."
"Kalau nyapu, ngepel dan cuci piring, mendingan kamu pulang saja Panji, Mama mampu biayai Panji sekolah di mana saja.
Buat apa jauh - jauh ke Banten kalau kamu menjadi buruh nyapu dan cuci piring."
__ADS_1
"Gak apa - apa Ma, biar nanti Panji setelah keluar dari pondok pesantren bisa mandiri. Hitung - hitung... Anggap saja olahraga dapat makan gratis. Panji juga senang dan bahagia kok Ma, disini.
Oh iya Ma... Panji minta maaf ya Ma...? Dulu waktu lulusan SMP, Panji terlibat pencurian sepeda balap berbandrol mahal, Panji juga terlibat narkoba. Panji buat Mama sedih.
Sekali lagi Panji minta maaf ya Ma?"
"Iya Panji gak apa - apa, yang penting Panji sekarang jadi anak baik, tinggal di pesantren mau belajar ngaji.
Cumak... Papa mu saja hingga kini kalau ingat kelakuan mu dulu sering marah - marah.
Oh iya, besok pagi Mama transfer uang buat jajan, kan kamu bawah ATM?
"Hilang Ma ATM nya," jawab Panji berbohong,
"Panji udah punya uang jajan Ma. Udah dulu ya Ma, Panji mau ngaji. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah menelpon Mamanya... Panji memencet tombol angka kembali, tak lama kemudian Panji berkata,
"Selamat sore Bu... Maya nya ada?"
"Ini dari siapa ya," tanya Mamanya Maya.
"Dari Panji Bu."
"Ooh... Nak Panji...???! Bagaiman kabarnya Nak Panji, lama gak main ke rumah Maya? Kata Maya kamu sekarang belajar ngaji di pondok pesantren?" ujar Mamanya Maya.
"Alhamdulillah Bu, kabar Panji baik dan sehat.
Panji gak ngaji di pesantren, itu gosib saja Bu, kabar burung."
"Mama... Siapa yang telpon, kok lebay banget mama ngobrol nya," tanya Maya yang duduk sambil lihat Tv di ruang keluarga.
"Panji yang telpon," kata Mamanya Maya.
"Apa... Panji?!!! Ngapain dari tadi Mama tidak bilang ke Maya!! Sekarang Mama minggir dulu ya? Duduk manis lihat Tv sambil nyemil mente. Masalah telpon... Ini urusan anak muda - muda."
"Anak jaman sekarang, kalau pacaran saja pada pinter," gumam Mama nya maya sambil tersenyum lalu duduk di sofa.
"Hai Maya, pa kabar!!" ujar Panji.
"Kabarku... Baik - baik saja Panji, hanya kadang otakku sering sakit, suasana hati juga kurang sehat," kata Maya.
"Emang kanapa," tanya Panji
"Kalau malam mau tidur sering ingat kamu," jawab Maya,
"Hatiku juga kangen sama kamu.
Eh... Kata Iwan, kamu sekarang tinggal di pesantren ya? Di Jawa Barat, katanya belajar ngaji. Emang kamu kepinggin jadi Kyai?"
"Ah, Iwan itu ngarang saja, aku hanya main saja di Jawa Barat. Oh iya, bagaimana kabarnya iwan?!!" ujar Panji.
"Iwan sekarang di Rehabilitasi di kecamatan Lawang Malang, dia over dosis di diskotik Sosiodiet. Untung kamu gak ada, kalau ada kamu pasti juga akan di Rehabilitasi hahaha. Kapan kamu ke sini...? Kangen aku sama kamu.
Entar kalau pulang ke Surabaya kabari ya? Aku pinggin dugem sama kamu," kata Maya.
"Hemmm... Dua, tiga bulanan lah, aku balik ke Surabaya," jawab Panji.
"Lama banget...? Apa kamu gak takut kalau aku mendua?
Jangan salahin aku ya? Kalau aku selingkuh," ujar Maya.
"Hehehe, kalau kita di takdirkan selalu bersama... Bagaimana pun keadaannya, kita akan tetap saling bersama dan tak akan berpisah," kata Panji sambil tersenyum.
"Ya kata - kata inilah yang membuatku klepek - klepek kangen dirimu, gak kuat hati ini dengar rayuan mu, hahaha," ujar Maya,
"Udah dulu ya Maya, salam sayang untuk mu, salam buat Mama kamu," kata Panji.
"Iya Panji, baik - baik ya di sana, ingat..! Jangan selingkuhi diriku. Salam sayang kembali," kata Maya kemudian menutup telepon.
"Mama... Dapat salam dari Panji calon menantu Mama yang ganteng dan imut," kata Maya kemudian duduk di sofa.
"Maya... Panji itukan Muslim, sedangkan kita kan keluarga Nasrani," ucap Mamanya Maya,
"Apa kamu gak cari pacar yang seiman saja..? Takutnya kalau jadi suami mu beneran gimana!!? Papamu pasti tidak setuju kamu menikah dengan Panji yang beragama Islam."
Mendengar perkataan Mamanya... Maya diam sambil menatap raut Mamanya yang terlihat agak sedih.
"Ma... Maya dan Panji itu pacaran sejak masih kelas 1 SMP loh, sekarang Maya kelas 1 SMA, sudah 3 tahun Maya berpacaran, tidak pernah kami berdua meributkan atau mempermasalahkan Agama. Lagian dari dulu Papa juga tau kalau Panji itu Muslim, sekarang, Maya dan Panji saling mencintai, kok di permasalahkan?"
"Kalau Mama sih terserah kamu Maya, tapi Papa dan Kakak - kakak mu tidak akan merestui hubunganmu dengan Panji."
Kalau gak di restui... Gak apa - apa Ma, Maya akan keluar dari rumah, Maya bisa kok hidup mandiri di luar."
"Kalau kamu pergi dari rumah, apa kamu gak kasian sama Mama mu..? Kamu anak perempuan satu - satunya yang mengerti perasaan Mama, kamu juga harapan Mama dan kamulah yang selalu menghibur dan menemani Mama selama ini.
Papa mu, kakak - kakak mu, selalu sibuk dengan urusan Bisnis."
Melihat Mamanya meneteskan air mata... Maya jadi iba, kemudian meminta maaf dan memeluk Mamanya.
Tok Tok Tok...!
Setelah membuka pintu.
"Eh... Mas seles Honda, mari silahkan duduk di teras kamar ini saja," kata Panji kemudian duduk dan ngobrol.
__ADS_1
Tak lama setelah ngobrol dan melakukan transaksi... Sebuah motor Honda baru telah terparkir di tempat parkir Losmen.