
Di perumahan Elit di Markas Kaisar,
Bos Jefri sangat marah mendapat berita bahwa 4 anak buahnya mati, walau anggota The Bluss telah tewas 6 orang.
Sementara Wilda duduk dengan tangan terikat.
"Sekarang kamu menjabat sebagai Presiden Direktur Jialing Grup," ujar Jefri yang berdiri di depan Wilda sambil menikmati kepulan asap rokok.
"Jefri..! Lepaskan aku, atau Godfather akan datang membunuh mu," bentak Wilda.
"Dasar pelacur!
Hahahaha," Jefri tertawa terbahak,
"Apa Godfather mempunyai nyali untuk membunuh ku..!!
Di Surabaya siapa yang menyelamatkan Godfather ha! Kalau bukan aku?
Jawab pertanyaan ku, siapa ketua organisasi The Bluss yang sebenarnya?"
"Gak tau, aku tidak ikut organisasi apa pun," bentak Wilda.
Sambil mengelus pipi Wilda... Jefri berkata pelan,
"Kalau tidak menjawab dengan jujur... Aku akan memerintahkan 10 anak buah ku untuk memperkosa mu."
Mendengar ancaman Jefri... Wilda menelan ludah dan sangat ketakutan.
wajahnya pucat kakinya gemetar.
"Kring..!"
Hp Bos Rudy berbunyi, melihat nama Panji di layar Hp, Bos Rudi terbelalak kaget.
setelah tersambung,
"Lepaskan Wilda sekarang juga, atau anak istri mu akan jadi mayat dalam waktu 1 jam," setelah bicara Panji mematikan telepon.
"Kurang ajar Jefri..! Gegabah sekali dia," ujar Bos Rudi.
"Kring..!"
Hp Jefri berbunyi,
"Siap Bos..!"
"Lepaskan Wilda sekarang juga, atau kita akan di habisi sama Tuan Panji," ujar Bos Rudi.
"Tenanglah Bos, Wilda baik - baik saja, aku akan mengurusnya dengan baik," jawab Jefri.
"Jangan main - main, lepaskan sekarang juga..! Patuhi perintah ku. Jika Tidak... Kita akan di bantai dalam waktu 1 jam," ujar Bos Rudi,
"Tuan Panji tidak main - main. Karena Wilda adalah wanita yang di sayangan nya."
"Baiklah bos, sekarang juga akan aku lepaskan," ujar Jefri berbohong.
Setelah mendapat informasi keberadaan markas organisasi Kaisar dari Youri... Naga Barat berserta 25 anggota inti langsung meluncur.
Di depan markas organisasi KAISAR,
Beberapa anggota inti The Bluss langsung melakukan penyerangan bersamaan.
"Slup Slup Slup," berkali kali peluru melesat tanpa mengeluarkan suara letusan.
4 anggota Kaisar roboh bersimbah darah.
Setelah melompat pagar dan membuka pintu... Naga Barat dengan cepat menyelinap masuk ke rumah.
Berkat senjata api peredam suara... Serangan cepat bersamaan telah menewaskan 6 orang di dalam rumah.
Setelah memeriksa seluruh ruangan... Jefri tidak di temukan.
"Selamat sore presiden Direktur Jialing... Kami datang menyelamatkan mu," ujar Naga Barat kemudian melepaskan tali yang mengikat tangan Wilda.
"Bereskan mayat nya, masukkan ke dalam sapiteng," perintah Naga Barat.
"Baiklah Bos," jawab beberapa anggota, kemudian membuang 10 mayat ke sapitteng, untuk menghilangkan jejak.
Setelah selesai... 6 mobil keluar dari perumahan Elit.
Willy si Naga Utara yang di kenal sebagai pembunuh bayaran yang kejam dan bengis... Telah menembak mati istri dan kedua anak Jefri di dalam sebuah rumah di perumahan Elit. Sementara, dua pembantunya di kurung di dalam kamar. Naga utara melakukan pembunuhan sendirian.
Malam itu... Sopir Jefri memarkir mobil di tepi jalan di depan rumah.
Setelah masuk rumahnya... Jefri sangat terkejut sekali, badannya lemas kedua kakinya gemetar melihat keluarga nya di bantai mati mengenaskan bersimbah darah, akibat tertembus peluru.
***
Malam di Markas The Bluss sedang berduka. Dalam dua hari telah kehilangan 10 anggota inti.
Malam itu... Lady ketua organisasi The Bluss memerintahkan Naga Barat dan Naga Utara untuk menghabisi Tio ketua The Dragon.
"Kring..!"
Hp Lady berbunyi, setelah tersambung,
"Ketua... Saat ini Tio ketua The Dragon ada di sebuah hotel Wee di Batam.
Rencananya besok malam ada pertemuan penting dengan seorang wanita bernama Aprilia, dia ketua The Dragon Singapura.
Menurut informan yang berada di Batam, besok malam Tio akan bersenang - senang di diskotik Apolo."
"Baiklah Tuan Youri, terimakasih informasi nya," jawab Lady.
"Ketua..! Aku membutuhkan 350 pucuk senjata api peredam suara, lengkap dengan asesoris pendukung nya, untuk perlindungan diri orang orang ku yang tersebar di jawa Bali NTT dan Sumatra," kata Youri.
"Baiklah Tuan Youri, biar sekretaris Iwan siapkan," ujar Lady kemudian mematikan telepon.
***
Pagi Di pulau Bali.
"Presiden Direktur... Pesawat pribadi sudah siap," ujar Desi Asisten ke 2 sambil membungkukkan badan,
"Untuk rute perjalanan bisnis yang harus di kunjungi hari ini adalah Kuala Lumpur Malaysia, kemudian Singapura."
"Baiklah, kata Aini,
"Satu jam lagi kita berangkat."
Setelah solat Dhuha bersama Panji... Aini dan Panji terbang dengan pesawat pribadi milik keluarga Hong Shi, menuju Malaysia.
Bandara internasional KUL Malaisya.
Setelah Lending, Aini melanjutkan perjalanan ke Hotel dan perusahaan Hong Shi Group.
Di lobi hotel Godfather dan Aini duduk menikmati sarapan dan secangkir kopi.
"Rasanya enak ya naik pesawat itu, apalagi duduk bersama istri yang cantik," ujar Panji bercanda.
"Hehehehe, emang Godfather baru pertama naik pesawat," tanya Aini.
"Iya, ini pertama kalinya aku naik pesawat, dan jalan - jalan ke luar negri," jawab Panji.
"Tuan Godfather... Ini jas dan kacamata riben milik Tuan," ujar Desi sambil membungkukkan badan.
"Aku tidak suka pakai jas, aku lebih suka memakai kaos dan switter.
__ADS_1
Kacamata nya taruh di meja saja," jawab Panji,
"Tolong panggilkan asisten Jeje kemari."
"Baiklah Tuan," ujar Desi asisten ke 2 kemudian menghubungi rjeje yang berada di kamar hotel.
Tak lama kemudian,
"Selamat pagi Tuan Godfather, selamat datang di Kaula Lumpur," ujar Jeje sambil membungkukkan badan.
"Aini... Kamu pergilah, selesaikan pekerjaan mu besama Desi, aku akan jalan - jalan bersama jreje asisten pertama mu," ujar Panji.
"Baiklah Mas, hati - hati di jalan," ujar Aini kemudian mencium Panji suaminya, lalu melangkah pergi.
"Jeje... Bagaimana pesanan ku," tanya Panji.
"Dalam waktu 4 hari ini... Saya sudah membeli beberapa rumah di perumahan Elit di kota Malaysia, Singapura, Hongkong, Vietnam dan Thailand.
Untuk pembelian rumah di Jepang, Cina dan Macau juga Korea Selatan... Saat ini sedang dalam proses.
Dua hari lagi semua sudah terbeli atas nama Tuan putri Maya.
Pihak perumahan akan menjamin identitas pemilik asli Tuan.
Saat ini surat - surat kepemilikan rumah tersimpan di Box Bank Central Hongkong.
Ini kuncinya Tuan," ujar Jeje sambil meletakkan kunci di atas meja,
"Di dalam Box itu juga tersimpan cek senilai 100 Milyar bisa di cairkan kapan saja dan di negara manapun."
"Baiklah, terimakasih kamu telah bekerja dengan baik.
Ada tugas lagi untuk mu, ini sangat rahasia sekali," kata Panji,
"Jika kamu berhasil... Kamu akan aku jadikan petinggi organisasi The Bluss, jabatan mu adalah asisten pribadi ku."
"Terimakasih Tuan Godfather atas hadiahnya.
Tugas apa yang harus saya kerjakan," ujar Jeje.
"Aku ingin di setiap rumah yang kamu beli... Ada senjata api peredam suara sebanyak 50 pucuk setiap rumah, lengkap dengan aksesori nya, Dan siapkan sejumlah uang ces di Box lemari," perintah Panji,
"Dalam dua hari... Semua pekerjaan mu harus selesai.
Oh iya, setiap rumah harus ada dua komputer, dan 1 mobil."
"Baiklah Tuan, pagi ini akan saya hubungi kenalan saya di pasar gelap," ujar Jeje.
"Ingat..! Jangan sampai ada yang tau sekalipun presiden Direktur Aini.
Kirim no rekening mu ke no Hp ku," kata Panji.
***
Siang di Jakarta di sebuah Balkon Hotel.
Ririn wakil sekretaris sedang berbincang - bincang dengan seorang pemuda untuk bertransaksi dengan kelompok perdagangan senjata ilegal Internasional.
"Wakil Sekretaris..!
1000 pucuk senjata api peredam suara sudah ada di kepulauan seribu lengkap dengan asesoris nya, juga 100 ribu amunisi.
Pihak ku percaya kepada mu, karena pembelian pertama anda sukses dan berjalan lancar.
"Baiklah," ujar Riri,
"Karena ini pesanan dalam jumlah besar... Aku ingin siang ini kalian pindahkan pesanan ku ke darat. Setelah itu biar orang ku yang mengurusnya."
"Apakah tidak sebaiknya malam hari?"
"Siang hari lebih aman dari pada malam hari, kita bongkar muat di pelabuhan dalam," ujar Ririn,
"Baiklah, akan aku perintahkan bongkar muat siang ini.
Aku ingin separuh uang kamu transfer, sisanya setelah semua barang sudah pindah ke darat."
"Baiklah, sekarang juga aku transfer," ujar Ririn.
***
Jam 10 Malam di kota Batam kepulauan Riau Sumatera.
Di dalam diskotik Apollo... Tio dan Aprilia sedang asik menikmati malam.
Sebagai ketua organisasi Mafia The Dragon Singapura... Aprilia di kawal beberapa anggota inti untuk melakukan transaksi narkoba dalam jumlah besar ke wilayah Indonesia lewat jalur pulau Batam.
Di indonesia... Jaringan pengedaran barkoba di kendalikan oleh Tio.
Naga Utara dan kelompok intinya telah mendapat tugas untuk menghabisi Tio dan kelompok intinya, karen beberapa hari yang lalu, Tio telah membantai anggota The Bluss dan membakar rumah kediaman Lady.
"Naga Utara... Semua sudah aku atur," ujar sekretaris Iwan,
"Senjata api peredam berada menempel di bawah meja no 10.
Di meja 10 ada Jessy Naga Utara menunggu mu. Operasi di lakukan jam 10: 30.
Aku sudah siapkan pelarian, di tempat parkir sudah ada 6 mobil dan 20 anggota inti untuk melindungi mu.
Jika rencana A gagal... Kita gunakan rencana B. Karena disini ada kurang lebih 50 anggota The Dragon yang melindungi ketua mereka.
Menurut informan kita... Kelompok The Dragon sangat sensitif setelah membantai anggota The Bluss. Mereka selalu siap jika mendapatkan pembalasan."
"Baiklah sekretaris," ujar Willy Naga Utara.
Setelah melewati pemeriksaan ketat... Willy si Naga Utara memasuki diskotik.
"Kring..!"
Hp sekretaris Iwan berbunyi,
"Iya Tuan Youri ada apa?"
"Ada seorang gadis bernama Vina, dia adalah anggota kepolisian Singapura. Dia intelijen interpol Singapura.
Ada juga Wina, dia adalah intelijen interpol Indonesia.
Mereka telah mengetahui transaksi Narkoba dalam jumlah besar yang di lakukan organisasi The Dragon di pulau Batam.
Saat ini mereka akan menangkap Tio dan Aprilia.
Di luar diskotik sudah ada puluhan polisi berpakaian preman," ujar Youri,
"Kalau bisa... Batalkan operasi kita, itu sangat berbahaya bagi pihak kita."
"Ini sudah jam 10:27, informasi mu terlambat Tuan Youri, tetapi Baiklah, akan aku kirim pesan pada eksekutor, karena masih ada sisa waktu," ujar Iwan.
Setelah melihat jam 10:30... Willy Naga Utara dan Jessy Naga Timur mengambil senjata Api di bawah meja.
Kemudian Naga Utara dan Naga Timur mengarahkan senjatanya ke meja 12.
Dengan dentuman musik dan lampu kerlap -kerlip kegelapan,
"Slup slup slup." dengan cepat beberapa kali tembakan berbarengan tanpa suara, peluru pun melesat mengenai sasaran.
Tubuh Tio roboh terjungkal di lantai bersimbah darah, tubuhnya terkena 4 tembakan, salah satunya mengenai mata tembus ke tengkorak kepala.
Beberapa anggota The Dragon pun roboh.
__ADS_1
Sementara Aprilia yang tadinya memeluk Tio, lengan kirinya juga tertembus peluru.
Seketika itu di meja 12, 13, 14 terjadi kekacauan an.
Aprilia yang terluka tembak langsung di bawah lari oleh pengawalnya lewat pintu belakang.
Aprilia di sembunyikan ruang bawah tanah.
Sementara... Naga Utara dan Naga Timur membuang senjata nya di bawah meja no 7.
Setelah itu Naga Utara dan Naga Timur berpelukan sambil berjalan keluar lewat pintu utama.
Melihat Naga Utara dan Naga Timur dalam kondisi mabuk, keamanan beberapa pihak keamanan diskotik memeriksa dengan ketat.
Dengan cepat Jessi Naga Timur mengeluarkan uang beberapa lembar, dengan cepat menyelipkan di tangan petugas keamanan,
"Pak... Kami mau bercinta ke hotel, tolong jangan persulit kami."
"Cepat pergi sana, di dalam lagi kacau," ujar salah satu petugas setelah melihat uang 100 ribu.
Akhirnya Naga Utara dan Naga Timur keluar dari dalam diskotik, kemudian masuk ke dalam mobil yang telah dipersiap kan.
Sementara beberapa polisi menangkap sejumlah anggota organisasi The Dragon dan beberapa pihak yang di curigai.
Tak lama kemudian 6 mobil anggota The Bluss melaju satu - persatu menuju sebuah rumah yang di sewa oleh sekretaris Iwan.
***
Pagi itu... Kabar kematian Tio ketua organisasi The Dragon Indonesia sudah tersebar di kawasan Asia, bahkan beberapa petinggi organisasi The Dragon yang ada di Eropa pun mendengar kabar itu.
Tengah malam di Markas kepolisian Kota Batam.
"Komandan..!
Kami telah berhasil menyita barang bukti narkoba di sebuah rumah di dekat pelabuhan," ujar Wina interpol Indonesia,
"Kami juga menangkap beberapa orang yang di duga terlibat.
Tetapi ada kejanggalan dalam kasus ini...!
Tio telah mati tertembus 4 peluru, dan Aprilia juga menghilang dengan tiba - tiba."
"Siapa pelaku penembakan itu," tanya Komandan.
"Pelakunya masih dalam penyelidikan komandan," ujar Vina,
"Menurut intelijen... Ada kelompok baru yang membunuh Tio. Ini ada hubungan nya dengan pembantaian kelompok The Bluss di Jakarta beberapa minggu yang lalu.
Tetapi... Sepertinya kelompok itu sangat pintar sekali.
Kartu Tanda Anggota hanya bertuliskan Nama dan no urut anggota serta logo tulisan The Bluss. Nama itu saja, nama palsu nama samaran semua."
"Apakah pihak intelijen sudah menyelidiki siapa ketua The Bluss, dan siapa saja anggota nya dan di mana markasnya," tanya komandan Devisi Narkoba.
"Sudah komandan, tetapi pihak intelijen kewalahan, dan tidak bisa mendeteksi siapa mereka.
Setiap nomer Hp anggota The Bluss tidak bisa di sadap atau di lacak. Mereka sangat tertutup sekali. Bahkan nomer Hp pihak intelijen sering hilang, jika telpon sering salah sambung," ujar Vina,
"Aplikasi internet intelijen juga sering error jika kita melacak keberadaan mereka."
"Berarti... Organisasi The Bluss juga memiliki jaringan informasi yang sangat luas dan canggih. Itu menandakan, bahwa organisasi The Bluss memiliki sumber dana yang sangat besar sekali. Karena... Untuk membangun jaringan informasi itu saja tidak sedikit biayanya," ujar komandan,
"Belum lagi dengan kepemilikan senjata api peredam suara."
"Beberapa waktu yang lalu... Saya menerima informasi, bahwa organisasi The Bluss adalah organisasi Bisnis saja. Itu informasi dari salah satu anggota The Bluss yang tertangkap sebelum dia mati," ujar Ali intelijen Batam.
"Wina..!
Sebaiknya kamu menyelidiki dari nol, kamu bergabung dengan organisasi The Bluss, kamu cari informasi pelan - pelan," perintah komandan.
"Baiklah komandan."
***
Siang di Villa Abadi Markas The Bluss.
Naga Barat dan 25 pasukan intinya juga Naga Timur dan 25 pasukan intinya, Naga Utara dan Naga Selatan dengan pasukan intinya masing - masing sedang melakukan pesta kecil atas keberhasilan operasi di pulau Batam.
Para petinggi organisasi The Bluss berkumpul untuk acara santai sambil makan siang.
Setelah solat Dhuhur... Lady menyempatkan membaca surat yasin di dalam musolla belakang rumah.
Mendengar suara Lady yang sedang ngaji... Beberapa anggota pasukan inti terkejut dan heran.
Setelah selesai, Lady duduk di antara petinggi organisasi.
Bagi yang muslim - muslimah... Kalaumau solat, solat saja, kalau mau ngaji qur'an ngaji saja di musolla belakang. Jangan sungkan - sungkan, mumpung kita masih hidup."
"Baiklah ketua," jawab beberapa anggota dengan rasa heran.
"Ketua..!
Apakah solat kami akan di terima oleh Allah..?
Sedangkan kami banyak dosa. Kami dulu seorang pembunuh pemabuk dan ahli maksiat," tanya salah satu anggotanya.
"Allah itu maha pemaaf, maha pemurah, masalah di terima atau tidak itu bukan wewenang manusia, Allah Lah yang berwenang menerima atau tidak menerima ibadah seseorang," ujar Lady.
"Waktu nya maksiat ya maksiat, waktu solat ya solat, gak usah ribet - ribet hidup ini," ujar sekretaris Iwan sambil tertawa.
"Bagaimana, habis membunuh kita solat, kan kacau Bos," ujar salah satu anggota.
"Yang kita bunuh itu orang jahat, orang yang merusak dan ahli maksiat.
Selama dia menganggu kepentingan kita... Ya kita balas," ujar Lady,
"Asal jangan membunuh dan menyakiti orang baik dan orang ahli ibadah. Kita harus berbuat kebaikan dan rajin ibadah.
Itu pesan Godfather."
***
Di kota Bandung di cafe... Wilda sedang santai duduk bersama Direktur Dewi dan Direktur Eka teman baik Panji.
Wilda pun mengajak Direktur Dewi dan Eka untuk bergabung dengan organisasi The Bluss. Dan akhirnya... Dari Relasi Wilda inilah banyak pengusaha Bandung bergabung dengan organisasi The Bluss.
***
Setelah beberapa hari menemani Aini melakukan perjalanan bisnis di Asia... Panji kembali ke pulau bali, namun... Sore itu pesawat pribadi keluarga Hong Shi Landing dan parkir di Jakarta, karena keluarga Hong Shi mau liburan di Amerika.
Panji dan Aini pun meluncur ke rumah kediaman keluarga besar Hong Shi.
Begitu sampai di depan rumah... Panji tidak mendapat sambutan dengan baik oleh Mamanya Aini. Begitu sebaliknya, Papanya Aini menyambut Panji dengan baik.
"Aini..!
Mengapa kamu bawa sampah ini ke rumah ha!!" tanya Mama Aini.
"Mama... Gak baik bilang begitu, Mas Panji orang baik, dia yang membantu keluarga kita," ujar Aini,
"Dia mantu Mama, dan Mama akan mempunyai cucu dari hubungan ku dengan Mas Panji."
"Apa..! Menantu ku?!!!"
Tiba - tiba Mama nya Aini kepalanya pusing lalu duduk bersandar di kursi.
Selamat malama sahabat pembaca... Mohon dukungan ya untuk membaca juga novel saya yang berjudul
__ADS_1
Suluk Agung Spiderman Al jawawi juga.... karena itu karya pertama saya dan juga saya ikut kan lomba sesion 5 noveltoon. Terima kasih😊. Assalamualaikum.