
Di kos - kossan Maya.
Sore sehabis solat Magrib... Ada suara seorang lelaki uluk salam,
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," sahut Maya kemudian membuka pintu.
"Silahkan duduk dulu di teras," ujar Maya kemudian mengambil air putih dingin,
"Silahkan di minum.
Ada perlu apa kamu kemari, cepat katakan, aku mau belajar."
"Galak baget," kata Hery kemudian menyulut rokok,
"Duduklah dulu, aku ingin ngobrol - ngobrol sebentar dengan mu."
"Lah iya, ngomong saja," sahut Maya.
"Apa benar kamu muridnya dukun Dirjo," tanya Hery.
"Iya benar, emang kenapa kalau aku muridnya seorang dukun," ujara Maya.
"Ya gak apa - apa sih, tanya saja.
Oh iya, Apa kamu mau jadi istri ku," goda Hery.
"Hahahaha..!
Ujung - ujungnya gitu, baru saja tadi siang ketemu," ujar Maya,
"Kan sudah aku bilang, aku sudah punya calon suami, masih saja ngebet sama aku.
Apa gak ada wanita lain..?"
"Ada sih, tetapi aku ingin wanita seperti mu. Cantik dan rajin," kata Hery.
Tiba - tiba sekretaris Iwan sudah berdiri di depan kos - kossan,
"Assalamualaikum Nona Maya."
Waalaikumsalamsalam," jawab Maya kemudian mendekati sekretaris Iwan.
"Nona... Ini Bpkb dan surat STNK motor milik Nona, tadi siang orang deler menelpon saya untuk mengambil nya," ujar sekretaris Iwan,
"Ini surat nya, dan ini ada titipan uang 100 ribu dari Mas Panji."
"Baiklah Mas Iwan, terimakasih telah merepotkan mu.
Apa Mas Iwan tidak ngopi dulu di sini," kata Maya.
"Terimakasih Non Maya.
Oh iya, siapa tamu ini," ujar Sekretaris Iwan.
"Dia bernama heri, katanya si pengusaha pakaian," jawab Maya.
"Mau apa bertamu kemari," tanya sekretaris Iwan.
"Dia naksir aku Mas, dia mau menjadikan aku istri nya.
Di lihat dari model orangnya... Sepertinya dia impoten," ujar Maya.
"Hehehehe, Non Maya ini bisa saja kalau bercanda.
Kalau gitu saya permisi dulu ya Non," ujar sekretaris Iwan sambil membungkukkan badan.
"Oh iya Mas, Non Maya ini sudah punya pacar, jadi... Mas jangan mengodanya atau mengajak untuk menikah. Itu bisa menimbulkan celaka," pesan sekretaris Iwan.
"Kamu siapa sok ngatur aku. Sebelum janur melengkung... Siapa saja boleh menaksirnya," ujar Hery,
"Selama Maya belum menikah... Aku berhak mendekati nya. Siapa yang dulu dia yang bisa memiliki Maya."
"Mas... Saya peringati sekali lagi, jangan ganggu Non Maya, bahaya. Bisa membuat Mas dan keluarga Mas celaka," ujar sekretaris iwan kemudian menyulut rokok marlboro.
"Kamu mengancam ku juga keluarga ku ya..!
Mau menakut - nakuti aku, ha..! Apa kamu mau cari mati," bentak Hery emosi,
"Kalau gak terima..! Ini kartu nama ku, kalau kamu laki - laki..! Datang ke rumah ku."
"Baiklah," kata sekretaris Iwan kemudian mengambil kartu nama yang di jatuh ke tanah setelah di lemparkan ke wajah nya,
"Aku sudah kasih peringatan 2x."
"Mas Iwan... Dan kamu, jangan ribut di sini. Ribut depan hotel sana.
Lagian kamu ngapain ngajak aku menikah. Aku masih sekolah dan sudah punya pacar," ujar Maya.
"Baiklah Non, Assalamu'alaikum."
Setelah itu Maya menutup pintu.
Melihat pintu di tutup... Hery sangat marah dan terhina. Sambi berjalan ke parkiran hotel, Hery berkata,
"Baru kali ini aku di tolak sama seorang cewek. Kurang ajar sekali dia. Dia telah menghina ku dan tidak memandang ku."
Setelah memencet nomor Hp dan tersambung,
"Halo Jack,
Aku beri tugas kamu untuk menculik gadis sombong bernama Maya alias Fatimah. Besok sepulang sekolah. Kali ini... Bayaran mu 2x lipat!"
"Baiklah Bos, siap di laksanakan."
Di dalam mobil sekretaris Iwan menelpon Youri Direktur informasion The Bluss,
"Youri..! Sekarang juga kamu lacak no telpon ini. Siapa orang yang bernama Hery.
Aku tunggu paling lambat setengah jam."
"Baiklah sekretaris."
Tak lama kemudian Hp sekretaris Iwan berbunyi,
"Dia bernama Hery Hartato, putra ke 2 dari keluarga kaya bermarga Hartato.
Hery menjalankan bisnis pakaian keluarga nya di beberapa titik di Jakarta. Dia memiliki 22 toko dan 2 Moll standar.
Kekayaan mereka di bank ada 6 Milyar dalam bentuk tabungan di beberapa Bank."
"Baiklah, kamu SMS alamat semua toko dan Moll nya sekarang juga."
"Baiklah.
Sekretaris... Dari penyadapan yang barusan terekam,
Besok siang Hery akan menculik seseorang bernama Maya. Dia memerintahkan Jack," ujar Youri.
"Apa..! Mau menculik Maya..?
Kurang ajar sekali Hery ini," kata Iwan emosi.
"Maya siapa itu," tanya Youri.
"Maya teman kamu sekolah, dia kekasih nya Godfather, masak kamu lupa," jawab sekretaris Iwan.
"Apa..! Maya di Jakarta," terkejut Youri.
"Kamu itu gimana sih, direktur informasion tidak tau keberadaan Maya," ujar sekretaris Iwan.
"Baiklah, akan aku kirim alamat nya sekarang juga.
Kita ketemuan di cafe biasanya."
"Baiklah."
Di cafe Dodo milik Devi yang juga anggota organisasi The Bluss... Josep dan Kim juga Naga Barat duduk santai sambil menikmati secangkir kopi.
Tak lama kemudian sekretaris Iwan dan Youri datang. Setelah menyulut rokok, sekretaris iwan berkata,
__ADS_1
"Kim..! Bawa beberapa orang ke alamat ini, kamu bakar rumah yang ada di alamat ini. Ini tugas pertama mu, tetapi ingat..! Jangan membunuh."
"Baiklah sekretaris."
"Naga Barat..! Kamu jemput orang yang bernama Jack di terminal, dia seorang preman terminal dan juga anggota organisasi Kaisar."
"Baiklah sekretaris."
"Kring..!"
Hp Youri berdering,
"Direktur... Sinyal No Hp Hery saat ini berada di diskotik Diamon.
Sinyal Hp jack berada di terminal Pulau Gadung. Di depan sebuah supermarket pinggir jalan."
"Baiklah, terimakasih."
*
Di perumahan Villa Intan.
Dua mobil mewah parkir di pinggir jalan depan rumah Keluarga pengusaha Hartato.
Setelah masuk pagar... Kim masuk rumah mewah yang kebetulan pintu nya terbuka,
"Diam kalian, atau aku tembak kepala mu.
Ada berapa orang di rumah ini..?x
"Kami berdua Tuan, kami pembantu rumah ini. Bos dan istrinya lagi bepergian ke kota Bandung."
"Sekarang ikut aku dan buka pintunya. Kalau ingin hidup jangan berteriak."
"Baiklah Tuan," ucap dua pembantu perempuan dengan kaki gemetar.
Setelah pintu terbuka... 4 orang masuk rumah, lalu menyiram bensin dua Drigen ke beberapa ruangan. Setelah itu salah satu orang membakarnya.
Dengan santai ke dua mobil itu melaju agak jauh.
Tak lama kemudian api membumbung tinggi, banyak orang dan beberapa satpam berlarian menuju rumah yang terbakar.
"Jalan," ujar kim.
Setelah putar balik... Mobil melaju pelan keluar perumahan Villa intan. Tak jauh dari perumahan... Mobil berhenti, lalu menyuruh dua pembantu itu keluar.
Di cafe Dodo.
"Sekretaris..! Jack sudah aku bawah, dia berada di dalam mobil di parkiran paling pojok.
"Baiklah, mari kita kesana."
Setelah berada di dalam mobil, sekretaris melihat kedua tangan Jack terikat, sekretaris membuka penutup Kepala Jack dan langsung menamparnya,
"Di bayar berapa kamu sama Hery untuk menculik Maya besok siang..?x
"2 juta Bos," jawab Jack sambil menahan rasa sakit.
Kamu anggota organisasi Kaisar ya..! Orangnya Jefri..!"
"Tidak Bos."
Plaaak Plaaak!
"Jangan bohong kamu, atau semua gigi mu copot.
Ambilkan tang," ujar sekretaris Iwan.
"Ampun bos.. Ampun bos...
Iya iya, saya anak buahnya Jefri."
"Sekretaris...
KTP nya Surabaya," ujar Naga Barat.
"Oooh... Orang Surabaya..!
Dia calon istrinya Bos Mafia.
Kamu preman terminal saja sok jago ya," ujar sekretaris Iwan.
Tiba - tiba Youri menyulut pipi Jack dengan api rokok.
Jack menjerit kesakitan sambil meronta.
Dengan cepat Youri langsung menyumpal mulut Jack dengan kaos kaki.
"Kamu kejam..! Aku bisa lebih kejam. Jangan pernah coba - coba menganggu anggota organisasi The Bluss.
Ingat itu," kata Youri,
"Kalau sampai kamu melapor polisi... Istri dan anakmu akan mati."
"Josep, permak wajah nya, bikin bengkok hidungnya. Bikin dia nginap di rumah sakit 2 bulan.
Setelah itu... Lemparkan pinggir jalan," perintah sekretaris Iwan.
"Baiklah sekretaris."
Setelah memukuli hingga wajahnya babak belur berdarah darah dan hidung nya bengkok, Naga Barat langsung melajukan mobilnya dan melempar Jack di tepi jalan.
Sambil menikmati sebatang rokok... Dengan santai sekretaris berkata,
"Youri... Suruh anak buah mu untuk membuat bangkrut keluarga Hery Hartato sekarang juga.
Aku ingin dia hidup miskin dan menderita."
"Baiklah sekretaris," ucap Youri kemudian menghubungi Han, setelah terhubung,
"Han..! Kamu bobol semua nomor rekening keluarga Hery Hartanto.
Ubah saldo mereka 6 Milyar jadi 60 ribu.
Semua No rekening dan ATM keluarga Hery Hartanto bikin hancur. Blokir No Hp nya ke relasi bisnisnya. Cari kesalahan nya."
"Baiklah Bos."
"Naga Barat kamu jemput Hery dari keluarga Hartato, dia berada di ruang VIP diskotik Diamon. Bawah ke markas," perintah sekretaris Iwan.
"Aku tunggu di markas."
"Baiklah sekretaris," ujar Naga Barat yang sedikit heran atas kemarahan sekretaris.
***
Jam 11 malam di Villa Abadi.
Di ruang bawah tanah di markas The Bluss... Sekretaris Iwan berdiri melihat Hery yang tangannya terikat dan kepalanya tertutup kain.
Setelah sekretaris membuka kain penutup kepalanya... Hery sangat terkejut setelah melihat wajah sekretaris Iwan,
"Mau apa kamu ha..! Mau membunuh ku..? Aku tidak takut."
Orang bayaran ku akan mencari mu dan akan membunuh mu."
"Plaaak!" tamparan keras mendarat di pipi Hery, pipi Hery memerah.
"Sudah tidak berdaya masih saja berlagak seperti harimau," ujar sekretaris Iwan,
"Bukankah tadi kamu bilang kepada ku, kalau laki - laki datang lah ke rumah ku.
Rumah kelurga besar mu di Villa intan sudah aku bakar. Habis ini... Jam 12 malam akan aku bakar juga 22 toko mu!
Josep..!
Aku ingin kedua jempol tangannya, potong dan lempar dia ke pinggir jalan."
"Ampun Tuan, ampun Tuan," kata Hery memelas.
"Tadi kamu sudah aku peringatkan 2x, tetapi kamu malah menantang ku.
__ADS_1
Jangan mentang - mentang kamu dari keluarga pengusaha kaya, lalu sewena - wena menindas sama orang kos - kossan," ujar sekretaris Iwan,
"Kekayaan keluarga mu tidak ada seujung kuku bila di bandingkan dengan kekayaan Nona Maya.
Kamu tau siapa Maya yang kamu ganggu itu..!
Dia kekasihnya Bos Mafia.
Josep...! Kerjakan."
"Baiklah sekretaris," ujar Josep kemudian mengeluarkan sebilah pisau lalu memotong kedua jempol Hery.
Suara terikan kesakitan terdengar meronta menyayat hati.
"Ingat..! Jangan sampai urusan ini melibatkan polisi. Jika melibatkan polisi... Besok Papa Mama mu, juga semua keluarga mu aku buat lumpuh seumur hidup," pesan sekretaris Iwan.
"Baiklah Tuan, baiklah, ampuni saya."
"Satu lagi..! Kamu dan keluarga mu harus sujud minta maaf kelad Nona Maya," ujar sekretaris Iwan.
***
Sore Di Rumah Mbah Dirjo.
Sebuah mobil berhenti di halaman depan rumah Mbah Dirjo.
Melihat Maya sedang menyapu halaman... Dengan kedua jempol tangan di perban, Hery berjalan tergesa - gesa mendekati Maya langsung sujud,
"Nona Maya... Ampuni kami sekeluarga, ampuni kami sekeluarga."
"Heee..! Ada apa kamu sujud - sujud di hadapan ku ha!
Aku bukan Tuhan," ujar Maya heran.
"Non Maya, ampuni kami, maafkan kesalahan ku," kata Hery sambil sujud di tanah.
"Kamu ini sudah gila ya..!
Gak tau masalahnya apa, kok tiba - tiba sujud minta maaf," ujar Maya.
"Iwan teman mu telah memotong kedua jempol ku, karena aku menganggu mu semalam," ujar Hery,
"Kalau Non Maya tidak memaafkan ku... Bisa di bunuh semua keluarga ku."
Mendengar pengakuan Hery... Maya terkejut, lalu berkata,
"Gak mungkin Iwan seberani itu, tampang Iwan tampang penakut, aku bentak saja dia diam ketakutan.
Sudah pergi sana, jangan ganggu aku nyapu.
Kapok koen, jempol tangan mu putus, kuwalat Mbah Wali Dirjo.
Gak kurang wong wedok kok jek mekso aku dadi bojoe. Iyo Lek aku iki gak duwe pacar!"
Melihat Mbah Wali Dirjo di teras sedang ngopi... Hery dan kedua orang tuanya mendatangi Mbah Dirjo,
"Assalamualaikum Mbah..."
"Waalaikumsalam, silahkan duduk."
"Bagaimana ini Mbah... Hidup ku hancur, bisnis keluarga ku juga hancur, uang keluarga 6 Milyar juga raib," ujar Hery.
"Kan sudah aku peringatkan, jangan ganggu Fatimah, kamu masih saja menganggu Fatimah," ujar Mbah Dirjo,
"Jangan mentang - mentang kamu keluarga pengusaha kaya, lalu se enaknya menganggu Fatimah.
Aku tidak bisa membantu mu, karena kamu anggap aku ini dukun.
Sekarang pulang lah. Mulailah hidup dari bawah lagi, jaga sikap dan perbuatan mu..! Gara - gara kelakuan mu... Semua keluarga mu sekarang hidup susah dan menderita."
Selesai nyapu, mandi dan makan... Ketika hendak pulang ke kos - kossan, Maya berkata,
"Mbah... Oang tadi kenapa kok sujud - sujud di hadapan saya..?x
"Dia kuwalat sama kamu, dia kena karma, karena menganggu mu," ujar Mbah Dirjo.
"Masak Mbah, kuwalat sama aku, kayak kucing saja malati," ujar Maya.
"Loh... Bener! Itu karna kamu istiqomah baca wirid gulo legi kopi pahit, akhirnya kamu jadi kramat, malati," ujar Mbah Dirjo,
"Buktinya... Kedua jempol tangan orang yang mengoda mu langsung putus dan sujud minta ampun sama kamu."
"Oh iya Mbah, sejak aku sering baca wirid gulo legi kopi pahit... Beberapa hari ini hati ku sangat tenang, aku sudah tidak terlalu ingat sama kak Panji.
Tetapi...
Doa nya yang belum Mbah kasih."
"Doanya gampang...
Ingat - ingat ya, Mbah Dirjo bacakan. Doa ini tidak boleh di tulis di kertas tetapi harus di hafal langsung.
Allahumma soli ala sayyidina Muhammad wa ala sayyidina Muhammad.
Bismillahirrohmanirrohim
-Allahumma kopi sak rokok e
-Allahumma Mangan enak sak Ngombene
-Allahumma Indomie sak endokke
-Allahumma Soge ilmu sugeh dunyo brono
-Allahumma bojo sing ganteng lan pinter
-Allahumma slamet ndunyo akhirat, urip mulyo ndunyo akhirat.
-Allahumma urip seneng tenteram ayem sejahtera lan bahagia
-Allahumma lii jami'il hajati
Allahumma soli ala sayyidina Muhammad wa ala sayyidina Muhammad
Aamiin."
***
Di abupaten Situbondo.
Setelah berjalan cukup jauh... Siang itu Panji menjumpai pantai.
"Capek sekali, dari pagi hingga siang aku berjalan, lebih baik aku istirahat dulu di bawah pohon tepi pantai saja. Itu ada pohon rindang," ujar Panji kemudian mendekat lalu duduk bersandar batang pohon.
"Lebih baik aku panggil Dimas Kirkit, raja jin penguasa Gunung Kelud Kediri,
Raja Jin Gunung kelud..! Kemarilah," panggil Panji.
Tak lama kemudian,
"Sendiko dalem kyai," jawab Dimas yang sudah ada di depan Panji sambil membungkukkan badan.
"Mengapa kamu membawah 7 prajurit?"
"Mereka pengawal saya kyai."
"Suruh pulang mereka, kembali ke Gunung kelud."
"Sendiko dawuh kyai," ujar Dimas lalu memerintahkan 7 pengawalnya kembali.
"Dimas... Aku capek dan lapar sekali.
Aku ingin minum air kelapa muda, tetapi aku tidak boleh membeli makanan dan minuman," ujar Panji.
"Sendiko dawuh kyai, akan saya siapkan."
xJangan mencuri loh ya..! Aku tidak mau makan dari hasil mencuri."
"Tidak kyai, semua makanan dan minuman akan di kirim dari istana kerajaan Gunung Kelud."
Tak lama kemudian... Sudah Ada makanan dan minuman di atas karpet berbulu halus,
__ADS_1
"Silahkan makan kyai, ini ada es kelapa muda."