
Pulau Bali.
Dari semalam hingga siang... Penerbangan domestik di bandara Ngurah Rai Denpasar sangat sibuk sekali.
Ratusan anggota inti organisasi The Bluss dari Jawa Barat, Jawa Tengah juga Mataram dan Sumatra mengunakan jasa penerbangan via Denpasar.
Bahkan beberapa hotel di wilayah pantai Kuta dan Sanur, kamarnya hampir penuh di boking oleh relasi bisnis organisasi The Bluss, dan pegawai eksekutif PT Hening Group juga PT Java Kontraktor
Jessy si Naga Timur sangat sibuk sekali, karena harus menyiapkan sekitar 500 mobil rental buat anggota organisasi, untuk bepergian ke kabupaten Banyuwangi.
Bahkan Naga Timur harus meminjam puluhan mobil BMW dari Markas organisasi di Mataram, Surabaya dan Semarang.
Sementara...
Di desa Siman kecamatan Purwoharjo kabupaten Banyuwangi, di rumah Mbah Kirman, dari pagi sudah mulai ramai.
Para pekerja kesenian tayub gandrung sudah berdatangan dan mulai mempersiapkan diri.
Beberapa polisi juga telah hadir untuk menggaman kan acara pagelaran kesenian tayub gandrung.
Orang - orang desa pun mulai berdatangan menyaksikan seni tayub gandrung yang sudah mulai melantunkan lagu - lagu kendang kempul khas ujung timur pulau jawa.
"Kak... Bangun sudah jam 12 siang. Di cariin Kakek itu loh."
"Iya... Sebentar," jawab Panji sambil membuka kedua matanya.
"Tu, artis kesenian gandrung sudah menyanyi," kata Maya,
"Biduannya cantik - cantik.
Buruan mandi, ganti baju. Sudah aku belikan jas baru, celana dan kemeja putih utuk mu."
"Iya iya," ujar Panji kemudian bangun.
Setelah solat duhur, Panji ganti baju lalu keluar kamar untuk santap makan siang bersama Maya.
*****
Mobil mewah yang di kendarai Altar Mila memasuki desa Siman dan kemudian parkir di tepi jalan tak jauh dari tempat hajatan. Dengan di kawal anggota organisasi The Bluss, Altar Mila Asisten Panji berjalan ke tempat hajatan.
"Selamat siang Mbak, selamat datang," sapa beberap gadis dan pemuda peyambut tamu undangan,
"Silahkan duduk."
"Mas Panji sama Mbak Maya nya mana..?"
"Ada Mbak, sebentar saya panggilkan dulu."
"Mas Panji, ada tamunya."
"Iya kang, sebentar ya," jawab Panji kemudian menyelesaikan makan siangnya.
"Mari Maya, kita temui tamu undangan," ajak Panji.
"Baiklah Mas, kata Maya kemudian mengikuti Panji dari belakang.
"Selamat siang Godfather," sapa Altar Mila kemudian salim dan mencium tangannya Panji.
"Siang Non Maya. Selamat menempuh hidup baru ya...
Semoga bahagia selamanya."
"Siang juga Mila, Aamiin. silahkan duduk," ujar Maya kemudian duduk bersama.
"Sama siapa kamu," tanya Panji.
"Sama pengawal dari organisasi The Bluss.
Tuan, lama menghilang kok tiba - tiba menikah sama Non Maya di kabupaten Banyuwangi..?"
"Hahahaha!
Iya Mila, ini yang punya hajat Kakek nya non Maya," jawab Panji,
"Dua bulanan gak ketemu, kamu tambah cantik saja..."
"Kalau bicara gitu jangan keras keras Tuan, entar kedengaran Non Maya, sahut Mila,
"Gak enak..."
"Biarin saja, kalau Maya marah aku tinggal pergi jalan - jalan sama kamu hahahaha."
"Permisi," kata seorang pemuda sambil membawa talam,
"Mari silahkan makan."
"Terimakasih Mas," sahut Mila,
Pernikahan ala desa asik juga ya, ternyata."
"Iya Mila," sahut Maya tersenyum, "Kalau acara pernikahan di hotel terlalu resmi dan terlalu serius."
"Naga Barat," panggil Panji.
"Iya Godfather."
"Mau kemana kamu..?"
"Mau beli rokok Tuan."
"Oh... Kalau begitu belikan rokok surya 12 satu dus dan rokok jie sam sue satu dus.
Kamu di sini saja, temui anggota pengawal organisasi dari luar kota. suruh anak buah mu yang beli."
__ADS_1
"Baiklah Godfather."
"Ini uangnya," kata Panji memberi puluhan lembar uang.
Alunan musik Gending Gandrung terdengar ramai. Tiba - tiba seorang bapak setengah tua mendekati Panji.
"Tuan Panji..."
"Iya Pak."
"Apa Tuan tidak pesan Bir Bintang..?"
"Sebentar ya Pak.
Maya... Kok ada yang nawarin minuman Bir Bintang..?"
"Setiap di acara pagelaran Tayub Gandrung di acara pernikahan atau lainnya, pasti ada minuman Bir nya Kak.
Para tamu undangan biasanya joget sambil minum Bir. Baik itu laki - laki maupun perempuan."
"Jadi... Para tamu undangan yang suka joget sambil minum Bir itu harus beli bir bintang ya..?"
"Iya lah Kak. Mereka beli sendiri. sudah ada orang yang jualan bawah mobil box.
Mereka yang berduit saja yang mampu beli. Karena... Kebanyakan tamu yang hadir di acara kesenian Tayub Gandrung ini para bos dan juragan.
Nanti malam... Tambah ramai orang mabuk sambil joget."
"Alhamdulillah...
Kalau begitu bisa minum bir. Tambah asik nieh ada bir bintang nya," sahut Panji.
"Kakak jangan banyak - banyak minum bir, nanti kalau mabuk aku juga yang repot.
Apalagi aku lagi hamil muda," kata Maya.
"Iya... Paling - paling juga minum 100 botol hahahaha!"
"Jangan macam - macam Kak, apa mau di tiru anak mu kelak..?
Di dalam perut ini, bayi kita melihat dan mendengarkan loh..!"
"Iya bu Nyai..."
"Bagaimana Tuan Panji," tanya si bapak penjual bir bintang.
"Saya pesan bir taruh di meja orang - orang yang memakai jas itu ya Pak. Ada dua meja.
Satu meja satu krat.
Untuk meja saya, satu krat dulu."
"Baiklah Tuan. Terimakasih banyak."
"Ini Tuan bir pesanannya," ujar penjual bir sambil membawa dua krat bir bintang.
"Taruh bawah saja ya pak."
"Baiklah Tuan Panji."
"Oh iya... Kira - kira cukup gak persediaan bir bapak di mobil box itu.
Untuk 1000 orang tamu undangan."
"Wah gak cukup Tuan. Kalau begitu akan saya suruh orang saya kirim lagi satu mobil box."
"Baiklah Pak, salaman dulu," kata Panji,
"Bapak hitung saja berapa botol saya ambil, nanti malam aku bayar."
"Baiklah Tuan."
Jam 2 siang... Beberapa mobil mewah memasuki desa Siman. Setelah mobil parkir, beberapa wanita cantik dengan di kawal beberapa orang dengan setelan jas, berjalan menuju tempat hajatan.
"Selamat datang, silahkan duduk," sapa penyambut tamu.
Melihat Panji berdiri bersama Maya... Bela pengusaha restoran dan Lim Shauw Direktur Net Plaza mendekat lalu salim dan cium tangan.
"Selamat menempuh hidup baru ya Mas," kata Bela sambil menitikan air mata,
"Semoga Mas dan Mbak Maya hidup bahagia."
"Aamiin," sahut Panji,
"Terimakasih ya Bela, atas doa nya."
"Maya... Selamat ya," kata Bela kemudian memeluk Maya.
"Selamat ya Tuan... Semoga bahagia bersama Non Maya."
"Terimakasih Direktur Lim. Silahkan duduk."
Beberapa anggota pengawal dari organisasi The Bluss semua menyalami Panji dan mengucapkan selamat.
"Ayoo makan dulu," kata Maya.
"Godfather... Mari kita makan bersama," ajak direktur Lim,
"Lama kita tidak makan bersama."
"Baiklah Direktur Lim," jawab Panji kemudian membaca mantra ilmu Kantong Bolong.
Selesai membaca ajian ilmu Kantong Bolong... Panji menikmati makan siang bersama tamu - tamunya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Godfather," sapa Naga Barat bersama rombongan Anggota inti dari Jawa Barat.
"Waalaikumsalam Naga Barat."
Setelah semua salim dan cium tangan, Panji berkata,
"Ayoo silahkan duduk.
Aku pesan kan bir dulu."
Tak lama kemudian,
Beberapa krat Bir Bintang di letakkan di atas meja anggota organisasi The Bluss.
"Pengumuman..!
Para sopir gak boleh mabuk ya. Boleh minum bir sedikit saja," sahut Panji, kemudian duduk bersama Naga Barat .
"Selamat sore Godfather,x sapa Naga Utara dan jesy Naga Timur.
"Sore juga panglima perang," sahut Panji sambil tersenyum,
"Ayoo duduk sini, makan dulu terus minum bir."
Adzan Asar terdengar berkumandang, suara gamelan berhenti sementara.
Tanpa pamit....Panji berjalan ke samping rumah kemudian ambil air wudhu, lalu masuk ke dalam kamar untuk solat Asar.
Jam 3 sore
Ratusan mobil mewah memasuki desa Siman. Hingga agak kesulitan mencari parkir yang dekat dengan tempat hajatan.
Banyak warga desa yang mendadak menjadi tukang parkir.
Banyak juga mobil yang di parkir di halaman rumah warga desa.
"Mbah... Nanti malam giliran tamunya Mbah ya," kata Panji yang berdiri di samping Mbah Kirman.
"Iya Gus, tenang saja. Tempatnya luas kursinya juga Mbah siapkan 1500 buah.
Yang penting kamu dan Maya senang dan bahagia."
"Iya Mbah."
"Pak Dhe..."
"Iya Gus, ada apa..?"
"Itu aku beli rokok 2 dus, tolong di bagikan sama tukang parkir dan orang - orang yang melayani tamu. Juga bagikan sama pelaku seni Tayub Gandrung.
Tukang parkir, perorang kasih bir dua botol ya Pakdhe, biar mereka merasa senang di perhatikan."
"Baiklah Gus."
"Jangan lupa kasih makan mereka yang kenyang."
"Baiklah Gus," jawab Pakdhe nya Maya kemudian pergi mengambil rokok.
Dengan di kawal 2 orang... Seorang wanita cantik berpakaian **** berjalan memasuki tempat hajatan.
"Non Maya... Selamat ya," kata Devi kemudian memeluk Maya,
"Semoga Non Maya Bahagia bersama Tuan Panji."
"Aamiin... Terimakasih Bos Devi telah hadir jauh - jauh dari solo. Terimakasih doanya juga.
Itu Tuan Panji habis solat kayaknya."
"Godfather," sapa Devi membuat tamu undangan tersenyum.
"Hai Devi, tambah cantik saja. Sama siapa..?"
"Salim dulu Tuan, terus cium tangan," sahut Devi kemudian salim dan cium tangan.
"Hahahaha..!
Kamu itu bisa saja kalau ngelawak."
"Selamat Tuan, semoga bahagia," ucap sekretaris Dafa bersama Jhosep dan Kim.
"Terimakasih doanya," jawab Panji,
"Mari silahkan duduk."
"Non Maya... Aku tinggal dulu ya, mau godain Tuan Panji suami mu," kata Devi.
"Hahahaha, iya Bos Devi, silahkan saja, bebas," sahut Maya sambil melihat suaminya minum bir.
Setelah berdiri di samping meja Panji, sebagai Bartender, Devi langsung membuka tutup botol bir hanya dengan ujung korek api yang di ambilnya di atas meja.
Setelah membuka puluhan botol bir, Bos Devi menuangkan ke dalam gelas para anggota organisasi The Bluss satu persatu.
"Ayoo di minum, kalau habis aku pesankan lagi," kata Devi.
"Bayar pakai uang siapa Bos Devi..?" tanya Naga Barat bercanda
"Pakai uangnya Godfather Hahahaha..!"
"Suamiku makan siang bersama ku, terus makan lagi bersama tamu. Minum bir dari jam 1 siang hingga jam 4 sore.
Kok gak kenyang ya...?
Aneh..!" gumam Maya sambil melihat Panji suaminya.
__ADS_1