
Sepulang sekolah... Dengan motor barunya, Maya menuju ke tempat les nya untuk kursus privat Manajemen Bisnis.
Ketika hendak masuk ruangan... Seseorang pemuda bernama Kiki menghadang Maya,
"Maya... sepulang les kita jalan ya..? Kita nongkrong di cafe."
"Minggir..! Aku masuk kelas, sebentar lagi pelajaran akan di mulai," jawab Maya.
"Jawab dulu pertanyaan ku," goda Kiki.
"Sudah aku bilang, aku sudah punya pacar, masih saja ganggu aku.
Memangnya gak ada cewek lain apa..?
Apa kamu gak laku," ujar Maya.
"Dasar sombong, sok cantik," balas Kiki.
Tanpa banyak bicara, Maya melayangkan bogem ke mulut Kiki hingga berdarah. Kemudian Maya menendang perut Kiki dengan kaki kanannya,
"Bruuuk! Pelak!" Kiki jatuh terjengkang kebelakang sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
Dengan santai Maya melangkah masuk ke kelas.
Melihat mulut Kiki berdarah dan jatuh terjengkang... Teman - teman les Maya tertawa terbahak - bahak. Ada beberapa guru dan teman lainnya menolong Kiki.
"Makanya jangan suka menganggu cewek, sudah di bilangin punya pacar masih saja di ganggu," ujar salah satu teman Maya,
"Ah kamu sok kaya sok ganteng.
Mentang - mentang anak pengusaha berbuat seenaknya, rasain lu kena batunya."
Di dalam kelas, teman Maya berkata,
"Hebat kamu Maya, sekali tendang Kiki langsung terjungkal, hahaha!
Pinter juga lu beladiri. Biar tau rasa anak sombong itu.
Tetapi...
Kamu harus hati - hati, dia keluarga pengusaha kaya, bisa saja dia berbuat jahat kepada mu."
"Aku gak takut," jawab Maya.
Sepulang les... Maya mengendarai motor pelan - pelan hendak mampir ke toko buku.
Tiba - tiba sebuah mobil sedan menabrak motor Maya dari belakang, "Bruaaak!" motor Maya terpental ke sisi jalan, sementara Maya jatuh terpelanting ke sisi jalan, bahunya terbentur tanah. Lengan dan lututnya juga terbentur tanah.
Kiki keluar dari mobil mendekati Maya dan berkata,
"Sukur lu, rasain. Makanya naik motor itu minggir jangan ke tengah.
Yang nabrak bukan aku loh, tetapi sopir ku,"
Tak lama kemudian beberapa orang menolong Maya.
***
Di rumah sakit Rahayu.
Siang itu Maya berbaring di tempat tidur di ruang kelas 3, di rumah sakit Rahayu.
Setelah di periksa oleh dokter ahli... Maya di nyatakan lukanya tidak fatal. Hanya bahunya mengalami memar.
Sambil berbaring, Maya menelpon Panji. Setelah tersambung,
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Maya."
"Kak... Kamu berada di mana?"
"Di Paiton Probolinggo Jawa Timur."
"Kamu gak menjenguk aku..?
Aku sekarang di rumah sakit Rahayu."
"Kamu sakit..?"
"Iya kak, habis kecelakaan tadi. Di tabrak dari belakang."
"Bagaimana lukanya..? Apa parah..?"
"Parah Kak, kaki terbelah, jari - jariku terbelah.
Buruan kamu kesini," ujar Maya sambil tersenyum.
"Kalau kaki mu dempet bagaimana kamu bisa jalan..?
Baiklah baiklah, sekarang juga aku ke Jakarta," ujar Panji kemudian mematikan telepon.
Sambil berjalan Panji memanggil pengikutnya,
"Aryo Jagad..! Hadirlah sekarang juga."
Tak lama kemudian,
"Assalamualaikum Gus...
Ada yang bisa saya bantu..?"
"Kamu tau rumah sakit Rahayu Jakarta..?"
"Tau Gus."
"Sekarang juga bawah aku kesana," ujar Panji.
"Baiklah Gus...
Pejamkan kedua mata Gus," kemudian Aryo Jagad memegang tangan Panji.
Tiba - tiba ada cahaya terang dan suara angin bergemuruh.
Tak lama kemudian... Panji sudah berdiri di pojok halaman parkir rumah sakit.
"Aryo Jagad..! Kamu boleh pulang kembali," seru Panji kemudian berjalan masuki rumah sakit.
Setelah bertanya kepada seorang suster, akhirnya Panji melihat Maya terbaring di tempat tidur.
Melihat Panji berdiri berjalan di masuk ruangan... Maya berteriak,
"Ka..k, katanya ada di Probolinggo Jawa Timur, kok cepat sampai ke sini?"
Setelah salim mencium tangan Panji, Panji memeluk Maya, lalu mengecup keningnya,
"Apanya yang sakit..?"
"Bahu ku Kak, rasanya kayak patah," ujar Maya.
"Habis ini kita pulang, gak usah lama - lama di rumah sakit," ujar Panji.
"Pulang bagaimana..? Bahu masih sakit kok di ajak pulang."
"Kamu nurut gak sama aku..?
Gak kepingin jalan - jalan dengan ku," rayu Panji.
"Baiklah baiklah, aku percaya sama kamu, kamu kan paranormal, pasti bisa mengobati luka ku ini," jawab Maya kemudian bangun berdiri.
Setelah menyelesaikan administrasi... Panji dan Maya naik taxi menuju ke kos - kossan.
Tak lama kemudian taxi berhenti di samping hotel Atlanta.
Ketika Panji berjalan sambil menuntun Maya... Hampir semua penghuni kos - kossan menyapa Panji.
Setelah mandi dan ganti baju, Panji berkata,
"Maya... Buka baju mu."
"Ait, mau apa dirimu nyuruh buka baju. Lama gak ketemu, sekali ketemu nyuruh buka baju," kata Maya sambil tersenyum menggoda Panji.
"Jangan cerewet! Mau sembuh apa tidak..? Kalau mau sembuh buka bajumu, aku pijat."
"Dukun mau enaknya saja. Tetapi baiklah, kamu juga calon suami ku," ujar Maya kemudian membuka seragam sekolah nya, kemudian tengkurap.
Setelah membaca ayat Bismillahirrohmanirrohim 7x tahan nafas dan di tiupkan ke minyak goreng....Panji memijit bahu Maya juga punggung tangan dan kaki.
Selesai mijat....Panji melihat Maya tertidur lelap, kemudian Panji melaksanakan solat Asar. Selesai solat, Panji membaca Al quran sambil tangannya memutar tasbih berdzikir.
Setelah menutup Al qur'an... Panji masih melanjutkan dzikir.
Di saat Panji lagi asik berdzikir... Tiba - tiba terdengar uluk salam,
__ADS_1
"Assalamualaikum Gus...x
"Waalaikumsalam Kyai Jabat, salam sejahtera untuk Kyai Jabat."
"Gus... Belajarlah dzikir Tiga Dimensi."
"Bagaimana caranya kyai..?"
"Putaran tasbih... Bacalah istiqfar. Lisan membaca solawat jibril, dan hati membaca dzikir Ismudzat.
Jadi... Sekali membaca tiga bacaan dzikir berlainan."
"Baiklah kyai, saya mohon restu dan bimbingan nya."
"Assalamualaikum anakku...
Salam sejahtera."
"Waalaikumsalam kyai, salam sejahtera kembali."
Setelah mempraktekkan beberapa menit, akhirnya Panji bisa melakukan dzikir Tiga Dimensi.
Begitu baru bisa menguasai sedikit dzikir Tiga Dimensi... Mata batin Panji menyaksikan pergerakan Alam Semesta.
Panji melihat, mendengar dan merasakan kejadian - kejadian aneh di alam semesta.
Tiba - tiba dari dalam tubuh Panji keluar sosok berwujud dirinya sendiri.
Sambil dzikir Tiga Dimensi, Panji berkata,
"Siapa kamu yang keluar dari dalam jasad ku..? Dan mengapa wajah dan wujud mu sama persis dengan ku..?x
"Aku adalah sukma mu, saudara kembar mu. Akulah ruh sukma yang setia menemani mu dalam setiap perjalanan.
Dan aku lah yang mengatur baik buruknya jasad mu."
"Mengapa kamu keluar menampakkan wujud mu di depan ku..?"
Aku ingin memberi tahu mu, bahwa aku adalah saudara mu atau sukma mu."
Seandainya kamu pergi dan tidak kembali ke jasad ku... Apakah yang terjadi..?"
Jika aku pergi dan tidak kembali... Maka rusak lah jasad kasar mu, kamu akan menjadi gila. karena akulah yang mengurus segala kebutuhan jasad mu."
Sambil dzikir Tiga Dimensi... Panji berkata,
"Apakah kamu bisa mati dan hancur seperti jasad ku kelak..?"
"Aku sukma, tidak bisa mati. Aku abadi selamanya. Aku juga akan menemani mu hingga di surga atau di neraka.
Itulah Sunnahtullah atas diriku."
"Lalu... Ketika aku mati dan di kubu...? Ketika kamu berpisah dari jasad ku... Kemana kamu pergi..?"
"Aku akan Reinkarnasi mencari jasad lagi. Aku tetap mengembara di bumi dengan wadah yang baru. Begitu seterusnya."
"Jasad siapa yang akan kamu jadikan wadah mu kelak..?"
"Aku akan memilih jasad wadah anak keturunan mu."
"Bagaimana jika anak keturunan ku itu perempuan..? Sedangkan diri ku laki - laki..?
"Aku sukma, bukan berjenis kelamin laki - laki atau perempuan.
Aku bisa jadi laki - laki juga bisa jadi perempuan."
"Apakah yang berada di dalam jasad ku ini hanya ada kamu, ruh sukma..?"
"Di dalam jasad mu ada 7 Ruh. Mereka mempunyai tugas masing - masing yang mengurusi jasad mu agar tetap hidup."
"Mengapa yang ke 6 ruh di dalam tubuh ku tidak keluar menemui ku..? Hanya kamu saja yang menampakkan wujudnya?"
"Kelak.. Jika kamu ada di makom tertentu, dan kamu sudah bisa mensucikan jasad mu... Mereka akan menemui mu dengan wujud aslinya.
Sekarang kamu hanya bisa merasakan keberadaan mereka.
Karena dirimu masih suka berbuat maksiat dan dosa.
"Bisakah kamu menyebutkan nama ke 6 ruh yang ada di dalam tubuh ku ini..?"
"Mereka adalah
Ruh kolbi
Ruh kullu jasad
Ruh akfa
Ruh sirri
Ruh khofi
Dan aku ruh sukma."
"Asik sekali ngobrol dengan mu.
Oh iya, mengapa kamu dan ke 6 ruh itu mau tinggal di dalam jasad ku," tanya Panji.
"Karena aku dan ke 6 ruh itu di kurung oleh Allah di dalam jasad mu. Dan aku di perintahkan oleh Allah untuk mendampingi mu juga mengurus kehidupan sehari - hari.
Sebenarnya... Aku dan ke 6 ruh itu tidak betah di dalam jasad mu yang kecil.
Karena... Sekali jangkah, aku bisa sampai ke ujung bumi timur, satu jangkah lagi aku bisa sampai ke ujung bumi utara.
Bumi itu saja bagiku kurang luas, apalagi jasad mu."
"Bisakah kamu membuktikan omongan mu..!"
"Bisa dan sangat mudah. Lihatlah diriku ya..!
Aku akan melangkah satu jangkah."
Begitu ruh sukma melangkah sejangka... Tiba - tiba ruh sukma ada di Kutub Utara.
"Bagaimana..?
Kamu melihat kan aku di Kutub Utara..? Jasad mu berkeringat kedinginan," ujar sukma sejati Panji.
"Kembali lah.
Bagaimana bisa kamu di Kutub Utara...? Jasad ku juga bisa kedinginan...? Sedangkan jasad ku ada di kota Jakarta," heran Panji.
"Aku sukma adalah dirimu, dirimu adalah aku.
Kita adalah satu.
Jika aku sakit... Jasad mu juga sakit.
Jika aku kepanasan dan ke dinginan... Jasad mu juga kepanasan dan kedinginan.
Jika kamu senang... Aku juga senang, jika kamu sedih, aku juga sedih."
"Kalau begitu... Biar kamu senang, aku akan menikahi wanita - wanita cantik," ujar Panji.
"Hahahaha..!"
"Mengapa kamu tertawa..?"
"Aku sukma juga bisa bercanda dan tertawa.
Menikahi wanita - wanita cantik... Itu sungguh menyenangkan. Aku juga turut merasakan nikmatnya.
Tetapi... Setiap kesenangan, itu salah satu jalan menuju penderitaan dan kesedihan, yang berujung pada kehinaan mu juga kehinaan diri ku."
"Kok bisa..?!! Setiap Kesenangan itu jalan kesedihan dan penderitaan berakhir dengan kehinaan," tanya Panji.
"Manusia... Jika senang, dia melupakan Allah yang memberi kesenangan dan kenikmatan.
Akhirnya dia tidak bersyukur atas Anugerah dan pemberian Allah.
Jika tidak bersyukur dan melupakan Allah, makan hubungan manusia itu akan jauh dari Allah.
Jika sudah jauh dengan Allah... Alam semesta seisinya akan membenci mu, dan mendoakan dirimu dengan doa yang jelek.
Ketika doa Alam semesta berkumandang terus - menerus... Lewat Alam semesta lah Allah menghukum mu. Jika Allah menghukum mu... Maka akan hina dirmu."
"Lalu... Bagaimana caranya aku tidak hina, tidak menderita dan susah ketika aku bersenang - senang..?"
"Hidupkan hatimu. Gerakkan lah dan perintahkan lah ruh kolbi mu untuk ingat kepada Allah. Berdzikir lah dalam keadaan apa pun. Baik dalam keadaan suka maupun duka. Baik senang ataupun susah.
Jangan berdzikir ada pamrihnya.
Berbuat baiklah kepada sesama, bersedekah lah. Dahulukan kepentingan Allah dari pada kepentingan diri mu sendiri."
__ADS_1
"Kak..! Sedang apa," tanya Maya saat bangun tidur.
Setelah membuka kedua matanya dan memakai baju... Maya mendekati Panji.
"Lagi solat Asar," ujar Maya kemudian memeluk Panji dari belakang,
"Sudah jam setengah lima, Maya mandi dulu ya, habis itu solat."
Setelah Maya pergi... Sukma Panji berkata,
"Kamu pinter juga memilih wanita, dia cantik sekali dan mulai Alim.
Dia murid seorang Wali."
"Apa..? Murid seorang Wali.!!!
Siapa gurunya Maya," tanya Panji.
"Walau kamu memiliki ilmu Paninggal Jagad, ternyata kamu tidak mampu mengetahui hal sepele," ujar sukma sejati Panji,
"Dia murid Mbah wali Dirjo yang pernah mengajari mu ilmu kewalian.
Aku akan kembali dalam jasad mu.
Pesan ku... Segera menikah lah dengan Maya kekasih mu, biar gak banyak - banyak dosa."
Setelah sukma masuk ke jasadnya... Panji merebahkan badan di atas karpet.
Selesai solat Asar, Maya pergi ke dapur.
Tak lama kemudian,
"Kak... Makan dulu, ini sudah aku siapkan.
Ini kopinya."
Selesai makan, Panji solat berjamaah bersama Maya. Setelah itu Panji merebahkan badannya karena merasa capek.
"Maya.. Habis ini ikut aku ya," ajak Panji.
"Kemana kak..?"
"Kamu mau gak nikah sama aku," tanya Panji.
"Ya mau lah Kak. Yang aku punya sekarang hanya dirimu," ujar Maya,
"Tetapi aku masih sekolah, bagaimana nanti aku pas hamil dan punya anak..?"
"Yaa... Kita nikah siri saja sementara, dan kamu sekolah sampai lulus dulu. Setelah itu kita Nikah di KUA.
Aku juga masih ada lelaku yang harus aku selesaikan," kata Panji.
"Terserah Kakak saja lah, gimana baiknya."
Tak lama kemudian, Panji berjalan beriringan dengan Maya menuju gang rumah mbah Wali Dirjo.
"Kak.. Mau kemana," tanya Maya.
"Mau ke rumah guru mu," jawab Panji.
"Emang kamu kenal sama mbah Wali Dirjo guru ku?"
"Kenal baik.
Dulu aku pernah belajar sama beliau, tetapi aku bukan muridnya, karena Mbah Wali Dirjo tidak mau mengangkat ku menjadi muridnya."
Setelah berada di depan rumah Mbah Dirjo... Panji uluk salam,
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam, masuk Gus. Duduk sini," ujar Mbah Wali Dirjo kemudian duduk di atas karpet.
Ketiaka Panji salim hendak mencium tangan Mbah Wali Dirjo... Mbah Dirjo dengan cepat menarik tangannya.
"Ada acara apa ini Mbah, kok ada Tumpeng," tanya Maya.
"Mau ada acara pernikahan, ini tumpeng buat syukuran," ujar Mbah Dirjo.
"Emang siapa Mbah yang mau nikah malam ini," tanya Maya heran.
"Yang mau nikah kan kamu sama Gus Panji," jawab Mbah Dirjo.
Mendengar jawaban Mbah Wali Dirjo... Maya tidak terkejut, karena Maya tau kalau Mbah Dirjo bisa mengetahui kejadian akan datang.
"Maya... Dduk sini dekat aku," ujar Mbah Dirjo.
Setelah duduk mendekat Mbah Dirjo... Mbah Dirjo mengusap kedua mata Maya.
Setelah kedua matanya di usap... Maya terperanjat kaget melihat Mbah Wali Dirjo yang tadinya memakai celana pendek dan kaos oblong... Kini berubah memakai jubah putih dan kepalanya memakai sorban.
"Apakah ini benar Mbah Dirjo," tanya Maya sambil terbelalak.
"Iya," jawab Panji,
"Buruan sungkem sama Mbah Wali Dirjo."
Setelah sungkem dan mencium tangan Mbah Dirjo... Maya duduk di samping Panji.
"Assalamualaikum," ujar Kyai Jabat dan Nyai Sa'adah.
Baru saja Kyai Jabat uluk salam... Syeh Hamdani dan beberapa kyai yang berada di alam ruhania juga uluk salam.
Melihat kyai - kyai yang di kenalnya... Panji langsung sungkem kepada para kyai.
Begitu pun Maya ikut sungkem di belakang Panji.
Setelah duduk, mbah Wali Dirjo berkata,
"Kyai Jabat... Saya mohon kyai untuk mengijab kobulkan Gus Panji untuk menikah dengan Nyai Maya murid saya."
"Baiklah Syeh.
Mari Gus... Mendekatlah."
"Gus... Ini tasbih dari kayu abadi," ujar Nyai Sa'adah,
"Pakailah untuk Mas kawin."
"Terimakasih Nek."
Setelah akad nikah selesai... Kyai Jabat dan beberapa kyai khos ngobrol sebentar, kemudian Kyai Jabat dan beberapa kyai khos pamit untuk pulang.
"Maya... Duduklah kemari," ujar Mbah Dirjo.
"Baiklah Mbah," jawab Maya kemudian mendekat.
Begitu Maya duduk mendekat Mbah Wali Dirjo... Mbah Wali Dirjo mengusap kembali kedua mata Maya.
Setelah di usap....Maya melihat lagi Mbah Dirjo memakai celana pendek dan kaos oblong.
"Apakah ini nyata..?
Apakah yang barusan aku alami dan aku lihat ini nyata..? Atau mimpi..?
Di ruang tamu ini hanya ada aku, Kak Panji dan Mbah Dirjo.
Apakah aku benar - benar sudah menikah dengan Kak Panji," ujar Maya dalam hati.
"Maya... Ayo kita makan bersama.
Ambilkan suami mu piring nya.
Masukkan saku tasbih Mas kawin itu," ujar mbah Dirjo.
Sambil mengambil piring hati Maya berkata,
"Ternyata aku sudah menikah dengan kak Panji. Aku ingat, tasbih Kayu abadi ini adalah Mas kawin yang tadi Kak Panji berikan."
Sambil menikmati makan, hati Maya berkecamuk dan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
"Mbah... Sudah jam 8 malam, saya mau pamit dulu, mau jalan - jalan dan bersenang + senang sama istri ku,x ujar Panji.
"Gak ngopi - ngopi dulu Gus, sambil cerita Nabi - Nabi," goda Mbah Dirjo.
"Gak Mbah, kami masih sangat muda, jadi kami harus bersenang + senang dan menikmati hidup.
Kalau sudah tua... Baru nanti kami akan diam di rumah sambil pengang tasbih," ujar Panji sambil tersenyum,
"Assalamualaikum Mbah..."
"Waalaikumsalam.
Repot kalau sama wali Rojo ini," kata Mbah Dirjo.
__ADS_1