Si Berandal Menikah??

Si Berandal Menikah??
Pertanyaan Agam


__ADS_3

"Apaan sih Lo Gam?!" sentak Raffan kala Agam masih terus menyeretnya ke bagian lain dari kampus itu yang jarang didatangi oleh mahasiswa.


"Deefa, gue mau tanya tentang sepupu Lo itu," sahut Agam seraya tetap menggeret Raffan yang kini mengerutkan keningnya mendengar nama wanita yang menjadi istrinya.


"Deefa? Lo sempat kenalan sama dia?" Raffan terlihat heran tidak tahu kalau Agam dan Deefa mungkin telah berkenalan saat Deefa menyusulnya ke bengkel tempo hari.


"Iya lah," sahut Agam cepat.


Raffan berdecih mendengar jawaban dari sang teman, tidak menyangka saat menyusulnya Deefa masih sempat-sempatnya berkenalan dengan temannya.


"Di bengkel?" tanya Raffan yang keyakinan bahwa dugaannya benar kalau Agam berkenalan dengan Deefa di bengkel.


"Bukan."


Sangkal Agam karena memang dia berkenalan dengan Deefa bukan di bengkel kan? di bengkel keduanya hanya saling bertemu muka yang akan membuat mereka saling ingat wajah masing-masing saat tak sengaja di pertemukan itu suatu hal yang wajar mengingat mereka mempunyai mata untuk mengenali siapa saja yang pernah mereka lihat.


"Terus dimana?"


Pertanyaan yang diselubungi rasa penasaran tentang bagaimana bisa Agam dan Deefa saling kenal jika bukan saat di bengkel beberapa hari lalu, karena Raffan tahu benar Deefa tidak pernah keluar rumah selain untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga mereka itupun sepertinya Deefa baru satu kali saja pergi ke supermarket karena wanita itu berbelanja banyak untuk stok beberapa hari dengan menyimpan bahan masakan di dalam kulkas yang pasti akan membuat lebih tahan lama, jadi dimana? mata Raffan memicing penuh selidik karena belum mendapatkan jawaban.


"TPA, ternyata guru baru yang mengajar di TPA Ayah gue itu Deefa Raf, sepupu Lo!" seru Agam dengan senyum lebar, dari wajahnya Raffan menangkap jelas temannya itu sangat bersemangat kala menyebut nama Deefa.


"Itu doang yang mau Lo omongin? nggak penting banget!" dengus Raffan tapi dari gerakan matanya dia menunjukkan ketidaksukaan kala Agam terus saja menyebut nama Deefa.

__ADS_1


"Deefa tinggal di rumah Lo yang lama ya?" tanya Agam saat Raffan hendak pergi.


"Hah?" Raffan berbalik lalu raut wajahnya menelisik seakan tengah mencari tahu bagaimana temannya itu bisa tahu kalau Deefa tinggal di rumah lamanya, apa Deefa mengatakannya?


"Deefa tinggal di rumah lama Lo," ulang Agam beranggapan bahwa Raffan mungkin tidak mendengar apa yang barusan dia katakan padahal itu adalah bentuk terkejut dari sang teman.


"Tau dari mana? Deefa bilang?"


Dan setelah ini bisa dipastikan Raffan akan marah-marah pada Deefa karena wanita itu seenaknya memberitahukan pada temannya dimana dia tinggal padahal di rumah itu juga ada dirinya, bagaimana jika Agam sampai melihat dan mengetahui dirinya pun tinggal di rumah itu, bukankah temannya itu akan menaruh curiga sedangkan Raffan mengatakan mereka adalah sepupu dan sudah sama-sama dewasa. akan terdengar sangat aneh dan tak masuk akal jika Raffan tinggal dengan Deefa sedangkan yang Agam tahu Raffan tentu tinggal dengan orang tuanya.


"Enggak," jawab Agam seraya menggeleng, "kemarin gue anterin dia pulang, gue kaget kok arah jalannya malah ke rumah lama Lo, dia tinggal sama siapa disitu?" sambung Agam menceritakan kekagetannya kemarin saat tahu bahwa Deefa tinggal di rumah milik orang tua Raffan yang memang sudah hampir dua tahun tidak ditempati karena mereka memilih tinggal di rumah yang lainnya.


Jawaban Agam sontak membuat bola mata Raffan membesar dan batinnya pun terus mengoceh, "sudah berani berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya ternyata," batinnya dengan senyuman yang tak di lihat oleh Agam.


"Nggak tahu gue, udahlah gue mau ke kelas."


Raffan gegas menjauh dengan derap langkah yang cepat dan kedua tangannya terkepal menandakan ada sebuah rasa yang tidak dia sukai.


"Tampangnya aja lugu dan terlihat paling suci, tapi tahunya genit juga," gerutunya seraya menaiki undakan tangga satu persatu.


Agam mengerutkan kening heran dengan respon yang Raffan tunjukkan, "dia nggak seneng banget ya sama Deefa, sama sepupu galak banget," cetus Agam kembali mengingat saat Raffan memarahi Deefa yang datang ke bengkel.


Selesai kuliah Raffan sudah berada di parkiran di samping mobil yang mulai hari ini akan jadi temannya berkendara melewati jalanan demi jalanan, motornya dengan berat hati dia biarkan berada di rumah orang tuanya.

__ADS_1


Pria itu masih menggembol tas punggungnya yang berwarna hitam, belum juga masuk ke dalam mobil sebab dia masih menunggu seseorang yang tadi memang sudah membuat janji dengannya, janji untuk berkencan.. mungkin?


"Lo bawa mobil?"


Yang di tunggu belum datang malah muncul orang yang tadi entah kenapa membuatnya sedikit kesal dengan cerita dan juga pertanyaannya tentang wanita yang menjadi istrinya.


Konyol! nanyain sama suaminya! rutuk Raffan dalam hati saat di dalam kelasnya tadi yang membuat dia tidak berkonsentrasi pada materi pelajaran yang dosennya berikan.


Suami? jika tingkah lakunya seperti ini apakah masih pantas di sebut seorang suami? oh ayolah Raffan kamu ini memang berandal tak tahu diri.


"Kenapa memangnya?" tanya balik Raffan dengan intonasi biasa namun terkesan sinis.


"Lo kenapa?" Agam malah jadi bingung dengan sikap Raffan, padahal Agam merasa mereka tidak mempunyai masalah apapun bahkan tadi pagi pun mereka sempat berbicara bukan?


Raffan tak menjawab dan memilih menyambut kedatangan wanita cantik dan seksi yang tengah menuju ke arahnya.


"Kamu tumben bawa mobil," kata Fara melihat kendaraan roda empat dan bukan motor yang biasanya pria itu bawa.


"Lagi di hukum sama Ayah jadi nggak di bolehin bawa motor dulu," sahut Raffan asal sambil membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Fara untuk masuk.


Semua yang Raffan lakukan tak luput dari perhatian Agam, pria itu heran tadi dia bertanya tentang hal yang sama namun Raffan tidak menjawab tapi ketika Fara bertanya temannya itu dengan senang hati menjawab.


Agam masih tak habis pikir dengan sikap Raffan sampai Agam pun tidak menyadari kalau mobil yang Raffan kendarai sudah bergerak keluar dari parkiran.

__ADS_1


*****


__ADS_2