Si Berandal Menikah??

Si Berandal Menikah??
Pengagum Lainnya


__ADS_3

"Oh jadi Lo udah putus sama Raffan?"


Fara yang sedang asik bersama teman-temannya malah didatangi Raisya, wanita cantik yang mengambil jurusan hukum dan siapapun sudah tahu kalau Raisya adalah salah satu pengagum dari seorang Raffan Alawi namun sayangnya Raffan memilih Fara padahal Raisya selalu menunjukkan kalau dia tertarik pada Raffan.


Fara memutar bola mata menunjukkan ketidaksenangannya dengan kehadiran rivalnya yang sejak dulu memang selalu mencari masalah dengannya, apa saja yang Fara suka dan punya pasti Raisya akan mengikuti begitupun ketika Fara suka dengan Raffan dan menjalin kedekatan dengan sang pria, Raisya pun melakukan hal yang sama, selalu tebar pesona di depan Raffan meski Raffan tak sekalipun meliriknya apalagi suka.


"Terus kenapa?" bertanya tenang tidak mau terprovokasi oleh wanita yang berdiri angkuh di sampingnya, andai saja Fara sedang bersemangat mungkin dia sudah meladeni kesongongan tingkah Raisya.


Raisya tertawa mengejek sambil melipat tangan di dada, benar-benar sebuah sikap yang menyiratkan kesombongan luar biasa.


"Di buang juga kan Lo, hahaha, dari awal gue udah bilang kalau Raffan itu nggak suka sama Lo Fara!" tawa nyinyir Raisya perdengarkan.


"Eh Lo tuh dari dulu suka banget nyari gara-gara mulu, memangnya Lo nggak punya kerjaan lain apa?!" Seira mulai kesal mendengar ocehan Raisya yang sejak dulu memang selalu mencari masalah dengan Fara, padahal setahu mereka Fara tidak pernah bertingkah aneh kepadanya.


"Tahu nih cewek lenjeh!" timpal Devi yang tidak suka melihat tingkah belagu Raisya.


"Namanya juga cewek nggak laku, ya kayak dia gini mulutnya bawaannya gatel aja soalnya nggak pernah ada yang nyipok," celetuk Fara dengan sudut bibir terangkat memberikan ejekan yang luar biasa membuat Raisya berang dan mengamuk hingga langsung menjambak rambutnya yang diikat.


"Kurang ajar Lo ya, nggak ngaca Lo kalau ngomong, Lo yang gatel!" teriak Raisya murka.


Fara jelas tidak diam saja, tangannya kini juga menarik rambut Raisya yang di Curly dengan sekuat tenaga hingga rasanya Raisya merasakan kepalanya seakan copot.


Kedua gadis itu saling tarik-menarik rambut bahkan sampai berputar-putar membuat meja-meja di sekitar mereka berantakan, kantin yang tadi hanya ramai karena suara obrolan pun kini menjadi bising karena pertengkaran sekaligus pergulatan dua orang wanita yang saling tidak mau mengalah.


Seira dan Devi mencoba membantu Fara, membantu mengeroyok Raisya.


"Beraninya keroyokan Lo sialan!" maki Raisya menatap Devi dan Seira tajam ketika keduanya itu ikut menarik rambutnya.


"Kalau nggak mau di keroyok lepasin temen gue!" paksa Devi semakin kencang menarik membuat Raisya kesakitan.


"Sakit bodoh!" seru Raisya namun tetap tidak mengindahkan permintaan Devi untuk melepaskan tangannya dari rambut Fara.


"Lo pada bukannya bantuin pisahin malah nontonin!" omel Seira pada teman kampusnya yang malah asik menonton kerusuhan dua wanita yang sama-sama terkenal di kampus, seolah tidak ada satupun orang di dalam kantin itu yang berniat untuk melerai.


"Pisahin nggak nih?" tanya Rio pada Gumay dan Gerry.


Rupanya sejak tadi komplotan Raffan itu berada di sana bahkan mereka juga mendengar apa yang dua wanita itu ributkan sampai akhirnya menjadi rusuh seperti ini.


"Ngapain di pisahin yang lain aja pada nonton doang," sambar Gumay yang rupanya masih dendam dengan Fara yang tempo hari mengajaknya ribut.

__ADS_1


"Lo kalau mau misahin, pisahin aja sana," tambah Gumay lalu dengan tenangnya menyeruput es kopinya yang mulai mencair membuat rasanya sedikit berubah.


"Kayaknya kalau di rekam seru nih," celoteh Gerry lalu mulai mengarahkan kamera handphone pada dua wanita yang masih belum mau berhenti.


"Kirim ke Raffan abis itu, biar dia tahu penggemarnya bar-bar semua, nggak ada yang beres!" sungut Gumay memberi ide.


Gerry mengangkat jempol tanda setuju dengan ide yang Gumay berikan, terlebih lagi Fara dan Raisya masih saja menyebut-nyebut nama Raffan seolah pria itu adalah biang dari Masalah mereka.


"Raffan udah punya istri asal Lo tahu! dan itu artinya gue nggak dapat Lo juga nggak bakal dapat, hahaha, lagian gue juga tetap lebih unggul dari Lo, Raffan sempat pilih gue ketimbang elo!" Fara terkekeh mengejek saat Raisya menatap terkejut.


"Lo kalau doyan sama laki orang ambil saja sana Raffan, Lo sih emang tipe-tipe cewek gatel, cocok emang Lo jadi pelakor!" semprot Fara lagi ketika akhirnya dia berhasil melepaskan diri dari jambakan Raisya yang perlahan melemah.


"Cowok udah punya istri masih juga mau Lo embat? nggak punya harga diri emang Lo! hub sana saingan sama istrinya, gue sih nggak level rebutin suami orang," cerca Fara seraya merapikan rambutnya yang berantakan, "dasar cewek gila!" maki Fara lalu mengambil tasnya dan pergi diikuti oleh dua pasukannya yang ikut memberikan cebikkan di bibir.


"Udah segitu aja?" Gerry menurunkan handphone yang tadi dia gunakan untuk merekam, sedikit kecewa karena perkelahian terhenti dan dia hanya mendapat rekaman yang sebentar saja.


"Huuuuu." sorakan terdengar berkumandang di kantin itu, menyoraki seorang wanita dengan pakaian mini yang menunjukkan wajah marah.


Tadi dia mendengar apa yang dikatakan oleh Fara, membuat hatinya panas seperti terbakar.


Brak!


"Beneran Raffan udah nikah?"


Gumay mendengus kesal, ini yang kedua kalinya mereka didatangi oleh wanita penggemar Raffan, dan dengan pertanyaan yang sama.


"Astaga Raffan bisa-bisanya penggemar Lo gila semua!" umpat Gumay tak habis pikir kalau Raffan disukai oleh wanita-wanita aneh seperti Fara dan Raisya ini.


"Gue tanya kalian! pada nggak punya mulut ya?!"


Makin tajam saja Raisya kala tidak ada dari ketiga pria itu yang membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan yang dia berikan.


"Kalau iya memang kenapa? sadar diri aja, Lo lihat Fara noh dia aja diputusin padahal seantero kampus tahu kalau Raffan ngejar-ngejar dia," cetus Rio.



"Maksud Lo apa?"


__ADS_1


"Ya Lo sadar diri," sambar Gumay yang selalu akan menjadi laki-laki comel jika sudah menghadapai wanita-wanita mengesalkan baginya.



Raisya berdecih lalu mengumbar senyum sinis mendengar perkataan dari teman-teman Raffan.



"Bukan Raisya namanya kalau mundur sebelum berperang," sesumbar Raisya lalu melenggang pergi dengan wajah terangkat seperti tidak ada rasa malu sedikitpun setelah membuat kegaduhan di kantin itu.



"Cewek gila juga ternyata," celetuk Gerry.



"Kayaknya si Raffan ini tepi cowok yang disukai sama cewek nggak jelas, bingung gue nggak ada gitu yang wajar-wajar aja," timpal Gumay.



"Tapi untungnya sih dia nikah sama cewek pesantren, coba Lo bayangin kalau dia nih berjodoh sama salah satu dari wanita gila yang ngejar-ngejar dia."



"Nggak usah di bayangin! bisa ikut gila kita," sambar Rio menimpali ocehan Gerry yang sedang berandai-andai.



"Udah Lo kirim belum?" tanya Gumay.



"Nih lagi gue kirim." Gerry menunjukkan layarnya yang sedang mengirim hasil rekaman yang tadi dia ambil kepada Raffan



Ketiganya pun kompak tersenyum begitu rekaman berhasil di kirim.


*******

__ADS_1


__ADS_2