Si Berandal Menikah??

Si Berandal Menikah??
Mentaati Suami


__ADS_3

Deefa di buat hampir mati tak berkedip begitu melihat apa yang suaminya berikan di dalam paper bag, mulutnya bahkan tak henti mengucapkan istighfar hingga tak terhitung entah sudah berapa kali dia menyebutnya.


"Deefa harus pakai ini?" tanya Deefa pada sang suami yang baru saja menenggak air putih setelah menyelesaikan makan malamnya.


Tadi Deefa mengira kalau Raffan hanya membelikannya baju tidur sama seperti yang sering dia pakai tapi nyatanya semua perkiraannya nyusruk ke dalam jurang terdalam begitu mengeluarkan tidak hanya satu tapi lima helai baju tidur dengan bahan yang sangat tipis dan juga teramat mini dengan belahan dada yang begitu lebar bahkan mungkin hanya akan mampu menutupi sebagian dadanya, lalu tak lupa pakaian dalam yang memiliki warna senada dari masing-masing pakaian tidur itu, jelas itu sudah satu setel dengan si baju tidur yang suaminya sebut lingerie.


"Memangnya kenapa? kan biar lebih menantang." mata dan mulut Raffan membuka bersamaan saat berkata lalu melirik pada lingerie di tangan sang istri.


Deefa menggelengkan kepalanya seperti menolak apa yang suaminya inginkan, sungguh ini sama sekali bukan dirinya, selama ini dia tidak pernah melihat secara langsung pakaian dengan model seperti ini apalagi sampai harus memakainya, oh ya ampun rasanya Deefa ingin pingsan saja detik ini juga.


"Tapi Deefa belum pernah memakai ini," terang wanita yang deru napasnya sudah sangat tidak baik, oksigen di dalam paru-parunya terasa sangat sedikit dan tidak mencukupi dirinya.


"Kalau kamu pernah memakai yang kayak gini malah aneh, aku akan curiga kamu pakai ini untuk siapa dan dengan siapa," cerocos Raffan.


"Astaghfirullahaladzim," Deefa mengurut dadanya, rasanya meski Raffan mengatakan hal tadi hanya untuk bercanda namun tetap saja tidak pantas, bukankah yang jadi suaminya itu dia tapi kenapa malah mengatakan hal yang sangat tidak mungkin.


"Oke Maaf, nggak sengaja ngomong kayak gitu," aku Raffan meminta maaf sadar kalau apa yang dia ucapkan nantinya malah akan jadi panjang dan berujung pada ceramah malam yang akan mengacaukan rencananya untuk melihat istrinya memakai lingerie seksi yang sudah susah payah dia beli dengan menahan malu, karena seluruh wanita yang ada di dalam toko tadi terus saja melihat ke arah dirinya yang sedang memilih lingerie bahkan yang dia pilih lingerie paling seksi dan paling mini yang ada di toko itu, sudah jelas kenapa Gerry tadi terus saja berusaha menjauh darinya.


"Kamu duluan yang mau mandi atau aku?" tanya Raffan kemudian dengan wajah yang cukup serius, dia sudah mempersiapkan ini dengan matang jadi harus segera dieksekusi dengan baik.


Susah payah membeli lingerie jadi dia tidak akan membuang waktu untuk menundanya atau menunggu besok, meski semalam dan tadi pagi dia sudah mendapat jatah tapi jatah itu serasa tidak akan pernah cukup untuk anak muda sepertinya yang selalu menggebu-gebu dalam hal apapun termasuk dengan rasa kenikmatan yang akhir-akhir ini membuatnya selalu berpikiran nakal kala melihat istrinya.

__ADS_1


Hah! beruntung dia hanya memikirkan istrinya saja, andai dia memikirkan wanita lain sudah pasti dosa berlipat yang akan dia dapatkan.


"Deefa beresin bekas makan dulu ya," kata Deefa akhirnya yang mendapatkan picingan mata dari pria yang sudah akan beranjak dari duduknya.


"Nggak lagi berusaha buat ngulur waktu sampai akhirnya aku tidur karena kelamaan nunggu kan?" sepertinya otak kepala Raffan ini sudah bisa membaca pikiran yang ada di kepala istrinya itu.


Dia yang sering membuat berbagai macam dan banyak kali alasannya rupanya menjadikan dia seorang yang akan selalu bisa menebak jalan pikiran orang lain, jangan lupakan kalau dirinya adalah Raffan Alawi si raja drama dari segala drama.


Hal-hal semacam ini sudah sangat dia hafal di luar kepala, karena dirinya pun sering melakukannya memberikan banyak alasan agar bisa bisa bebas dari apa yang dia tidak mau lakukan.


Deefa terdiam tidak menyambut pertanyaan dari suaminya yang mengisyaratkan bahwa apa yang suaminya katakan itu memang benar, dia memang ingin mengulur waktu bahkan kalau bisa membuat suami berandal nya itu tidur agar tidak memakai baju kurang bahan seperti yang dia pegang sekarang ini.


"Aku yang beresin kalau gitu, kamu masuk kamar sana siap-siap," paksa Raffan tak mau tahu bagaimana sekarang jantung istrinya berdebar sangat kencang dengan tangan yang gemetar.


"Kaki Mas masih sakit," seorang Deefa tentu masih akan mengupayakan agar dirinya tidak sampai memakai lingerie tipis malam ini, sebab dia masih harus mengumpulkan keberanian dan kesiapannya, yah minimal besok atau besoknya lagi sampai dia siap, mungkin?


"Udah sembuh! cepat sana!" usir pria yang mulai tak sabar dengan menarik tangan istrinya yang sejak tadi masih saja duduk di kursi tidak berpindah setengah centi pun.


"Tapi Mas.." Deefa ini benar-benar susah sekali untuk diajak kerjasamanya, kenapa tidak langsung menurut saja?


Raffan berdecak lalu mulai sedikit kesal, 'masa gue mesti keluarin bakat gue?' sungut Raffan dalam hatinya kala melihat istrinya malah hanya berdiri mematung.

__ADS_1


"Mentaati suami menyenangkan suami itu termasuk ibadah Deefa, kamu juga dapat pahala!" kata Raffan gemas.


"Iya tapi aku nggak usah pakai ini kan bisa, Deefa tetap bisa nyenengin Mas Raffan," cicit Deefa dengan takut-takut.


Prak!


Raffan membanting tempat tissu ke atas meja, "udah nggak perlu! diajak ibadah malah banyak banget alasannya, inilah itulah!" Raffan berjalan cepat setengah berlari menaiki anak tangga, tapi ketika berada di tangga paling tengah pria itu berdiri lalu berkata, "kamu dapat dosa aku nggak mau tanggung jawab." setelah mengatakan itu Raffan pun melanjutkan langkahnya menuju kamar.


Brak!


Deefa terjengkit kaget mendengar suara pintu yang di tutup dengan sangat kencang oleh suaminya.


Tangan Deefa bahkan kini bergetar mendengar ucapan suaminya barusan, dosa? dia memikirkan dosa yang akan dia dapatkan saat suaminya meminta tapi dia malah menolak, tidak! bukan menolak tapi dia tidak menuruti permintaan suaminya untuk memakai lingerie.


Wanita itu melihat paper bag dengan lingerie di dalamnya dengan warna-warna yang sangat mencolok, "hanya memakai ini di depan suamimu Deefa, tidak ada yang salah saat hanya suamimu saja yang melihatnya, dia bukan orang gila yang akan memperlihatkan tubuh istrinya kepada orang lain, meski baru beberapa bulan menikah dan suamimu seorang berandal nakal tapi kamu seharusnya sudah cukup mengenal seperti apa suamimu itu," isi hati Deefa seolah tengah menyadarkan dirinya sebagai seorang istri, membuatnya mengerti bahwa yang dia lakukan ini bukanlah hal yang salah.


Deefa mengatur napasnya lalu kembali mengeluarkan salah satu lingerie dengan warna merah menyala dan juga kain kecil yang Deefa tahu itu adalah pakaian dalam tapi bentuknya sungguh sangat aneh.


Deefa memejamkan matanya lalu merapalkan doa setelah mengambil keputusan untuk memakai baju tidur yang menurutnya tak sempurna itu.


Sedangkan di dalam kamar Raffan yang tadi sudah membersihkan dirinya kini tengah mendengarkan musik dari handphonenya dengan senyum yang sesekali merekah dari bibirnya, dia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, dia adalah sang raja drama yang siapapun tidak akan bisa melampaui kemampuannya dalam hal bersandiwara.

__ADS_1


******


__ADS_2