Si Berandal Menikah??

Si Berandal Menikah??
Raisya Siapa?


__ADS_3

"Sialan!" maki Marco ketika mendengar kalau Raffan sudah dibebaskan.


Hasrat balas dendamnya itu belum terpuaskan tapi Raffan malah sudah keluar dari tahanan, menurutnya dua Minggu terlalu singkat dan cepat untuk menuntaskan kebencian dan juga menebus kekalahannya yang selalu berulang setiap kali balapan, sungguh dia merasa belum cukup puas bahkan dia ingin Raffan merasa lebih dari sekedar di penjara.


"Siapa yang bantuin?" tanya Marco pada Yanuar yang tadi memberi informasi.


"Fara, anak kampus mereka juga sepupu Lo gue rasa juga kenal," jelas Yanuar seraya mengambil kaleng minuman yang isinya tinggal setengah lalu menenggaknya habis.


"Gue dengar-dengar dia juga yang waktu itu lapor polisi," timpal Derry sambil angkat bahu lalu mencebikkan bibirnya.


"Bukannya itu gebetannya si Raffan sialan ya?!" Marco mulai ingat tentang Fara, sedikit banyak dia tahu cerita tentang Raffan dan Fara apalagi dulu Fara juga sering terlihat ketika dia dan Raffan adu balap di lintasan tak resmi.


"Iya, Fara yang sama," sahut Yanuar lagi meremas kaleng yang sudah kosong lalu melemparnya tepat ke dalam tong sampah.


Drang!


Bunyi kaleng yang beradu dengan pinggiran tong sampah hingga akhirnya terbenam di dalam benda bulat besar berwarna biru.


"Kan sempat pacaran mereka itu bro, tapi putus," terang Derry membeberkan kisah asmara rival dari temannya, sepertinya Derry ini termasuk golongan pria yang senang akan gosip dan selentingan-selentingan kabar yang berhembus.

__ADS_1


"Kalau itu gue tahu, Raisya juga sempat cerita, kalau Lo pada tuh dua orang masih ada rasa nggak? Lo berdua juga kan tahu berapa lama Raffan itu deketin Fara, rasanya nggak mungkin kalau mereka itu sama-sama udah nggak ada rasa," tebak Marco mulai berasumsi dengan segala pemikiran yang mendadak muncul di dalam kepalanya.


Derry dan Yanuar kompak mengedikkan bahu, mereka berdua tidak mengerti kenapa tiba-tiba Marco membahas perihal hubungan Raffan dan Fara, bukankah itu tidak ada hubungannya dengan mereka.


"Mikirin amat lah bro, lagian si Raisya juga kan suka sama Raffan," cetus Yanuar yang di angguki oleh Derry dengan cepat.


"Heran juga gue sih, Raffan yang model begitu aja banyak yang suka lah si Marco yang katanya pria paling tampan seantero Jaksel malah nggak ada cewek yang deketin, aduh!"


Ocehan Derry mendapat hadiah berupa lemparan kaleng kosong bekas minuman tepat di keningnya, dasar teman kurang ajar dan tak punya otak, bisa-bisanya mencela teman sendiri yang selama ini susah senang bersamanya bahkan kerap kali mentraktir makan juga minum.


"Tapi Lo sama Raffan mah tetap aja tampanan Raffan, jauh!" sekarang Yanuar menuding Derry yang memiliki tampang pas-pasan atau mungkin malah di bawah pas-pasan tapi tingkahnya tak kalah songong dari Raffan.


"Lo kelainan ya?" Derry bergidik ngeri menatap pria yang duduk di sampingnya.


******


Pagi hari Raffan bangun dengan wajah yang sangat cerah sumringah dan bercahaya, pancarannya tampak begitu jelas menyiratkan kegembiraan ketika akhirnya dia kembali terbangun di kamar tidurnya bersama dengan sang istri.


Dirinya membuka mata lalu menatap langit-langit kamar serta lengkungan dari bibirnya menyuguhkan senyuman menawan di pagi hari, beberapa waktu selalu bangun tengah malam dan tidak lagi bisa tidur ketika menyadari dia berada di tahanan, sungguh hari-hari kemarin membuat dia menyadari kesalahan yang dia perbuat, untunglah Allah masih memberinya kesempatan untuk kembali bersama dengan wanita yang dia cintai.

__ADS_1


Tadi selepas sholat subuh Raffan kembali tidur lalu baru bangun ketika jam sudah menunjukkan angka 7 lewat.


Hari ini perbolehkan dia untuk bermalas-malasan saja dan biarkan dia tidak masuk kuliah lagi, dia merasa otaknya belum bisa dijejali oleh pelajaran.


"Hoaam." Raffan menguap sambil merentangkan kedua tangannya lalu meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku agar kembali rileks baru kemudian menyingkap selimut yang menutupi sebagian tubuhnya yang hanya memakai boxer di atas lutut lalu turun dan mengambil kaos yang teronggok di tepian tempat tidur kemudian memakainya, sehabis sholat subuh bisa-bisanya dia kembali tidur dengan membuka pakaiannya, niatnya sih ingin mengajak Deefa gelut lagi tapi istrinya itu malah terlihat sangat kelelahan setelah meladeni dia semalam.


"Sayaang," suara kencang saat memanggil sang istri yang mungkin sedang sibuk di dapur?


Tidak ada sahutan membuat Raffan mengerutkan kening dengan tetap melangkah menuruni anak tangga.


Raffan menuju dapur dan saat di pintu dapur dia mendapati istrinya sedang duduk di dekat meja makan, melamun dengan tatapan yang tidak tahu melihat apa.


"Deef," tegur Raffan seraya menyentuh puncak kepala sang istri.


Deefa sedikit terkejut karena nyatanya dia tidak menyadari kedatangan suaminya itu, bahkan suara panggilannya pun dia tidak mendengar, sangat jelas kalau dia sedang memikirkan sesuatu.


"Aku cariin kamu loh, panggilin kamu juga tapi nggak jawab kirain pergi kemana eh tahunya lagi bengong disini," tutur Raffan mengecup kepala wanita yang mengatupkan bibir.


"Kenapa diam? kamu mikirin apa?"

__ADS_1


"Raisya siapa?"


*************


__ADS_2