Si Berandal Menikah??

Si Berandal Menikah??
Sayang Tapi Belum Cinta


__ADS_3

Pukul 8 malam Deefa baru bisa menyelesaikan masakannya untuk makan malam bersama sang suami, tadi sore ketika mertuanya pulang dia kerepotan mengurus suaminya yang selalu saja berteriak ketika dia tinggal, minta ini dan itu tak henti layaknya anak kecil.


Raffan benar-benar sangat manja di saat sakit seperti ini, nyatanya seorang pria yang terkenal akan bengal dan keras kepalanya itu akan sangat rewel ketika sedang sakit dan sakit yang dia buat sendiri.


Deefa menyajikan semua makanan ke atas meja lalu gegas menuju ke kamarnya, tadi suaminya bilang tidak ingin makan di kamar seperti tadi pagi, itu artinya Deefa harus memangil serta membantu suaminya untuk turun ke lantai bawah.


"Mas." Deefa memanggil tatkala sudah berada di dekat kamar, seharusnya dalam jarak ini Raffan sudah bisa mendengar namun entah kenapa tidak ada jawaban dari dalam sana.


"Ketiduran mungkin," ucap Deefa pada dirinya sendiri lalu tetap melangkah memasuki kamar, tapi saat di dalam kamar dia mendapati suaminya tengah melihat pada layar handphone yang mengeluarkan suara seperti orang yang sedang bertengkar dan juga Deefa mendengar nama suaminya ikut di sebut di dalam video yang sedang Raffan tonton dan Raffan menontonnya dengan bibir yang tersenyum.


Deefa mengerutkan keningnya seraya mendekat dan telinganya semakin jelas mendengar suara dua orang wanita yang seperti membicarakan suaminya lalu kemudian kegaduhan pun terjadi membuat Deefa berusaha untuk melihat tapi Raffan keburu menyembunyikan handphonenya di balik bantal.


"Kenapa disembunyikan?" Deefa bertanya dengan sorot mata curiga.


"Nggak kenapa-kenapa," sahut Raffan memasang wajah biasa namun terkesan menjaga diri agar istrinya tidak tahu video apa yang tengah dia lihat.


"Video apa memangnya itu?" tanya Deefa lagi.


"Bukan apa-apa, cuma video lucu-lucuan aja, kamu udah selesai masaknya? ayolah kita makan aku udah lapar," jawab Raffan sambil berusaha mengalihkan pembicaraan agar Deefa tidak memaksa untuk melihat video mantan kekasihnya yang sedang bertengkar dengan pengagumnya yang lain.


Deefa tidak menjawab bahkan ketika Raffan tengah bergerak untuk turun dari tempat tidur, wanita dengan setelan tidur lengan panjang berserta dengan kerudungnya hanya melihat tanpa berusaha untuk membantunya.


"Video lucu atau video pertengkaran dua wanita yang merebutkan Raffan Alawi?" cetus Deefa.


Raffan menghentikan kakinya yang sudah akan menginjak lantai, "kok songong?" merasa tidak senang Deefa memanggil nama lengkapnya tanpa embel-embel Mas.


Deefa menghela napas, "maaf," katanya karena dirinya tidak sopan terhadap sang suami padahal suaminya sendiri sudah membuat dia kesal dengan menyembunyikan video darinya, dia hanya ingin tahu apa yang suaminya lihat, apa itu salah?


Sungguh menikah dengan pria bernama Raffan dengan usianya yang lebih muda darinya membuat Deefa terkadang merasa lelah sendiri sudah hampir tiga bulan menikah namun cobaan yang suaminya berikan bukannya makin berkurang malah makin bertambah banyak.


"Aku tahu usia kamu lebih tua dariku, tapi dalam pernikahan suami lah yang menjadi pemimpin jadi semuda apapun usia suamimu kamu harus tetap menaruh hormat padanya, bukankah tentang agama kamu jauh lebih pandai daripada aku?" Raffan menatap Deefa yang mengatupkan bibirnya.

__ADS_1


Tanpa dia mengatakan itupun Deefa sudah sangat mengerti dan selama perjalanan rumah tangga ini rasanya Deefa tidak pernah sekalipun bersikap kurang ajar pada suaminya itu, selalu menghormatinya meskipun suaminya itu kerap kali membuatnya kecewa dan menyakiti perasaannya.


Seperti sekarang ini, Raffan membawa-bawa perbedaan usia mereka, seolah tengah memberitahu pada sang wanita kalau dia masih muda dan wanitanya sudah tua.


"Deefa hanya ingin melihat video tapi Mas malah menyembunyikannya, memangnya apa yang akan terjadi kalau Deefa melihat video itu?"


"Nggak ada yang penting, kan dari tadi aku bilang bukan apa-apa kenapa jadi lebay sih?" Raffan terlihat tak mau mengalah.


"Ya sudah kalau begitu, rahasiakan apa yang Mas mau, Deefa tidak akan bertanya," ujar Deefa lalu meraih tangan suaminya, membantunya berjalan dan tanpa banyak bicara.


Raffan melihat wajah wanita di sampingnya yang meskipun sedang kesal tapi masih tetap mau membantunya yang susah payah untuk melangkah akibat kaki yang masih cedera.


Deefa menarik kursi meja makan agar suaminya bisa duduk lalu mulai menyiapkan makanan untuk suaminya diiringi dengan tatapan sang suami yang tak pernah lepas darinya.


"Marah Deef?" tanya Raffan ketika Deefa tak juga bersuara.


Deefa menggeleng tanpa mau mengeluarkan satu kalimat pun untuk menjawab.


Tangan Deefa yang lagi mengambil sayur pun terhenti lalu melihat pada sang suami.


"Kenapa lihatin aku kayak gitu?" merasa risih dengan tatapan sang istri.


"Video dua orang perempuan sedang bertengkar Mas bilang lucu-lucuan?" Deefa tidak percaya suaminya menganggap kalau hal itu adalah lelucon dan tadi pun dia melihat suaminya tertawa saat melihat video itu.


"Itu bukan hal yang perlu di tertawakan karena memang tidak ada yang lucu saat perempuan bertengkar bahkan sampai saling melukai!" tegas Deefa.


Raffan mengurut telinganya seperti mempersiapkannya untuk mendengar ceramahan yang mungkin akan berlanjut dan malah menggagalkan acara makan malam dirinya yang bahkan sudah terlewat satu jam.


"Nanti aku hapus videonya," kata Raffan kemudian, mengalah akan membuatnya sedikit selamat karena Deefa tidak akan terlalu marah nantinya.


"Sekarang!" tegas Deefa dengan tatapan tak lagi lembut seperti biasa.

__ADS_1


Entah harus berapa lama lagi dia harus mengajarkan suaminya dan membimbingnya menjadi lebih baik kalau setiap hari ada saja tingkah suaminya yang membuatnya harus menghela napas dan mengelus dada.


"Iya," Raffan yang tadinya ingin lebih menonjolkan diri sebagai seorang suami pun menuruti permintaan sang istri.


Dia mengeluarkan handphone yang dia simpan di saku celana pendeknya lalu segera menghapus video yang dikirimkan oleh Gerry.


"Gara-gara nih bocah pada gue kena omel lagi aja!" omel Raffan seraya menghapus video dari handphonenya.


"Sudah aku hapus," kata Raffan memamerkan layar handphonenya kepada wanita yang berdiri di sebelahnya.


"Deefa minta jangan ulangi lagi, jangan lihat video-video yang tidak baik, apalagi sampai melihat video lawan jenis."


Mendengar itu Raffan lantas memberikan tatapan tak biasa pada istrinya, "cemburu ya?" goda Raffan membuat Deefa gelagapan.


"Bukan seperti itu, Deefa hanya tidak ingin Mas mendapat dosa," elak Deefa.


"Alah ngaku aja kali, ketara banget cemburunya," celetuk Raffan dengan bibir yang memamerkan senyum kurang ajar.


"Memangnya salah kalau Deefa cemburu? toh Mas Raffan suami Deefa," ucap Deefa akhirnya.


"Tuh kan bener cemburu, pakai ngeles lagi," ejek Raffan.


"Kayaknya kamu yang duluan cinta sama aku ya," kata Raffan kemudian membuat Deefa melihat padanya.


"Memangnya Mas belum?" Deefa memberanikan diri bertanya.


"Sayang sih udah tapi cinta belum," sahut Raffan yang dalam sekejap membuat Deefa merapatkan mulutnya tak lagi bisa berkata-kata.


Dia paham untuk menghadirkan sebuah cinta tidak akan mudah bagi mereka yang menikah atas perjodohan, sepatutnya dia cukup beruntung karena Raffan mengatakan sayang padanya itu artinya hanya tinggal membuatnya jatuh cinta saja kepadanya agar perjalanan rumah tangga mereka semakin baik.


*******

__ADS_1


__ADS_2