Si Berandal Menikah??

Si Berandal Menikah??
Brengsek!!


__ADS_3

"Ini apa?!" tanya wanita yang dua hampir tiga Minggu ini menjadi kekasih pria di depannya.


Pria yang beberapa hari tak terlihat setelah mengirimkan pesan yang tidak pernah dia sangka, menyatakan putus padahal dari awal pria itulah yang selalu mengejarnya, menunjukkan ketertarikan yang teramat ketara terhadap dirinya, tapi kenapa saat dia sudah dengan senang hati membalas pernyataan pria itu malah di kecewakan seperti ini tanpa dia tahu apa sebabnya.


"Itu kan jelas apa isi pesannya Far," kata Raffan jengah dengan pertanyaan dari wanita yang sejak tadi terlihat emosi, bahkan tadi pun langsung masuk ke mobilnya begitu saja saat dia akan pulang setelah kelas terakhirnya selesai.


"Nggak! nggak jelas, aku minta kamu yang jelasin," tekan Fara menatap pria di depannya.


Tadi kalau saja dia terlambat satu menit saja mungkin pria di depannya sudah kabur darinya, terlihat jelas kalau Raffan memang menghindar darinya setelah memutuskan hubungan secara sepihak dan tanpa penjelasan.


Dia pikir memangnya Fara bisa dengan mudah diputuskan begitu saja setelah perasaannya sudah begitu dalam, heh! enak saja!


Raffan memutar bola matanya lalu tangannya melambai guna memanggil seorang waiters yang memang tengah berdiri menunggu tamu cafenya yang menginginkan sesuatu.


"Aku lagi ngomong loh sama kamu, kok bisa-bisanya kamu malah pesen makanan!" celetuk Fara sinis melihat tingkah Raffan yang seperti menganggapnya benda tak bernyawa.


"Gue laper dari pagi belum makan," sahut Raffan tanpa menoleh sebab sekarang dia malah sibuk memesan makanan untuk mengisi perutnya yang sedari pagi memang belum terisi apapun.


Tidak ada Deefa di rumah menjadikan tidak ada juga sarapan di meja makan, bahkan dirinya pun bangun kesiangan karena tadi malam malah tak bisa tidur memikirkan wanita yang kini jauh di luar kota sana, perjumpaan manis antara bibir mereka tak ayal menyisakan sebuah rasa yang sulit terlupakan, lebih lagi istrinya mengaku kalau dirinya adalah yang pertama dan mungkin akan menjadi satu-satunya bagi wanita itu.


"Kenapa nggak sarapan dulu, memangnya ibu nggak masak?" tanya Fara ketika waiters sudah berlalu dengan membawa catatan makanan yang di pesan oleh Raffan.


Raffan membeku, sejak tadi dia sudah mencoba mengalihkan pembicaraan dan juga mengulur-ulur waktu sebelum mengatakan alasan yang membuatnya memutuskan hubungan mereka, tapi sepertinya hal itu tidak bisa lagi dia lakukan.


"Far," panggilnya pada wanita yang sebenarnya tidak perlu dia lakukan karena sejak tadi pun perhatian wanita itu hanya tertuju padanya, tidak melepaskan tatapan matanya sedikitpun sebab pertanyaannya masih belum mendapat jawaban.


"Aku dari tadi nunggu kamu bicara loh Raf, nggak ngerti sama jalan pikiran kamu yang bertele-tele kayak gini," cetus wanita yang selalu memakai pakaian ketat membentuk tubuh itu.


Sangat seksi yang kerap kali menjadi bahan perhatian hampir seluruh penghuni kampus terutama kaum Adam dan Raffan termasuk dalam bagian itu, beruntung dia memiliki paras yang di atas rata-rata hingga sang wanita pun tak kuasa menahan diri bahkan juga tidak malu-malu menunjukkan rasa sukanya pada pria yang di kampus terkenal dengan ke berandalan nya dan yang Fara ketahui juga bukan hanya dirinyalah yang jatuh hati pada sang pria, masih ada mahasiswi-mahasiswi lainnya yang menyukainya diam-diam atau menunjukkannya secara langsung.

__ADS_1


Dan dia seperti menjadi pemenangnya kala Raffan menyatakan suka padanya dan mereka pun menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman.


Lalu beberapa hari lalu Raffan malah meminta putus, jelas dia tidak bisa terima begitu saja.


"Jelasin kenapa tiba-tiba mau putus?" tanya Fara tak sabar lagi, meminta penjelasan atas pertanyaannya beberapa hari ini.


"Gue.."


Baru saja membuka mulut tapi waiters sudah datang dengan membawa pesanannya, pasta serta kentang goreng yang langsung terhidang di atas meja.


Menunggu sampai waiters itu menyelesaikan tugasnya baru kemudian Raffan kembali meneruskan apa yang ingin dia katakan.


"Kita nggak bisa terusin hubungan kita."


"Itu pesan yang kamu kirimkan, aku minta penjelasan kenapa kamu ngirim pesan kayak gitu, bukannya ngulang lagi apa yang sudah aku ketahui," tuntut wanita yang tatapannya menjadi lebih tajam dan menyeramkan dari sebelumnya.


"Gue udah nikah," kata Raffan dengan intonasi biasa namun nyatanya malah membuat wanita di depannya seperti tersambar petir.


"Gue udah nikah, udah punya istri, maka dari itu gue minta kita putus, selesai!" tegas Raffan.


"Maaf," tambahnya lagi setelah mendapati ekspresi wanita di depannya yang menjadi begitu menyedihkan.


Ada rasa tak tega mengingat sejak dulu dia yang begitu menyukai Fara, terus mendekatinya siang dan malam tapi sekarang malah dia jugalah yang memutuskan hubungan.


Fara menggeleng tak percaya meski hatinya bergemuruh ingin menangis akibat rasa kecewa yang menggunung, "nggak mungkin!" katanya kemudian.


"Itu kenyataan Far, maafin gue." meminta maaf lagi karena sekarang hanya itu yang bisa dia lakukan.


"Sejak kapan?" tanya Fara setelah berusaha menenangkan dirinya sendiri dari gejolak amarah yang rasanya ingin dia lampiaskan.

__ADS_1


"Satu bulan yang lalu," sahut Raffan.


Mata Fara pun membelalak menyadari kalau Raffan menikah sebelum menjalin hubungan dengannya bahkan saat itu dia tengah berada di luar negeri guna mengunjungi saudaranya.


Fara mengepal tangannya berusaha menahan namun tidak bisa lagi sampai akhirnya..


Plak!


Tamparan kencang mendarat di pipi kiri sang pria yang sempat terkejut tapi kemudian bersikap tenang, tamparan ini memang pantas dia dapatkan karena dia yang sudah mempermainkan wanita.


"Bajingan, brengsek!" maki Fara menghunuskan tatapan mata yang begitu sadis dengan bola mata yang memerah.


Fara berdiri dari tempatnya duduk, Raffan pikir wanita itu akan langsung pergi tapi nyatanya tidak karena wanita itu kini sibuk mengeluarkan makiannya guna melampiaskan amarah terhadap dirinya.


"Brengsek!" maki Fara lagi seraya mengangkat gelas berisi jus miliknya lalu dengan diliputi emosi menyiramkannya di kepala pria yang memejamkan mata merasakan dingin serta basah yang merambat turun ke wajahnya.


Wanita itu langsung pergi begitu saja meninggalkan pria yang menghela napas dan kini menjadi tontonan pengunjung serta para waiters di cafe itu.



"Lihatlah Deef, pengorbanan suamimu ini, di permalukan di depan banyak orang untuk membuktikan padamu bahwa suamimu ini bukan orang yang suka mengingkari janji," katanya pelan seraya merasakan jus yang makin merambat turun membasahi bajunya.



Raffan yang sudah lapar tidak berniat untuk segera pergi guna menghindari pandangan serta suara-suara sumbang yang ditujukan untuknya, pria itu malah mengambil garpu berniat menikmati spageti yang sejak tadi menggodanya.



"Urusan selesai dan gue bisa makan sekarang," katanya tak peduli dengan keadaan dirinya sendiri.

__ADS_1


Jika saja ada yang merekam kejadian tadi kemungkinan dia akan menjadi viral dengan judul menyebalkan yang di buat-buat.


******


__ADS_2