
Aku menangkap diriku dan segera bersiap untuk tidur namun tiba-tiba saja ponselku berbunyi dan ternyata itu adalah panggilan dari kak Fasya aku langsung menghampiri dia tanpa mengangkat panggilan darinya dan segera menanyakan apa yang dia inginkan dariku.
"Ada apa? Apa kau merasa sakit?" Tanyaku kepadanya,
"Aku, ingin minum tapi kakiku masih merasa cukup lemas, bisakah kamu menolongku, tapi kalau kau sedang sibuk aku biasa mengambilnya sendiri" ucap dia sambil segera bangkit dari tidurnya.
Aku segera menghentikan dia dengan cepat dan kembali menyelimuti dia.
"Eh...sudah...sudah kau diam saja di situ aku akan mengambilkannya untukmu, diam saja ya" ucapku kepadanya.
Aku segera pergi menuruni tangga dan mengambil segelas air lalu menaruhnya di meja yang ada di samping tempat tidurnya.
"Ini minumnya aku ratus disini yah, aku akan kembali jika ada apapun panggil saja" ucapku sambil segera berbalik.
Di saat aku baru saja hendak meraih gagang pintu dia sudah kembali memanggilku dan membuat aku mengurungkan niat lalu berbalik menatapnya.
"Talita tunggu!" Ucap dia menahanku,
"Iya ada apa lagi, apa ada yang kau butuhkan lagi?" Balasku kepadanya,
"Bisa kau tolong tutup gordeng itu, anginnya terlalu kencang" ucap dia.
Saat aku melihat ke arah jendela balkon rupanya memang terbuka dan aku ingat itu bekasku yang sebelumnya berteriak di teras balkon untuk meluapkan emosi, aku pun mengangguk dan segera pergi untuk menutupnya, lalu di saat aku hendak memegang gagang pintu lagi, dia kembali memanggilku dan membuat aku sedikit jengkel.
"Tunggu!" Ucapnya menahan aku lagi untuk yang ke tiga kalinya,
__ADS_1
Aku berbalik dengan kesal dan berusaha menahan emosiku lalu memasang wajah senyum yang terpaksa dan penuh dengan tekanan kepadanya.
"Huft.... Dasar sialan kenapa dia memanggilku lagi" gerutuku pelan,
"Iya.... Ada apa lagi Fasya yang sakit?" Tanyaku lagi kepadanya dengan mengeratkan gigiku dengan kuat,
"Ma..maaf Talita itu bisakah kau mematikan lampunya aku tidak sampai" ucap dia dengan wajah yang membuat aku tidak bisa marah dengannya.
Aku hanya bisa menghembuskan nafas yang lesu dan berat sehingga aku langsung mengangguk lagi menurutinya dan segera mematikan lampu kamarnya dengan cepat, setelah aku sebelum benar-benar pergi dari sana aku kembali bertanya lebih dulu kepadanya karena aku takut dia akan memanggilku lagi.
"Fasya apa tidak ada lagi hal yang membutuhkan bantuanku?, Apa kau akan langsung tidur sekarang?" Ucapku kepadanya,
"Tidak ada aku akan tidur sekarang, selamat beristirahat Talita" ucapnya sambil menarik selimutnya tinggi hingga ke dada.
Aku merasa lega dan segera kembali dengan cepat lalu mematikan ponselku dan segera tidur dengan lelap.
Aku segera memakaikan plester pada jempol kakiku dan segera bersiap-siap membuat sarapan di bawah lalu memberikannya pada Fasya. Aku lihat dia masih tertidur dengan lelap sehingga aku aku hanya meninggalkan surat berpamitan untuknya.
Aku menuliskan beberapa kalimat saja dan menaruh kertas itu di bawah piring makanan yang sudah aku buat untuknya, lalu aku segera pergi kembali ke rumah untuk berganti pakaian dan untungnya ibu sudah pergi ke kantor pagi itu sehingga aku bisa masuk tanpa harus mendengar ocehan darinya yang bisa membuat telingaku sakit.
Aku juga memiliki kunci cadangan sehingga bisa dengan mudah masuk ke rumah tanpa sepengetahuan ibuku, aku akhirnya bisa merasakan air yang segar membasahi tubuhku dan membuat tubuhku lebih segar juga pres lagi.
"Aahhh..rasanya segar sekali, dan sangat nyaman bisa kembali ke rumah sendiri" ucapku sambil mengeringkan rambutku di depan cermin.
Aku segera bersiap-siap dan langsung pergi ke kampus, untungnya hari ini hanya ada kelas siang sehingga aku bisa pergi dengan santai dan menunggu bus dengan sangat senang hati sambil memakai headset di telingaku dan menonton siaran langsung idola kesayanganku di ponsel ke kentang ini.
__ADS_1
Bahkan ketika menaiki bus aku bisa terus menikmati angin sepoi-sepoi dari jendela bus yang aku bukakan sedikit rasanya sangat nyaman dan damai aku juga menutup mataku membiarkan air masuk ke dalam hingga menerpa tubuhku secara alami.
Rasanya sangat mendamaikan pikiran setelah serangkaian kejadian yang membuat kepalaku sakit di buatnya.
"Aaaahhh... Ini sangat menyenangkan, andai setiap hari aku bisa menikmati semua kenangan ini dan merasakan kedamaian serta kebebasan di dalam diriku, pasti aku akan sangat bahagia menjalani hidup ini" ucapku bicara sendiri dengan mata yang terpejam.
Saking menikmati aku sampai tidak sadar rupanya aku sudah sampai dan supir bus sudah membunyikan klaksonnya beberapa kali untuk membangunkan aku dan juga dia sudah berteriak kepadaku menyuruh aku untuk segera turun.
Sampai akhirnya aku sadar dan segera meminta maaf kepadanya karena sudah menghambat pekerjaannya itu.
"Neg...tot....tot....tot.... Neng bangun kita sudah sampai...hey... Bangun!" Teriak supir bus itu.
Aku langsung tersadar dan segera bergegas turun dari sana.
"A..ahh..iya pak maafkan saya, tadi saya ketiduran maaf ya pak" ucapku sambil membungkuk meminta maaf.
Dia pun segera membiarkan aku turun dengan cepat dan bus itu langsung melesat, sepertinya supir bus itu sangat mendendam dan kesal padaku sampai dia langsung melajukan busnya dengan secapat itu tepat setelah aku turun.
Aku mengabaikan masalah itu karena aku tahu itu kesalahanku dan aku juga sudah meminta maaf kepadanya yang pasti aku harus segera ke kampus sekarang, jarak dari halte bus ke gerbang kampus memang cukup dekat sehingga aku bisa sampai disana dengan tepat waktu.
Aku juga merasa cukup bahagia dan penuh semangat untuk memulai pembelajaran hari ini bahkan untuk pertama kalinya aku mengikuti kelas dengan aktif, rasanya sangat menyenangkan sekali jika setiap hari bisa seperti ini.
Aku belajar dengan fokus dan bisa memahami semua yang di sampaikan oleh dosen aku juga bisa melakukan segalanya dengan perasaan senang dan bahagia, aku juga bisa duduk di bangku paling depan sehingga bisa melihat tulis dengan jelas dan luas.
Perbedaan duduk di bangku depan dan belakang ternyata berpengaruh ini dengan ke fokus san yang aku rasakan, saat duduk di belakang rasanya hanya bisa mengangguk dan tertidur jika tidak hanya melamun tidak jelas tapi saat duduk di depan rasanya aku bisa terus fokus dengan baik dan menatap ke depan dengan fokus.
__ADS_1
"Wow.... Apa otakku berfungsi dengan baik sekarang, kenapa rasanya sua pembelajaran dari dosen bisa masuk ke dalam otakku dengan mudah, atau apa aku menjadi pintar hanya karena duduk di kursi paling depan?" Gerutuku berbicara aneh sendiri.