Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Hadiah


__ADS_3

Meski aku merasa kak Kevin sedikit aneh namun aku juga tidak bisa memikirkannya terus menerus dan tak sempat untuk menanyakan semuanya lebih jelas karena pekerjaan di restoran semakin malam justru semakin banyak, aku sibuk membereskan barang barang kotor dan menyajikan makanan sesekali.


Hingga akhirnya saat aku selesai bekerja tiba tiba saja sudah ada kak Bara yang duduk di salah satu meja dan dia melambaikan tangannya padaku.


"Eh....itukan kak Bara kenapa dia ada di sini?" Tanyaku bicara sendiri penuh kebingungan,


Aku segera melepaskan celemek dan mencuci tanganku selepas itu segera aku datang menghampirinya.


"Kak kenapa di sini?, apa kakak mah pesan makanan tapi kami sudah tutup dan kak Kevin juga sudah tidak bisa memasak lagi" ucapku menjelaskan,


"Talita aku kemari bukan untuk mencari makanan tapi aku ingin menjemputmu, ayo kita pulang kalau kamu sudah selesai" ucap kak Bara yang tiba tiba meraih tanganku.


Karena kak Bara menarikku keluar restoran dan membawaku masuk ke dalam mobil bahkan aku tidak sempat berpamitan dengan kak Kevin, tadinya aku mau mengenalkan mereka secara resmi karena aku terpaut janji sebelumnya pada kak Kevin untuk mengenalkan kak Bara.


Sayangnya kak Bara terburu saat mengajakku pulang tadi, selama di perjalanan tidak banyak percakapan diantara aku dan dia.


Kak Bara hanya menawariku untuk makan malam bersama dulu sebelum dia mengantarkanku pulang dan aku setuju.


"Talita ayo makan di sana, kamu tidak papa kan kalau kita makan di cafe itu" ucap kak Bara,


"Iya aku tidak masalah mau makan dimanapun asal makanannya enak hehe" jawabku diiringi senyum,


Kami pun pergi ke cafe tersebut dan menikmati makanan di sana saat tengah makan lagi lagi kak Bara kembali menanyakan jawabanku soal liburan yang dia tawarakan sebelumnya, dan dia terus berkata kata seakan aku harus ikut dalam acara liburan dia bersama teman temannya.


"Talita ayolah aku sangat ingin kamu ikut di liburan musim panas ini, kita kan sudah menjadi pasangan akan sangat aneh jika hanya aku yang datang, aku juga ingin mengumumkan kabar gembira ini pada teman temanku" ucap kak Bara penuh harap,

__ADS_1


"Tapi kak, apa harus secepat ini ya, memberitau mereka kenapa tidak kita rahasiakan dulu sebentar" ucapku berusaha menahannya.


Aku hanya belum siap jika orang orang mengetahui tentang hubunganku dengan kak Bara, aku tau sejak awal aku masuk ke sekolah itu kak Bara adalah pria yang banyak di idolakan semua siswa dari setiap kelas, aku hanya takut mereka akan menyerangku tanpa ampun jika sampai mereka mengetahui idola mereka sudah memiliki pasangan dan orang itu adalah aku.


"Kenapa begitu?, Apa yang membuatmu keberatan untuk memberitau semua orang masalah ini?" Tanya kak Bara yang nampak sedikit murung setelah aku meminta dia merahasiakannya,


"Begini kak aku hanya takut para penggemarmu akan hilang kalau mereka tau kamu sudah bersamaku, bagaimana kalau mereka berhenti mengidolakan kamu lagi" ucapku mencari alasan,


"Ya ampun Talita tenang saja lagi pula aku juga sudah lulus aku tidak akan ke SMA lagi, makanya aku ingin kamu hadir di acara liburan kali ini, karena ini terakhir kalinya aku berkumpul bersama teman teman" ucap kak Bara memberikan penjelasan,


"Sebenarnya aku boleh boleh saja ikut ke sana tapi kakak kan tau aku baru bekerja di restoran beberapa hari, mungkin baru satu Minggu lebih, tidak mungkin mengambil cuti liburan yang panjang, bisa bisa aku langsung keluar dari restoran itu" ucapku yang akhirny jujur,


"Tenang saja Talita, kalau masalah itu biar aku yang mengerusnya, seandainya kamu di pecat aku akan mencarikan pekerjaan lain untukmu, jadi kamu tenang saja oke" ucap kak Bara sambil mengusap pucuk kepalaku dengan lembut.


Setelah mendapatkan keputusan itu kami melanjutkan makan hingga kenyang, barulah kak Bara mengantarku pulang, saat sampai di rumah kak Bara bahkan memberikanku sebuah hadiah.


Saat itu aku hendak turun dari mobilnya dan kak Bara meraih tanganku menahannya.


"Ada apa kak?" Tanyaku heran,


"Ini, aku ada hadiah untukmu" ucap kak Bara sambil memberikan sebuah kotak berukuran sedang padaku,


"Hah, ini apa kak?" Tanyaku penasaran,


"Buka saja nanti kamu akan tahu" ucap kak Bara.

__ADS_1


Aku sedikit merasa linglung dan heran karena belum genap sehari berpacaran dengannya kak Bara sudah memberikanku hadiah seperti ini, aku pun membuka kotak itu dan ternyata di dalamnya ada sebuah kalung yang cantik berwarna putih bersih dengan liontin kupu kupu berwarna biru muda.


"Wahh....ini cantik sekali, kak apa kamu sungguh mau memberikan kalung secantik ini untukku?" Tanyaku memastikan.


"Tentu saja, bagaimana apa kau suka?, aku memilihnya tadi setelah pulang dari taman" ujar kak Bara,


"Iya...aku sangat suka, ini sangat cantik sekali" ucapku yang masih terpukau dengan kalung tersebut,


"Sudah sini biar aku bantu pakaikan di lehermu" kata kak Bara sambil meraih kalung di tanganku dan dia memakaikannya pada leherku.


Jujur saja aku merasa sangat senang dan berbunga bunga, kalung itu sangat bagus dan cantik, saat kak Bara membantuku memakaikannya ke leherku aku sangat sangat menyukai kalung itu.


"Kak kalung ini pasti mahal yah, apa aku pantas memakai kalung semahal ini?" Tanyaku yang mulai tidak percaya diri,


"Talita dengarkan aku, kamu itu cantik dan kamu jelas pantas memakai barang semewah apapun, semua wanita berhak memakai apapun yang pacarnya berikan atau apapun yang mereka suka termasuk kamu, jadi berhenti berkata seperti itu" ucap kak Bara memegangi kedua pundakku.


Aku mengangguk dan mengerti, aku senang bisa mendapatkan pacar seperti kak Bara dia itu hebat dan pandai juga terlahir dari orang kaya raya dia juga pekerja keras dan tidak sombong dia sungguh idaman semua wanita, ke ramahan sikapnya yang membuatku menyukai dia pada awalnya hingga bisa menjadi seperti saat ini.


"Sudah cepat masuk ke rumah, jangan terus melihat kalungnya nanti yang ada kalungnya ikutan minder karena kalah cantik dengan yang memakainya" ucap kak Bara yang membuatku semakin tersipu.


"Aduhh...apa pipiku merona sekarang, ahhh ini memalukan" gumamku menahan agar pipiku tidak memerah,


"Ya sudah kak aku masuk yah, selamat malam" ucapku berpamitan dan keluar dari mobil,


Kak Bara mulai menurunkan kaca jendela mobilnya dan dia melajukan mobil meninggalkan halaman rumahku aku juga masih sempat melambaikan tangan padanya dan segera masuk ke dalam rumah setelah mobil kak Bara sudah tak terlihat di pandang mata.

__ADS_1


__ADS_2